• Tidak ada hasil yang ditemukan

Matriks Posisi Usaha dan Pilihan Srategi Umum

0,26 Sumber: Data Primer yang diolah, 2015

3.2.2.1.3 Matriks Posisi Usaha dan Pilihan Srategi Umum

Berdasarkan data yang telah diperoleh dari hasil analisis pada tabel Matriks Evaluasi Faktor Eksternal dan Matriks Evaluasi Faktor Internal. Langkah selanjutnya dalah memetakan hasil yang diperoleh pada Matriks Posisi Usaha dengan cara sebagai berikut :

1) Sumbu horizontal (x) menunjukkan kekuatan dan kelemahan, sedangkan sumbu vertikal (y) menunjukkan peluang dan ancaman.

3) Kalau peluang lebih besar daripada ancaman maka nilai y>0 dan sebaliknya ancaman lebih besar daripada peluang maka nilai y<0

4) Kalau kekuatan lebih besar daripada kelemahan maka nilai x>0 dan sebaliknya kelemahan lebih besar dari pada kekuatan maka nilai x<0. Berdasarkan tabel EFAS dan IFAS yang telah dijelaskan sebelumnya, maka diperoleh bahwa peluang lebih besar dari pada ancaman (1,046>0,476) dan kekuatan lebih besar pula dari kelemahan (0,88>0,62). Maka dengan demikian, dapat diperoleh posisi CUTE Butik dalam diagram SWOT sebagai berikut:

Gambar 4.3

Diagram Analisis SWOT CUTE Butik

Kuadran III Strategi Turn Around Kuadran I Strategi Agresif Kuadran IV Strategi Defensif Kuadran II Strategi Diversifikasi

Sumber: Hasil penelitian (2015)

Berdasarkan diagram di atas yaitu, selisih dari faktor internal yaitu Strenght

Weakness bernilai positif (0,87-0,50 = 0,37), begitu juga dengan selisih faktor

Kekuatan 0,88 Kelemahan 0,62

Ancaman 0,476 Peluang 1,046

57 eksternal yaitu Opportunity– Treaths bernilai positif (1,04-0,47 = 0,57). Hal ini merupakan situasi yang menguntungkan, dimana Usaha CUTE Butik memiliki kekuatan dan dapat memanfaatkan peluang yang ada.Strategi yang harus diterapkan untuk pengembangan usaha CUTE Butik adalah dengan mendukung kebijakan pertumbuhan yang agresif (Growth Oriented Strategy), dimana CUTE Butik memiliki peluang dan kekuatan sehingga dapat memanfaatkan peluang yang ada. Langkah berikutnya adalah menyusun matriks analisis lingkungan strategi untuk menganalisis hubungan interaksi antara lingkungan eksternal dan lingkungan internal usaha.

4.2.2.1.4 Matriks SWOT

Setelah meihat faktor internal (kekuatan dan kelemahan) dan eksternal (ancaman) yang dimiliki CUTE Butik yang kemudian posisi CUTE Butik dalam persaingan ditentukan, maka dari hasil yang diperoleh dapat disusun matriks SWOT untuk menghasilkan alternatif strategi yang disarankan kepada CUTE Butik. Matriks ini menghasilkan 4 alternatif strategi yang kemudian dapat dijabarkan lebih rinci. Adapun keempat strategi tersebut yaitu strategi SO, ST, WO dan WT. Berikut merupakan matriks SWOT berdasarkan internal dan eksterna CUTE Butik.

Tabel 4.5

MATRIKS SWOT CUTE Butik

EFAS

Kekuatan (Strengths = S) Kelemahan (Weaknesses = W)

1. Harga produk yang ditawarkan lebih bervariasi serta lebih murah daripada pesaing di pasar Petisah.

2. Menggunakan Modal sendiri.

3. Mengarahkan karyawan untuk selalu

memberikan pelayanan yang

memuaskan pelanggan.

4. Sebelum membeli pakaian, calon pembeli dipersilahkan mencoba barang dimana pesaing tidak melakukan hal tersebut.

5. Karyawan memiliki disiplin dan etos kerja yang baik.

1. Ukuran toko yang masih kecil serta tidak milik sendiri.

2. Lokasi yang kurang strategis di daerah Pasar Petisah. 3. Hanya mempekerjakan 1

orang karyawan.

4. pembukuan yang masih sederhana.

5. Belum memiliki sarana prasarana atau fasilitas dalam menjalankan usaha.

Peluang (Opportunities = O) Strategi Peluang + Kekuatan (O+S) Strategi Peluang +Kelemahan (O+W)

1. Masyarakat yang semakin

memperhatikan gaya

berpakaian atau fashion. 2. Peluang untuk memperluas

pangsa pasar yang masih terbuka luas.

3. Membuka cabang di Kota Medan.

1. Selalu menyediakan produk fashion yang terbaru atau ter update.

2. Mempertahankan harga produk import yang lebih murah, sehingga memicu konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

3. Melakukan promosi yang lebih gencar lagi dengan memanfaatkan media sosial. 4. Memantau kinerja karyawan serta

mengarahkan karyawan untuk

memberikan pelayanan terbaik.

1. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil

namun tetap menarik

perhatian pelanggan. 2. Menggunakan media sosial

untuk memberitahukan

pelanggan lokasi CUTE Butik sehingga pelanggan mudah untuk mengunjungi CUTE Butik.

3. Membuat pembukuan yang profesional.

Ancaman (Threats = T) Strategi Ancaman+Kekuatan (T+S) Strategi Ancaman+Kelemahan (T+W)

1. Tingkat persaingan tinggi. 2. Ukuran toko yang lebih

besar dan sudah milik sendiri.

3. Tingkat permintaan pasar yang tidak menentu.

1. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang dilakukan pesaing.

2. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan.

3. Memberikan harga khusus kepada konsumen pada saat tingkat permintaan menurun.

1. Memaksimalkan

penggunaan media sosial sehingga mampu merebut pelanggan potensial dan mampu bersaing dengan pesaing

2. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang diberikan pesaing.

3. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil

namun tetap menarik

perhatian pelanggan. Sumber: Data Primer yang diolah, 2015

59 Berdasarkan tabel diatas, maka strategi pengembangan usaha yang dapat dilakukan CUTE Butik adalah sebagai berikut:

1. Strategi SO

a. Selalu menyediakan produk fashion yang terbaru atau ter update. Walaupun produk yang ada di CUTE Butik sudah tergolong produk yang baru, namun CUTE Butik perlu meningkatkan produk yang lebih baru lagi dalam setiap hari nya. Melihat kondisi produk CUTE Butik yang semakin update, CUTE Butik mampu bersaing dan mempertahankan usahanya dibandingkan dengan pesaingnya yang sejenis.

b. Mempertahankan harga produk impor yang lebih murah, sehingga ketika membuka cabang di kota Medan, para pelanggan tetap mencari CUTE Butik karena harga produk yang ditawarkan lebih murah. Dengan harga produk impor yang lebih murah jika dibandingkan dengan pesaing, konsumen akan lebih sering melakukan pembelian produk impor di CUTE Butik. Untuk mempertahankan pelanggan tersebut, CUTE Butik perlu untuk mempertahankan harga produk impor yang lebih murah.

c. Melakukan promosi yang lebih gencar lagi dengan menggunakan media sosial.

Masyarakat zaman sekarang sangat gencar dalam menggunakan media sosial.Sehingga media sosial menjadi salah satu alat promosi yang efektif. Oleh Karena itu, CUTE Butik perlu memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk mempromosikan usahanya.

d. Melakukan rekrutmen karyawan yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

Karyawan menjadi salah satu kunci yang mampu menunjukkan kualitas pelayanan suatu usaha, oleh karena itu, sebelum mempekerjakan seorang karyawan, CUTE Butik perlu memperhatikan kemampuan calon karyawan terutama kemampuan dalam melayani pengunjung atau konsumen.

e. Mempertahankan kekunggulan yang dimiliki seperti dilihat dari sisi harga serta pelayanan sehingga jika ingin membuka cabang konsumen akan tetap mencari CUTE Butik.

Seperrti yang telah dijabarkan sebelumnya bahwa dalam menjalankan bisnisnya, CUTE Butik selalu memberikan pelayanan yang baik seperti memberikan aqua gelas kepada pembeli, mempersilahkan untuk duduk, mempersilahkan untuk mencoba sebelum membeli, dan pelayanan lain dimana pesaing belum tentu melakukan pelayanan tersebut. Selain itu, harga yang ditawarkan juga yang lebih terjangkau daripada harga pesaing.

2. Strategi WO

a. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan

Toko yang kecil adalah salah satu kelemahan CUTE Butik.Oleh karena itu, untuk mensiasati kelemahan ini CUTE Butik perlu mendesain toko untuk lebih menarik lagi, sehingga ukuran toko yang kecil tidak lagi sebuah masalah besar.

61 b. Menggunakan media sosial untuk memberitahukan pelanggan lokasi

CUTE Butik sehingga pelanggan mudah untuk mengunjungi CUTE Butik

Karena lokasi CUTE Butik yang tidak mudah untuk dijangkau, maka CUTE Butik perlu memberitahukan masyarakat mengenai lokasi toko melalui media sosial. Sehingga masyarakat bisa mengunjungi CUTE Butik dengan mudah

c. Membuat pembukuan yang profesional

Walaupun CUTE Butik menjalankan usahanya dengan menggunakan modal sendiri, bukan berarti CUTE Butik cukup melakukan pembukuan yang sederhana. CUTE Butik harus melakukan pembukuan yang profesional, sehingga CUTE Butik mampu mengetahui besarnya laba atau rugi.

3. Strategi ST

a. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang dilakukan pesaing.

Setiap manusia senang jika dilayani dengan baik.Oleh karena itu, untuk mampu bersaing dengan pesing, CUTE Butik harus menciptakan layanan yang berbeda dengan pesaing. Misalnya, ketika pesaing tidak memperbolehkan pelanggan untuk mencoba pakaian sebelum melakukan pembelian,CUTE Butik harus melakukan hal yang sebaliknya.

b. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan.

c. Memberikan harga khusus kepada konsumen pada saat tingkat permintaan menurun.

Tingkat permintaan konsumen dipengaruhi oleh kondisi perekonomian atau kondisi keuangan konsumen, sehingga hal yang wajar jika pada awal bulan, tingkat permintaan konsumen CUTE Butik meningkat, sementara pada akhir bulan tingkat permintaan menurun. Oleh karena itu, CUTE Butik perlu memberikan harga khusus kepada konsumen jika permintaan konsumen menurun. Sehingga CUTE Butik harus membuat daftar harga minimum untuk setiap produk, sehingga CUTE Butik tidak akan kesulitan menentukan harga khusus yang akan diberikan kepada konsumen.

4. Strategi WT

a. Memaksimalkan penggunaan media sosial sehingga mampu merebut pelanggan potensial.

Dengan menggunakan media sosial, akan memungkinkan bagi CUTE Butik untuk merebut pelanggan potensial. Pelanggan potensial mungkin akan tertarik dengan melihat produk yang ditampilkan CUTE Butik di media sosial dan menyertakan daftar harga untuk setiap item.

b. Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang diberikan pesaing.

Dengan meningkatkan pelayanan yang tidak diberikan pesaing kepada pelanggan, maka CUTE Butik bisa mendapatkan jumlah pelanggan yang lebih banyak jika dibandingkan dengan pesaing.

63 c. Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap

menarik perhatian pelanggan.

Jika CUTE Butik mampu mendesain toko yang berukuran kecil sehingga tampak lebih menarik jika dibandingkan dengan toko lain yang berukuran besar, maka ukuran toko tidak lagi menjadi sesuatu yang menjadi ancaman bagi CUTE Butik. Mendesain toko agar tampak lebih besar bisa dilakukan misalnya memberikan cermin di dinding toko.

4.3Pembahasan

Berdasarkan analisis pada tabel EFAS (External Factor Analysis Factory), maka diperoleh sub total peluang (opportunity) sebesar 1,046 sementara sub total ancaman (threats) sebesar 0,476. Dengan demikian CUTE Butik memiliki faktor peluang yang lebih besar daripada faktor kelemahan yang dimiliki.CUTE Butik memiliki peluang yang besar untuk menghadapi ancaman yang mungkin datang dari luar usaha, seperti dari pesaing.

Sementara berdasarkan analisis pada tabel IFAS (Internal Factor Analysis

Factory), diperoleh sub total kekuatan (strengths) sebesar 0,88 dan sub total

kelemahan (weaknesses) sebesar 0,62. Dengan demikian, CUTE Butik memiliki faktor kekuatan yang lebih besar daripada faktor kelemahan.CUTE Butik bisa memanfaatkan kekuatan tersebut untuk meminimalisir kelemahan yang dimiliki CUTE Butik.

Berdasarkan analisis pada tabel EFAS dan IFAS, kemudian dapat diperoleh posisi CUTE Butik pada diagram SWOT. Dengan kekuatan CUTE Butik yang lebih besar daripada ancaman yang dimiliki, serta kekuatan yang dimiliki lebih

besar juga dari kelemahan yang dimiliki, maka CUTE Butik diposisikan pada kuadran I pada diagram SWOT. Usaha yang berada di kuadran I mendukung strategi agresif untuk mengembangkan usahanya.Strategi agresif yaitu menggunakan peluang yang dimiliki untuk memanfaatkan kekuatan yang dimiliki CUTE Butik. Dengan menganalisis eksternal dan internal CUTE Butik, maka strategi yang paling dominan untuk diterapkan pada CUTE Butik adalah strategi SO. Dimana berdasarkan tabel matriks SWOT, strategi SO menghasilkan beberapa strategi sebagai berikut:

1. Meningkatkan Pelayanan seperti menyediakan layanan pembayaran non tunai.

2. Mempertahankan harga produk impor yang lebih murah, sehingga memicu konsumen untuk melakukan pembelian ulang.

3. Melakukan promosi yang lebih gencar lagi dengan menggunakan memanfaatkan media sosial.

4. Melakukan rekrutmen karyawan yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen.

5. Mempertahankan kekunggulan yang dimiliki seperti dilihat dari sisi harga serta pelayanan sehingga jika ingin membuka cabang konsumen akan tetap mencari CUTE Butik.

65 BAB V PENUTUP 5.1 KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan pada bab sebelumnya, maka penulis mengambil kesimpulan yaitu :

1. Berdasarkan analisis kombinasi strategi faktor lingkungan eksternal dan lingkungan internal yang kemudian dimetakan pada diagram SWOT CUTE Butik, maka diperoleh bahwa CUTE Butik berada pada kuadran I, dimana strategi yang mendukung untuk kuadran I adalah startegi agresif. 2. Berdasarkan matriks SWOT CUTE Butik sebagai alat untuk merumuskan

alternatif strategi, maka strategi pengembangan usaha yang harus dilakukan oleh CUTE Butik adalah sebagai berikut:

a. Strategi SO

Selalu menyediakan produk fashion yang terbaru atau ter update, mempertahankan harga produk import yang lebih murah, sehingga memicu konsumen untuk melakukan pembelian ulang, melakukan promosi yang lebih gencar lagi dengan menggunakan memanfaatkan media sosial, melakukan rekrutmen karyawan yang mampu memberikan pelayanan yang baik kepada konsumen, dan Mempertahankan kekunggulan yang dimiliki seperti dilihat dari sisi harga serta pelayanan sehingga jika ingin membuka cabang konsumen akan tetap mencari CUTE Butik.

b. Strategi WO

Mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan, menggunakan media sosial untuk memberitahukan pelanggan lokasi CUTE Butik sehingga pelanggan mudah untuk mengunjungi CUTE Butik, membuat pembukuan yang profesional.

c. Strategi ST

Meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang dilakukan pesaing, mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan, memberikan harga khusus kepada konsumen pada saat tingkat permintaan menurun.

d. Strategi WT

Memaksimalkan penggunaan media sosial sehingga mampu merebut pelanggan potensial dan mampu bersaing dengan pesaing, meningkatkan pelayanan yang berbeda daripada pelayanan yang diberikan pesaing, mendesain toko, sehingga meskipun terlihat kecil namun tetap menarik perhatian pelanggan.

5.2 SARAN

Terkait dengan apa yang disimpulkan sebelumnya, maka penulis memberikan beberapa saran untuk pengembangan usaha CUTE Butik sebagai berikut:

1. Berdasarkan kelemahan yang dimiliki CUTE Butik yaitu memiliki ukuran toko yang masih kecil dan sistem pembukuan yang masih sederhana, maka CUTE Butik hendaknya mendesain toko semenarik mungkin, sehingga akan menarik perhatian pengunjung walaupun dengan ukuran toko yang

67 tergolong kecil serta hendaknya melakukan pembukuan secara profesional (secara akuntansi), sehingga dapat diketahui apakah CUTE Butik mendapatkan rugi atau keuntungan.

2. Dengan melihat ancaman yang dimiliki CUTE Butik seperti tingginya tingkat persaingan, maka CUTE Butik harus tetap memperhatikan perkembangan gaya berpakian (fashion) dan hendaknya bisa selangkah lebih cepat daripada pesaing yang lain, sehingga walaupun tingkat persaingan tinggi, CUTE Butik bisa memiliki nilai lebih.

Dokumen terkait