HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
2. Media audio visual dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa
Gambar 4.3 Grafik skor rata-rata minat siswa
Grafik di atas merupakan bukti peningkatan minat yang terjadi pada siswa dalam proses pembelajaran bahasa Indonesia dengan materi membaca puisi. Sehingga dapat dinyatakan apabila penggunaan media audio visual dapat menarik minat siswa dalam mengikuti pembelajaran bahasa Indonesia.
2. Media audio visual dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa
Peran penggunaan media audio visual dalam meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa. Penggunaan media audio visual dalam pembelajaran bahasa Indonesia di SD Negeri Karangkendal I Boyolali dapat meningkatkan keterampilan membca puisi siswa. Karena dengan menggunakan media audio visual yang dibawakan dengan tampilan video siswa akan lebih mudah memahami keterampilan-keterampilan dalam membaca puisi. Volume, intonasi, jeda, penghayatan, dan mimik wajah sang pembaca juga tampak lebih jelas.
Seperti puisi yang dibacakan oleh Dedi Miswar dengan judul tanda-tanda yang memiliki arti keadaan lingkungan yang sekarang rusak dan ingin rasanya untuk kembali ke lingkungan yang lampau. Dalam puisi tersebut raut wajah yang sedih pada pembaca, volume,
jeda, pengucapan terlihat jelas. Dari tayangan video tersebut siswa dapat lebih mudah untuk menguasai keterampilan-keterampilan dalam membaca puisi.
Hasil penelitian peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi di SD N Karangkendal II Boyolali dilakukan dua kali evaluasi untuk mengetahui peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi. Evaluasi dilakukan setelah terjadinya pada proses pembelajaran di siklus I dan siklus II. Berikut ini merupakan hasil evaluasi yang dilakukan oleh peneliti dalam meningkatkan keterampilan siswa dalam membaca puisi dengan menggunakan media audio visual pada siklus I dan siklus II:
Tabel 4.11 Rekapitulasi hasil keterampilan membaca pusi siswa
No. Siswa Keterampilan Membaca
Puisi Kondisi Awal
Keterampilan Membaca Puisi Siklus
I
Keterampilan Membaca Puisi Siklus
II
Skor Ketuntasan Skor Ketuntasan Skor Ketuntasan
Ya Tidak Ya Tidak Ya Tidak
1. 65 √ 75 √ 75 √ 2. 65 √ 70 √ 75 √ 3. 65 √ 65 √ 70 √ 4. 60 √ 70 √ 85 √ 5. 70 √ 75 √ 85 √ 6. 75 √ 85 √ 85 √ 7. 75 √ 75 √ 80 √ 8. 65 √ 65 √ 70 √ 9. 55 √ 65 √ 70 √ 10. 65 √ 80 √ 80 √ 11. 75 √ 75 √ 80 √
12. 75 √ 80 √ 85 √ 13. 75 √ 75 √ 80 √ 14. 65 √ 70 √ 80 √ 15. 65 √ 65 √ 80 √ Jumlah 5 10 8 7 12 3 Rata-rata 67,6 - - 72,6 - - 78,6 - - Presentase - 33,3% 66,6 % - 53,3 % 46,7 % - 80% 20%
Dari hasil rekapitulasi yang dilakukan peneliti dapat dilihat bahwa terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi dengan menggunakan media audio visual di SD N Karangkendal I Boyolali. Peningkatan keterampilan membaca puisi dapat dilihat dari kenaikan rata-rata pada siklus I yang meningkat menjadi 72,6 dari kondisi awal 67,6. Peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi pada siklus I sudah mencapai target yang ditentukan oleh peneliti dengan nilai rata-rata 70 namun belum dapat mencapai target rata-rata pada siklus II dengan nilai 75 yang setara dengan KKM di SD N Karangkendal I Boyolali. Pada pelaksanaan siklus I terdapat 53,3% dari kondisi awal dengan presentase 40% yang mencapi target 70. Hal ini menunjukan adanya peningkatan presentase siswa yang mencapai target.
Pada akhir pelaksanaan siklus II peningkatan keterampilan siswa juga terlihat. Nilai rata-rata siswa di akhir siklus II mengalami peningkatan dari 72,6 pada siklus I menjadi 78,6. Peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi sudah mencapai target yang ditentukan dengan nilai rata-rata 78,6 dan sudah mencapai KKM 75. Pada akhir siklus II terdapat peningkatan presentase siswa yang sudah mencapai KKM 75. Terdapat 80% siswa yang mencapai KKM 75 pada materi membaca puisi yang pada kondisi awal hanya terdapat 40% siswa yang mencapai KKM tersebut.
Hasil evaluai dengan lembar observasi pada siklus I dapat diketahui bahwa nilai tertinggi yang diperoleh siswa adalah 85 dan nilai terendah adalah 65. Pada siklus II nilai tertinggi mencapai 85 dan terendah adalah 7. Hal tersebut menunjukan keterampilan siswa dalam membaca puisi meningkat dengan penggunaan media audio visual.
Dalam pelaksanaan tindakan siklus I dan siklus II terdapat beberapa siswa yang tidak mengalami peningkatan pretasi namun juga tidak mengalami penurunan prestasi. Akan tetapi secara keseluruhan terjadi peningkatan rata-rata nilai dengan KKM 75. Siswa yang memperoleh nilai yang sama pada siklus I dan siklus II, yaitu siswa dengan nomor 1, 6, dan 10. Siswa ini sudah memperhatikan video yang disajikan oleh guru dengan sungguh-sungguh akan tetapi kurang aktif dalam menanyakan materi yang belum dipahami dan kurang memiliki keberanian dalam membacakan hasil pekerjaanya di depan kelas.
Berdasarkan evaluasi yang dilakukan dengan menggunakan lembar observasi kebanyakan siswa mengalami peningkatan. Akan tetapi masih terdapat beberapa siswa yang belum mencapai KKM 75, yaitu siswa nomor 3, 8, dan 9. Dari hasil analisis data peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi dari kondisi awal, siklus I, dan siklus II menunjukan adanya peningkatan. Melalui data tersebut dapat disimpulakan bahwa peningkatan keterampilan siswa dalam membaca puisi kelas V di SD N Karangkendal I Boyolali dengan menggunakan media audio visual dapat meningkat. Peningkatan keterampilan membaca puisi dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut.
Tabel 4.12 Peningkatan keterampilan membaca puisi kondisi awal, siklus I dan siklus II
Keterampilan Membaca Puisi
Kondisi Awal Siklus I Siklus II
Nilai rata-rata 67,6 72,6 78,6
Persentase siswa
yang mencapai
KKM 75
33,3% 53,3% 80%
Peningkatan Nilai Rata-rata Keterampilan Membaca Puisi Siswa
60 65 70 75 80
Kondisi Awal Akhir siklus I Akhir siklus II
Kondisi Awal Target siklus I Siklus I Target siklus II Siklus II
Gambar 4.4 Grafik Peningkatan Nilai Rata-rata Keterampilan Membaca Puisi
Berdasarkan grafik nilai rata-rata keterampilan membaca puisi siswa, dapat dilihat terjadi peningkatan dari kondisi awal hingga kondisi akhir (siklus II) dan mencapai target yang diharapkan peneliti.
Peningkatan Jumlah Siswa yang Mencapai KKM 75 (dalam%) 0 20 40 60 80 100
Kondisi Awal Akhir Siklus I Akhir Siklus II Kondisi awal Target siklus I Siklus I Target siklus II Siklus II
Gambar 4.5 Grafik Peningkatan Nilai Siswa yang Mencapai KKM (%) Dari grafik persentase peningkatan siswa yang mencapai KKM terlihat adanya peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM. Dari kondisi awal hanya terdapat 33,3% siswa yang mencapai KKM menjadi 53,3% pada siklus I dan di siklus II mencapai 80%. Hal ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan persentase siswa yang mencapai KKM di setiap siklusnya.
Tabel 4.13 Keberhasilan pelaksanaan penelitian
Peubah Indikator Keberhasilan Kondisi Awal Target Siklus I Akhir Siklus I Target Siklus II Akhir Siklus II Keterangan Minat Rata-rata kuesioner seluruh siswa 49,4 53 53 53 54,1 Tercapai Keterampilan Membaca Puisi Rata-rata lembar pengamatan 67,6 70 72,6 75 78,6 Tercapai Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 33,3% 50% 53,3% 60% 80% Tercapai
Jadi dari hasil pembahasaan dan tabel keberhasilan pelaksanaan penelitian dapat kita ketahui bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dan keterampilan membaca puisi siswa SD N Karangkendal I Boyolali tahun pelajaran 2015/2016.
87 BAB V PENUTUP
Dalam bab V peneliti akan menguraikan dua hal, yaitu (A) Kesimpulan, (B) Keterbatasan Penelitian, (C) Saran. Hal tersebut akan diuraikan sebagai berikut.
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan penelitian data nilai keterampilan membaca puisi didukung dengan instrumen kuesioner minat dan observasi keterampilan membaca puisi. Dapat disimpulkan bahwa, pembelajaran dengan penggunaan media audio visual dapat meningkatkan minat dan keterampilan membaca puisi siswa SD N Karangkendal I Boyolali tahun pelajaran 2015/ 2016.
Peningkatan minat siswa yang terjadi terhadap pembelajaran bahasa Indonesia dapat dilihat dari data peningkatan minat siswa. Data peningkatan minat siswa diperoleh peneliti di akhir tindakan siklus I dan siklus II. Pada siklus I kondisi awal minat siswa terhadap pelajaran bahasa Indonesia 49,4 (minat sedang) menjadi 53 (minat tinggi) pada akhir pembelajaran di siklus I. Pada akhir siklus II diperoleh data minat siswa yang meningkat menjadi 54,1 (minat tinggi). Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan rata-rata minat siswa sebesar 4,7 dari kondisi awal hingga akhir siklus II. Peningkatan yang terjadi diperoleh peneliti dengan cara membandingkan minat pada kondisi awal dan minat pada akhir siklus II.
Data peningakatan keterampilan siswa dalam membaca puisi dapat dilihat dari lembar observasi keterampilan membaca puisi siswa. Pada lembar observasi diketahui nilai rata-rata yang diperoleh siswa. Rata-rata nilai pada kondisi awal sebelum digunakan media audio visual dalam pembelajaran ialah 67,6 dan pada siklus I terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa menjadi 72,6. Hal tersebut menunjukan adanya peningkatan keterampilan siswa membaca puisi dengan penggunaan media audio visual sebesar 5 angka. Peningkatan keterampilan membaca puisi diperoleh dari perbandingan nilai rata-rata siswa di kondisi awal
dengan nilai rata-rata pada siklus I. Pada siklus II nilai rata-rata keterampilan membaca puisi siswa meningkat menjadi 78,6, hal itu menunjukkan peningkatan sebesar 5 angka dari siklus I. Dari data perolehan rata-rata nilai keterampilan siswa dalam membaca puisi dapat disimpulkan dengan penggunaan media audio visual dapat meningkatkan keterampilan membaca puisi siswa SD N Karangkendal I Boyolali.
Peningkatan yang terjadi bukan hanya dalam minat dan keterampilan membaca puisi siswa, akan tetapi presentase siswa yang mencapai KKM 75 juga mengalami peningkatan. Kondisi awal persentase siswa yang mencapai KKM terdapat 5 siswa yang mencapai KKM (33,3%) dan 10 siswa yang belum mencapai KKM (66,6%). Pada siklus I terdapat sebanyak 8 siswa yang mencapai KKM (53,3%) dan sebanyak 7 siswa yang belum mencapai KKM (46,7%) peningkatan yang terjadi sebesar 20%. Pada siklus II terdapat sebanyak 12 siswa yang mencapai KKM (80%) dan sebanyak 3 siswa uyang belum mencapai KKM (20%), hal ini menunjukan bahwa ada peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM sebesar 26,7%.