LANDASAN TEORI
D. Teori-teori Yang Relevan
Peneliti menemukan beberapa penelitian yang terdapat kaitanya dengan minat, keterampilan dan media audio visual. Penelitian tersebut dilakukan oleh Ana, Gigih, dan Wawan.
1. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Ana (2010).
Penelitian ini dilakukan oleh Ana dengan judul Peningkatan Keterampilan Menyimak Cerita Dengan Menggunakan Media Audiovisual Kelas V SD. Penelitian yang dilakukan Ana Istihanah meneliti mengenai peningkatan keterampilan menyimak cerita menggunakan metode audio visual kelas V SD N Manukan Kulon Surabaya. Hasil penelitian yang dilakukan sebagai berikut, berdasarkan observasi oleh peneliti menunjukan hasil keterampilan menyimak siswa kelas V masih sangat minim. Sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam menentukan tema untuk kemudian menuliskan kembali cerita dengan bahasa mereka sendiri. Faktor tersebut disebabkan karena dalam proses belajar mengajar guru tidak menggunakan media pembelajaran.
Dalam pemberian materi guru hanya membacakan cerita teks rakyat seperti biasa untuk kemudian memberikan tugas terhadap siswa. Oleh karena itu peneliti menggunakan media audio visual. Penelitian ini merupakan PTK yang menggunakan dua siklus, masing-masing siklus tersusun melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data ialah teknik observasi atau pengamatan peneliti terhadap kelas yang diamati.
Hasil penelitian menunjukan bahwa siklus I hasil belajar siswa mengalami peningkatan menjadi 71,8% dan siklus II menjadi 88,3%. Sementara itu ketuntasan dalam keterampilan menyimak siswa sudah meningkat dengan menggunakan media audio visual. Kendala yang dihadapi oleh guru ialah suasana kelas yang kurang kondusif, pengelolaan waktu, dan siswa kurang aktif. Dari peningkatan siklus I dan siklus II dapat disimpulkan bahwa penggunaan media audio visual dapat meningkatkan
keterampilan menyimak siswa kelas V SD N Manukan kulon II/ 499 Surabaya.
Berdasarkan teori Ana memberikan suatu gambaran terhadap peneliti untuk menggunakan media audio visual dalam mengembangkan keterampilan membaca puisi siswa kelas V di SD N Karangkendal I Boyolali.
2. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Gigih (2014).
Penelitian Tindakan Kelas ini dilakukan oleh Gigih dengan judul
“Peningkatan Minat Dan Keterampilan Menyimak Menggunakan Media
Audio Visual Siswa SD N Selomulyo”. Penelitian ini meneliti mengenai peningkatan minat dan keterampilan menyimak siswa kelas III di SD N Selomulyo. Hasil penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut, berdasarkan observasi oleh peneliti menunjukan hasil keterampilan menyimak siswa kelas III di SD N Selomulyo masih sangat minim. Sebagian besar proses pembelajaran yang dilakukan masih berpusat pada gurudan masih terlihat satu arah. Minat siswa dalam mengikuti pembelajaran masih sangat kurang dikarenakan siswa kurang memperhatikan penjelasan yang diberikan oleh guru. Faktor tersebut disebabkan karena dalam proses belajar mengajar guru tidak menggunakan media pembelajaran.
Dalam pemberian materi guru hanya membacakan cerita teks rakyat seperti biasa untuk kemudian memberikan tugas terhadap siswa. Oleh karena itu peneliti menggunakan media audio visual. Penelitian ini merupakan PTK yang menggunakan dua siklus, masing-masing siklus tersusun melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tehnik yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data ialah tehnik observasi atau pengamatan peneliti terhadap kelas yang diamati.
Dari hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti terdapat sebanyak 5.5% (2 siswa) yang memiliki minat belajar rendah dan 75.1% (27 siswa) yang memiliki minat sedang. Terdapat 19.4% (7 siswa) yang memiliki minat yang tinggi. Dalam keterampilan menyimak terdapat 36 siswa di
kelas III. Dari hasil wawancara peneliti memperoleh data, dari 36 siswa terdapat 58.33% (21 siswa) yang mendapat nilai di bawah KKM 71, dan hanya terdapat 41.67% (15 siswa) yang mencapai KKM.
Hasil penelitian dengan menggunakan media audio visual menunjukan bahwa siklus I minat dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan sebesar 18.85%. Pada siklus II dari kondisi awal terdapat peningkatan minat dan hasil pelajaran menjadi 72.59 (minat yang sangat tinggi).
Berdasarkan teori Gigih memberikan suatu gambaran terhadap peneliti untuk menggunakan media audio visual dalam mengembangkan keterampilan membaca puisi siswa kelas V di SD N Karangkendal I Boyolali.
3. Dalam penelitian yang dilakukan oleh Wawan (2011).
Penelitian yang dilakukan oleh Wawan yang berjudul“Penggunaan Media Audio-Visual Video Pada Pembelajaran Bahasa Indonesia Untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara”. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan berbicara melalui penerapan media audio-visual. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, model Kemmis & Taggart. Subjek penelitian ini 47 siswa kelas V SDN Barunagri Lembang, Bandung Barat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penggunaan media audio-visual pada pembelajaran bahasa Indonesia dapat meningkatkan keterampilan berbicara siswa.
Perencanaan pembelajaran dengan menggunakan media audio-visual video, dibuat oleh peneliti sebaik mungkin dengan mengacu kepada KTSP disertai lembar observasi guru dan siswa dan tes kemampuan berbicara di akhir setiap siklus. Pemilihan video disesuaikan dengan tujuan pembelajaran, agar materi video sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain itu, alat-alat pendukung dipersiapkan agar menunjang berlangsungnya pembelajaran dengan baik.
Berdasarkan hasil observasi pada siklus I kegiatan pembelajaran sudah cukup baik namun beberapa kesalahan yang guru lakukan seperti kurangnya memberi kesempatan siswa untuk berpikir dan mengomentari persoalan
faktual sendiri masih terjadi, selain kesalahan guru terdapat faktor yang berpengaruh, diantaranya pengalaman berbicara siswa yang kurang sehingga kurang mampu meningkatkan hasil belajar siswa (kemampuan berbicara) pada siklus I. Setelah dilakukan refleksi dari pengamatan siklus I, maka dalam pelaksanaan siklus II beberapa kegiatan pembelajaran dirubah, diantaranya mengenai pemberian pemahaman mengenai tehnik berbicara di hadapan orang lain serta pemilihan materi video yang lebih dekat dengan siswa. Pada siklus III tidak terjadi banyak perubahan dari pelaksanaannya dibandingkan dengan siklus II, perbedaan hanya pada materi video pembelajaran.
Peningkatan hasil belajar dengan menggunakan penggunaan media audio visual video mampu dikatakan berhasil. Dari perbaikan pembelajaran yang dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, pembelajaran pada siklus II berhasil dengan baik ditandai dengan adanya peningkatan hasil tes kemampuan berbicara dari 43% menjadi 57% terjadi peningkatan sebanyak 14% dengan rata-rata sebesar 66,36. Dan hasil yang signifikan terlihat pada siklus III tes kemampuan berbicaranya meningkat dari 57% menjadi 100% dengan rata-rata 77,15.
Ketiga penelitian di atas menginspirasi peneliti untuk melakukan penelitian dengan judul “Peningkatan minat dan keterampilan membaca puisi siswa kelas V SD negeri Karangkendal II Boyolali dengan menggunakan media audio visual”. Adapun peta konsepnya sebagai berikut:
Gambar 2.1 Peta Konsep Penelitian