HASIL DAN PEMBAHASAN
1) Matriks IE (Internal-Eksternal)
57
dianggap sudah dapat merespon peluang yang ada bagi pengembangan usaha selai stroberi dan menanggapi serta mengantisipasi ancaman yang ada bagi pengembangan usaha selai stroberi di perusahaan.
Tahap Pencocokan (Matching Stage)
Tahap selanjutnya adalah tahap pencocokan, yaitu pada matriks IFE dan EFE yang telah didapatkan akan menjadi input bagi matriks IE pada tahap kedua yaitu tahap pencocokan atau matching stage. Tahap ini berguna untuk menghasilkan strategi alternatif yang layak bagi pengembangan usaha selai stroberi di CV Bumi Agro Technology. Pada tahap pencocokan faktor strategis internal dan eksternal menggunakan dua alat analisis yaitu matriks IE dan SWOT .
58
dilakukan adalah strategi penetrasi pasar dan strategi pengembangan produk.
Strategi penetrasi pasar dapat dilakukan dengan menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mencapai peluang, dengan cara melakukan pengembangan pasar dan menunjang strategi pengembangan produk melalui usaha selai stroberi sebagai kegiatan promosi perusahaan dan menjangkau konsumen potensial melalui penjualan online sehingga dapat mempertahankan reputasi perusahaan sebagai perusahaan agribisnis stroberi serta meningkatkan pasar untuk produk selai stroberi melalui promosi, iklan, dan harga yang kompetitif. Strategi ini dilakukan sebagai penetrasi pasar karena dengan mengembangkan usaha selai stroberi akan membuat perusahaan menjangkau potensi pasar yang lebih luas lagi karena reputasi perusahaan sebagai perusahaan agribisnis stroberi akan semakin kuat dengan membuat produk turunan stroberi.
Strategi pengembangan produk lainnya yang dapat diterapkan oleh perusahaan adalah membuat label dan merek dagang untuk selai stroberi sehingga produk yang dikembangkan akan mempunyai ciri khas tersendiri. Mutu manajemen perusahaan juga perlu ditingkatkan saat pengembangan usaha selai stroberi ini dijalankan agar manajemen yang dilaksanakan menjadi lebih baik, kemudian peralatan produksi selai stroberi perlu diadakan atau dilengkapi untuk mendukung pengembangan usaha.
Matriks SWOT
Posisi perusahaan pada matriks IE akan digunakan sebagai acuan untuk menentukan alternatif strategi bagi perusahaan dalam melakukan pengembangan usaha selai stroberi berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal CV Bumi Agro Technology sesuai dengan posisi perusahaannya. Pada matriks SWOT akan dirumuskan secara jelas alternatif strategi yang dapat diimplementasikan oleh perusahaan berdasarkan faktor strategis internal dan eksternal karena pada matriks IE strateginya merupakan strategi utama sehingga belum diimplementasikan secara langsung di perusahaan. Dalam penyusunan matriks SWOT menggunakan pendekatan kualitatif peneliti dan sudah dipertimbangkan sesuai kondisi perusahaan dalam pengembangan usaha selai stroberi. Analisis SWOT tercantum pada lampiran 11.
59
Pemetaan Model Bisnis Selai Stroberi Menggunakan BMC
Analisis sembilan elemen BMC untuk perencanaan pengembangan usaha selai stroberi setelah dilakukan diskusi, wawancara, dan observasi maka didapatkan sebagai berikut : Adapun analisis pengembangan model bisnis yang diperoleh dari hasil analisis SWOT dan hasil kuesioner dijelaskan sebagai berikut:
Customer Segments
Segmen pelanggan CV Bumi Agro Technology untuk perencanaan pengembangan usaha selai stroberi yaitu dibagi dua kepada masyarakat individu yaitu masyarakat berusia 20-50 tahun dengan penghasilan menengah keatas karena gaya hidup mengonsumsi selai biasanya lebih sering oleh masyarakat dengan penghasilan menengah keatas. Dan segmen pelanggan kepada kelompok tertentu seperi industri atau usaha pribadi. Pada segmen pelanggan tersebut perencanaan yang ditentukan adalah industri kecil (produsen roti, usaha minuman), dan toko oleh-oleh.
Value Proposition
Setelah mengetahui customer segments perencanaan pengembanagn usaha selai stroberi telah dibidik, maka elemen kedua dalam business model canvas adalah value propositions. Elemen ini mempengaruhi dan dipengaruhi oleh hampir semua elemen-elemen lain. Customer segments merupakan elemen yang terkait langsung dengan value proposition. Value proposition merupakan nilai atau manfaat yang ditawarkan oleh CV Bumi Agro Technology kepada pelanggan.
Manfaat ini dapat dilihat dari produk atau jasa yang ditawarkan CV Bumi Agro Technology kepada pelanggan. Sedangkan bagi pelanggan, nilai atau manfaat itu terwujud dalam bentuk pemecahan masalah yang dihadapi atau terpenuhinya kebutuhan sehingga elemen ini yang menjadi alasan pelanggan memilih produk atau jasa yang ditawarkan CV Bumi Agro Technology. Value proposition pengembangan usaha selai stroberi dapat menjadi bentuk kebutuhan petani dan masyarakat umum untuk belajar pembuatan selai stroberi. Perencanaan produk selai stroberi yaitu berbahan dasar stroberi segar tanpa bahan pengawet, pemanis buatan, pewarna sehingga produk lebih natural dan sehat serta mengutamakan kepuasan pelanggan. Hal ini juga didukung analisis SWOT bahwa perusahaan
60
memproduksi buah stroberi sendiri, bahan yang digunakan menjadi selai akan lebih segar.
Channels
Channels merupakan elemen ketiga dari business model canvas. Saat CV Bumi Agro Technology sudah mengetahui pelanggan yang dituju dan sudah memberikan nilai dari produk atau jasa kepada pelanggan, maka channels merupakan elemen yang bertujuan sebagai wadah untuk berkomunikasi dan menjangkau pelanggan sehingga value proposition yang ditawarkan dapat tersampaikan kepada pelanggan. Dalam menyampaikan value proposition CV Bumi Agro Technology memiliki banyak pilihan, yaitu menggunakan cara langsung dan tidak langsung. Setelah dilakukan wawancara dan diskusi dapat diketahui bahwa, value proposition dalam perencanaan pengembangan usaha selai stroberi melalui promosi dari mulut ke mulut karena sebelumnya ini menjadi kekuatan perusahaan.dalam memasarkan produknya terlebih lagi reputasi perusahaan yang baik dimata masyarakat sekitar dan pelanggan CV Bumi Agro Technology sehingga dapat membuka peluang pasar bagi produk selai stroberi yang direncanakan. Kemudian saluran lain yaitu penjualan langsung, promosi di sosial media dan e-commerce, hal ini juga diperoleh dari analisis SWOT yang sudah dianalisis yaitu salah satu strategi penetrasi pasar yang dilakukan yaitu melakukan promosi melalui media sosial karena masyarakat saat ini sudah sangat mudah mengakses internet untuk keperluan media sosial.
Customer Relationships
Customer relationship yang direncanakan pada usaha selai stroberi yaitu personal assistance. Penerapan personal assistance kepada konsumen adalah pelanggan dapat berkomunikasi dengan perwakilan perusahaan untuk mendapatkan bantuan selama proses penjualan. Jadi pelanggan melakukan hubungan langsung kepada pihak perusahaan terutama dalam pemesanan barang dengan media telepon ataupun media sosial.
Setelah melakukan observasi dan wawancara, customer relationship CV Bumi Agro Technology ada pada kategori personal assistance. Pola hubungan ini didasarkan pada interaksi manusia, yaitu pelanggan dapat secara langsung berkomunikasi dengan perusahaan melalui karyawan ataupun langsung kepada
61
pemilik perusahaan. Komunikasi ini tidak mengharuskan pelanggan untuk bertatap muka, namun CV Bumi Agro Technology juga dapat berkomunikasi dengan pelanggannya melalui telepon. Diskon dan promo yang menarik juga hal yang direncanakan dalam membangun hubungan dengan pelanggan.
Pada model bisnis sebelum adanya pengembangan Customer relationship CV Bumi Agro Technology juga dengan personal assistance yang memberikan after sales service atau pelayanan setelah pelanggan melakukan pembelian produk stroberi terutama produk bibit stroberi dengan mengontrol dan memantau kualitasnya setelah dibudidayakan. Dari penjelasan diatas maka perencanaan customer relationships bagi pengembangan usaha selai stroberi di CV Bumi Agro Technology dapat dirangkum yaitu pelayanan melalui media sosial dan telepon, serta melakukan diskon dan promo. Bapak Diky Indrawibawa selaku direktur perusahaan pada saat wawancara menyatakan bahwa :
“kita biasanya melakukan after sales service kepada petani pelanggan kita, yaitu kami melakukan pemantauan, pengontrolan bibit stroberi di petani plasma dan memberikan serta mengajarkan SOP budidaya stroberi agar petani membudidayakan stroberi sesuai standar sehingga hasilnya bisa optimal. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk menjaga hubungan dan membentuk kepercayaan dengan petani plasma”
Revenue Streams
Revenue streams atau aliran pendapatan adalah pemasukan yang biasanya diukur dalam bentuk uang diterima perusahaan dari pelanggannya. Setelah melakukan wawancara dan diskusi dengan direktur perusahaan, rencana revenue streams untuk pengembangan usaha selai stroberi di CV Bumi Agro Technology adalah penerimaan dalam pengembangan usaha selai stroberi ini berasal dari penerimaan selai stroberi melalui penjualan produk selai stroberi. Penerimaan yang didapatkan merupakan estimasi karena pada penelitian ini merupakan perencanaan.
Key Resources
Key resources merupakan sumber daya utama yang menjalankan aset-aset penting yang diperlukan dalam perencanaan pengembangan usaha selai stroberi meliputi, sumber daya fisik yang terdiri dari peralatan pembuatan selai dan lahan tani stroberi, dan sumber daya manusia.
62 Key Activities
Dalam menghasilkan produk selai stroberi terdiri dari beberapa proses kegiatan yang menjadi kegiatan utama yaitu pengadaan bahan baku selai stroberi terdiri dari gula, air lemon, dan buah stroberi serta keperluan kemasan yang terdiri dari botol dan stiker. Pembelian bahan baku dilakukan di sekitar lokasi perusahaan karena agar lebih efisien dan efektif. Keperluan kemasan juga perlu dicari supplier yang terpercaya dan dekat dengan lokasi produksi, pengadaan bahan-bahan ini perlu kolaborasi dengan toko-toko yang dapat memenuhi kebutuhan memproduksi selai stroberi. Proses pemasakan dan pengemasan harus dilakukan dengan higienis agar selai yang dihasilkan dapat tahan lama, kemudian kegiatan pemasaran yang direncanakan perlu bekerja sama dengan agen, pusat oleh-oleh atau industri minuman serta berkolaborasi dengan ekspedisi untuk penjualan online.
Key Partnership
Kemitraan utama ini menjelaskan mitra bisnis yang dapat membuat model bisnis berjalan. Key partnership yang direncanakan yaitu bermitra dengan petani plasma perusahaan untuk bahan baku buah stroberi agar nanti kedepannya dalam pengembangan usaha selai stroberi dapat berjalan kontinu. Bermitra dengan toko oleh-oleh di Lembang, supplier input produksi, industri makanan dan minuman, untuk memperluas jaringan distribusi sehingga dapat membuka peluang pasar dan berkolaborasi dengan percetakan untuk memproduksi kemasan. Direncanakan berkolaborasi juga dengan ekspedisi dengan tujuan pemasaran selai stroberi secara online sehingga dapat memperluas pasar.
Cost Structure
Biaya yang dikeluarkan CV Bumi Agro Technology untuk menghasilkan produk selai stroberi yang direncanakan yaitu terdiri atas biaya investasi, biaya variabel, dan biaya tetap, biaya-biaya tersebut merupakan estimasi karena pada penelitian ini merupakan perencanaan. Biaya investasi meliputi biaya estimasi alat-alat yang dibutuhkan dalam memproduksi selai stroberi. Biaya tetap meliputi estimasi biaya air dan listrik, tenaga kerja, bensin. Biaya variabel merupakan estimasi biaya yang dikeluarkan setiap kali produksi yang meliputi, biaya pembelian buah, pembelian bahan baku, dan kemasan.
63 Key Partner
• Petani plasma perusahaan
• Pemilik toko oleh-oleh di Lembang
• Supplier input produksi
• Industri minuman dan makanan
• Percetakan kemasan
• Ekspedisi
Key Activities
• Pembelian bahan baku
• Pemasakan
• Pengemasan
• Pemasaran
Value Proposition
• Tempat belajar petani dan
masyarakat umum untuk pembuatan selai stroberi
• Natural dan sehat
• Berbahan dasar stroberi segar
• Kepuasan pelanggan
Customer Relationship
• Pelayanan melalui media sosial dan telepon
• Diskon dan promo
Customer Segment
• Masyarakat umum usia 20-50 tahun
• Industri kecil (produsen roti, usaha minuman)
• Toko oleh-oleh Key
Resources
• Peralatan pembuatan selai
• Sumber daya manusia
• Lahan tani stroberi
Channel
• Promosi dari mulut ke mulut
• Penjualan langsung
• Promosi social media
• Ecommerce
Cost Structure
• Biaya investasi (Rp EST)
• Biaya tetap (Rp EST)
• Biaya variabel (Rp EST)
Revenue Stream Penjualan selai stroberi
Gambar 8 Pemetaan model bisnis selai stroberi
Gambar 8 merupakan pemetaan model bisnis selai stroberi yang direncanakan. Perencanaan usaha selai stroberi direncanakan melalui BMC agar dapat melihat miniatur dan menggambarkan usaha yang direncanakan sehingga dapat bersaing. Hal ini juga sejalan dengan penelitian Rahayu, et al (2021) yang menyatakan bahwa BMC dapat digunakan pemilik usaha untuk merencanakan ide baru sehingga usaha dapat dipertahankan bahkan dikembangkan. Liandhini, et al (2021) juga menyatakan bahwa merancang model bisnis dengan BMC bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki model bisnis.
Perencanaan Pengembangan Usaha
Rencana pengembangan usaha yang akan dilakukan yaitu dengan membuat usaha pengolahan stroberi menjadi selai dengan merek Bumi Agro. Stroberi yang
64
digunakan merupakan buah stroberi hasil produksi sendiri yang tidak terserap pasar karena hasilnya kurang memenuhi standar atau produk below standard (BS).
Perencanaan Produk
Produk yang direncanakan dalam pengembangan usaha ini adalah selai stroberi dengan bahan baku yang diproduksi CV Bumi Agro Technology. Selai yang dibuat menggunakan bahan-bahan alami tanpa pengental, pewarna, pengawet, dan pemanis buatan.
Perencanaan Pemasaran
Dalam menjalankan suatu usaha perlu perencanaan pemasaran. Perencanaan pemasaran produk selai stroberi ini dikaji berdasarkan strategi pemasaran (STP) dan bauran pemasaran (marketing mix) :
1) Strategi pemasaran (a) Segmentasi pasar
Segmentasi pasar selai stroberi berdasarkan geografis yaitu masyarakat wilayah Lembang dan Bandung karena segmentasi pasar utama CV Bumi Agro Technology yaitu masyarakat wilayah tersebut.
Segmentasi demografis yaitu masyarakat berjenis kelamin laki-laki dan perempuan usia 20-50 tahun dengan tingkat pendapatan menengah ke atas. Segmentasi tersebut dipilih karena masyarakat dengan tingkat pendapatan menengah ke atas biasanya lebih sering mengonsumsi selai sebagai isian roti untuk sarapan. Segmentasi psikografis produk selai ini yaitu masyarakat yang gemar dan menyukai produk olahan stroberi
(b) Sasaran pasar
Sasaran pasar langsung yang direncanakan yaitu masyarakat bergaya hidup sehat yang menyukai stroberi dan olahannya. Sasaran pasar tidak langsung ditujukan kepada reseller seperti industri roti dan dan toko oleh-oleh.
(c) Posisi pasar
Posisi pasar yang direncanakan yaitu selai stroberi tanpa campuran pengawet, pewarna, pengental, dan pemanis buatan. Dibuat dengan stroberi segar yang diproduksi oleh kebun sendiri.
65 2) Bauran pemasaran
(a) Produk (product)
Produk yang direncanakan adalah selai stroberi rendah gula yang dibuat dari stroberi segar 100% natural. Selai stroberi yang lebih sehat karena aman tanpa campuran pengawet, pewarna, pemanis buatan, dan pengental sehingga 100% terbuat dari bahan natural. Selai stroberi ini dapat tahan 1-2 bulan walaupun tanpa pengawet karena menggunakan teknik pemasakan yang baik dan benar. Keunggulannya yaitu memiliki rasa manis, asam, dan segar serta terdapat tekstur buah stroberi asli yang memberikan sensasi unik dimulut. Produk dikemas menggunakan botol kaca yang berukuran 250 gram. Pemilihan ukuran ini berdasarkan hasil survei kepada 39 responden tentang minat konsumen terhadap produk selai stroberi yang akan diproduksi CV Bumi Agro Technology. Berikut adalah hasil survei yang dapat dilihat pada gambar .
Gambar 9 Minat responden terhadap ukuran selai stroberi
Berdasarkan hasil survei dari 39 orang, 24 orang memilih ukuran 250 gram, 8 orang memilih ukuran 170 gram, dan 7 orang memilih 330 gram.
Survei tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar konsumen lebih menyukai selai yang dikemas dalam ukuran 250 gram. Maka kemasan selai stroberi Bumi Agro direncanakan akan dikemas dalam ukuran 250 gram. Selain itu berdasarkan hasil survei pada 39 orang terkait pemilihan botol kemasan, 34 responden memilih botol kaca dan 5 responden memilih botol plastik sebagai kemasan selai. Hal ini menunjukkan bahwa konsumen lebih menyukai kemasan botol kaca dibandingkan botol plastik.
Maka dari itu produk selai stroberi yang direncanakan akan dikemas dalam botol kaca. Berikut adalah hasil survei kemasan pilihan konsumen:
66
Gambar 10 Minat responden terhadap jenis kemasan selai stroberi Berikut merupakan kemasan produk selai stroberi yang direncanakan :
Gambar 11 Botol kemasan selai stroberi Bumi Agro
Produk selai stroberi yang telah dikemas menggunakan botol kaca kemudian akan diberi label dan segel. Berikut adalah desain label produk selai stroberi dapat dilihat pada gambar .
SELAI STROBERI SELAI STROBERI
Gambar 12 Desain label kemasan selai stroberi Bumi Agro (b) Harga (price)
Harga produk selai stroberi ini ditentukan dengan metode penetapan harga mark up, yaitu biaya pembelian dari produsen yang ditambah keuntungan yang diinginkan. Berdasarkan perhitungan dengan metode
67
mark up pada lampiran 14, harga jual selai stroberi Bumi Agro untuk kadar stroberi 40% yaitu Rp. 27.000/botol untuk ke konsumen akhir.
Harga tersebut cukup kompetitif di pasaran. Berikut daftar harga selai stroberi kompetitor dapat dilihat pada Tabel 17.
Tabel 17 Perbandingan harga kompetitor selai stroberi reguler Merk Harga (Rp) Harga Rata-Rata per 250
gram (Rp) Morin strawberry jam (250
gram)
33.800 33.800
Morisca (250 gram) 28.000 28.000
Selai Colekin Strawberry Jam (200 gram)
20.500 25.625
Selai Stroberi Bumi Agro 27.000 27.000
Nine Jam (390 gram) 42.000 26.923
Welco Strawberry Jam (250 gram)
36.900 36.900
Sumber : Data Primer dan Sekunder (2022)
Gambar 13 Hasil Survei Harga Jual Selai Stroberi
Berdasarkan survei tersebut maka rata-rata harga per 250 gram selai stroberi yang diminati responden adalah kisaran Rp. 22.000 – 29.500.
Berdasarkan hasil survei tersebut maka harga untuk konsumen akhir Rp.
27.000, sudah sesuai dengan yang diminati oleh responden.
Pada produk selai yang direncanakan memiliki keunggulan tersendiri yaitu kadar buah stroberi sebesar 80% atau versi premium sehingga harga jual yang ditetapkan juga akan berbeda. Berikut merupakan perhitungan harga jual selai stroberi premium yang dihitung berdasarkan metode harga mark up :
Harga dengan markup = =
= Rp. 56.676
68
Berdasarkan perhitungan tersebut untuk harga selai stroberi premium yaitu Rp. 56.676 dan dibulatkan menjadi Rp. 57.000 untuk tujuan ke reseller dan harga Rp. 60.000 untuk harga ke konsumen akhir. Harga selai Bumi Agro masih sangat kompetitif di pasaran, dengan banyak keunggulan dibandingkan kompetitornya. Berikut harga selai stroberi Bumi Agro versi premium dengan kadar stroberi 80% dibandingkan dengan kompetitornya :
Tabel 18 Perbandingan harga kompetitor selai stroberi premium Merek Harga (Rp) Harga Rata-Rata
per 250 gram (Rp) Lynelle Homade Jam Less Sugar
(250 gram)
69.000 69.000
Beorganik strawberry jam (280 gram)
70.000 62.500
Selai stroberi Bumi Agro (250 gram)
60.000 60.000 East Java & Co Strawberry Jam
(250 gram)
69.000 69.000
Sous la Lumiere Strawberry Jam (250 gram)
60.000 60.000
Sumber : Data sekunder (2022)
(c) Distribusi (place)
Produk selai stroberi ini akan didistribusikan secara online dengan sistem pre-order ke wilayah tujuan. Pemasaran langsung ditujukan kepada konsumen akhir. Sedangkan pemasaran tidak langsung yang akan direncanakan yaitu pemasaran kepada konsumen akhir melalui reseller seperti pusat oleh-oleh dan ke horeka. Berikut alur pemasaran yang direncanakan untuk produk selai stroberi Bumi Agro.
Gambar 14 Alur pemasaran selai stroberi yang direncanakan
Konsumen akhir CV Bumi Agro
Technology Reseller, pusat
oleh-oleh, industri makanan minuman
69 (d) Promosi (promotion)
Promosi yang direncanakan untuk mempromosikan produk selai stroberi Bumi Agro yaitu melalui online dan offline. Secara online dilakukan dengan menggunakan instagram dan whatsapp, sedangkan secara offline dilakukan melalui poster atau banner dikebun untuk memperkenalkan produk agar pengunjung yang datang bisa mengetahui berbagai macam produk yang diproduksi CV Bumi Agro Technology Perencanaan produksi
Beberapa hal yang direncanakan dalam produksi selai stroberi yaitu lokasi produksi, kapasitas produksi, kebutuhan bahan baku, kebutuhan peralatan, dan proses produksi.
1) Lokasi produksi
Lokasi produksi untuk memproduksi selai stroberi direncanakan di Kebun yang terletak di Jl. Baru Ajak, Lembang, Kabupaten Bandung. Lokasi produksi dipilih karena lokasinya strategis dari sumber bahan baku dan dekat dengan tempat-tempat wisata di Lembang sehingga mempermudah pemasaran.
2) Kapasitas produksi
Kapasitas produksi selai stroberi akan menyesuaikan dengan ketersediaan bahan baku stroberi BS. Berdasarkan tabel data panen CV Bumi Agro Technology di tabel, menunjukkan bahwa perusahaan dapat menghasilkan buah stroberi BS dengan rata-rata 29,7 kg/bulan atau sebanyak 7,4 kg/minggu dengan minimum produk BS sebanyak 19 kg/bulan dan maksimum 44 kg/bulan. Angka minimum dan maksimum tersebut dijadikan acuan bahan baku stroberi yang bisa diproduksi menjadi selai stroberi.
Berikut adalah komposisi dan takaran yang dibutuhkan setiap 250 gram/botol Tabel 19 Komposisi dan takaran selai stroberi ukuran 250 gram/botol
Bahan Baku Kebutuhan (g)
Stroberi 287
Lemon 1
Gula 62
Bobot Awal 350
Penyusutan (40%) 100
Bobot akhir 250
Sumber : Data primer diolah penulis (2022)
70
Berdasarkan tabel 19 bahan baku dengan berat 350 gram akan menghasilkan selai 250 gram/botol sehingga setiap satu botol mengandung sebanyak 82% buah stroberi. Hal tersebut menunjukkan bahwa proses pemasakan mengakibatkan penyusutan sebesar 40%. Dengan demikian dapat direncanakan kapasitas produksi berdasarkan ketersediaan bahan baku, yaitu sebagai berikut :
Tabel 20 Kapasitas produksi selai stroberi per minggu Ketersediaan bahan baku
stroberi (g/minggu)
Kebutuhan
(g/botol) Hasil (botol/minggu)
Minimum 4.750 287 16
Maksimum 11.000 287 38
Rata-rata 27
Sumber : Data primer diolah penulis (2022)
Berdasarkan tabel 20, kapasitas produksi selai stroberi per minggu menunjukkan bahwa rata-rata selai stroberi yang dapat diproduksi yaitu 27 botol/minggu. Hal ini didasarkan pada produksi buah stroberi pada saat produksi terendah dan tertinggi. Maka dari itu produksi selai stroberi per bulan yaitu 108 botol dan produksi selama setahun sebanyak 1.296 botol.
3) Kebutuhan bahan baku
Kebutuhan bahan baku terdiri dari stroberi, lemon, gula, dan gas. Bahan baku stroberi dan lemon didapatkan dari kebun sendiri, sedangkan gula dan gas didapatkan disekitar tempat produksi. Botol selai dan stiker juga didapatkan dipercetakan sekitar tempat produksi. Berikut merupakan perencanaan kebutuhan bahan baku selai stroberi yang akan diproduksi.
Tabel 21 Kebutuhan bahan baku selai stroberi Bumi Agro
Bahan Baku Kebutuhan Bahan Baku
Satuan Minggu Bulan Tahun
Stroberi kg 7,749 30,996 371,952
Air Lemon kg 0,027 0,108 1,296
Gula pasir kg 1,674 6,696 80,352
Jar botol 27 108 1296
Stiker buah 27 108 1296
Gas kg 0,75 3 36
Kardus buah 27 108 1296
Bubble Wrap meter 0,6 2,4 28,8
Sumber : Data primer diolah penulis (2022)
71
Berdasarkan tabel 21 kebutuhan bahan baku selai stroberi ukuran 250 gram/botol dibutuhkan stroberi segar sebanyak 7,75 kg/minggu, sehingga untuk satu bulan produksi selai stroberi yaitu 4 kali produksi dibutuhkan stroberi sebanyak 30,9 kg. Sedangkan kebutuhan stroberi segar per tahun dengan asumsi produksi dilakukan dalam satu tahun yaitu 371,9 kg/tahun.
4) Kebutuhan peralatan
Produksi selai stroberi dapat dilakukan dengan mudah menggunakan alat-alat sederhana. Peralatan digunakan untuk menunjang proses produksi.
Berikut merupakan kebutuhan peralatan dalam proses pengolahan stroberi menjadi selai.
Tabel 22 Kebutuhan peralatan produksi selai stroberi Bumi Agro
No. Peralatan Fungsi
1 Lemari Pendingin 2 pintu Menyimpan buah stroberi dan selai stroberi 2 Kompor 2 tungku Memasak selai dan merebus botol
3 Timbangan digital Menimbang takaran bahan baku selai 4 Baskom Menampung buah stroberi bersih 5 Nampan Menampung buah stroberi kotor
6 Wajan Memasak selai
7 Panci Merebus botol
8 Mangkok Wadah menimbang gula
9 Sendok Menakar air lemon dan alat mengemas selai 10 Kain serbet Melindungi panas wajan dan botol
11 Pisau Memotong buah stroberi
12 Talenan Tempat memotong buah stroberi
13 Spatula Mengaduk selai
14 Penjepit botol Mengangkat botol yang telah direbus 5) Proses produksi
Alur produksi selai stroberi dapat dilihat pada gambar 15 :
Gambar 15 Alur produksi selai stroberi