BAB I Pendahuluan
BAB 11 Akhlak dan Pendidikan Akhlak
A. Akhlak
3. Materi Pendidikan Akhlak
Dalam garis besamya, akhlak dibagi menjadi dua bagian, sebagai berikut: akhlak terhadap Khalik (Yang menciptakan) dan makhluk (yang diciptakan).36 Adapun uraian lebih jelasnya, sebagai berikut:
a. Akhlak manusia kepada Allah M.
b. Akhlak manusia kepada Rasulullah %.
c. Akhlak manusia kepada airi senairi. d. Akhlak manusia kepada sesama manusia. e. Akhlak manusia kepada alam sekitamya.
Dan penjelasan dari lima macam akhlak di atas adalah sebagai berikut: a. Akhlak manusia kepada Allah $i
Alam ini mempunyai pencipta dan pemelihara yang diyakini ada-Nya, yakni Allah M. Dialah yang menurunkan rahmat dan hidayah di dunia dan Dialah yang mengatur segala isi yang ada di alam ini. Kepada-Nya manusia berhutang budi besar, karena berkat kasih sayang-Nya la telah menganugerahkan nikmat yang diberikan pada
35Mansur Isna, Pendidikan A nak U sia D in i D alam Islam ,Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2005, him. 276.
36Rachmat Taufiq Hidayat, K hazanah Istilah A l-Q uran, Mizan, Bandung, 1989, him. 18.
manusia dengan tak terhitung nilainya, sehingga manusia harus mengucapkan rasa syukur terhadap-Nya.
Allah M berfirman:
-J j j i i i 41)1 ^ 41)1 <Uj u !j JLsu
"Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak dapat menentukan jumlahnya." (QS. An-Nahl: 18)
Dan juga firman-Nya:
O jj& j % J ^5^51
"Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu menginkari (nikmat)-Ku." (QS. Al-Baqarah: 152)
Abu Bakar Ja’bir Ai-Jazairi dalam bukunya "Minhaajul Muslim" menjelaskan bahwa syukumya seorang muslim kepada Rabbnya atas nikmat yang diberikan, yaitu sebagai berikut: rasa malu kepada-Nya untuk condong berbuat maksiat, kembali kepada-Nya secara benar, bertawakal kepada-Nya serta mengharap rahmat-Nya, kemudian takut terhadap siksa-Nya, berbaik sangka kepada-Nya akan kebenaran janji-Nya serta pelaksanaan ancaman bagi siapa yang dikehendaki di antara hamba-hamba-Nya, maka ini merupakan akhlak kepada Allah i f .37
Hubungan antara manusia dengan Allah iife telah diatur oleh agama, agamalah yang mengatur bagaimana cara manusia berinteraksi dengan Allah Hubungan manusia dengan Allah && merupakan
37Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, M in h aaju l M uslim , Pedom an H idup Seorang M uslim, Musthofa 'Aini dkk, Megatama Sofwa Pressindo, Jakarta, 1999, him. 126
prioritas pertama yang merupakan hubungan vertikal antara makhluk dan Khalik.
Hubungan antara makhluk dengan Khalik telah menempatkan manusia pada posisi yang jauh lebih rendah daripada Khaliknya. Untuk itu Al-Quran mengajarkan kepada makhluk untuk selalu patuh kepada- Nya, sebagaimana firman Allah :
"Hai manusia, sembahlah Tuhanmu Yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa."
(QS. Al-Baqarah: 21)
b. Akhlak manusia kepada Rasulullah ^
Setiap umat Islam yakin, bahwa Muhammad M adalah Rasul Allah dan merupakan kewajiban bagi muslim dan muslimah untuk beriman kepada Allah $g dan para rasul-Nya.
Iman bukan hanya sekedar percaya terhadap sesuatu yang diyakini, tetapi haras pula dibuktikan dengan amal perbuatan yang dijelaskan di dalam Al-Quran dan Al-Hadits tentang bagaimana bersikap kepada Rasulullah Itulah yang dinamakan akhlak kepada Rasulullah
M-Nabi Muhammad adalah manusia istimewa dari yang lainnya, karena Beliau seorang nabi dan rasul Allah $6, seorang manusia pilihan Allah M yang haras dicintai, diikuti dan ditaati oleh setiap muslim dan muslimah. Kedudukan sebagai nabi dan rasul inilah yang menjadikan Nabi
Muhammad mempunyai posisi tersendiri diantara manusia lainnya. Ajar an Islam memberikan tuntunan kepada setiap muslim dan muslimah untuk berperilaku baik terhadap Nabi Muhammad sebagai nabi dan rasul Allah M. Di antara perilaku atau akhlak yang harus dilakukan oleh setiap muslim dan muslimah terhadap Rasulullah $£ ialah sebagai berikut: 1) Menerima dan mengamalkan ajaran yang dibawanya.
1 *' 1' „ A l - - * *•*.'• *\ * •'A -I' T"'
"Apa yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia. Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah." (QS. Al-Hasyr: 7) 2) Mengikuti dan mengamalkan sunnahnya.
Merupakan keharusan bagi umatnya yaitu umat Islam untuk mengikuti jejaknya baik dalam ibadah maupun akhlak. karena di sana ada jaminan dari Rasulullah barang siapa yang mengikuti Beliau akan dicintai Allah M dan diampuni dosanya.
3) Mengucapkan shalawat dan salam kepadanya.
Setiap muslim dan muslimah diperintahkan untuk membaca shalawat dan salam kepada Rasulullah terutama diwaktu mereka melakukan shalat.
Sesungguhnya tidak berakhlak seseorang diantara umat Islam yang tidak mengucapkan shalawat dan salam atas Rasulullah sedangkan dirinya diberi Allah M rahmat agama yang tidak temilai harganya melalui Rasulullah
M-Perintah ini (mengucapkan shalawat dan salam atas Nabi Muhammad) tertuang dalam firman Allah $g:
!j JL^5 \j La\s. j4X^=ulLij a uT o]
^ ^ 9/
©
<?
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapakanlah salam penghormatan kepadanya." (QS. Al-Ahzab: 56)
Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam bukunya "Minhaajul Muslim" menjelaskan bahwa berakhlak terhadap Rasulullah W, dapat dilakukan dengan hal-hal sebagai berikut:
1. Mentaatinya, menelusuri jejaknya, dan mencontoh segenap langkah-langkahnya di dalam seluruh aktivitas, baik ui dalam urusan aunia maupun agama.
2. Mengutamakan kecintaan kepadanya, menghormatinya dan mengagungkannya melebihi kecintaan, penghormatan dan pengagungan kepada makhluk lainnya.
3. Membela dan menolong orang yang membela dan menolongnya. 4. Mengagungkan dan memuliakan namanya ketika disebut.
5. Membenarkan setiap apa-apa yang Beliau kabarkan. 6. Menghidupkan sunnahnya dan menyebarkan dakwahnya. 7. Merendahkan suara di sisi kuburannya.
8. Mencintai orang-orang shaleh, membela dan menolong mereka dengan kecintaannya.
c. Akhlak manusia kepada diri sendiri
Konsep akhlak pada diri sendiri di dalam Al-Quran cukup luas jangkauannya, bersifat positif dan aktif yang dengan sendirinya dapat menumbuhkan suatu kepercayaan diri sendiri dalam berbagai aktivitas hidup individu manusia. Karena pada prinsipnya akhlak kepada diri sendiri merupakan kontrol diri yang harus dilaksanakan demi keselamatan diri sendiri, baik itu berupa perintah atau kewajiban yang erat hubungannya dengan tanggung jawab individu maupun kalangan-kalangan yang harus dihindari. Allah ffl berflrman:
i ll
"Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk. Hanya kepada Allah kamu kembali semuanya, maka Dia akan menerangkan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan."
(QS. Al-Maidah: 105)
Ayat di atas menunjukkan bahwa setiap individu manusia mempunyai hak kewajiban untuk memperhatikan kesejahteraan pribadinya, memelihara keselamatan jiwanya, mencari jalan perkembangan dan kemajuan dirinya, memiliki suatu kepribadian luhur sebagai manifestasi dari perbuatannya yang terpuji.
Abu Bakar Jabir Al-Jazairi dalam bukunya "Minhaajul Muslim”
menjelaskan bahwa langkah-langkah yang ditempuh dalam berakhlak kepada diri sendiri, antara lain :
1) Taubat
Yaitu membersihkan diri dari segenap dosa dan maksiat, menyesali atas setiap dosa yang telah dilakukannya, bertekad untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu di dalam sisa umumya. Hal ini berdasarkan firman Allah M dalam surat At-Tahrim :
' ^ “1 • A * 0 A**
lj Ajy 4Ul J ] \ y y \j Xa\]
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surgayang mengalir di bawahnya sungai-sungai." (QS. At-Tahrim: 8)
j~ h o ' is* * ' ^ y *
a ,’r
2) Muraqabah
Yaitu seorang musiim merasa dirinya diawasi oleh Allah jg, ia senantiasa merasakannya di setiap saat dari kehidupannya sehingga keyakinannya menjadi sempuma bahwa Allah M selalu melihatnya, mengetahui rahasia-rahasianya, memperhatikan amal-amalnya, menegakkan putusan terhadapnya dan terhadap jiwa-jiwa dengan apa yang telah dilakukan. Inilah makna "menyerahkan diri" di dalam firman Allah M
^L? >*3 ^ dr*-? Cr®^
^ U > - ^0)1 1 ^ -lj
"Dan siapakah yang lebih baik agamanya dari pada orang yang ikhlas menyerahkan diri kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambilIbrahim menjadi kesayangan-Nya. "(QS. An-Nisa: 125)
3) Muhasabah (introspeksi diri)
Introspeksi diri salah satu metode memperbaiki diri, melatih, mensucikan dan membersihkan diri. Allah ffl berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hedaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat), dan bertakwalah kepada Allah, sesunggunya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." (QS. Al-Hasyr: 18)
4) Mujahadah (perang terhadap nafsu atau jiwa)
Yaitu hendaknya seorang muslim mengetahui bahwa musuh bebuyutannya adalah nafsu (diri)nya sendiri. Nafsu menurut tabiatnya selalu condong kepada keburukan, dan lari dari kebaikan serta senantiasa menyuruh kepada kejelekan. Allah $g berfirman:
"Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (QS. Yusuf: 53)
Apabila seorang Muslim mengetahui hal itu, niscaya dia akan menyiapkan dirinya kemudian mengumumkan terhadapnya,
mengangkat senjata untuk memeranginya, bercita-cita tetap untuk melawan kebodohannya dan memerangi nafsunya.38
d. Akhlak manusia kepada sesama manusia
Ajaran sosial dan pembinaan akhlak dalam Al-Quran bertujuan untuk memperkuat keijasama dalam lingkungan keluarga dengan mengatur anggota-anggota keluarga melalui pembentukan kepribadian individu yang baik sebagai salah satu bagian dari masyarakat, untuk lebih jelasnya kondisi masyarakat itu ada beberapa uraian:
' 1) Akhlak di lingkungan keluarga
Pembinaan akhlak di lingkungan keluarga secara umum adalah pembinaan kasih sayang ui antsra sesama anggota keluarga yang beijalan dengan keutuhannya, karena paaa prinsipnya Allah M telah melengkapi sikap tersebut diantara anggota keluarga masing-masing, sehingga masing-masing individu hanya tinggal mengembangkannya di dalam lingkungan masyarakat yang dijelaskan dalam Al-Quran firman Allah f g :
^ ’ f
-"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialuh Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir." (QS. Ar-Ruum: 21)
38Abu Bakar Jabir Al-Jazairi, M inhaajul M uslim , P edom an H idup S eorang M uslim , Musthofa 'Aini dkk, Megatama Sofwa Pressindo, Jakarta, 1999, him. 137-143.
Pembinaan akhlak di lingkungan keluarga sangatlah mendasar sekali dalam pola hidup yang penuh kasih sayang di antara sesama anggota keluarga, hormat meughormati, sopan saniun dan tanggung jawab diantara suami dan istri atau sebaliknya orang tua dengan anak. 2) Akhlak di lingkungan keluarga dan kerabat
Manusia diciptakan Allah M di dunia ini sebagai makhluk sosial yang selalu membutuhkan hubungan komunikasi atau saling ketergantungan antara satu dengan yang lainnya, untuk itu mereka membentuk suatu wadah yang biasa dinamakan dengan istilah
masyarakat. Masyarakat itupun mempunyai ciri khas dalam
menciptakan rasa persaudaraan dan ukhuwah antar sesama individu. Di dalam AJ-Quran Allah M berfirman:
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu-bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnn sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri." (QS. An-Nisa : 36 )
Ayat di atas dapat disimpulkan bahwa di antara sesama manusia, baik dengan kedua orang tua, tetangga dekat maupun jauh, anak yatim
dan lainnya, baik itu miskin atau kaya kita harus berbuat baik dan tidak
membeda-bedakannya.
3) Akhlak kepada manusia secara umum
Terbentuknya suatu masyarakat manusia yang luas di mana satu sama lainnya saling melengkapi kebutuhan masing-masing, saling menolong, saling menghormati, saling komitmen dalam kebersamaan sehingga terwujudnya hubungan komunikasi yang harmonis serta tumbuh sikap persaudaraan. Manusia yang bersatu dan menggalang agar terciptanya kedamaian, ketentraman dan kesejahteraan yang dapat menjadikan masyarakat yang diidamkan.
e. Akhlak manusia kepada alam sekitar
Allah 31 tidak hanya menciptakan manusia saja di muka bumi ini, tetapi juga menciptakan makhluk-makhluk yang lain seperti: tumbuh- tumbuhan, binatang, semuanya itu membutuhkan perlindungan dan pemeliharaan dari manusia. Karena manusia diciptakan oleh Allah dalam keadaan yang paling sempuma dibandingkan dengan makhluk yang lainnya. Tugas manusia adalah mensyukuri karunia Allah 3S, berbuat baik dan dapat membudidayakan serta dilarang untuk merusak maupun memusnahkan juga tidak boleh menyia-nyiakan makhluk yang lainnya. Dapat disimpulkan bahwa materi maupun teori dalam pendidikan akhlak itu mempunyai pengaruh yang besar dalam kehidupan di dunia ini. Karena manusia sebagai makhluk ciptaan Allah yang paling sempuma, diharapkan
dengan kesempumaannya dapat mengembangkan amanat yang diberikan oleh Sang Pencipta dengan berakhlak baik terhadap sesama makhluk dan makhluk lainnya.
Untuk itu dibutuhkan keteladanan dalam pendidikan dengan metode inklusif sehingga dapat mempersiapkan dan membentuk anak dalam moral, spiritual dan sosial. Hal ini dikarenakan pendidikan akhlak adalah contoh terbaik dalam pandangan anak, dalam tindak tanduknya dan tata santunnya baik yang disadari maupun tidak. Tentunya yang lebih penting bagi yang bersifat material maupun spiritual.
Allah mengutus Nabi Muhammad % sebagai suri tauladan yang baik untuk umat manusia sepanjang sejarah dan bagi umat manusia disetiap saat dan tempat, sebagai pelita yang menerangi dan memberi petunjuk.
Pendidikan dengan mengajarkan dan pembiasaan adalah pilar terkuat untuk pendidikan dan metode yang paling efektif dalam membentuk iman anak dan meluruskan akhlaknya. Metode lain yang juga penting dalam pendidikan akhlak adalah pemberian nasehat. Sebab itu dapat membukakan mata anak pada hakekatnya sesuatu untuk mendorongnya menuju situasi luhur dan menghiasnya dengan akhlak yang mulia dan membekalinya dengan prinsip-prinsip Islam, kita juga tidak heran mendapatkan Al-Quran yang memakai metode ini, yang berbicara tentang jiwa dan mengulang-ulang dalam berbagai ayat dan tempat. Al-Quran penuh dengan ayat-ayat yang menjadikan metode nasehat sebagai dasar dakwah jalan menuju usaha melestarikannya.