• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.2 Hasil Penelitian Siklus II

4.2.2 Siklus II Pertemuan Kedua

Siklus II pertemuan kedua peserta didik mempelajari mengenai sub pokok bahasan perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

Pada tahap ini peneliti melakukan perencanaan ulang dengan tujuan dapat mengatasi kekurangan yang ada pada pertemuan sebelumnya sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Perecanaan dalam penlitian ini yaitu:

• Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dengan Sub Pokok bahasan mengenai perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga.

• Membuat media pembelajaran berupa gambar dinamika perwujudan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang telah dibahas sebelumnya.

• Menyiapkan sumber belajar (Buku PPKn dan sumber belajar lainnya)

• Membuat Lembar Kerja Peserta Didik (LKD) yang terdiri dari 4 soal.

• Membuat soal tes (evaluasi) yang terdiri dari 4 soal essay.

• Membuat kunci jawaban untuk soal test (evaluasi).

Pertemuan kedua ini membahas mengenai perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga sesuai dengan RPP yang telah dibuat. Pada kegiatan awal, sebelum memulai pembelajaran seperti biasanya guru membuka

40

kegiatan dengan mengucakan salam “Assalammualakum Wr. Wb” dan seluruh Peserta didik menjawab salam guru dengan mengucapkan “Waalaikumsalam Wr.Wb”. Kemudian ketua kelas memimpin dan menyiapkan teman-temannya untuk berdoa bersama (semua peserta didik tampak tertib dalam berdoa). Setelah berdoa guru mengkondusifkan kelas dengan meminta peserta didik untuk merapikan tempat duduk mereka masing-masing dan mengabsen peserta didik dengan menanyakan peserta didik yang tidak hadir (semua peserta didik hadir didalam kelas). Kemudian dilanjutkan dengan kegiatan apersepsi guru mengajak peserta didik sama menyanyikan lagu wajib nasional “ kita bersama-sama menyanyikan lagu wajib nasional Satu Nusa Satu Bangsa”.” Ayo kita menyanyi bersama, 1,..,2,..,3...” semua peserta didik mulai bernyanyi bersama dengan keceriaan didalam kelas. Kemudian guru melakukan apersepsi untuk mengingatkan kembali materi yang telah dipelajari sebelemunya yaitu dengan mengajukan pertanyaan “Ayo... siapa yang masih ingat macam-macam ancaman Pancasila sebagai dasar negara?” Danda pun menjawab “G 30 S PKI dan APRA”.

Lalu guru membenarkan jawaban Danda “ Iya..Betul” dan mengajak peserta didik lain memberikan aplause.

Kemudian Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan ini” agar peserta didik mampu memahami perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga”. Bahwasanya materi dasarnya telah dijelaskan pada pertemuan sebelumnya. Setelah itu guru memaparkan materi tentang perwujudan nilai – nilai Pancasila dalam kehidupan keluarga. Saat pemaparan materi berlangsung, tampak peserta didik berantusias untuk mengikuti pembelajaran didalam kelas karena sebelumnya guru mengingatkan peserta didik bahwasannya siapa yang bertanya dan menjawab pertanyan guru akan memberikan tambahan nilai. Peserta didik pun tampak diam dan tenang mendengarkan serta meperhatikan penjelasan dari guru.

Selama kegiatan pemberian materi, guru bertanya pada peserta didik sampai disini “Adakah yang ingin ditanyakan?” Ada salah satu siswa bernama Anisa bertanya” Bapak, Apa contoh perwujudan nilai – nilai Pancasila di lingkungan sekolah?”. Guru menjawab “ bahwasannya berteman baik dengan

siapapun, membuang sampah pada tempatnya, serta tidak melakukan bullying antar satu sama lain”. Sampai disini semua siswa berantusias untuk berlomba-lomba bertanya, namun guru menghentikan pembelajaran karena akan dilanjutkan dengan pengerjaan LKPD. Setelah selesai membentuk kelompok dan peserta didik telah duduk berdasakan kelompoknya masing-masing, guru membagikan lembar kerja peserta didik (LKPD) yang akan dijadikan bahan diskusi didalam kelompoknya masing-masing, termasuk guru meminta siswa untuk menganalsis soal-soal yan ada di LKPD. Peserta didik pun berdiskusi secara bersama-sama dalam kelompoknya masing-masing untuk menyelesaikan beberapa soal-soal yang ada pada lembar kerja siswa (LKPD). Guru pun membimbing peserta didik dalam pengerjaan LKPD.

Gambar 4.7 Guru Membimbing Peserta Didik saat Pengerjaan LKPD

Setelah mengerjakan soal diskusi peserta didik menyatukan pendapat-pendapat mereka dan ditulis dilembar kerja mereka masing-masing. Kemudian guru meminta salah satu peserta didik dalam setiap perwakilan kelompok untuk menyampaikan hasil diskusi mereka masing-masing. Maka setiap kelompok berloba-lomba untuk memberikan pendapat mereka mengenai soal yang ada pada lembar kerja tersebut.

42

Gambar 4.8 Peserta Didik Memberikan Pendapat

Setelah itu guru memberikan beberapa soal test yang ditayangkan di LCD untuk melihat kemampuan peserta didik didalam kelompok. Maka berlomba-lomba peseta didik untuk maju menyelesaikan soal tersebut. Karena guru menjanjikan kepada peserta didik yang bisa menjawab akan diberikan hadiah kelompok. Setiap kelompok berlomba-lomba untuk menjawab beberapa pertanyaan didepan dengan cara mengajukan tangan.

Diakhir pertemuan guru mengajak peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari, dan meminta salah satu peserta didik untuk maju kedepan kelas menyampaikan kesimpulan yang dipelajari pada pertemuan kali ini.

Kemudian guru meminta peserta didik untuk mempelajari materi selanjunya pada pertemuan selanjunya mengenai “Pembukaan Undang – Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.”

Selanjutnya guru meminta peserta didik untuk kembali ketempat duduknya masing-masing untuk melakukan post test diakhir siklus yang berlangsung 20 menit dengan memberikan soal yang berbentuk essay. Tampak semua peserta didik tenang mengerjakan soal post test terakhir pada siklus II.

Gambar 4.9 Peserta Didik Melakukan Post Test Siklus II

Setelah selesai mengerjakan soal post test, guru meminta seluruh peserta didik untuk duduk mantap ditempat duduk agar guru sendiri yang mengambil lembar post test. Kemudian guru meminta seluruh peserta didik untuk menyanyikan lagu wajib Nasional, dan guru pun memimbing peserta didik untuk menyanyikan lagu wajib Nasional sebelum pulang sekolah serta berdoa secara bersama-sama.

Gambar 4.10 Peserta Didik Menyanyikan Lagu Wajib Nasional Setelah mengadakan ulangan harian siklus II didapatkan data rata-rata hasil belajar siswa kelas IX SMP Harapan Masa Depan Cerah yang dapat dilihat pada tabel 4.2 sebagai beikut:

Tabel 4.2 Hasil Belajar Siklus II

NO HASIL BELAJAR BANYAK PERSENTASE

1 TUNTAS 26 86,67%

2 TIDAK TUNTAS 4 13,33%

JUMLAH 30 100%

44

Hasil belajar Siklus II pertemuan kedua ini juga dapat dilihat dari diagram berikut:

Gambar 4.11 Grafik Persentase Hasil Belajar Siklus II

Dari tabel 4.2 dan Grafik 4.11 diatas dapat dijelaskan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example diperoleh bahwasannya 34 peserta didik yang tuntas hasil belajarnya dari 30 peserta didik dengan nilai persentase ketuntasan hasil belajar didalam kelas yaitu 86,67% dan 4 peserta didik yang tidak tuntas dengan pesentase 13,33%.

0.00%

10.00%

20.00%

30.00%

40.00%

50.00%

60.00%

70.00%

80.00%

90.00%

100.00%

Tuntas Tidak Tuntas

Persentase Hasil Belajar Siklus II

Persentase Hasil Belajar Siklus II

45

Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan sebanyak dua siklus menunjukkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PPKn di kelas IX SMP Harapan Masa Depan Cerah. Peningkatan data kualitatif dan kuantitatif yang didapat dari hasil penelitian yang telah dilakukan adalah :

1. Sebelum dilakukan tindakan atau pra siklus didapat dengan persentase ketuntasan hasil belajar siswa didalam kelas yaitu 50,00%.

2. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus I diakhir pertemuan kedua yaitu 73,67%.

3. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa pada siklus II diakhir pertemuan kedua yaitu 86,67%.

5.2 Saran

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, maka saran yang dapat diberikan yaitu:

1. Melibatkan siswa secara penuh dalam kegiatan proses pembelajaran dengan mengajukan pertanyaan-pertanyan secara lisan. Selain dapat meningkatkan konsentrasi siswa hal tersebut dapat melatih dan membiasakan siswa untuk berani dalam menyampaikan pendapatnya.

2. Pembentukan kelompok harus terencana,agar diskusi dapat berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

3. Dengan meningkatnya hasil belajar siswa setelah diterapkankannya model pembelajaran kooperatif tipe Example Non Example diharapkan pembelajaran ini dapat menjadi salah satu alternatif dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan.

4. Diharapkan bagi peneliti lain yang ingin melanjutkan penelitan ini disarankanuntuk mengambil ruang lingkup yang lebih luas.

46

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S.2012.Prosedur Penelitian Suatu Pendekata Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.

Aqib, Zainal, dkk.2011. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Yrama Widya.

Hamalik. O. 2011. Proses Belajar Mengajar. Jakarta: Bumi Aksara.

_________. 2011. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Bumi Aksara Hamdani. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Bandung: CV Pustaka Setia.

Hidayati, dkk. 2010. Pengembangan Pendidikan IPS SD. Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional.

Hermawan. 2014. Pengembangan Kurikulum dan Pembelajaran di SD. Jakarta:

Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.

Nugroho Muhammad, 2010. Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa denganMenggunakan Model Pembelajaran Examples Non Examples Pada Mata Pelajaran IPS Sejarah Di Kelas VIIC SMP Negeri 14 Pekalongan. Semarang:

UNNES

Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-faktor yang mempengaruhinya. Jakarta:

Rineka Cipta

Slavin, R.E. 2011. Cooperatif Learning. Bandung: Nusa Media

Suprijono, Agus. 2010. Cooperative Learning. Yogyakarta: Pustaka Belajar.

Sufanti, Main. 2010. Strategi Pengajaran Bahasa dan Sastra Indonesia.

Surakarta: Yuma Pustaka

Suyono & Haryanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran. Bandung: PT. Remaja Roesdakarya

Widhi, Candra Awang, 2010. Peningkatan keterampilan Menulis Pengalaman Pribadi Melalui Metode Examples Non Examples pada siswa kelas VIIB SMP Negeri 3 Kandangan Kabupaten Temanggung. Semarang: UNNES

Widiantri Titis Riana. 2010. Peningkatan Keteramilan Menulis Petunjuk Melakukan sesuatu dengan Metode Examples Non Examles Pasa Siswa Kelas VIIIA SMP Negeri 2 Margoyoso Pati. Semarang: UNNES.

Nama Sekolah : SMP Harapan Masa Depan Cerah Mata Pelajaran : PPKn

Kelas/Semester : IX/ Ganjil

Materi Pokok : Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pertemuan ke : 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 1 pertemuan (2x40 Menit) A. Kompetensi Inti:

KI.1 Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.

KI.2 Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, santun, percaya diri, peduli, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, dan kawasan regional.

KI.3 Memahami dan menerapkan pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik sederhana berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, dan kenegaraan terkait fenomena dan kejadian tampak mata.

KI.4 Menunjukkan keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara kreatif, produktif, kritis, mandiri, kolaboratif, dan komunikatif, dalam ranah konkret dan ranah abstrak sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang teori.

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator Pencapian Kompetensi 3.1 Membandingkan antara

peristiwa dan dinamika yang terjadi di masyarakat dengan praktik ideal Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

3.1.1 Menyimpulkan dinamika Pancasila sebagai dasar negara dan Pandangan hidup bangsa 3.1.2 Menganalisis ancaman

merubah Pancasila sebagai dasar negara dan Pandangan hidup bangsa

3.1.3 Mengevaluasi ancaman merubah Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada era millennial

4.1 Merancang dan melakukan penelitian sederhana tentang peristiwa dan dinamika yang terjadi di masyarakat terkait penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

4.1.1 Menyajikan hasil penelitian sederhana tentang peristiwa dan dinamika yang terjadi di masyarakat terkait penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa

C. Tujuan Pembelajaran

Melalui kegiatan pembelajaran dengan model Example dan Non-Example dengan pendekatan Scientific social -TPACK dan metode diskusi, peserta didik diharapkan;

1. Peserta didik dapat menyimpulkan dinamika Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan benar.

2. Peserta didik dapat menganalisis ancaman merubah pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa dengan benar.

3. Peserta didik dapat mengevaluasi ancaman merubah Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada era millennial dengan benar.

D. Karakter yang diinginkan

Religius, Nasionalisme, Kejujuran, Kedisiplinan, Tanggung jawab

E. Materi Pembelajaran Reguler

- Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa.

- Ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

F. Materi Pembelajaran Remidial

- Dinamika Perwujudan Pancasila sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

- Ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara.

G. Materi Pembelajaran Pengayaan

- Peran Pelajar dalam Mengatasi ancaman Pancasila sebagai Dasar Negara pada era millenial

H. Model, Pendekatan, dan Metode Pembelajaran 1) Pendekatan : Saintifik-Sosial

2) Model Pembelajaran : Example dan Non-Example

3) Metode : Tanya jawab, diskusi, dan penugasan dalam kelompok

I. Media/Alat dan Bahan 1. Media

❖ Powerpoint

❖ Gambar

❖ Lembar kegiatan peserta didik

❖ Lembar penilaian

2. Alat/Bahan

❖ HP

❖ Laptop

❖ In focus

❖ Spidol

❖ Papan tulis

J. Sumber Belajar

❖ Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2017. Buku Siswa Mata Pelajaran PPKn. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

❖ http://staffnew.uny.ac.id/upload/130515047/pendidikan/Ancaman+Mer ubah+Pancasila_0.pdf Diunduh pada 17 Juni 2021.

❖ Materi Ajar tentang “Norma-norma dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”

❖ Materi PPKn kelas IX (https://wirahadie.com/materi-pkn-kelas-9-bab-1/amp/)

❖ Harian kompas (https://rri.co.id/nasional/peristiwa/756184/ancaman-terbesar-ideologi-pancasila-intoleransi-dan-radikalisme)

❖ Materi Ajar tentang “Dinamika Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa”

K. Langkah-Langkah Pembelajaran

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi

Waktu Kegiatan

Pendahu luan

1. Guru bersama peserta didik saling memberi dan menjawab salam,menanyakan kabar masing-masing;

2. Guru mengajak Peserta didik menyanyikan lagu wajib nasional;

3. Guru mengecek kehadiran peserta didik;

4. Guru menanyakan dan memberikan ulasan singkat kepada peserta didik tentang materi yang sudah dipelajari sebelumnya;

5. Guru menjelaskan tentang tujuan dan aktivitas pembelajaran yang akan dilakukan;

6. Guru memberikan motivasi sebelum memulai pelajaran untuk membangkitkan semangat dalam belajar;

7. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai materi yang akan dipelajari.

15 Menit

Kegiatan Inti

a. Guru mempersiapkan gambar-gambar sesuai dengan tujuan pembelajaran dalam hal ini gambar ditayangkan adalah gambar yang menceritakan tentang kasus radikalisme, terorisme, dan intoleransi yang terjadi di Indonesia.

b. Guru menempelkan gambar di papan tulis atau ditayangkan melalui OHP atau LCD.

c. Guru memberikan petunjuk dan kesempatan kepada siswa untuk memperhatikan atau menganalisis gambar.

d. Melalui diskusi kelompok 4-5 orang siswa, hasil diskusi dari analisis gambar 2tersebut dicatat pada kertas kerja siswa.

e. Tiap kelompok diberikan kesempatan memberikan hasil diskusinya.

f. Mulai dari komentar/hasil diskusi siswa, guru menjelaskan materi sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai.

55 Menit

Kegiatan Penutup

1. Peserta didik mendengarkan ulasan kembali materi yang telah disampaikan oleh guru dan menjawab kuis yang diberikan oleh guru;

2. Guru memberikan apresiasi pada peserta didik yang telah berperan aktif selama pembelajaran 3. Peserta didik dan guru menyimpulkan kegiatan

pembelajaran secara bersama-sama

4. Peserta didik memperoleh umpan balik dari kegiatan pembelajaran dan diberikan motivasi agar semakin semangat belajar.

5. Guru bersama peserta didik merefleksi materi yang sudah dipelajari.

6. Peserta didik diberikan informasi tentang materi yang akan dipelajari pada pertemuan selanjutnya

Pendidik menutup kegiatan pembelajaran dengan do’a bersama dan salam

10 Menit

L. Penilaian Hasil Pembelajaran :

❖ Penilaian Kompetensi Sikap Spiritual dan Sosial ; a. Lembar penilaian diri

❖ Penilaian Kompetensi Pengetahuan ; b. Tes Tertulis

❖ Penilaian Kompetensi Keterampilan ; a. Tugas Praktik

b. Tugas Proyek

Mengetahui Kepala Sekolah

Pulau Rimau, 15 Juni 2021 Guru Mata Pelajaran

Hermanto, S.Pd. Hermanto, S.Pd.

NIK. H2545 NIK. H2545

INSTRUMEN PENILAIAN

1. Penilaian Sikap Spiritual : Lembar Penilaian Sikap : Nama Peserta Didik : Kelas / Semester : Hari / Tanggal Pengisian :

Berilah tanda centang pada salah satu kolom sesuai dengan sikap kamu sehari-hari dengan kriteria sebagai berikut :

1 Selalu 3 Kadang-kadang 2 Sering 4 Tidak pernah Catatan :

Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = NK Kode nilai / predikat :

4 = Sangat Baik (SB) 3 = Baik (B)

2 = Cukup (C) 1 = Kurang (K)

No Nama Siswa Skor Alasan

1 2 3 4 1. Saya berdoa sebelum dan

sesudah menjalankan sesuatu 2. Saya menjalankan ibadah tepat

waktu

3. Saya bersyukur atas nikmat dan karunia Tuhan Yang Maha Esa 4. Saya mensyukuri akal budi yang

saya miliki

5. Saya mengucapkan syukur ketika berhasil mengerjakan sesuatu

6. Saya berserah diri kepada Tuhan ketika berhasil mengerjakan sesuatu meskipun telah berusaha keras

7 Saya menjaga lingkungan hidup di sekitar rumah tempat tinggal, sekolah, dan masyarakat

8. Saya memelihara hubungan baik dengan sesame umat ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

9. Saya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sebagai bangsa Indonesia

10. Saya menghormati orang lain menjalankan ibadah sesuai agamanya. sehari-hari dengan kriteria sebagai berikut :

1 Selalu 3 Kadang-kadang 2 Sering 4 Tidak pernah Catatan :

Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = NK Kode nilai / predikat : 1. Jujur Perilaku yang

didasarkan pada

a. Saya melaporkan barang yang ditemukan b. Saya melaporkan

data atau informasi apa adanya.

c. Saya mengakui

tindakan, dan

d. Saya mengerjakan/

mengumpulkan

i. Saya menghormati kesepakatan bersama

bersama dengan

m. Saya mengucapkan terima kasih setelah

o. Saya meminta izin ketika akan

p. Saya tidak canggung dalam bertindak

3. Penilaian Pengetahuan

Kisi-Kisi Soal Satuan Pendidikan : SMP

Mata Pelajaran : PPKn

Kurikulum : Kurikulum 2013 Jumlah soal : 1

No Kompetensi Dasar Kelas Level Kognitif

antara peristiwa dan Perhatikan gambar-gambar berikut !

A. B.

Pada gambar A, terlihat kelompok teroris KKB Papua. Pada gambar B terlihat para Mahasiswa demonstrasi menuntut pembubaran Hizbut Tahir Indonesia.

1. Carilah informasi mengenai dua gamabar tersebut. Apakah yang melatar belakangi teroris KKB di Papua serta apa dampak bagi Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa, serta amati juga pada gambar B, apa yang melatarbelakangi masuknya paham HTI ke Indonesia, dan analisislah apa dampak bagi Pancasila sebagai dasar negara dan Pandangan hidup bangsa , kemudian evaluasi dua kasus tersebut dengan kelompok belajarmu ? Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan, lengkap dan benar. 100 Siswa dapat menjawab pertanyaan dengan baik dan benar, tapi

kurang lengkap. 85

Siswa dapat menjawab pertanyaan tapi salah sebagian besar. 75 Siswa tidak dapat menjawab pertanyaan dengan benar 71

Kunci Jawaban:

Gambar A

Penyebab KKB di Papua :

1. Kecemburuan social antara penduduk pendatang dengan pribumi 2. Konflik politik anta relit politik dan masyarakat di Papua

3. Didoktrin pihak asing yang ingin memecah belah bangsa Indonesia.

4. Di Papua banyak bahan tambang yang berharga yang akan dimanfaatkan oleh sekelompok golongan

Gambar B : Penyebab

1. Keinginan sekelompok orang yang ingin merubah ideologi Pancasila 2. Adanya doktrin Islamic extremism yang sempit dan fanatik

3. Adanya sikap primordialisme di kalangan pemuda 4. Solusi dari kasus tersebut dengan cara

a. membumikan nilai – nilai Pancasila di Indonesia

b. peran aktif orang tua dalam mengedukasi anak dan mengontrol penggunaan social media dan gadjet anaknya.

c. Peran mata pelajaran PPKn di setiap Lembaga Pendidikan

d. Tindakan tegas dan terukur dari aparat terhadap segala bentuk kasus yang ingin merubah ideologi Pancasila

4. Penilaian Keterampilan

A. Diskusi

Saat siswa melakukan diskusi tentang ancaman Pancasila sebagai Dasar Negara pada Era Millenial

Berilah tanda centang (v) pada bagian yang memenuhi kriteria.

Nama Siswa : Kelas : Mata Pelajaran :

Nilai (Skoring) : 3 + 2 + 1 6 x 12 = 6/3 = 2 12 12

Kriteria Sangat Baik (skor 4)

Keterangan :

1 = Perlu Pendampingan 2 = Cukup

3 = Baik

4 = Sangat Baik B. Praktik

Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Buatlah kliping gambar yang memuat bentuk – bentuk ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang dapat kamu temukan di lingkungan tempat tinggalmu, dalam kehidupan berbangsa, dan bernegara. Kemudian pajanglah di mading sekolah.

B. Proyek

Bentuklah kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Buatlah penelitian sederhana yang memuat bentuk – bentuk ancaman terhadap Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa yang dapat kamu temukan di lingkungan tempat tinggalmu. Kemudian Presentasikanlah hasil penelitian tersebut di depan kelas. Kemudian upload hasil penelitian tersebut di website sekolah.

Remedial

a. Pembelajaran remedial dilakukan bagi Peserta didik yang capaian KD nya belum tuntas.

b. Tahapan pembelajaran remedial dilaksanakan melalui remidial teaching (klasikal), atau tutor sebaya, atau tugas dan diakhiri dengan tes.

c. Tes remedial, dilakukan sebanyak 3 kali dan apabila setelah 3 kali tes remedial belum mencapai ketuntasan, maka remedial dilakukan dalam bentuk tugas tanpa tes tertulis kembali.

Pengayaan

Bagi Peserta didik yang sudah mencapai nilai ketuntasan diberikan pembelajaran pengayaan sebagai berikut:

a. Siwa yang mencapai nilai n(ketuntasan)nn(maksimum)diberikan materi masih dalam cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

b. Siwa yang mencapai nilai n n(maksimum) diberikan materi melebihi cakupan KD dengan pendalaman sebagai pengetahuan tambahan.

Materi Ajar

Sekolah : SMP Harapan Masa Depan Cerah Mata Pelajaran : PPKn

Kelas/Semester : IX / Ganjil

Materi Pokok : Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa

Pertemuan ke : 1 (Satu)

Alokasi Waktu : 1 x Pertemuan (2 x 40 Menit )

A. Tujuan Pembelajaran

Melalui pembelajaran model Problem Based Learning dengan pendekatan Scientific social -TPACK dan metode diskusi diharapkan:

1. Peserta didik dapat menyimpulkan dinamika Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa dengan benar.

2. Peserta didik dapat menganalisis ancaman merubah pancasila sebagai dasar Negara dan pandangan hidup bangsa dengan benar.

3. Peserta didik dapat mengevaluasi ancaman merubah Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup bangsa pada era millennial dengan benar.

B. Bahan Ajar

a. Dinamika Perwujudan Pancasila Sebagai Dasar Negara Dan Pandangan Hidup Bangsa

“Penerapan Pancasila dari Masa ke Masa”.

Yang pertama, yaitu masa Awal Kemerdekaan Tahun 1945-1959.

Pada awal kemerdekaan ini, penerapan Pancasila sebagai dasar negara dan pandangan hidup menghadapi berbagai masalah. Ada upaya-upaya untuk mengganti Pancasila sebagai dasar negara dan penyimpangan terhadap nilai-nilai Pancasila, sebagai berikut.

1. Pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Madiun pada tanggal 18 September 1948. Pemberontakan ini dipimpin oleh Muso.

Tujuan utamanya adalah mendirikan Negara Soviet Indonesia yang berideologi komunis.

2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dipimpin oleh

2. Pemberontakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia dipimpin oleh

Dokumen terkait