PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN STROBERI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN
DI CV BUMI AGRO TECHNOLOGY
LAPORAN TUGAS AKHIR
FITRI SULIS SETIAWATI 020518009
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS HORTIKULTURA JURUSAN PERTANIAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN BOGOR BOGOR
2022
PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN STROBERI UNTUK PENINGKATAN PENDAPATAN
DI CV BUMI AGRO TECHNOLOGY
FITRI SULIS SETIAWATI 020518009
Laporan Tugas Akhir
Sebagai salah satu syarat memperoleh sebutan gelar profesional Sarjana Terapan Pertanian (S.Tr.P)
pada Program Studi Agribisnis Hortikultura
PROGRAM STUDI AGRIBISNIS HORTIKULTURA JURUSAN PERTANIAN
POLITEKNIK PEMBANGUNAN PERTANIAN BOGOR BOGOR
2022
ii
iii
iv
LEMBAR PERSEMBAHAN
“When you want something, all the universe conspires in helping you achive it”
– Paulo Coelho
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT karena atas petunjuk, pertolongan, dan karunia yang tidak dapat pernah terhitung, penulis mampu menyelesaikan tugas akhir ini, terima kasih atas segala nikmat yang selalu Engkau berikan Ya Allah sehingga penulis dapat menjalani pendidikan dan semua kegiatan dengan lancar. Shalawat serta salam penulis persembahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang memberikan tuntunan hidup yang penuh keindahan dan keberkahan. Segala syukur penulis ucapkan kepadaMu ya Allah, karena selalu membuat penulis sehat, mempertemukan dengan orang-orang baik dan orang- orang hebat. Terima kasih Ya Allah atas semua keberlimpahan yang Engkau berikan.
Penulis persembahkan karya tulis ini kepada kedua orang tua tercinta Bapak Drs. W. Haedar Ali dan Ibu Khasanah yang selalu mendukung dan memberikan doanya. Terima kasih mamah dan bapak yang telah mendidik dan memberikan kasih sayangnya hingga saat ini. Terima kasih juga kepada kakak- kakak (mba Leli dan mba Diah) yang juga menjadi tempat cerita yang memberikan saran dan solusi, mendukung serta memberi semangat sehingga tugas akhir ini dapat selesai dengan baik. Terima kasih kepada adik-adikku (Fauzan dan Diyan) yang juga mendukung dan memberi semangat dalam menyelesaikan pendidikan semoga kalian selalu menjadi adik yang baik. Terima kasih kepada keponakan-keponakanku yang lucu (Farras, Dito, Ammar, Hana, dan Hadi) terima kasih telah menjadi moodbooster dan menjadi penyemangat. Kalian adalah salah satu penyemangat hidup untuk saya menjadi orang yang terus maju dan berkembang.
Terima kasih kepada pembimbing, yaitu Dr. Ir Harniati, M.Sc dan Ir. M.
Tassim Billah, M.Sc yang telah banyak meluangkan waktu untuk membimbing dengan penuh keikhlasan, memberikan saran dan masukan demi kelancaran tugas akhir ini, dan terima kasih juga selalu memberikan semangat serta motivasi yang
v
menginspirasi. Semoga Ibu dan Bapak pembimbing selalu sehat dan selalu mendapatkan keberkahan hidup dari Allah SWT.
Terima kasih kepada seluruh tenaga kerja di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor yang memberikan tenaga nya dan fasilitas pembelajaran yang sangat baik sehingga membuat nyaman dalam menjalani pendidikan ini. Terima kasih kepada seluruh dosen yang memberikan ilmu yang sangat bermanfaat bagi saya. Terima kasih juga kepada semua guru-guru yang telah mengajarkan saya ilmu yang sangat bermanfaat.
Terima kasih untuk semua teman-teman di Colocasia Esculenta, uWu (Rafi, Aldi, Sarah, dan Fachry), Ima, untuk Mia, Aqliah, Seli, Lusi terima kasih telah menemani dalam menjalani pendidikan di Polbangtan dengan keseruan- keseruan di dalamnya. Untuk kelompok tugas akhir (Lusi Wulansari dan Ade Supriyadi) terima kasih sudah membuat tugas akhir di Lembang penuh cerita dan berwarna serta sudah mengajarkan banyak hal. Terima kasih kepada tim CV Bumi Agro Technology. Terima kasih juga kepada Bapak Diky Indrawibawa selaku direktur CV Bumi Agro Technology yang membimbing tugas akhir ini dan menjadi mentor yang memberi semangat serta mengajarkan banyak hal. Terima kasih juga kepada teman-teman di Lembang mahasiswa UIN Bandung (Novita, Arvan), UNPAD (Rizqi dan kang Fauzan), dan Politeknik WBI Medan (Fenisia, Arina, Mikael) yang menemani tugas akhir selama 3 bulan, terima kasih untuk Lembang dengan segala orang, perasaan, dan suasana yang hadir di dalamnya.
Terima kasih kepada grup musik ColdPlay dan NCT Dream karena lagu- lagu kalian sangat menginspirasi, memberi semangat, dan selalu menemani dalam penyelesaian tugas akhir ini dan juga terima kasih kepada diri sendiri yang telah semangat dan kuat menjalani pendidikan, terima kasih telah berjuang dengan yang terbaik.
Serta terima kasih kepada seluruh pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah berperan dalam hidup saya. Terima kasih atas doa dan dukungannya, semoga Allah SWT selalu memberkahi setiap langkah kalian.
Semoga semua ilmu beserta gelar yang didapatkan dapat membawa manfaat bagi diri saya sendiri, keluarga, orang-orang sekitar, dan lingkungan.
vi
vii
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah subhanaahu wa ta’ala karena atas berkat rahmat dan hidayah-Nya penulis dapat menyusun Laporan Tugas Akhir dengan judul “Pengembangan Usaha Pengolahan Stroberi untuk Peningkatan Pendapatan di CV Bumi Agro Technology” dengan baik dan tepat pada waktu yang telah ditentukan.
Penulis mengucapkan rasa terima kasih kepada Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor Dr. Detia Tri Yunandar, SP., M.Si, Ketua Jurusan Pertanian Dr. Wahyu Trisnasari, SST., M.Si dan Ketua Program Studi Agribisnis Hortikultura Endang Krisnawati, SP., MP yang telah memberikan dukungan dan motivasi. Ucapan terima kasih kepada para pembimbing Dr. Ir. Harniati, M.Sc dan Ir. Muhammad Tassim Billah, M.Sc yang telah membimbing , memotivasi, dan banyak memberikan saran. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Ir.
Wasrob Nasruddin, MS selaku penguji tamu pada ujian akhir. Penulis juga menyampaikan rasa terima kasih kepada Diky Indrawibawa, SP sebagai direktur serta seluruh karyawan CV Bumi Agro Technology yang telah membantu di lapangan saat pelaksanaan Tugas Akhir berlangsung. Ungkapan terima kasih juga penulis sampaikan kepada orang tua serta semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini.
Penulis menyadari dalam penyusunan Laporan Tugas Akhir ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Maka dari itu, saran dan masukan sangat penulis harapkan dalam menyempurnakan laporan ini. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan.
Bogor, Juli 2022
Fitri Sulis Setiawati
viii
RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan di Kota Depok, Jawa Barat pada tanggal 30 Januari 2000 sebagai anak ke-3 dari pasangan bapak Drs. W. Haedar Ali dan ibu Khasanah. Pendidikan Sekolah Dasar (SD) ditempuh di sekolah SDN Tanah Baru 04 dan lulus tahun 2012. Pendidikan Sekolah Menengah Pertama (SMP) ditempuh di sekolah SMPN 1 Depok dan lulus tahun 2015. Pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) ditempuh di sekolah SMAN 6 Depok dan lulus pada tahun 2018. Pada tahun 2018 penulis diterima sebagai mahasiswa program diploma 4/sarjana terapan (D-IV) di Program Studi Agribisnis Hortikultura Jurusan Pertanian di Politeknik Pembangunan Pertanian Bogor. Selama mengikuti program D-IV, penulis aktif menjadi Anggota English Club (Eclipse) Polbangtan Bogor tahun 2019-2021, anggota LDK Al-Muta’allim 2020-2021. Penulis juga pernah menjalani Praktik Kerja Lapangan (PKL) di CV Benih Dramaga serta pernah terpilih sebagai mahasiswa berprestasi Agribisnis Hortikultura semester I, II, dan III.
ix
ABSTRAK
FITRI SULIS SETIAWATI. Pengembangan Usaha Pengolahan Stroberi Untuk Peningkatan Pendapatan di CV Bumi Agro Technology. Dibimbing oleh HARNIATI dan M. TASSIM BILLAH
Kualitas produksi stroberi CV Bumi Agro Technology terdapat permasalahan yaitu tingginya produk below standard. Dalam memaksimalkan potensi yang ada untuk menghadapi permasalahan tersebut perlu dicari strategi untuk memperpanjang masa simpan buah sekaligus meningkatkan nilai tambah produknya. Penelitian ini bertujuan untuk 1) mengidentifikasi faktor internal dan eksternal CV Bumi Agro Technology bagi pengembangan usaha pengolahan stroberi, 2) merumuskan strategi yang dapat diterapkan perusahaan dalam pengembangan usaha pengolahan stroberi untuk peningkatan pendapatan, 3) menyusun model bisnis perencanaan pengembangan usaha stroberi. 4) menyusun rencana pengembangan usaha pengolahan stroberi menggunakan aspek non finansial dan finansial. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif menggunakan analisis SWOT dan BMC, pendekatan kuantitatif menggunakan analisis finansial. Hasil menunjukkan bahwa perusahaan berpotensi mengembangkan usaha selai stroberi, maka pada penelitian ini mengkaji usaha selai stroberi dan hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil skor rata-rata pada matriks IFE dan matriks EFE masing-masing sebesar 2,693 dan 2,871, menunjukkan posisi dalam pengembangan usaha selai stroberi berada pada sel V yaitu strategi bertahan dan pelihara, strategi yang dapat diterapkan yaitu strategi penetrasi pasar dan pengembangan produk. Model bisnis selai stroberi digambarkan melalui elemen BMC dan perencanaan pengembangan usaha.
Berdasarkan perencanaan pengembangan usaha yang meliputi aspek pemasaran, produksi, dan kolaborasi menunjukkan bahwa usaha pengolahan selai stroberi layak dijalankan. Berdasarkan analisis finansial perhitungan R/C untuk alternatif usaha selai stroberi lebih baik dijalankan dibandingkan dengan usaha frozen stroberi yang sudah dijalankan perusahaan, karena usaha selai stroberi menghasilkan R/C sebesar 3,03 dibandingkan dengan frozen stroberi yang menghasilkan R/C sebesar 1,17. Maka usaha selai stroberi lebih layak dijalankan dan memberikan kenaikan pendapatan dibandingkan sebelum adanya pengembangan usaha selai stroberi.
Kata kunci : pengembangan usaha, pengolahan hasil, peningkatan pendapatan
x
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL xii
DAFTAR GAMBAR xiii
DAFTAR LAMPIRAN xiv
PENDAHULUAN 1
Latar Belakang 1
Rumusan Masalah 4
Tujuan 4
Manfaat 5
TINJAUAN PUSTAKA 6
Kajian Teoritis 6
Pengembangan Usaha 6
Agribisnis 7
Agroindustri Pengolahan Hasil 8
Komoditas Stroberi 9
Produk Turunan Stroberi 10
Perumusan Strategi 10
Business Model Canvas 12
Studi Kelayakan Usaha 14
Kajian Empiris 19
Kerangka Pemikiran 23
METODE PELAKSANAAN 24
Waktu dan Tempat 24
Teknik Pengumpulan Data 24
Teknik Penentuan Responden 26
Instrumen Pengumpulan Data 26
Analisis Substansi Manajerial Agribisnis 27
Analisis Data 28
Metode Analisis 28
Definisi Operasional 33
xi
HASIL DAN PEMBAHASAN 35
Gambaran Umum Perusahaan 35
Preferensi Perusahaan Terhadap Produk Olahan Stroberi 40 Identifikasi Faktor Internal dan Eksternal Perusahaan 41
Perumusan Strategi 54
Pemetaan Model Bisnis Selai Stroberi Menggunakan BMC 59
Perencanaan Pengembangan Usaha 63
SIMPULAN DAN SARAN 77
Simpulan 77
Saran 78
DAFTAR PUSTAKA 79
LAMPIRAN 83
xii
DAFTAR TABEL
1 Kandungan gizi stroberi per 100 gram 10
2 Penelitian Terdahulu 19
3 Data dan sumber data 25
4 Informan penelitian 26
5 IFE dan EFE 29
6 Matriks SWOT untuk menyusun strategi 31
7 Preferensi perusahaan terhadap produk olahan stroberi 40
8 Produk frozen dan selai stroberi 41
9 Sarana dan prasarana yang dimiliki CV Bumi Agro Technology 42 10 Data panen kualitas below standard CV Bumi Agro Technology 44 11 Faktor-faktor strategis internal pada pengembangan usaha selai stroberi
di CV Bumi Agro Technology 47
12 Kompetitor buah stroberi 51
13 Kompetitor usaha pengolahan selai stroberi 52
14 Faktor-faktor strategis eksternal pada pengembangan usaha selai stroberi
di CV Bumi Agro Technology 53
15 Hasil evaluasi faktor-faktor strategis internal pengembangan usaha selai
stroberi di CV Bumi Agro Technology 55
16 Hasil evaluasi faktor-faktor strategis eksternal pengembangan usaha selai
stroberi di CV Bumi Agro Technology 56
17 Perbandingan harga kompetitor selai stroberi reguler 67 18 Perbandingan harga kompetitor selai stroberi premium 68 19 Komposisi dan takaran selai stroberi ukuran 250 gram/botol 69 20 Kapasitas produksi selai stroberi per minggu 70 21 Kebutuhan bahan baku selai stroberi Bumi Agro 70 22 Kebutuhan peralatan produksi selai stroberi Bumi Agro 71 23 Daftar perencanaan kolaborasi selai stroberi Bumi Agro 72
24 Biaya tetap sebelum pengembangan usaha 73
25 Biaya tetap setelah pengembangan usaha selai stroberi 74
26 Biaya variabel sebelum pengembangan usaha 75
xiii
27 Biaya variabel setelah pengembangan usaha 75
28 Proyeksi penerimaan setelah pengembangan usaha 76
29 Perbandingan R/C 76
DAFTAR GAMBAR
1 Produk turunan stroberi 10
2 Business model canvas 13
3 Kerangka Pemikiran 23
4 Matriks IE 30
5 Logo CV Bumi Agro Technology 35
6 Bagan Struktur Organisasi CV Bumi Agro Technology 38 7 Hasil matriks internal-eksternal pada pengembangan usaha 57
8 Pemetaan model bisnis selai stroberi 63
9 Minat responden terhadap ukuran selai stroberi 65 10 Minat responden terhadap jenis kemasan selai stroberi 66
11 Botol kemasan selai stroberi Bumi Agro 66
12 Desain label kemasan selai stroberi Bumi Agro 66
13 Hasil Survei Harga Jual Selai Stroberi 67
14 Alur pemasaran selai stroberi yang direncanakan 68
15 Alur produksi selai stroberi 71
xiv
DAFTAR LAMPIRAN
1 Jadwal palang kegiatan 83
2 Dokumentasi kegiatan tugas akhir 84
3 Instrumen penelitian 87
4 Kuesioner untuk pemberian bobot terhadap faktor strategis internal dan
eksternal pengembangan usaha selai stroberi 88
5 Penilaian pembobotan terhadap faktor-faktor strategis internal 89 6 Penilaian pembobotan terhadap faktor-faktor strategis eksternal 91 7 Rata-rata pembobotan terhadap faktor-faktor strategis internal
pengembangan usaha selai stroberi 93
8 Rata-rata rating terhadap faktor-faktor strategis internal pengembangan
usaha selai stroberi 94
9 Rata-rata pembobotan terhadap faktor-faktor strategi eksternal
pengembangan usaha selai stroberi 95
10 Rata-rata rating terhadap faktor-faktor strategis eksternal pengembangan
usaha selai stroberi 96
11 Analisis SWOT 97
12 Biaya investasi selai stroberi 99
13 Biaya investasi frozen stroberi 100
14 Perencanaan selai stroberi reguler 101
1
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Sektor agribisnis atau pertanian menjadi sektor penopang terbesar kedua bagi perekonomian Indonesia. Hal ini tercermin dari indikator ekonomi makro seperti Produk Domestik Bruto (PDB), berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 sektor pertanian berkontribusi sebesar 13,28% terhadap PDB nasional. Sistem agribisnis terdiri dari sub sistem input (agroindustri hulu), usahatani (pertanian), sistem output (agroindustri hilir), pemasaran dan penunjang. Sub sektor hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang juga berkontribusi bagi perekonomian Indonesia. Pada kuartal I dan II tahun 2021 sub sektor hortikultura mencatatkan pertumbuhan sebesar 3,01% dan 1,84%.
Hal ini mengindikasikan kontribusi sub sektor hortikultura yang sangat baik dalam struktur PDB Nasional. Salah satu komoditas sub sektor hortikultura yang unggul dan layak untuk dikembangkan adalah komoditas stroberi, hal ini dibuktikan dari jumlah produksi yang terus mengalami peningkatan
.
Buah stroberi merupakan salah satu produk hortikultura yang potensial di Indonesia, buah stroberi berasal dari daerah subtropis namun telah diintroduksi sehingga dapat dibudidayakan di Indonesia khususnya di dataran tinggi. Pada tahun 2020 Indonesia memproduksi komoditas stroberi sebesar 8.350 ton, produksi tersebut mengalami peningkatan sebesar 10,17% dari tahun sebelumnya yaitu sebesar 7.501 ton. Salah satu sentra produksi stroberi di Indonesia adalah Jawa Barat yaitu di wilayah Lembang, Bandung. Jawa Barat berkontribusi sebesar 71,31% dari total produksi stroberi di Indonesia (BPS Produksi Tanaman Buah- Buahan, 2020). Buah stroberi merupakan komoditas hortikultura yang memiliki karakteristik mudah rusak dan memiliki daya simpan pendek (Lestari dan Kurnia 2019). Hal tersebut menjadi salah satu permasalahan yang dapat membuat buah stroberi memiliki nilai tambah rendah sehingga daya saingnya juga rendah.
Karakteristik tersebut menyebabkan buah stroberi dapat berpotensi kehilangan hasil jika tidak dilakukan penanganan yang tepat sehingga dapat menyebabkan stroberi tidak sesuai standar pasar dan tidak dapat dijual. Melihat karakteristiknya
2
tersebut maka perlu dilakukan upaya untuk memperpanjang daya simpan dan meningkatkan nilai jualnya terutama pada buah yang below standard (BS) seperti lecet, ukurannya kecil, dan cacat. Berdasarkan permasalahan tersebut peran agroindustri atau pengolahan hasil sangat diperlukan, karena melalui agroindustri mampu menciptakan makanan yang lebih tahan lama dengan teknologi proses pengolahan menjadi produk siap saji sehingga makanan tetap baik dikonsumsi dalam jangka waktu tertentu. Hal ini menjadi salah satu nilai tambah agroindustri bagi perekonomian nasional. Agroindustri atau pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu sub sistem agribisnis, agroindustri menjadi sub sistem yang melengkapi agribisnis dengan fokus kegiatan berbasis pengolahan hasil pertanian dan peningkatan nilai tambah komoditas. Menurut Saragih (2018) agroindustri berperan dalam upaya pemenuhan kebutuhan bahan pokok, perluasan kesempatan kerja, pemberdayaan produksi dalam negeri, dan pengembangan sektor perekonomian.
Kemajuan teknologi, tuntutan zaman, dan cepatnya penyebaran informasi sangat mempengaruhi pola dan gaya hidup masyarakat (Rahardjo 2016). Hal ini menyebabkan kompleksnya pola-pola konsumsi masyarakat dan meningkatnya tuntutan konsumen ditambah dengan peningkatan pertumbuhan penduduk dapat mengubah selera dan preferensi konsumen terhadap produk. Pertumbuhan bisnis makanan dan minuman yang terus berkembang membuat perusahaan harus dapat memahami permintaan dan selera konsumen, karena perilaku dan preferensi konsumen akan suatu produk akan terus berubah dari waktu ke waktu dan pertumbuhan bisnis dipengaruhi oleh perubahan preferensi pelanggan yang terus berkembang. Menurut Hartarto (2019) industri makanan dan minuman menjadi salah satu sektor unggulan karena memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Sepanjang tahun 2018 industri makanan dan minuman mampu tumbuh sebesar 7,91 persen, angka tersebut melampaui pertumbuhan ekonomi nasional di angka 5,17%. Hal tersebut menunjukkan bahwa sektor industri makanan dan minuman mempunyai peran besar dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia. Melihat peluang tersebut maka pengembangan stroberi menjadi olahan makanan atau minuman masih sangat berpotensi untuk dikembangkan.
3
CV Bumi Agro Technology adalah salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha budidaya stroberi dari mulai bibit sampai produk buah segarnya.
Akibat cuaca ekstrim, hama penyakit, kurangnya perawatan pada produksi buah, serta penyimpanan buah stroberi yang tidak langsung laku terjual menyebabkan tingginya hasil produksi stroberi BS, hal ini dapat menyebabkan perusahaan mengalami kerugian. Berdasarkan data produksi dan penjualan buah stroberi CV Bumi Agro Technology tahun 2020 buah BS yang dihasilkan sangat tinggi yaitu dengan rata-rata 80% dari total produksi per bulan. Jika hasil produksi buah stroberi tersebut tetap dijual dalam keadaan segar maka akan menurunkan nilai jualnya. Perubahan selera pasar yang terus berkembang dapat mengubah lifestyle dan preferensi konsumen terhadap produk. Maka dari itu agar dapat bersaing dan bertahan suatu perusahaan harus selalu melakukan pengembangan usaha untuk menghadapi situasi bisnis yang terus berkembang dan persaingan pasar yang semakin ketat. Dalam menghadapi permasalahan tersebut perlu dicari upaya lain untuk memperpanjang daya simpan produk dan meningkatkan nilai tambah produk stroberi BS.
CV Bumi Agro Technology belum memiliki unit usaha pengolahan dan penanganan stroberi BS belum optimal. Perusahaan baru memanfaatkan stroberi BS menjadi produk setengah jadi yaitu frozen stroberi. Stroberi BS merupakan produk yang mudah busuk sehingga perlu adanya terobosan baru yang dapat memperpanjang umur simpan dan memberikan pendapatan tambahan bagi perusahaan. Salah satunya dengan cara membuat produk olahan yang dapat memberikan nilai tambah sehingga produk olahan ini nantinya dapat menguntungkan perusahaan. CV Bumi Agro Technology memiliki unit usaha agrowisata, hal ini memberikan peluang bagi pengembangan produk olahan stroberi karena nantinya hasil produk olahan dapat menjadi oleh-oleh bagi pengunjung agrowisata sehingga hasil penelitian ini nantinya sebagai alternatif perusahaan dalam memanfaatkan produk stroberi BS dan dapat menjadi rekomendasi bagi perusahaan untuk mengembangkan usahanya agar dapat meningkatkan pendapatan. Maka dari itu pada tugas akhir ini mengambil judul Pengembangan Usaha Pengolahan Stroberi untuk Peningkatan Pendapatan di CV Bumi Agro Technology.
4
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang diatas, rumusan masalah yang dapat diuraikan adalah sebagai berikut :
1. Bagaimana faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan usaha pengolahan stroberi di CV Bumi Agro Technology?
2. Bagaimana strategi pengembangan usaha pengolahan stroberi di CV Bumi Agro Technology?
3. Bagaimana model bisnis pengolahan stroberi yang akan dikembangkan di CV Bumi Agro Technology?
4. Bagaimana rencana pengembangan usaha pengolahan stroberi yang akan dikembangkan berdasarkan aspek non finansial dan finansial?
Tujuan
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian tugas akhir ini adalah sebagai berikut:
1. Mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang mempengaruhi pengembangan usaha pengolahan stroberi di CV Bumi Agro Technology
2. Merumuskan strategi pengembangan usaha pengolahan stroberi di CV Bumi Agro Technology
3. Menyusun rencana pengembangan model bisnis usaha pengolahan stroberi 4. Menyusun rencana pengembangan usaha pengolahan stroberi menggunakan
aspek non finansial dan finansial.
5 Manfaat
Adapun manfaat yang ingin diperoleh dalam penelitian ini yaitu sebagai berikut : 1. Bagi mahasiswa, penelitian dapat menambah pengetahuan dan wawasan
mengenai pengembangan produk dari hasil pengolahan stroberi dan nilai tambah nya serta khususnya dapat menambah pengalaman bagi mahasiswa 2. Bagi perusahaan, hasil penelitian ini dapat menambah referensi dalam
pengambilan keputusan pengembangan usaha stroberi
3. Bagi Polbangtan Bogor, hasil penelitian dapat menjadi bahan referensi dan pedoman bagi mahasiswa yang ingin melakukan penelitian terkait serta sebagai tambahan literatur di perpustakaan Polbangtan Bogor
6
TINJAUAN PUSTAKA
Kajian Teoritis Pengembangan Usaha
Menurut Hariandja dalam Saputro (2022) pengembangan usaha merupakan usaha yang terencana dari organisasi untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan pegawai. Pengembangan lebih ditekankan pada peningkatan pengetahuan untuk melakukan pekerjaan pada masa yang akan datang, yang dilakukan melalui pendekatan yang terintegrasi dengan kegiatan lain untuk mengubah perilaku kerja.
Pengembangan suatu usaha adalah tanggung jawab dari setiap pengusaha atau wirausaha yang membutuhkan pandangan ke depan, motivasi dan kreativitas.
Jika hal ini dapat dilakukan oleh setiap pengusaha, maka besarlah harapan untuk dapat menjadikan usaha yang semula kecil menjadi skala menengah bahkan menjadi sebuah usaha besar (Anoraga dalam Saputro 2022)
1. Strategi pengembangan pasar
Strategi pengembangan pasar merupakan strategi yang memasarkan produk atau jasa saat ini kepada konsumen di segmen pasar yang baru maupun wilayah area geografis pasar yang baru
2. Strategi pengembangan produk
Perusahaan berusaha bertahan, memperkuat posisi, dan memperluas pangsa pasar yang lebih besar serta mengupayakan peningkatan penjualan melalui pilihan perbaikan produk atau jasa saat ini atau pengembangan produk atau jasa baru. Strategi ini dipilih untuk dijalankan oleh perusahaan dengan cara memodifikasi produk yang telah ada atau penciptaan produk baru sehingga produk tersebut dapat dipasarkan kepada pelanggan melalui saluran pemasaran yang ada dan dapat memuaskan pasar yang telah tersedia atau kepuasan kepada pelanggan.
Faktor internal yang mendorong pengembangan produk adalah :
a. Terjadinya kelebihan kapasitas dalam perusahaan yang perlu diperhatikan, sehingga untuk menghindarinya perlu dilakukan penganalisisan sebab-
7
sebabnya dan berusaha mencari penyelesaian dengan pengembangan produk.
b. Adanya hasil sampingan yang mungkin masih dapat dibuat dalam suatu jenis produk lain.
c. Adanya usaha untuk menggunakan bahan yang sudah ada dalam memproduksi suatu produk yang mempunyai nilai yang tinggi.
Sedangkan faktor eksternal yang mendorong pengembangan produk adalah : a. Adanya persaingan yang dekat dengan produk saingan, di mana terlihat
produk saingan agak unggul.
b. Adanya usaha menjadi leader dalam jenis produk tertentu, di samping untuk menaikkan prestise.
d. Adanya kemunduran dalam permintaan terhadap produk yang sudah ada, terutama karena adanya perbedaan harga dengan produk lain yang lebih murah. Akibatnya perlu dilakukan analisis mengapa dengan bahan baku yang sama, tetapi produk jadinya mempunyai harga yang lebih murah.
(Assauri dalam Mustaghfiroh 2017).
3. Strategi inovasi
Startegi inovasi merupakan strategi untuk meraih margin premium berkaitan dengan penciptaan dan penerimaan pelanggan atau produk atau jasa baru.
Agribisnis
Agribisnis merupakan ilmu manajemen yang mendukung bisnis mulai dari manajemen produksi, pemasaran, hingga keuangan yang didasarkan pada bidang pertanian yang tujuannya untuk memperoleh laba dan menghasilkan berbagai produk pertanian dengan karakteristik yang beragam (Silaban 2020). Menurut Saragih (2018) agribisnis merupakan suatu cara lain untuk melihat pertanian sebagai suatu sistem bisnis yang terdiri dari empat subsistem yang terkait satu sama lain. Keempat subsistem tersebut yaitu (1) subsistem agribisnis hulu (pengadaan dan penyaluran sarana produksi), (2) subsistem agribisnis usahatani (produksi primer), (3) subsistem agribisnis hilir (pengolahan, penyimpanan, distribusi tata niaga), dan (4) subsistem jasa penunjang (supporting institution).
8 Agroindustri Pengolahan Hasil
Pengolahan hasil pertanian merupakan salah satu bagian dari subsistem agribisnis. Pengolahan yaitu berupa proses perubahan dan pengawetan melalui perubahan fisik atau kimiawi, penyimpanan, pengepakan, dan distribusi.
Agroindustri adalah industri yang mengolah hasil pertanian menjadi bahan setengah jadi atau produk akhir yang melibatkan manusia, komoditas pertanian, modal, teknologi, informasi dan faktor-faktor lainnya. Namun, agroindustri lebih dikenal sebagai industri hilir yang mengolah dan menghasilkan barang siap konsumsi. Agroindustri sangat penting bagi kemajuan dan kesejahteraan suatu daerah, karena agroindustri mampu menyerap banyak tenaga kerja, meningkatkan pendapatan pelakunya, meningkatkan pendapatan daerah serta mampu memunculkan inovasi-inovasi terbaru sehingga menguatkan daya saing. (Gultom dan Sulistyowati 2018)
Pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi (produk) mengakibatkan bertambahnya nilai komoditas tersebut. Menurut Soekartawi dalam Pasamangi (2020), pengolahan komoditas pertanian menjadi produk tertentu untuk diperdagangkan dapat memberikan keuntungan segi ekonomi antara lain :
1. Meningkatkan nilai tambah
Adanya peningkatan komoditas pertanian menjadi produk olahan mampu meningkatkan nilai atau value dari produk tersebut sehingga mampu meningkatkan keuntungan produsen yang melakukan pengolahan komoditas pertanian tersebut.
2. Meningkatkan kualitas hasil
Dengan kualitas hasil yang baik, maka akan didapat nilai barang akan semakin tinggi. Kualitas hasil produk yang baik dipengaruhi oleh bahan baku yang digunakan.
3. Meningkatkan keuntungan
Meningkatnya kualitas hasil produk akan membuat keuntungan produsen juga meningkat. Namun tidak hanya keuntungan produsen agroindustri saja yang meningkat, pendapatan penyedia bahan baku atau petani yang digunakan untuk menghasilkan produk juga akan meningkat.
4. Menyediakan lapangan pekerjaan
9
Dalam proses pengolahan komoditas pertanian menjadi suatu produk olahan tentunya tidak terlepas dari keikutsertaan para tenaga kerja, sehingga ini akan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
5. Memperluas jaringan distribusi
Dengan adanya pengolahan komoditas pertanian, maka akan meningkatkan diversifikasi produk sehingga akan memperluas jaringan distribusi.
Komoditas Stroberi
Stroberi merupakan tanaman buah berupa herba yang banyak dimakan dalam keadaan segar maupun olahannya. Olahan stroberi telah banyak dikenal misalnya sirup, selai, ataupun dodol. Stroberi merupakan tanaman buah daerah subtropik yang pertama kali ditemukan di Chili, Amerika. Salah satu spesies tanaman stroberi yaitu Fragaria chiloensis L menyebar ke berbagai negara Amerika, Eropa dan Asia. Karena stroberi adalah buah subtropik maka dari itu buah stroberi yang telah dibudidayakan di Indonesia merupakan hasil dari introduksi. Varietas stroberi introduksi yang berkembang di Indonesia adalah Osogrande di Purbalingga, Selva di Karanganyar, Earlibrite (Holibert) di Garut dan Ciwidey Bandung, Rosa Linda, Sweet Charlie, Aerut, dan Camarosa di Bedugul Bali, Dorit, Lokal Berastagi dan California di Berastagi, Chandler di Bondowoso PTPN XII, Lokal Batu di Batu (Hanif 2015).
Menurut Harianingsih (2010) klasifikasi botani tanaman stroberi adalah sebagai berikut :
Divisi : Spermatophyta Sub divisi : Angiospermae Kelas : Dicotyledonae Keluarga : Rosaceae Genus : Fragaria Spesies : Fragaria spp
Stroberi bisa dimakan dalam bentuk segar, namun karena karakteristiknya tyang mudah rusak disamping itu buah stroberi memiliki nilai gizi tinggi maka buah stroberi berpotensi untuk diolah menjadi bentuk pengolahan pangan bergizi.
10
Stroberi dikonsumsi dalam produk olahan seperti selai, jeli, pure, sirup, ataupun minuman jus. Berikut merupakan kandungan gizi stroberi per 100 gram :
Tabel 1 Kandungan gizi stroberi per 100 gram
Kandungan Zat Gizi Jumlah
Air 91 gram
Kalori 32 kkal
Protein 0,67 gram
Total Lemak 0,3 gram
Karbohidrat 7,68 gram
Vitamin C 58,8 mg
Zat Besi 0,4 mg
Magnesium 13 mg
Kalsium 16 mg
Vitamin B6 0,047 mg
Vitamin B3 0,386 mg
Serat Pangan 2 gram
Sumber : US Department of Agriculture (2018)
Produk Turunan Stroberi
Stroberi dapat dibuat berbagai macam olahan, contohnya adalah seperti pada gambar :
Gambar 1 Produk turunan stroberi Perumusan Strategi
Strategi merupakan suatu perencanaan yang berbentuk tindakan dengan tujuan sebagai penentuan keputusan manajemen dan sumber daya perusahaan yang digunakan untuk diterapkan pada perusahaan serta mempengaruhi keberlangsungan kinerja perusahaan secara jangka panjang (Silaban 2020).
Dodol
Permen
Manisan
Salad
Sorbet
Selai
Sari Buah
Pewarna Alami Stroberi Powder
Keripik
Sirup
11
Proses perencanaan strategis melalui tiga tahap analisis, yaitu tahap pengumpulan data, tahap analisis, dan tahap pengambilan keputusan (David, 2016). Tahapan perumusan strategi dapat dilakukan dengan cara menganalisa terlebih dahulu berbagai faktor internal dan eksternal sebagai dasar strategi yang sedang berjalan, pengukuran kinerja perusahaan dan dalam pengambilan keputusan untuk perbaikan perusahaan.
a. Analisis Lingkungan Internal dan Eksternal
Analisis lingkungan yaitu proses memantau sektor lingkungan berupa kelemahan, kekuatan, peluang, dan ancaman yang digunakan untuk merencanakan strategi. Faktor-faktor yang diamati adalah faktor internal dan eksternal. Faktor eksternal dapat berupa lingkungan ekonomi, politik, sosial teknologi dan persaingan usaha di industri. Sementara faktor internal yang diamati terkait dengan pemasaran, sumber daya (resources), operasional atau proses produksi dan keuangan serta penelitian dan pengembangan. Menurut, Rangkuti (2018), analisis lingkungan internal perusahaan terdiri atas keuangan, kegiatan sumber daya manusia, kegiatan operasional, dan pemasaran. Sementara lingkungan eksternal menurut Kotler (2007) terdiri dari lingkungan makro (demografi, ekonomi, teknologi, politik-hukum, dan sosial budaya) dan lingkungan eksternal mikro (pelanggan, pesaing, saluran distribusi, dan pemasok).
Analisis lingkungan eksternal digunakan untuk menentukan berbagai faktor yang menjadi peluang atau ancaman bagi perusahaan. Lingkungan makro yang diamati meliputi ekonomi, sosial dan lingkungan, teknologi.
Sedangkan persaingan usaha di industri meliputi kompetitor dan produk substitusi
b. Matriks IFE dan EFE
Setelah faktor-faktor strategis internal suatu perusahaan diidentifikasi, kemudian matriks Internal Factor Evaluation (IFE) disusun untuk merumuskan faktor-faktor internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan yang dimiliki perusahaan. Sedangkan matriks External Factor Evaluation (EFE) merupakan matriks guna mengetahui dan menentukan faktor-faktor
12
eksternal yang merupakan peluang dan ancaman yang mungkin dihadapi oleh perusahaan melalui identifikasi pada lingkungan eksternalnya
c.
Matriks IESetelah mengumpulkan semua informasi yang berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan, tahap selanjutnya adalah memanfaatkan semua informasi tersebut dalam model kuantitatif perumusan strategi.Matriks IE atau Internal-External merupakan alat analisis untuk menggabungkan total skor yang telah diperoleh dari matriks IFE dan EFE untuk kemudian mengetahui posisi perusahaan dan berkaitan pada implikasi strategi bagi perusahaan. Tujuan penggunaan model ini adalah untuk memperoleh strategi bisnis di tingkat korporat yang lebih detail (Rangkuti 2018)
d.
Analisis SWOTRangkuti (2018), mengatakan bahwa, analisis SWOT didasarkan pada logika yang mampu memaksimalkan kekuatan (strengths) dan peluang (opportunities), akan tetapi disaat yang sama dapat meminimalisir kelemahan (Weaknesses) dan ancaman (threats) yang dihadapi oleh perusahaan. Matriks ini dapat menggambarkan secara jelas bagaimana peluang dan ancaman eksternal yang dihadapi perusahaan dapat disesuaikan dengan kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya. Proses pengambilan keputusan kebijakan strategis yang baik adalah apabila sejalan dengan pengembangan visi, misi dan tujuan dan kebijakan perusahaan maka dari itu analisis SWOT merupakan salah satu metode yang dapat digunakan sesuai situasi yang dihadapi. Silaban (2020) menyatakan bahwa perubahan pada berbagai kekuatan eksternal dapat menyebabkan perubahan permintaan konsumen akan suatu produk. Kekuatan-kekuatan eksternal dapat mempengaruhi jenis produk yang diproduksi, strategi penempatan dan segmentasi pasar, jenis jasa yang ditawarkan dan pilihan bisnis yang akan diakuisisi atau dijual. Kekuatan tersebut juga berdampak bagi pemasok maupun distributor secara langsung.
Business Model Canvas
Business Model Canvas (BMC) merupakan sebuah alat pembuat model bisnis pada satu lembar kanvas yang biasa digunakan di kalangan
13
wirausaha (Trenggono 2018). BMC memiliki sembilan elemen kunci untuk menganalisis posisi usaha. BMC akan menyajikan miniatur usaha dan kekurangan pada setiap elemen akan mudah di evaluasi, dengan cara menjawab pertanyaan elemen kunci yang telah disajikan (Mahendra dan Asmawi 2022)
Business Model Canvas (BMC) suatu kerangka kerja yang membahas model bisnis dengan disajikan dalam bentuk visual berupa kanvas lukisan, agar dapat dimengerti dan dipahami dengan mudah. Model ini digunakan untuk menjelaskan, memvisualisasikan, menilai, dan mengubah suatu model bisnis, agar mampu menghasilkan kinerja yang lebih optimal (Osterwalder dan Pigneur 2017).
Business Model Canvas (BMC) memiliki keunggulan dalam analisis model bisnis yaitu mampu menggambarkan secara sederhana dan menyeluruh terhadap kondisi suatu perusahaan saat ini berdasarkan segmen konsumen, value yang ditawarkan, jalur penawaran nilai, hubungan dengan pelanggan, aliran pendapatan, aset vital, mitra kerja sama, serta struktur biaya yang dimiliki (Herawati et al. 2019). Dijelaskan melalui sembilan blok bangunan yang memperlihatkan cara berpikir tentang bagaimana sebuah perusahaan menghasilkan uang.
Gambar 2 Business model canvas
Sembilan blok tersebut, yaitu: Customer Segments (Segmen Pelanggan), Value Propositions (proposisi nilai), Channel (Saluran), Customer Relationships (Hubungan Pelanggan), Revenue Streams (Arus Pendapatan), Key Resources (Sumber Daya Utama), Key Activities (Aktivitas Kunci), Key Partnerships (Kemitraan Utama) dan Cost Structure (Struktur Biaya). Kesembilan blok tersebut mencakup empat bidang utama dalam suatu bisnis, yaitu pelanggan, penawaran, infrastruktur dan keberlangsungan finansial.
14 Studi Kelayakan Usaha
Studi kelayakan usaha adalah suatu kegiatan dan juga metode yang mempelajari tentang suatu usaha atau bisnis yang akan dijalankan untuk menentukan layak atau tidaknya usaha tersebut (Pasamangi 2020). Tujuan utama studi kelayakan adalah untuk menghindari keterlanjuran investasi yang memakan dana besar yang ternyata justru tidak mampu memberikan keuntungan secara ekonomi. Menurut Subagiyo dalam Pasamangi (2020), Adapun tujuan studi kelayakan usaha yaitu :
1. Menghindari Resiko Kerugian
Untuk mengatasi risiko kerugian di masa yang akan datang, karena di masa yang akan datang ada semacam kondisi ketidakpastian. Kondisi ini ada yang dapat diramalkan akan terjadi atau memang dengan sendirinya terjadi tanpa dapat diramalkan. Dalam hal ini, fungsi studi kelayakan adalah untuk meminimalkan risiko yang tidak kita inginkan, baik risiko yang dapat kita kendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan.
2. Memudahkan Perencanaan
Perencanaan meliputi berapa jumlah dana yang diperlukan, kapan usaha atau proyek akan dijalankan, dimana lokasi proyek akan dibangun, siapa yang akan melaksanakannya, bagaimana cara menjalankannya, berapa besar keuntungan yang akan diperoleh serta bagaimana mengatasinya jika terjadi penyimpangan. Yang jelas dalam perencanaan sudah terdapat jadwal pelaksanaan usaha, mulai dari usaha dijalankan sampai waktu tertentu.
3. Memudahkan Pelaksanaan Pekerjaan
Adanya berbagai rencana yang sudah disusun akan sangat memudahkan pelaksanaan bisnis. Rencana yang sudah disusun dijadikan acuan dalam mengerjakan setiap tahap yang sudah direncanakan.
4. Memudahkan Pengawasan
Dilaksanakannya suatu usaha atau proyek sesuai dengan rencana yang sudah disusun, maka akan memudahkan perusahaan untuk melakukan pengawasan terhadap jalannya usaha. Pengawasan ini perlu dilakukan agar pelaksanaan usaha tidak melenceng dari rencana yang telah disusun.
Pelaksana pekerjaan bisa sungguh-sungguh melakukan pekerjaannya karena
15
merasa ada yang mengawasi, sehingga pelaksanaan pekerjaan tidak terhambat oleh hal-hal yang tidak perlu.
5. Memudahkan Pengendalian
Jika dalam pelaksanaan pekerjaan telah dilakukan pengawasan, maka apabila terjadi suatu penyimpangan akan mudah terdeteksi, sehingga akan dapat dilakukan pengendalian atas penyimpangan tersebut. Tujuan pengendalian adalah untuk mengembalikan pelaksanaan pekerjaan yang melenceng agar pada akhirnya tujuan perusahaan akan tercapai.
Aspek-Aspek Studi Kelayakan Usaha
Kelayakan usaha dapat diketahui dengan pendekatan analisis finansial dan non finansial. Berikut aspek-aspek yang dikaji dalam studi kelayakan usaha
1. Aspek pasar dan pemasaran
Kemampuan pemasaran yang dimiliki suatu perusahaan menentukan untuk mampu menjangkau dan memasarkan produknya yang lebih luas. Oleh karena itu manajemen yang dimiliki akan berpengaruh untuk memungkinkan barang dan jasa yang dihasilkan akan mampu mendistribusikan sampai ketangan konsumen tepat pada waktu yang disepakati dan juga mampu terjual sesuai dengan target yang diharapkan (Pasamangi 2020)
Agar investasi atau bisnis yang akan dijalankan dapat berhasil, maka perlu melakukan strategi bersaing yang tepat. Menurut Rangkuti (2016), strategi bersaing yaitu dengan menentukan segmentasi pasar (segmentation), menetapkan pasar sasaran (targeting), dan menentukan posisi pasar (positioning).
a. Segmentasi pasar (market segmentation) artinya mengidentifikasi dan membentuk kelompok pembeli atau konsumen secara terpisah yang mungkin memerlukan produk atau marketing mix yang berbeda pula.
b. Pasar sasaran (market targeting) artinya memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki.
c. Posisi pasar (positioning) artinya penetapan posisi pasar untuk membangun dan mengomunikasikan keunggulan bersaing produk yang ada di pasar ke dalam benak konsumen.
16
Hal yang perlu diselaraskan setelah strategi bersaing dengan kegiatan pemasaran lainnya yaitu strategi bauran pemasaran (marketing mix). Strategi bauran pemasaran terdiri dari strategi produk, strategi harga, strategi lokasi dan distribusi, dan strategi promosi.
a. Produk menurut Kotler dan Keller (2016) adalah sesuatu yang dapat ditawarkan ke pasar untuk mendapatkan perhatian untuk dibeli, untuk digunakan atau konsumsi yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan.
b. Harga adalah sejumlah uang yang diserahkan dalam pertukaran untuk mendapatkan suatu barang atau jasa (Kasmir dan Jakfar 2014). Salah satu metode penetapan harga yaitu mark up pricing. Penetapan harga mark up adalah biaya pembelian produk dari produsen ditambah sejumlah keuntungan yang diinginkan.
c. Lokasi dan distribusi ditentukan agar konsumen mudah menjangkau setiap lokasi yang ada serta mendistribusikan barang atau jasa. Strategi distribusi digunakan untuk menentukan bagaimana mencapai target pasar dan bagaimana untuk menyelenggarakan fungsi distribusi yang berbeda-beda.
d. Promosi merupakan upaya perusahaan untuk menginformasikan segala jenis produk yang ditawarkan dan berusaha menarik calon konsumen yang baru
2. Aspek produksi
Aspek produksi merupakan aspek yang menyangkut hal-hal yang berkaitan dengan teknis/operasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam aspek ini adalah masalah penentuan lokasi, rencana kapasitas produksi, peralatan produksi, dan proses produksinya termasuk pemilihan teknologi. Dengan demikian, analisis dari aspek produksi atau operasi adalah untuk menilai ketepatan terkait teknis atau operasi dalam menghasilkan produk (Sugiyanto et al. 2020)
3. Aspek kolaborasi
Kolaborasi merupakan kerja bersama (working together) untuk mencapai tujuan sebagaimana yang diinginkan individu, kelompok, lembaga, atau organisasi untuk menghasilkan suatu keluaran yang bermakna dan
17
berkelanjutan. Dalam kolaborasi terjadi suatu relasi antar organisasi dan dengan relasi tersebut akan tercipta kerjasama (Raharja dalam Aini 2021).
4. Aspek Finansial
Analisis finansial bertujuan untuk mengetahui perkiraan dalam pendanaan dan aliran kas, sehingga dapat diketahui layak atau tidaknya bisnis yang dijalankan. Studi kelayakan aspek finansial (keuangan) merupakan faktor yang menentukan. Kelayakan usaha dapat melihat kelayakan dari suatu gagasan yang berasal dari pengusaha secara individu. Kegiatan usaha pada umumnya mengutamakan financial benefit daripada sosial benefit. Terdapat berbagai teknik analisis kelayakan usaha yang dapat digunakan, antara lain : B/C, R/C, Net Present Value (NPV), Internal Rate Of Return (IRR), Net B/C, dan Break Event Point (BEP) unit (Suratman dalam Munandar 2018).
Menurut Kasmir dan Jakfar (2014), aspek keuangan atau finansial merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan perusahaan secara keseluruhan. Penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti:
sumber-sumber dana yang diperoleh, kebutuhan biaya investasi, estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi, proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode ke depan, kriteria penilaian investasi, dan rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.
a. Biaya investasi
Menurut Nurmalina et al. (2014), biaya investasi merupakan biaya yang biasanya dikeluarkan pada awal kegiatan bisnis dan pada saat tertentu untuk memperoleh manfaat jangka panjang.
b. Biaya variabel
Biaya variabel adalah biaya yang besar kecilnya selaras dengan perkembangan produksi atau penjualan setiap tahun (Nurmalina et al.
2014).
18 c. Biaya tetap
Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tidak terpengaruh oleh perkembangan jumlah produksi atau penjualan dalam satu tahun (Nurmalina et al. 2014).
d. Biaya Total (TC)
Total cost (TC) merupakan total keseluruhan biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produk. Komponen-komponen biaya yang dihitung yaitu total variabel cost (TVC) dan total fix cost (TFC). Total cost (TC) dapat dihitung menggunakan rumus :
TC = TFC + TVC Keterangan :
TC = Biaya total (Rp) TFC = Biaya tetap total (Rp) TVC = Total Biaya Variabel e. Penerimaan Total (TR)
Total revenue (TR) merupakan total keseluruhan pendapatan yang diterima oleh perusahaan dalam menjalankan usaha. Total revenue dapat dihitung menggunakan rumus berikut :
TR = P x Q Keterangan :
TR = Penerimaan total (Rp) P = Harga Jual (Rp)
Q = Jumlah output atau produk yang dihasilkan f. Harga Jual Produk
Penetapan harga dengan markup yaitu metode penetapan harga dengan cara menambahkan proporsi markup pada total biayanya (Kotler dan Keller 2016)
Harga dengan markup =
19 g. Pendapatan Total
Untuk menghitung jumlah pendapatan maka digunakan rumus sebagai berikut :
Π = TR – TC Keterangan :
π = Total Pendapatan/Keuntungan TR = Total Revenue/Penerimaan TC = Total Cost/Biaya yang dikeluarkan h. Analisis Revenue/Cost (R/C)
Analisis Revenue Cost Ratio merupakan analisis yang melihat perbandingan antara penerimaan dan pengeluaran. Tujuannya adalah untuk mengetahui layak atau tidak usahatani itu dilaksanakan (Nugroho dan Mas’ud 2021), didapatkan dengan rumus :
R/C =
Jika R/C = 1 maka dikatakan bahwa proyek yang akan dilaksanakan mencapai titik impas, jika R/C > 1, maka dikatakan bahwa penerimaan dari proyek tersebut lebih besar daripada pengorbanan yang dikeluarkan.
Sehingga proyek tersebut dapat diterima atau layak. Sebaliknya jika R/C
<1 maka dikatakan bahwa penerimaan dari proyek tersebut lebih kecil daripada pengorbanannya atau proyek tersebut tidak layak.
19
Kajian Empiris Tabel 2 Penelitian Terdahulu No Judul Penelitian Nama Jurnal Metode Analisis
Data Pembahasan
1. Pendapatan Dan Nilai Tambah Pengolahan Ubi Jalar Ungu Di UD. Ganesha Kecamatan Pacet Kabupaten Mojokerto (Peneliti : Novia Anggraeni, Slamet Subari)
Jurnal Agriscience Volume 1 Nomor 2 November 2020 http://journal.trunojoyo.ac.id /agriscience
Metode yang digunakan yaitu analisis R/C Ratio dan perhitungan nilai tambah Hayami. Teknik pengumpulan data yang
digunakan yaitu
wawancara secara mendalam berdasarkan panduan kuesioner kepada pemilik home industry
“Ganesha”.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan dan nilai tambah dari pengolahan Ubi Ungu di UD Ganesha.
Hasil menunjukkan bahwa pendapatan untuk produk keripik ubi ungu yaitu sebesar Rp. 31.047.906, sedangkan untuk produk opak ubi ungu yaitu sebesar Rp20.788.311 tiap bulan. R/C ratio menunjukkan bahwa usaha menguntungkan dan layak dijalankan dengan keuntungan opak ubi ungu lebih tinggi dibandingkan yang diolah menjadi keripik. Hasil analisis nilai tambah menunjukkan bahwa pengolahan ubi jalar memberi nilai tambah dengan nilai tambah terbesar yaitu yang diolah menjadi opak ubi.
2. Analisis Perencanaan Bisnis Pengolahan Buah Naga Menjadi Produk Mibuga Pada PT Trisna Naga Asih Kabupaten Subang (Peneliti : Doni Sahat Tua Manalu dan Ninda Aulina)
Jurnal Hexagro. Vol. 5. No.
2 2021 https://e-
journal.unper.ac.id/index.ph p/hexagro/article/view/791/6 26
Metode yang digunakan adalah matriks IE dan studi kelayakan bisnis pada aspek finansial dan non finansial
Tujuan penelitian ini adalah untuk merumuskan dan mengkaji ide perencanaan bisnis baru berupa produk mi buah naga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang digunakan oleh perusahaan adalah strategi WO.
Berdasarkan analisis non finansial dan finansial ide perencanaan bisnis pengolahan buah naga menjadi Produk Mibuga pada PT Trisna Naga Asih Kabupaten Subang layak dijalankan.
3. Analisis Kelayakan Finansial Upaya Meningkatkan Pendapatan Produsen Stroberi Selama Pandemi Covid 19 Di Magelang Jawa Tengah ( Peneliti : Prima Gandhi, Wawan Oktariza, Muhammad Kahfi, Annisa Rizky)
Journal Of Management Small And Medium Entreprises (Sme’s), Vol 15, No. 2, July 2022,
https://media.neliti.com/med ia/publications/436376- none-3e681429.pdf
Metode yang digunakan yaitu analisis kelayakan finansial untuk mengetahui layak atau tidaknya usaha untuk dijalankan
Tujuan penelitian tersebut adalah untuk mengetahui kelayakan usaha stroberi menggunakan sistem pola tanam yang diterapkan dan pengolahan selai stroberi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha selai stroberi lebih layak dijalankan dan dapat menambah pendapatan perusahaan
4 Analisis Studi Kelayakan Bisnis Pengembangan Produk
Jurnal AKRAB JUARA Volume 7 Nomor 1 Edisi
Metode yang digunakan dalam penelitian ini
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan bisnis olahan beku (frozen food) untuk produk baru
20
Olahan Pangan Beku Siomay Pada UMKM Indomitra Cipta Pangan (Peneliti : Isroni, Rudianto)
Februari 2022
https://akrabjuara.com/index .php/akrabjuara/article/view/
1776/1572
adalah metode deskriptif menggunakan studi kelayakan bisnis aspek finansial
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan bisnis merekomendasikan layak untuk dijalankan. Secara non finansial usaha layak dijalankan. Secara finansial layak dijalankan
5 Strategi Pengembangan Produk Guna Meningkatkan Penjualan (Studi Pada CV.
Kajeye Food, Blimbing - Malang) (Peneliti : Lina Karlinda Sari, Sri - Nuringwahyu, Ratna Nikin Hardati
Jurnal Administrasi Niaga/Bisnis Vol. 7 No. 3 Tahun 2018
http://riset.unisma.ac.id/inde x.php/jiagabi/article/view/27 45
Penelitian ini
menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.
Teknik yang dilakukan adalah dengan melakukan observasi, wawancara serta dokumentasi.
Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi pengembangan produk agar dapat meningkatkan penjualan pada CV. KAJEYE FOOD Blimbing Kota Malang. Hasil penelitian menunjukan bahwa CV. KAJEYE FOOD melakukan strategi pengembangan produk dengan menciptakan produk baru dan memodifikasi produk sebelumnya untuk meningkatkan penjualan. Strategi pengembangan produk yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk menarik konsumen baru melalui produk baru, hal ini juga sekaligus sebagai perantara perusahaan untuk memperkenalkan produk lama pada konsumen baru, sehingga perusahaan dapat meningkatkan lebih banyak penjualan produknya. Melalui strategi pengembangan produk, CV. KAJEYE FOOD selalu berupaya untuk meningkatkan penjualannya dengan cara membangun, mempertahankan, serta memanen pangsa pasar untuk memperkenalkan produk baru maupun produk lamanya.
6 Pendirian Unit Bisnis Selai Stroberi Pada Soga Farm Indonesia Kabupaten Magelang (Peneliti : Annisa Rizky Nur Aini)
Laporan Akhir Kajian Pengembangan Bisnis, 2021 https://ereport.ipb.ac.id/id/ep rint/8240/
Metode yang digunakan adalah analisis SWOT, analisis kelayakan finansial dan nonfinansial
Tujuan penelitian tersebut yaitu merumuskan ide pengembangan bisnis, menganalisis rencana pengembangan bisnis, dan mengkaji ide pengembangan bisnis secara finansial dan nonfinansial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SOGA Farm Indonesia bisa menjalankan ide bisnis pendirian unit bisnis selai stroberi dengan strategi mengatasi kelemahan dengan peluang yang ada. Ide pengembangan bisnis layak dijalankan secara finansial dan nonfinansial 7 Strategi Pengembangan Usaha
CV. Steba Advertising
Semarang dalam
Meningkatkan Pendapatan
Jurnal Manajemen Vol, 3 No. 3 Tahun 2017
http://jurnal.unpand.ac.id/ind
Metode kualitatif dimana pengumpulan data dilakukan dengan teknik kuesioner, observasi,
Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil SWOT strategi untuk mengembangkan usaha CV. Steba Advertising Semarang adalah menambah modal, mempertahankan dan meningkatkan kualitas produk,
21
(Peneliti: Wayan Wijaya, Yulianeu, Tsalis Syaifuddin, Heru Sri Wulan)
ex.php/MS/article/viewFile/
651/632
wawancara dan studi pustaka. Analisis yang digunakan adalah analisis SWOT.
meningkatkan konsumen potensial, memanfaatkan fasilitas pemerintah, serta menciptakan inovasi produk.
8 Penerapan Strategi Pemasaran Melalui Pendekatan Pengembangan Produk Guna Meningkatkan Volume Penjualan Pada CV. Silvi MN Paradila Parengan Lamongan (Peneliti : Hery Suprapto)
Jurnal Penelitian Ilmu Manajemen Volume 4 No. 2, Juni 2019
https://jurnalekonomi.unisla.
ac.id/index.php/jpim/article/
download/252/240
Metode penelitian yang digunakan merupakan langkah-langkah dari uji
analisis SWOT,
diantaranya dengan menggunakan analisis IFAS (Internal Factors Analysis Summary), EFAS (External Factors Analysis Summary) dan Matriks SWOT
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah strategi pemasaran melalui pendekatan pengembangan produk yang dilakukan oleh perusahaan telah sesuai dan berhasil meningkatkan volume penjualan. Hasil dari Analisis SWOT yang dilakukan terhadap CV. Silvi MN Paradila menunjukkan bahwa perusahaan berada pada posisi kuadran I, yakni kekuatan yang dimiliki mampu mengatasi kelemahan dimiliki, serta peluang yang dimiliki perusahaan lebih banyak daripada ancaman yang dimiliki
9 Strategi pengembangan bisnis buah naga pada PT TRISNA
NAGA ASIH, Subang
(Peneliti : Uding Sastrawan dan Farah Zetira Rachim)
Jurnal Sosial dan Ekonomi Pertanian, 2019
https://jurnalfp.uisu.ac.id/ind ex.php/sep/article/view/39/1 9
Metode yang digunakan menggunakan analisis SWOT matriks IE dan QSPM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi alternatif dalam pengembangan bisnis buah naga. Hasil perhitungan nilai rating dan bobot faktor internal dari strategi pengembangan bisnis buah naga pada PT Trisna Naga Asih dengan matriks IE menempatkan perusahaan pada sel ke V menunjukan berada pada kondisi strategi pertahankan dan pelihara. Berdasarkan kondisi tersebut perusahaan memiliki dua strategi yang dapat digunakan yaitu penetrasi pasar dan pengembangan produk.
10 Analisis Kelayakan Usaha Pengolahan Ikan Pada Industri Kecil Casheila Banjarbaru (Peneliti : Illya Yudha Maharani, Firda Nosita dan Asruni)
Jurnal Ilmiah Ekonomi Bisnis Jilid 4 Nomor 3 2018 http://ejurnal.stiepancasetia.a c.id/index.php/jieb
Metode yang digunakan adalah deskripsi kualitatif
dan kuantitatif
menggunakan studi kelayakan aspek non finansial dan finansial meliputi NPV, IRR, PP, indeks keuntungan
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kelayakan pengembangan usaha industri kecil casheila dari aspek finansial dan non finansial serta menganalisis sentivitas perusahaan terhadap perubahan kenaikan bahan baku dan penurunan produksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usaha layak dijalankan secara finansial dan non finansial
11 Pengaruh Promosi Dan Pengembangan Produk Terhadap Peningkatan Hasil
Jurnal Ilmiah Prodi Manajemen
,Vol.1,No.3,Oktober 2018 ,
Metode yang digunakan yaitu explanatory research dan analisis inferensian.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keterhubunganan antara kegiatan promosi dan pengembangan produk terhadap peningkatan hasil penjualan pada PT.Baja Perkasa. Hasil
22
Penjualan (Studi PT. Baja Perkasa Jakarta) (Peneliti : Jasmani)
Hal (142-157)
http://openjournal.unpam.ac.
id/index.php/smk/article/vie w/2256/1851
Jenis analisis yang dipakai menggunakan
penggabungan kualitatif dan kuantitatif atau Mix Method .
menunjukkan bahwa variabel promosi memiliki hubungan yang positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil penjualan. Variabel Pengembangan produk memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap peningkatan hasil penjualan. Artinya promosi dan pengembangan produk berpengaruh terhadap peningkatan penjualan
12 Strategi Perancangan Model Bisnis Pada Rm. Moro Seger Menggunakan Pendekatan Business Model Canvas (BMC) (peneliti : Liandhini, E., Dellarosawati, M., & El Hadi, R. M. A)
eProceedings of
Engineering, 8(5). 2021 https://openlibrarypublicatio ns.telkomuniversity.ac.id/ind ex.php/engineering/article/vi ew/16720
Metode yang digunakan adalah Business Model Canvas dan Analisis SWOT
Penelitian ini bertujuan merancang strategi model bisnis untuk berkembang dan bersaing. Model bisnis yang digunakan bertujuan untuk mengembangkan dan memperbaiki model yang sudah ada
13 Analisis SWOT dan Business Model Canvas (BMC) Sebagai Solusi dalam Menentukan Strategi Pengembangan Usaha Kuliner (peneliti : Vitria Puri Rahayu, Ratna Fitri Astuti, Mustangin, dan Aisyah Tress Sandy)
Internasional Journal Of Community Service Learning. Volume 6 Nomor 1, 2021.
https://ejournal.undiksha.ac.i d/index.php/IJCSL/article/vi ew/40965/21932
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis SWOT dan BMC
Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis SWOT dapat digunakan sebagai solusi untuk meminimalisir kelemahan dan ancaman yang dihadapi dengan mengoptimalkan kelebihan dan peluang yang dimiliki. BMC dapat digunakan pemilik usaha untuk merencanakan ide baru sehingga usaha dapat dipertahankan bahkan dikembangkan