• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V ANALISIS DATA

ANALISIS DATA 5.1 Analisis SWOT

5.3 Matrik SWOT

Dari keseluruhan hasil analisa yang dilakukan dengan bertolak dari teknik analisis matrik SWOT dan penerapan alur berfikir manajemen strategi, maka dapat disusun isu-isu strategi yang ditemukan, serta rangkuman strategi yang dapat diambil dari analisis teknik SWOT tersebut. Berdasarkan pengkajian dan analisis terhadap fakta yang ada dan berdasarkan asumsi yang dibangun dari kerangka berfikir manajemen strategi, maka dapat diperoleh strategi-strategi yang tepat dan dapat digunakan sebagai pertimbangan-pertimbangan dalam mengambil strategi pembangunan perumahan dan permukiman dalam meminimalisir permukiman kumuh di Kota Tanjung Balai.

Pada bagian dibawah ini akan dipaparkan hasil teknik analisis matrik SWOT baik faktor lingkungan internal untuk kekuatan dan kelemahan, maupun faktor lingkungan eksternal untuk peluang dan ancaman, sekaligus hubungan antara dimensi-dimensi tersebut dalam upaya memperoleh dan mempertimbangkan strategi pembangunan perumahan dan permukiman dalam meminimalisir permukiman kumuh di Kota Tanjung Balai.

Tabel 5.2

Matrik SWOT Pembangunan Perumahan dan Permukiman Untuk Meminimalisir Permukiman Kumuh Kota Tanjung Balai.

Balai yang merupakan Kota Pelabuhan dan

Industri sangat diperlukan tata ruang

dan lingkungan yang terencana. Dan letak Kota Tanjung Balai yang berdekatan dengan Malaysia dan Singapura menjadikan Kota Tanjung Balai

sebagai kota persinggahan.

2. Tersedianya Perda (Peraturan Daerah), Peraturan Walikota dan Keputusan Walikota yang dapat digunakan sebagai acuan hukum dalam

Ancaman (T) 1. Pemanfaatan

keuntungan oleh

3. Pergantian pejabat daerah membuat pembangunan

menjadi sangat lambat.

4. Ketidakpedulian masyarakat tentang

menyelenggarakan pembangunan

perumahan dan permukiman di Kota

Tanjung Balai.

4. Keberagaman sosial yang ada akan yang dilakukan oleh beberapa dimiliki oleh Dinas Pekerjaan Umum

Strategi Memanfaatkan Kekuatan dan Mengisi Peluang (SO)

1. Pembangunan

perumahan dan

Strategi Memanfaatkan Kekuatan dan Mengatasi Ancaman (ST)

1. Melibatkan

masyarakat dalam

Kota Tanjungbalai yang memadai, dapat dilihat dari kuantitas

2. Adanya Peraturan Walikota dan Fungsi Serta Tata Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Tanjung Balai.

Dan kepengurusan 2. Peraturan Daerah dan

Keputusan Walikota

3. Peningkatan

perekonomian daerah

4. Terjalinnya kemitraan yang terarah sesuai dengan Peraturan Perundang-undangan

yang mengatur untuk mempercepat proses

memberikan kritik saran dan pendapat mereka dalam pembangunan

perumahan dan permukiman.

2. Lebih meningkatkan kemitraan dengan

3. Adanya penetapan harga rusunawa oleh pemerintah daerah agar masyarakat lebih mengetahui secara pasti, terlebih untuk masyarakat berpenghasilan

rendah (MBR).

4. Pengenalan sarana

Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2016 tentang Pembentukan

Perangkat Daerah.

3. Adanya Undang-undang Nomor 4 Tahun 1992 tentang Perumahan dan Permukiman.

4. Tersedianya sarana dan prasarana di Dinas Pekerjaan terjalin antara Badan Perencanaan

Pembangunan

Daerah dan Dinas Perumahan dan

pembangunan. dan prasarana

penunjang

Permukiman Kota

1. Sering terjadi salah arahan dan kurang adanya koordinasi antara dinas yang satu dengan yang lain. Dan Terlalu banyaknya unit lapangan pada Dinas Pekerjaan Umum sehingga rawan terjadi

misscomunnication antara atasan dengan

Strategi Mengatasi Kelemahan dan Mengisi

Peluang (WO) 1. Meningkatkan

koodinasi dan kerja sama antar instansi-instansi terkait dengan perencanaan

pembangunan

perumahan dan permukiman.

2. Mengoptimalkan

kinerja dan program pembangunan dengan

Strategi Mengatasi Kelemahan dan Mengatasi

Ancaman (WT)

informasi yang lebih

jelas kepada

bawahan.

2. Kurang memadainya dana yang berjalan mulai dari 2004-2017

sekarang.

3. Masih kurangnya sosialisasi yang dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum tentang pembangunan

perumahan dan permukiman.

4. Adanya perombakan peraturan walikota membuat

penataan dan tata kelola yang lebih baik lagi.

3. Peraturan daerah yang

telah ditetapkan sebelum masa jabatan

pemimpin daerah berakhir hendak nya dilaksanakan sebelum tenggat waktu.

4. Pencairan dana APBD yang cepat dengan meningkatkan kinerja

5. Mengoptimalkan

sosialisasi awal kepada masyarakat

masyarakat yang masih berada pada kawasan

permukiman kumuh.

2. Mengoptimalkan program

pelaksanaan

pembangunan rawan salah arahan ke Dinas Pemerintahan terkait dan membuat hambatan

pembangunan daerah.

5. Masih kurangnya sosialisasi tentang

Rusunawa dan Kota Ku.

permukiman kumuh

untuk lebih memberikan

kesempatan bagi mereka untuk memiliki

hunian yang lebih layak.

Dengan analisis matrik SWOT tersebut, maka dapat dilihat isu-isu strategis yang nantinya menjadi pertimbangan dalam mewujudkan visi dan misi perumahan dan permukiman di Kota Tanjung Balai sebagai berikut:

1. Pembangunan perumahan dan permukiman tidak akan lepas dari lingkungan sosial. Lingkungan menjadi salah satu faktor yang harus diperhatikan. Adapun upaya-upaya yang dilakukan adalah:

a. Penataan kawasan perumahan dan permukiman dengan merata dan memperbaiki sarana dan prasarana yang mendukung pada pembangunan perumahan dan permukiman seperti jalan, drainase

b. Pembangunan rusunawa yang bersifat berkelanjutan berfungsi sebagai tempat tinggal yang layak huni pada masyarakat permukiman kumuh harus disosialisasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi pelanggaran syarat dan ketentuan penetapan harga dan syarat huni.

c. Menetapkan kawasan yang terlarang untuk di huni oleh masyarakat, khususnya di daerah aliran sungai (DAS) dan pinggir rel kereta api.

2. Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antara instansi-instansi terkait dengan pembangunan perumahan dan permukiman, yang mempunyai tujuan yang sama yaitu meminimalisir permukiman kumuh. Seperti Badan Perencaan Pembangunan Daerah dan Dinas Perumahan dan Permukiman dengan pihak pelaksana yaitu Dinas Pekerjaan Umum khususnya UPT Rusunawa.

3. Melakukan sosialisasi kepada masyarakat khususnya masyarakat yang berpenghasilan rendah yang mendirikan bangunan pada kawasan yang tidak layak huni. Hal ini bertujuan akan membuka informasi masyarakat akan dampak negatif dari pembangunan rumah pada kawasan yang berbahaya.

4. Melibatkan pihak manajemen atau pihak swasta dalam melakukan pembangunan perumahan dan permukiman yang berkelanjutan. Gunanya adalah agar pembangunan tidak terhenti dan mempunyai dana yang cukup untuk kedepannya. Selain itu, diperlukan juga klasifikasi-klasifikasi yang telah ditentukan untuk dapat mengambil bagian dalam pembangunan

tersebut guna mencegah adanya pihak tidak bertanggungjawab yang mengambil keuntungan pribadi.

5. Melibatkan dan mengikutsertakan masyarakat dalam sosialisasi lingkungan sehat dan bersih dengan cara memelihara sarana dan prasarana yang ada dan yang telah di berikan.

6. Mengoptimalkan pembangunan Rusunawa yang telah masuk ke APBN Indonesia yang selanjutnya dicurahkan kepada APBD Kota Tanjungbalai sebagai tumpuan dana pembangunan yang pasti agar target pembangunan rusunawa dapat terealisasikan dengan baik.

7. Meningkatkan dan memberdayakan sumber daya manuia yang ada baik didalam instansi pemerintahan maupun di lingkungan masyarakat dengan memberikan pendidikan secara formal dan informal. Hal ini dapat diberikan melalui program seminar atau pelatihan untuk pegawai pemerintahan maupun honorer tentang pembangunan perumahan dan permukiman yang gunanya memberikan kontribusi dalam bentuk moril kepada masyarakat permukiman kumuh.

8. Menciptakan iklim yang kondusif dengan basis kekeluargaan dalam melaksanakan pembangunan perumahan dan permukiman untuk meyakinkan masyarakat akan pentingnya program pembangunan dan agar tidak terjadi konflik horizontal antar masyarakat.

BAB VI

PENUTUP