BAB 2 PERSYARATAN PENERIMAAN CALON PESERTA DIDIK
2.5. Materi Ujian Seleksi Penerimaan Peserta Didik Program Studi Doktor Ilmu
Materi Ujian untuk Program Doktor terdiri dari:
1. Tes Potensi Akademik yang terdiri atas;
a. Kemampuan Verbal;
b. Kemampuan Numerik;
c. Kemampuan Penalaran.
2. Bahasa Inggris;
3. Wawancara tentang motivasi, pengalaman kerja yang ada relevansinya dengan bidang yang akan diteliti serta rencana riset untuk disertasi, latar belakang finansial, dan dukungan keluarga.
BAB 3
PROSES PENDIDIKAN
Peserta Program Doktor Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR akan menjalani proses pendidikan atau kegiatan pembelajaran sesuai dengan aturan dan ketentuan yang dijelaskan dalam bab ini.
3.1 Kalender Akademik
Kalender akademik ditentukan oleh FK UNAIR yang mengacu pada kalender akademik Universitas Airlangga yang mempunyai pola sebagai berikut : Tahun akademik :
Semester gasal : Juli s.d. Desember Semester genap : Januari s.d. Juni
3.2 Persyaratan Akademik
Sebelum memulai proses kegiatan akademik, setiap peserta didik dipersyaratkan :
1. Melakukan daftar ulang pada setiap akhir semester (untuk peserta didik lama);
2. Melunasi biaya pendidikan dan memiliki Kartu Tanda Peserta Didik;
3. Mengisi Kartu Rencana Studi (KRS) pada tiap awal semester dengan ketentuan:
1. KRS semester I diisi dan disetujui oleh Calon Promotor dan diketahui oleh Koordinator Program Studi (KPS);
2. KRS setelah lulus ujian kualifikasi disetujui oleh Promotor dan diketahui oleh KPS.
3. Setiap Peserta Program Doktor wajib mengisi Buku Kegiatan Peserta Program (Logbook) selama mengikuti proses pendidikan.
3.3 Penyelenggaraan Pendidikan
Penyelenggaraan pendidikan Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR dengan beban studi yang diukur dengan satuan kredit semester (sks).
Kegiatan pembelajaran diselenggarakan dengan pengajaran, seminar, studi mandiri, komunikasi ilmiah, kegiatan kemasyarakatan, riset, penulisan disertasi,
dan publikasi karya ilmiah. Beban studi Program Doktor adalah 46 (empat puluh enam) sks yang dijadwalkan untuk 6 (enam) semester.
3.4 Tata Laksana Pendidikan 3.4.1 Semester 1:
Pada semester 1 (satu) dilaksanakan kegiatan kuliah penyegaran, ujian kualifikasi, seminar topik, dan ujian proposal
3.4.1.1 Kuliah Penyegaran
Kuliah Penyegaran ditujukan untuk memberi bekal kuat bagi mahasiswa untuk merancang penelitian dan melakukan publikasi di jurnal internasional bereputasi. Kuliah penyegaran yang bersifat non-sks dengan sistem blok sebanyak 74 jam kegiatan yang wajib diikuti oleh semua peserta secara penuh sebanyak 5 topik. Topik Kuliah penyegaran dan waktu pemberian seperti tabel 3.1.
Tabel 3.1. Topik Kuliah Penyegaran Mahasiswa Program Doktor
No Topik Beban kredit
/ Jam 1. Filsafat ilmu lanjut 14 jam
2. Medotologi penelitian lanjut 18 jam 3. Statistik lanjut dan komputasi
program computer 18 jam
4. Epidemiologi terapan 12 jam 5. Penulisan artikel dan
pemilihan jurnal internasional terindeks SCOPUS
12 jam
Jumlah total 74 Jam
3.4.1.2 Ujian Kualifikasi
Ujian kualifikasi adalah ujian komprehensif yang wajib ditempuh Peserta Program Doktor untuk memperoleh status Calon Doktor. Ujian ini dapat dilaksanakan setelah Peserta Program Doktor mengikuti kuliah penyegaran pada semester 1 dan dinyatakan LULUS.
Ujian kualifikasi diusulkan oleh dosen Calon Promotor dengan mengisi format Usulan Ujian Kualifikasi, melalui KPS kepada Dekan FK UNAIR dengan melampirkan transkrip akademik. Ujian kualifikasi dilaksanakan oleh Panitia Ujian Kualifikasi yang terdiri atas 7 (tujuh) orang staf akademik dari UNAIR, yaitu terdiri
atas Calon Promotor sebagai ketua dan staf akademik dari bidang disiplin ilmu terkait yang salah satu anggota memahami metodologi riset. Susunan Panitia Ujian Kualifikasi sebaiknya mengikut sertakan Dosen Pengajar Mata kuliah terkait dan hanya dapat dilaksanakan dan memberi keputusan, apabila dihadiri oleh minimal 5 (lima) orang Panitia Ujian Kualifikasi.
Ujian kualifikasi dipimpin oleh Calon Promotor. Bila Calon Promotor berhalangan hadir, maka ujian kualifikasi dapat dijadwal ulang maksimal dua bulan dan bila dalam kurun waktu tersebut belum dilaksanakan, maka Calon Promotor dipertimbangkan untuk diganti. Materi ujian kualifikasi meliputi:
1. Pemahaman filsafat dan Penguasaan metodologi riset di bidang ilmunya;
2. Penguasaan materi (teori, substansi) bidang atau disiplin ilmunya, baik yang bersifat dasar maupun khusus;
3. Kemampuan penalaran, termasuk kemampuan untuk mengadakan abstraksi dan ekstrapolasi; dan
4. Kemampuan sistematisasi dan perumusan hasil pemikiran.
Peserta Program Doktor dinyatakan lulus ujian kualifikasi apabila memperoleh nilai minimal B. Penilaian ujian kualifikasi dapat dilihat pada tabel 3.2.
Peserta program yang lulus ujian kualifikasi memperoleh status Calon Doktor yang dinyatakan dalam Surat Keterangan Lulus Ujian Kualifikasi. Calon Doktor wajib mengajukan Promotor, dan 1 atau 2 (jika diperlukan) Ko-Promotor. Jika diperlukan boleh mengajukan konsultan.
Bagi Peserta Program Doktor yang belum lulus pada kesempatan pertama, diberi kesempatan mengikuti ujian perbaikan 1 (satu) kali dalam waktu maksimal 1 (satu) bulan. Peserta program yang tidak lulus pada ujian perbaikan dinyatakan gagal studi.
Tabel 3.2 Penilaian Ujian Kualifikasi
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
3.4.1.3 Seminar Topik
Seminar topik adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh calon doktor untuk mempresentasikan kerangka teori, kerangka konsep dan metode ilmiah rencana Riset. Seminar dibimbing oleh Promotor dan Ko-Promotor, dihadiri oleh komunitas akademik (Dosen dan mahasiswa). Pelaksanaan seminar diatur sesuai kesepakatan antara Pembimbing dan mahasiswa. Evaluasi seminar topik dilakukan oleh Pembimbing dan atau dosen. Penilaian hasil Seminar Topik dinyatakan sebagai berikut:
Tabel 3.3 Penilaian Seminar Topik
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
Nilai lulus pada seminar topik minimal AB. Promotor diperkenankan menyelenggarakan ujian perbaikan dengan nilai maksimal AB.
3.4.1.4 Proposal
Proposal adalah rancangan penelitian yang dibuat oleh peserta program doktor, dengan bimbingan Promotor dan Ko-Promotor. Materi usulan penelitian disertasi jika dipandang perlu bisa dipresentasikan di seminar khusus yang diadakan untuk memperbaiki kualitas penelitian.
Mahasiswa dapat mengusulkan penyelenggaraan seminar proposal penelitian ke KPS Ilmu Kedokteran , Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Panitia Seminar Proposal dipimpin oleh Promotor. Panitia seminar Proposal terdiri atas 5 - 7 (tujuh) orang staf akademik dari UNAIR. Ujian proposal bisa dilaksanakan bila dihadiri minimal 5 orang panitia ujian proposal di luar pembimbing.
Materi bahasan Proposal mencakup:
1. Masalah yang akan diteliti (didahului oleh kerangka konseptual);
2. Tujuan riset;
3. Kerangka penulisan;
4. Pendekatan dan metodologi;
5. Kepustakaan; dan
6. Fisibilitas pelaksanaan riset.
Hasil seminar berisi masukan perbaikan proposal riset, untuk target bisa dipublikasi di jurnal internasional terindeks SCOPUS atau setara.
Naskah Proposal tersebut harus dipergunakan sebagai acuan dalam melaksanakan riset dan dalam penyusunan disertasi. Perubahan naskah Proposal harus mendapatkan persetujuan tertulis Promotor dan Ko-Promotor.
Peserta Program Doktor dinyatakan lulus ujian proposal apabila memperoleh nilai minimal B. Penilaian ujian kualifikasi dapat dilihat pada tabel 3.4.
Bagi Peserta Program Doktor yang belum lulus pada kesempatan pertama, diberi kesempatan mengikuti ujian perbaikan.
Tabel 3.4 Penilaian Ujian Proposal
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
3.4.2 Semester 2 dan 3
Pada semester 2 dan 3, dilaksanakan kegiatan berupa seminar berkala, publikasi internasional, seminar internasional, dan komponen pilihan.
3.4.2.1 Seminar Berkala
Seminar berkala adalah kegiatan ilmiah yang dilakukan oleh calon Doktor untuk mempresentasikan kemajuan penelitian yang dilaksanakan dan dilakukan secara berkala minimal 3 (tiga) kali per semester dengan dihadiri oleh Promotor, Ko-Promotor dan komunitas akademik (mahasiswa program doktor). Pelaksanaan seminar diatur sesuai dengan kesepakatan antara Promotor, Ko-Promotor dan mahasiswa. Evaluasi penilaian semainar berkala dilakukan oleh Promotor dan ko-promotor. Penilaian hasil seminar berkala dinyatakan sebagai berikut:
Tabel 3.5 Penilaian Seminar Berkala
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
3.4.2.2 Publikasi Internasional
Publikasi internasional adalah karya ilmiah yang diterbitkan pada jurnal international terindeks scopus atau setara. Minimal 2 (Dua) publikasi sebagai first author (afiliasi Doctoral Program of Medical Science, Faculty of Medicine, Universitas Airlangga, Indonesia) pada jurnal internasional terindeks scopus minimal Q4 atau setara. 1 (satu) publish dan 1 (satu) accepted. Satu Publikasi diperkenankan dalam bentuk meta-analisis dan diterbitkan dalam jurnal international terindeks Scopus minimal Q2. Setiap artikel mempunyai beban studi 3 sks. Corresponding author adalah pembimbing (Promotor/ Ko promotor dari Universitas Airlangga). Pedoman penilaian publikasi international sesuai dengan tabel 3.5. Nilai minimal LULUS adalah B. Harus terpenuhi sebelum ujian kelayakan.
Tabel 3.6 Pedoman penilaian publikasi internasional Nilai Huruf Kriteria Penilaian Naskah Disertasi
70 – 77 B
Jika memiliki publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara masuk dalam kelompok:
minimal Q4 minimal 1 published,1 accepted, sebagai first author
78 - 85 AB
Jika memiliki dua publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, masuk dalam kelompok:
1. Minimal satu publikasi Q2 atau 2. dua publikasi Q3
sebagai first autor
86 - 100 A
Jika memiliki minimal tiga publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, masuk dalam kelompok : 1. Minimal satu publikasi Q2 atau 2. Dua publikasi Q3
sebagai first autor Catatan:
1. Pembulatan angka: 0,5 menjadi 1; < 0,5 menjadi 0
2. Karya publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, yang dihasilkan pada saat proses pendidikan,
3. Penilaian dilakukan melalui telaah isi naskah disertasi, menggunakan formulir penilaian naskah disertasi. Nilai dalam satuan angka, mengikuti pedoman tabel 3.5.
4. Publikasi setara SCOPUS meliputi publikasi lain sesuai S.K.
Rektor no. 03/2019 tentang ‘Perubahan Kedua Atas Peraturan Rektor nomor 27 Tahun 2018 Tentang Pedoman Pendidikan Universitas Airlangga’ atau peraturan Rektor yang berkaitan hal yang sama.
3.4.2.3 Seminar Internasional
Seminar international adalah presentasi oral atau poster sebagai first author dari karya ilmiah bagian atau terkait dengan disertasi yang dilakukan oleh calon Doktor dan diterbitkan dalam proceeding ber ISBN terindeks scopus atau setara, atau surat undangan sebagai invited speaker/pembicara (LoA sebagai invited speaker/pembicara). Dilakukan selama masa studi sebelum ujian akhir.
Penilaian seminar international sesuai dengan ketentuan pada tabel 3.6.
Tabel 3.7 Penilaian Seminar Internasional
NILAI KETENTUAN
A Presentasi oral
AB Presentasi Poster
3.4.2.4 Komponen Pilihan
Komponen pilhan adalah kompenen yang harus (wajib) dipenuhi oleh maha siswa selama masa studi. Komponen tersebut meliputi ketentuan sebagai berikut:
1. Buku Ber ISBN ; baik sebagai buku ajar, buku ilmiah populer maupun buku referensi, mahasiswa bertindak sebagai editor, penulis book chapter atau penulis tunggal.
2. HAKI; HAKI yang dimaksud adalah Paten sederhana atau Paten dengan ketentuan bisa dimasukkan sebagai komponen pilihan minimal sudah mendpat nomor pendaftaran dari KEMENKUMHAM
3. Pengabdian Kepada Masyarakat; mahasiswa bertindak sebagai narasumber atau fasilitator atau panitia pada kegiatan pegabdian kepada masyarakat
Tabel 3.8 Penilaian komponen lain
NILAI KETENTUAN
A
Paten/ Pengmas berskala international sebagai panitia, narasumber, fasilitator/
Pengmas berskala nasional sebagai fasilitator, narasumber/Buku referensi AB Buku ajar, ilmiah populer / Pengmas
berskala nasional sebagai panitia 3.4.3 Semester 4 - 6
Pada semester 4 - 6 dilaksanakan kegiatan ujian penilaian naskah disertasi, ujian tertutup dan ujian terbuka.
3.4.3.1 Ujian Penilaian Naskah Disertasi
Ujian Penilaian naskah disertasi merupakan ujian untuk menilai apakah naskah disertasi layak untuk dinyatakan sebagai naskah disertasi. Naskah disertasi ditulis mengikuti alur berikut ini:
1. Naskah disertasi dibuat dengan mengumpulkan karya-karya publikasi pada jurnal internasional terindeks SCOPUS atau setara. yang telah dihasilkan, 2. Ketentuan publikasi tersebut adalah calon doktor sebagai penulis pertama dua
publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, yang dihasilkan pada saat proses pendidikan.
3. Naskah disertasi memiliki isi berikut ini:
1). Bab 1: Pendahuluan (Latar Belakang, permasalahan, tujuan penelitian dan kerangka konsep)
2). Bab 2 dan Bab berikutnya minimal Dua karya publikasi, dengan syarat publikasi di jurnal internasional terindeks SCOPUS atau setara, yang dihasilkan pada saat proses pendidikan sedang berlangsung.
3). Bab terakhir: Bagian akhir adalah berisi Diskusi dan hal-hal baru yang ditemukan pada Bab publikasi, kesimpulan, saran, dan ringkasan
4). Referensi dicantumkan di setiap bab.
Naskah disertasi wajib melampirkan portofolio Promovendus Tabel 3.9 Ujian Penilaian Naskah Disertasi
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
Peserta Program Doktor dinyatakan lulus ujian kelayakan apabila memperoleh nilai minimal B. Penilaian ujian kelayakan dapat dilihat pada tabel 3.9.
3.4.3.2 Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup)
Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) adalah ujian akhir tahap pertama yang bersifat komprehensif dan tertutup. Tujuannya adalah untuk menentukan bahwa disertasi yang dihasilkan dari proses pendidikan doktor telah memberikan bukti bahwa Calon Doktor telah memiliki kompetensi sebagai seorang doktor dan layak memperoleh gelar Doktor.
Ujian ini dilaksanakan setelah naskah disertasi dinilai layak oleh Tim Penilai kelayakan naskah disertasi dan diusulkan oleh Promotor dengan menggunakan form Pengajuan Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup), kepada Dekan dengan persetujuan KPS.
Peserta program doktor juga diwajibkan memiliki skor TOEFL/ELPT minimal 500 dari Pusba UNAIR
Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) dipimpin oleh Ketua Penguji. Ketua penguji Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) adalah bukan Promotor, Ko-Promotor dan Penguji Eksternal yang ditetapkan oleh Promotor.
Penguji wajib mengisi formulir kesediaan sebagai penguji dan tidak diperkenankan menguji di tempat lain pada hari dan jam yang sama.
Panitia Penguji Disertasi Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) terdiri atas 7 (tujuh) orang staf akademik dan seorang diantaranya berasal dari luar Universitas Airlangga (penguji eksternal) yang tidak berstatus sebagai tenaga pengajar di Program Studi Program Doktor Universitas Airlangga dan bukan dari institusi Calon Doktor, dengan jabatan minimal adalah Lektor Kepala bergelar Doktor yang diusulkan oleh Promotor dan dilengkapi dengan daftar riwayat hidup. Selanjutnya Dekan FK UNAIR dengan Pertimbangan KPS menetapkan Panitia Penguji akhir Tahap pertama yang sedapat mungkin sama dengan Panitia Penilaian Naskah Disertasi. Kriteria penguji Ujian Disertasi tertutup sebagai berikut: berjabatan Guru Besar/Profesor, atau bergelar Doktor minimal Lektor yang mempunyai keahlian sesuai dengan bidang keilmuan materi yang diujikan.
Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) hanya dapat dilaksanakan dan memberi keputusan, jika dihadiri oleh minimal 7 (tujuh) orang Panitia Penguji Disertasi termasuk Promotor, Ko-Promotor, seorang penguji dari luar Universitas Airlangga dan salah satu dosen paham mengenai metodologi riset. Materi Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) mencakup:
1. Kecermatan menyusun alur pikir ilmiah;
2. Identifikasi masalah;
3. Kesesuaian kajian pustaka dengan masalah riset;
4. Kemampuan argumentasi dalam ilmu yang ditekuni;
5. Kecanggihan metodologi terkait;
6. Originalitas; dan
7. Sumbangan terhadap kemajuan ilmu pengetahuan.
Hasil Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) dapat memutuskan salah satu dari tiga keputusan berikut ini bahwa Calon Doktor dinyatakan:
1. Lulus;
2. Lulus dengan perbaikan yang wajib dilaksanakan maksimal 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup); atau
3. Tidak lulus dan diberi kesempatan mengulang satu kali ujian maksimal 6 (enam) bulan.
Calon Doktor yang dinyatakan lulus memperoleh status Promovendus.
Calon Doktor yang dinyatakan lulus dengan perbaikan wajib melaksanakan perbaikan tersebut maksimal 3 (tiga) bulan terhitung sejak tanggal Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup). Perbaikan naskah disertasi meliputi substansi dan format bahasa Indonesia.
Calon Doktor yang dinyatakan tidak lulus diberi kesempatan mengulang dan menyempurnakan naskah Disertasi, yang dilaksanakan maksimal 6 (enam) bulan terhitung sejak tanggal Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup). Bila Calon Doktor tidak mampu untuk menyelesaikan perbaikan naskah Disertasi sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka KPS bersama dengan Promotor dan Ko-Promotor akan melakukan evaluasi khusus untuk menentukan langkah membantu penyelesaian disertasi dan apabila diperlukan melakukan evaluasi kemampuan Calon Doktor dalam menyelesaikan disertasinya.
Perbaikan yang telah dituangkan dalam Naskah Disertasi wajib mendapat persetujuan dari semua anggota Panitia Penguji Naskah Disertasi tahap pertama yang dibuktikan dengan mengisi lembar persetujuan perbaikan yang disediakan oleh Program Doktor. Promotor menandatangani lembar persetujuan sebagai orang terakhir. Naskah Disertasi yang telah diperbaiki dan mendapat persetujuan Promotor dapat diajukan sebagai materi Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka).
Penilaian naskah disertasi ditetapkan pada saat ujian tertutup mengacu pada pedoman di tabel 3.10.
Tabel 3.10. Penilaian Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
Penilaian ujian tertutup dilakukan oleh Tim Penilai secara tertulis. Hasil penilaian Tim Penilai disampaikan kepada Calon Doktor untuk dilakukan perbaikan sesuai dengan saran tertulisnya dalam jangka waktu tertentu sebelum naskah disertasi dinyatakan layak.
Bila Calon Doktor tidak mampu untuk menyelesaikan perbaikan naskah Disertasi sesuai dengan waktu yang ditentukan, maka KPS bersama dengan Promotor dan Ko-Promotor akan melakukan evaluasi khusus untuk menentukan
langkah membantu penyelesaian disertasi dan apabila diperlukan melakukan evaluasi kemampuan Calon Doktor dalam menyelesaikan disertasinya.
Calon Doktor yang telah menyelesaikan perbaikan naskah disertasinya harus meminta persetujuan dari semua anggota Tim Penilai yang menyatakan bahwa naskah disertasinya telah layak. Naskah Disertasi tersebut dapat diajukan sebagai materi Ujian terbuka.
3.4.3.3 Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka)
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) bertujuan untuk menentukan evaluasi akhir terhadap disertasi guna menentukan predikat kelulusan dan pemberian gelar doktor. Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) merupakan forum penyanggahan terhadap hasil disertasi.
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) dilaksanakan maksimum 6 (enam) bulan setelah Promovendus dinyatakan lulus pada Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup). Jika Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) tidak dapat dilaksanakan dalam waktu 6 (enam) bulan setelah Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) disebabkan ketidaksiapan Promovendus, maka hasil Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) dinyatakan tidak berlaku lagi. Jika hasil Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) dinyatakan tidak berlaku lagi dan Promovendus masih berminat menyelesaikan pendidikannya, maka Promovendus wajib mengikuti kembali Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup), maksimal 1 (satu) kali sebagai kesempatan terakhir, maksimal 3 bulan sejak ditetapkan mengulang Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup). Jika Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) tidak dapat dilaksanakan dalam kurun waktu 2 (dua) semester setelah Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) yang disebabkan oleh tidak kesiapan Promovendus maka KPS mengusulkan kepada Dekan untuk diteruskan ke Rektor bahwa Promovendus gagal studi.
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) dilaksanakan setelah naskah Disertasi diperbaiki dan mendapatkan persetujuan Promotor dan Ko-Promotor untuk diajukan sebagai materi Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka).
Sebelum Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka). Promovendus wajib menyerahkan perbaikan naskah disertasi sebelum ujian disertasi terbuka. Materi Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) mencakup:
1. Alur pikir ilmiah Promovendus dalam mempertahankan Disertasi terhadap berbagai sanggahan; dan
2. Sumbangan terhadap bidang ilmu yang ditekuninya dan nilai penerapannya.
3. Perbaikan substansi dan tidak untuk analisis statistik yang telah diputuskan pada Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup).
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) merupakan forum penyanggahan terdiri atas maksimal 9 (sembilan) Penguji atau Penyanggah termasuk Promotor, Ko-Promotor, Ketua Penguji Ujian Akhir Tahap 1 (Tertutup) dan seorang penguji berasal dari luar Universitas Airlangga (penguji eksternal) yang tidak berstatus sebagai tenaga pengajar di Program Studi Program Doktor Universitas Airlangga dan bukan dari institusi Calon Doktor, paling rendah bergelar Doktor dan dilengkapi dengan daftar riwayat hidup (curiculum vitae), serta dapat dihadiri oleh maksimal 15 (lima belas) orang undangan akademik.
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) dilaksanakan dengan Penguji atau Penyanggah yang diprioritaskan kepada staf akademik yang sesuai dengan bidang kajian Disertasi dengan memberi peluang kepada Penguji atau Penyanggah dari disiplin ilmu yang terkait. Staf akademik yang berhak menjadi Penguji atau Penyanggah adalah Guru Besar atau Doktor.
Penguji dan atau Penyanggah tamu diusulkan oleh KPS dan ditetapkan dengan keputusan Dekan Fakultas Kedokteran UNAIR.
Ujian Akhir Tahap 2 (Terbuka) hanya dapat dilaksanakan dan memberi keputusan jika dihadiri oleh minimal 8 (delapan) orang Penguji atau Penyanggah.
Penguji atau Penyanggah dapat mengajukan pertanyaan atau sanggahan.
Undangan akademik hanya dapat mengajukan pertanyaan atau sanggahan saja tetapi tidak memberikan penilaian.
Sikap ilmiah Promovendus dalam mempertahankan pendapatnya merupakan dasar penilaian yang mengedepankan objektivitas kemampuan keilmuannya.
Ujian Terbuka bertujuan untuk menentukan evaluasi akhir terhadap disertasi guna menentukan predikat kelulusan dan pemberian gelar doktor. Ujian Terbuka merupakan forum penyanggahan terhadap hasil disertasi.
Penilaian ujian akhir tahap II (terbuka) berdasarkan tabel 3.11.
Tabel 3.11 Penilaian Ujian Tahap 2 (Terbuka)
Nilai Huruf Nilai Angka Nilai Mutu
A 86 -100 4
AB 78 - < 86 3,5
B 70 - < 78 3
BC 62 - <70 2,5
C 54 - < 62 2
D 40 - < 54 1
E < 40 0
3.5 Penilaian Akhir dan Pemberian Gelar Doktor 3.5.1 Syarat Kelulusan
1. Lama studi tidak lebih dari 14 (empat belas) semester;
2. IPK minimal 3,00;
3. Memiliki minimal DUA publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, sebagai penulis pertama, yang dihasilkan pada saat proses pendidikan sedang berlangsung.
3.5.2 Predikat Kelulusan
Predikat kelulusan ditentukan berdasarkan:
Lulusan Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor FK UNAIR berhak menyandang gelar akademik Doktor (Dr.) dengan predikat kelulusan sebagai berikut:
INDEKS PRESTASI KUMULATIF PREDIKAT KELULUSAN
3,00 – 3,40 Memuaskan
3,41 – 3,74 Sangat Memuaskan
3,75 – 4,00 Dengan Pujian (Cum Laude) Catatan: nilai dalam angka sama atau lebih besar 0.005 dibulatkan menjadi 0,01
Nilai Disertasi ditentukan berdasarkan rumus :
(2 x Nilai Naskah Disertasi) + (1 x Ujian Terbuka) 3
Predikat kelulusan dengan pujian (Cumlaude) bisa dicapai sesuai pedoman berikut:
1. Masa studi maksimal 4 (empat) tahun, terhitung sampai dengan Ujian Terbuka;
2. Indeks Prestasi Kumulatif ≥ 3,75
3. Jika memiliki minimal tiga publikasi internasional terindeks SCOPUS atau setara, masuk dalam kelompok : Minimal satu publikasi Q2 atau Dua publikasi Q3, sebagai first autor. Karya tulis yang dihasilkan pada saat proses pendidikan.
Masa studi ditentukan berdasarkan lama pendidikan yang dimulai dari terdaftar sebagai peserta didik sampai tanggal Ujian terbuka.
Bila timbul permasalahan khusus yang tidak terdapat dalam Buku Panduan Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran, akan diputuskan tersendiri oleh KPS bersama Pimpinan FK UNAIR.
BAB 4 KURIKULUM
4.1 Kurikulum
Kurikulum Program Studi Doktor Ilmu Kedokteran FK UNAIR disusun berdasarkan visi dan misi FK UNAIR guna menghasilkan lulusan yang berkompetensi tinggi sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, dan humaniora.
4.2 Pengembangan Kurikulum
1. Pengembangan kurikulum ditetapkan melalui rapat Pimpinan FK UNAIR, KPS, Dosen Penanggung Jawab Mata Kuliah (PJMK), Peer Group Keilmuan, Pemangku kepentingan, Dosen yang memenuhi kualifikasi, alumni serta mahasiswa guna menyesuaikan dengan perkembangan keilmuan.
2. Pengembangan kurikulum diawali dengan review kurikulum yang dilakukan dengan memperhatikan tuntutan perkembangan Iptek bidang kesehatan dan kebutuhan masyarakat, minimal sekali dalam 3 (tiga) tahun.
4.3 Lama Pendidikan
Pendidikan diprogramkan dapat diselesaikan dalam waktu 6 semester.
Pendidikan Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dapat dan harus diselesaikan maksimal 14 semester. Masa
Pendidikan Program Studi Ilmu Kedokteran Jenjang Doktor Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga dapat dan harus diselesaikan maksimal 14 semester. Masa