KAJIAN TEORI
B. Materi Pokok
1. Kerajaan Kutai
Kerajaan tertua di Indonesia adalah Kerajaan Kutai yang terletak di Pulau Kalimantan dan merupakan kerajaan yang bercorak Hindu. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-4. Salah satu sumber yang menyatakan tentang keberadaan Kerajaan Kutai adalah 7 Yupa. Yupa adalah tugu batu yang berfungsi sebagai tiang untuk menambat hewan yang akan dikorbankan. Ada tiga raja yang
sering kali disebut ketika membahas Kerajaan Kutai, yakni Raja Kudungga, Asmawarman, dan Mulawarman.
2. Kerajaan Tarumanegara
Tarumanegara adalah sebuah kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah barat pulau Jawa pada abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Lebih tepatnya lagi terletak di daerah Bogor. Sumber sejarah Kerajaan Tarumanegara ada banyak seperti berita asing berasal dari China, prasasti, dan naskah Wangsakerta. Berita dari China ini antara lain, berita Fa HienSe, berita dari Dinasti Sui, dan berita dari Dinasti Tang, Selain berita asing, sumber berita dari Kerajaan Tarumanegara adalah prasasti. Ada banyak prasasti yang ditemukan sebagai sumber sejarah kerajaan ini, yaitu Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor), Prasasti Kebon Kopi (Bogor), Prasasti Jambu (Bogor), Prasasti Muara Cianten (Bogor), Prasasti Tugu (Jakarta Utara), Prasasti Pasir Awi (Leuwiliang), Prasasti Munjul (Banten). Raja yang terkenal dari Kerajaan Tarumanegara adalah Raja Purnawarman.
3. Kerajaan Ho-Ling/Kalingga
Kalingga adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Tengah. Letak pusat kerajaan ini belumlah jelas, kemungkinan berada di suatu tempat antara Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara sekarang. Sumber sejarah tentang keberadaan kerajaan ini berasal dari China yakni dari pendeta I-tsing.Kerajaan Ho-Ling ini diperintah oleh seorang ratu, yakni Putri Maharani Sima Parwati. Ia menikah dengan putera mahkota Kerajaan Galuh yang
bernama Mandiminyak, yang kemudian menjadi raja kedua dari Kerajaan Galuh.
4. Kerajaan Melayu
Kerajaan Melayu adalah salah kerajaan yang ada di Pulau Sumatera. Kerajaan ini diperkirakan terletak di Provinsi Jambi. Tidak diketahui secara jelas agama yang dianut oleh kerajaan ini karena tidak ada sumber yang jelas mengenai hal ini. Berita tentang kerajaan Melayu antara lain diketahui dari dua buah buku karya Pendeta I Tsing. Selain itu, sumber keberadaan kerajaan ini dapat diketahui dari alas arca Amoghapasa yang ditemukan di Padangroco. 5. Kerajaan Sriwijaya
Kerajaan Sriwijaya adalah salah satu kerajaan yang cukup kuat di Pulau Sumatera. Kerajaan ini mendapat julukan sebagai kerajaan maritim dikarenakan armada lautnya kuat sehingga perdagangan kerajaan ini pun berkembang pesat.Sumber sejarah mengenai keberadaan kerajaan ini ada dua, yaitu sumber berita asing dan sumber dalam negeri. Sumber berita asing ada 3, yakni : berita dari Arab, India, dan China. Berita dalam negeri bersumber pada prasasti Kedukan Bukit, Telaga Batu, Talang Tuwo, Kota Kapur, Karang Brahi, Ligor, Nalanda.
6. Kerajaan Mataram Kuno
Kerajaan ini berpusat di Jawa Tengah. Di Kerajaan Mataram ada dua dinasti yang memerintah, yaitu :
a. Dinasti Sanjaya
Sumber sejarah berdirinya Dinasti Sanjaya ada 3, yakni prasasti Canggal (732 M) yang berisi mengenai pendirian Lingga sebagai lambang dari Dewa Siwa; prasasti Bitung atau Mantyasih (907 M) yang memuat nama-nama raja dari Kerajaan Sriwijaya sebelum Raja Balitung; dan Kitab Carita Parahyangan yang berisi tentang hal ikwal raja-raja Sriwijaya. Wilayah Kerajaan Mataram sangat sulit berkembang karena letaknya tertutup dari dari dunia luar. Pada masa Rakai Kayuwangi, sektor pertanian cukup diperhatikan untuk menunjang kehidupan. Lalu pada masa raja Balitung, sektor perdagangan mulai berkembang dengan membangun beberapa pusat perdagangan. Masayarakat dari Dinasti Sanjaya ini menganut agama Hindu.
b. Dinasti Syailendra
Sumber sejarah dari Dinasti Syailendra Prasasti Kalasan (778 M) berisi mengenai seorang Raja Dinasti Syailendra yang berhasil menunjuk Rakai Panangkaran untuk mendirikan sebuah bangunan suci bagi Dewi Tara dan sebuah biara untuk para pendeta; prasasti Kelurak (782 M) tentang didirikannya sebuah bangunan suci untuk arca Manjusri atas perintah Raja Indra yang bergelar Sri Sanggramadhananjaya; prasasti Ratu Boko (856 M) yang menceritakan mengenai kekalahan Balaputera Dewa melawan kakaknya; Prasasti Nalanda (860 M) berisi tentang asal usul Balaputera Dewa. Ada sumber yang mengatakan bahwa pada masa Rakai Panangkaran, kekuasaan Kerajaan Mataram direbut oleh Dinasti Syailendra.
7. Kerajaan Medang Kamulan
Kerajaan Medang Kamulan ini terletak provinsi Jawa Timur. Tepatnya di muara Sungai Brantas, dengan ibu kotanya adalah Watan Mas. Kerajaan ini diperkirakan didirikan oleh Mpu Sendok. Kerajaan ini merupakan bekas Kerajaan Mataram Kuno yang ada di Jawa Tengah. Sumber berita mengenai kerajaan ini ada 2, yaitu asing (Cina dan India) dan dalam negeri (Mpu Sendok dari Desa Tangeran, Mpu Sindok dari Lor, Mpu Sendok dari daerah Bangil, dan Calcuta )
8. Kerajaan Kediri
Kerajaan Kediri merupakan pecahan dari Kerajaan Medang Kamulan. Kerajaan ini berpusat di Daha. Kerajaan ini diperintah oleh Jayawarsa. Sedangkan Kerajaan Jenggala berpusat di Kahuripan yang diperintah oleh Jayanegara. Namun, Kerajaan Jenggala kalah berkembang dibanding dengan Kerajaan Kediri. Sumber berita Kerajaan Kediri ada dua, yakni berita asing dan dalam negeri (prasasti). Berita asing diperoleh dari Cina dan berita dalam negeri adalah Prasasti Sirah Keting, Ngantang, Jaring, dan Kamulan.
9. Kerajaan Singasari
Kerajaan Tumampel adalah cikal bakal dari Kerajaan Singasari. Setelah Kerajaan Tumampel berhasil mengalahkan Kerajaan Kediri, kerajaan ini pun berkembang menjadi besar. Letak kerajaan ini adalah di Malang. Sumber sejarah mengenai kerajaan ini dapat diketahui dari Kitab Pararaton, Kitab Negarkertagama, berita dari Cina.
10. Kerjaan Bali
Kerajaan Bali terletak di sebuah pulau kecil yang tidak jauh dari Jawa Timur. Namun, kerajaan ini memiliki hubungan dekat dengan Pulau jawa karena letaknya berdekatan. Adapun sumber sejarah kerajaan ini adalah Prasasti Sanur dan Calcuta.
11. Kerajaan Pajajaran
Kerajaan ini terletak di Jawa Barat. Adapun sumber-sumber sejarah dari Kerajaan Pajajaran dapat diketahui melalui sumber-sumber, yaitu Prasasti Rakryan Juru Pengambat (923 M) yang ditemukan di Bogor, Horen, Citasih, Astanagede.
12. Kerajaan Majapahit
Sumber sejarah dari kerajaan ini adalah : prasasti Butak yang dikeluarkan oleh Raden Wijaya setelah ia naik tahta dan Cerita Kitab (Kidung Harsawijaya dan Panji Wijayakrama yang menceritakan Raden Wijaya ketika menghadapi musuh dari Kediri dan awal perkembangan Majapahit, Pararaton yang mneceritakan pemerintahan Kerajaan Singasari dan Majapahit, dan Negarakertagama yang menceritakan tentang perjalanan Hayam Wuruk ke Jawa Timur). Keadaan ekonomi Majapahit banyak ditopang oleh kegiatan perdagangan. Peran yang dipegang Majapahit dalam dunia perdagangan adalah sebagai produsen dan distributor.