Tempat dan Waktu
Penelitian ini dilakukan selama 6 bulan di Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan Fakultas Peternakan IPB, Laboratorium Histopatologi FKH IPB, Kandang Fakultas Peternakan IPB. Pemeliharaan ayam dilakukan selama 6 minggu yaitu pada tanggal 11 Oktober – 15 November 2006.
Materi
Ternak
Pada penelitian ini digunakan 168 ekor broiler strain Lohman yang dipelihara sejak umur sehari (Day Old Chick) sampai umur 6 minggu dengan rata- rata bobot DOC adalah 41.76 gram. DOC diperoleh dari poultry shop Bogor. Kandang dan Perlengkapan
Kandang yang digunakan adalah kandang litter sebanyak 21 petak berukuran 1 m x 1 m untuk diisi 10 ekor ayam. Setiap petak dilengkapi dengan tempat pakan dan tempat minum. Peralatan lain yang digunakan adalah timbangan, plastik ransum, tong, karet, nomor sayap dan ember.
Ransum
Ransum yang digunakan adalah ransum kering komplit dan ransum silase baik yang diberi perlakuan uji tantang Salmonella ataupun tanpa uji tantang. Ransum yang digunakan tersusun atas : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, CGM, tepung ikan, minyak kelapa, CaCO3, DCP, L-Lysin, DL-Methionine dan
premix. Ransum disusun atas rekomendasi Scott et al. (1982). Adapun susunan dan kandungan nutrisi ransum basal yang digunakan dalam penelitian ini dapat dilihat pada Tabel 2.
Bakteri dan Additive
Dua macam bakteri digunakan dalam penelitian ini, yaitu Lactobacillus plantarum yang diperoleh dari Laboratorium Bioteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Cibinong-Bogor dan Salmonella typhimurium tipe ganas diperoleh dari Laboratorium Mikrobiologi Fakultas Kedokteran Hewan
IPB. Additive yang digunakan adalah antibiotika jenis Bambermicin sebesar 0.02 ppm.
Tabel 2. Susunan dan kandungan zat makanan dalam ransum penelitian
Bahan Makanan Persentase (%)
Jagung 50.0 Dedak padi 12.0 Bungkil kedelai 16.7 CGM 11.0 Tepung ikan 5.5 Minyak kelapa 2.0 DCP 1.0 CaCO3 1.0 L-Lysin 0.3 DL-Methionine 0.2 Premix* 0.3 Total ( % ) 100
Kandungan Nutrisi Ransum Penelitian :**
Protein kasar ( % ) 24.03
Energi metabolis (kkal/kg)*** 3020.00
Bahan kering (%) 86.53 Serat kasar ( % ) 4.09 Lemak kasar (%) 5.80 Ca ( % ) *** 0.96 P tersedia ( % ) *** 0.63 Lysin(% ) *** 1.20 Methionine ( % ) *** 0.67
* Dalam 1 kg premix mengandung Vit A 4000.000 IU, Vit D3 800.000 IU, Vit E 4.500 mg, Vit K3 450 mg, Vit B1 450 mg, Vit B2 1.350 mg, Vit B6 480 mg, Vit B12 6 mg, Ca-d-P 2.400 mg, As folat 270 mg, As nikotinat 7.200 mg, kolin klorida 28.000 mg, DL-Met 28.000 mg, L-Lys 50.000mg, Fe 8.500 mg, Cu 700 mg, Mg 18.500 mg, Zn 14.000 mg, Co 50 mg, I 70 mg, Se 35 mg, dan antioksidan.
** Hasil analisa Laboratorium Ilmu dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan, IPB (2006) *** Hasil perhitungan
Vitamin dan Vaksin
Vitamin yang digunakan adalah Vita Stress, sedangkan vaksin yang digunakan adalah vaksin ND l (Newcastle Disease) diberikan pada ayam umur 3 hari yaitu melalui tetes mata, ND ll (Newcastle Disease) diberikan pada ayam umur 21 hari dengan cara suntik, dan vaksin Gumboro digunakan pada saat ayam berumur 10 hari secara oral.
Metode Penelitian
Rancangan Percobaan dan Analisis Data
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan menggunakan 168 ekor broiler yang dibagi dalam 21 petak kemudian diberi salah satu dari 7 macam perlakuan ransum. Perlakuan ransum tersebut yaitu:
S1 = Ransum silase B1 = Ransum basal
L1 = Ransum basal + L. plantarum S2 = S1 + infeksi Salmonella typhimurium B2 = B1 + infeksi Salmonella typhimurium L2 = L1 + infeksi Salmonella typhimurium
A = B1 + antibiotik + infeksi Salmonella typhimurium
Model matematik yang digunakan dari rancangan percobaan ini adalah sebagai berikut (Steel dan Torrie 1991) :
Keterangan :
Yij = pengaruh percobaan pada perlakuan ke-i dan ulangan ke-j
µ = rataan umum
τi = pengaruh perlakuan ke-i
εij = galat percobaan pada pelakuan ke-i dan ulangan ke-j
Data yang diperoleh dianalisa dengan sidik ragam (Analysis of Variance / ANOVA) dan jika berbeda nyata diuji dengan menggunakan uji Kontras
Orthogonal. Data untuk tingkat kerusakan pada usus halus diolah dengan menggunakan Kruskal-Wallis.
Pembuatan Ransum Silase Komplit
Ransum silase berkadar air 40% dibuat dari ransum basal dengan menambahkan air dan bakteri Lactobacillus plantarum kemudian disimpan dalam kantong plastik kedap udara berukuran 5 kg, selanjutnya disimpan di dalam tong selama 6 minggu (Gambar 8). Untuk setiap pembuatan 100 kg ransum silase berkadar air 40% dibutuhkan starter bakteri Lactobacillus plantarum sebanyak 2 x 106 CFU/gram yang telah dilarutkan dalam air sebanyak 117.5 liter.
Gambar 8. Proses pembuatan ransum silase komplit
Pada penyimpanan minggu ke-3 dan minggu ke-6, dilakukan pengamatan terhadap kandungan nutrient, energi, pH dan bahan kering ransum yang bertujuan untuk melihat kualitas silase ransum.
Air +Lactobacillus plantarum
Ransum
Ransum basal + LP
Kemas di dalam kantong plastik dan tutup rapat
Simpan dalam tong selama 6 minggu
Silase Ransum Komplit
Uji Tantang
Infeksi Salmonella dilakukan pada broiler umur 7 hari secara oral. Jenis Salmonella yang digunakan adalah Salmonella typhimurium ganas dari biakan cair ≈ 1 x 107 CFU untuk tiap ekor ayam.
Analisis Kimia dan Histopatologi Kualitas Silase
pH silase diukur dengan menggunakan pH meter (Oakton). Kadar air dan abu masing-masing diukur dengan menggunakan oven dan tanur (AOAC 1984). Penghitungan koloni BAL dilakukan dengan metode Total Plate Count (Capucino 2000).
Jumlah Koloni Salmonella
Uji tantang terhadap Salmonella typhimurium pada ayam dilakukan secara oral pada saat ayam berumur 7 hari. Jumlah koloni Salmonella typhimurium yang diberikan ini sebanyak 108 CFU (Leeuwen et al. 2004). Pengamatan terhadap jumlah koloni Salmonella typhimurium dilakukan pada hari ke 9, 18, dan 35 setelah dilakukan uji tantang, yaitu pada saat broiler berumur 16, 25 dan 31 hari. Setiap pengamatan menggunakan 1 ekor ayam yang diambil secara acak. Sampel yang diperoleh dilakukan prekultur terlebih dahulu dengan menginkubasi sampel (isi usus halus) pada 10 ml Triypticase Soy Broth pada suhu 37oC selama 24 jam. Selanjutnya diambil sampel sebanyak 0.1 ml dan dilakukan kultur pada cawan dengan menggunakan media agar deoxycholate hydrogensulfida lactose (DHL) dan diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 jam. Identifikasi terhadap Salmonella pada media agar DHL dilakukan dengan uji aglutinasi dengan antiserum terhadap Salmonella typhimurium.
Pengamatan Histopatologi Usus Halus
Pemeriksaan histologi (HP) saluran pencernaan dilakukan pada saat broiler berumur 9, 27, 36 dan 42 hari (Tabel 8). Setiap pengamatan menggunakan 1 ekor ayam yang diambil secara acak. Protokol pembuatan sediaan HP saluran pencernaan ini mengikuti prosedur Chiou et al. (1999), yaitu memotong setiap bagian usus secara membujur dan dibilas dengan larutan garam untuk
membersihkan isinya, kelebihan lemak yang terdapat di usus diambil dan kelebihan air pada sampel akan dikeringkan dengan tissue. Sampel usus dengan panjang 5 cm diambil dari bagian usus (illeum). Semua sampel tersebut pertama dibilas dengan larutan 0.4 M KCl dan kemudian disimpan dalan larutan buffer neutral formaline (BNF) 10% (pada pH 7.2 – 7.4). Semua sampel secara bertahap didehidrasi dengan peningkatan konsentrasi ethyl alcohol (50% - 100%). Sampel pertama ini disimpan dalam parafin dan dipotong sepanjang 6 μm dengan menggunakan mikrotom, kemudian dilakukan pewarnaan dengan hematoxylin dan eosin (prosedur teknis proses pewarnaan tercantum pada Lampiran 1).
Gambar 9. Proses pembuatan sediaan preparat histopatologi usus halus BNF 10%
0.4 M KCl Sampel usus 5 cm
Dehidrasi bertahap dengan peningkatan konsentrasi ethyl alcohol (50% - 100%)
Simpan dalam parafin
Potong sepanjang 6 μm Pewarnaan HE Letakkan dalam kaca preparat Bilas Simpan
Peubah yang Diamati
Peubah yang diamati dalam penelitian ini meliputi :
1. Koloni bakteri asam laktat (BAL) dan pH silase pada minggu ke 0, 3 dan 6.
2. Kualitas silase ransum dan ransum kering yang disimpan pada minggu ke 0 dan 6.
3. Penampilan umum ternak (konsumsi ransum, pertambahan bobot badan, bobot badan akhir dan konversi ransum).
4. Persentase bobot hati, empedu dan limpa terhadap bobot tubuh. 5. Jumlah koloni Salmonellathypimurium di dalam sekum. 6. Histopatologi usus halus bagian ileum.
Prosedur Pelaksanaan
Persiapan kandang dan ayam dilakukan dua minggu sebelum penelitian dilaksanakan. Jumlah ayam yang digunakan pada penelitian ini adalah sejumlah seratus enam puluh delapan ekor DOC yang dipelihara sejak hari pertama. Ransum penelitian dan air minum diberikan ad libitum. Ransum perlakuan yang terdiri atas S1, B1, L1, S2, B2, L2 dan A diberikan pada broiler umur 7 hari. Tempat pakan dan tempat air minum diletakkan di atas sekam di dalam kandang sekat.
Tiap unit kandang dilengkapi dengan lampu sebesar 100 watt yang berfungsi sebagai penghangat tubuh DOC. Tempat pakan dan tempat air minum digantung sejajar dengan punggung ayam agar pakan dan air minum tidak mudah kotor oleh ekskreta ataupun sekam. Kontrol kebersihan kandang, tempat minum dan pakan dilakukan setiap hari. Selama penelitian dilakukan, suhu dan kelembaban udara pada ruang kandang akan tetap diperhatikan.
Selama periode pemeliharaan broiler dilakukan pengamatan terhadap konsumsi ransum dan bobot badan broiler untuk memperoleh pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Setelah broiler dipelihara selama 4 minggu, dari setiap ulangan diambil dua ekor untuk dipotong dan kemudian dilakukan pengukuran terhadap bobot organ dalam, saluran pencernaan, dan histopatologi saluran pencernaan.