• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Sistematika Penulisan

3. Media Audio Visual

18

b. Guru harus pandai mengatur waktu yang ada dan menguasai kondisi kelas agar pelaksanaan pembelajaran menggunakan model ini dapat berjalan dengan baik.

c. Menyediakan waktu luang untuk mengetahui kemajuan setiap peserta didik dengan mengevaluasi mereka secara individual sehabis kerja kelompok.

d. Terkait peserta didik yang kurang bisa membaca, maka dalam kelompok anggota kelompok sangat berperan dalam rangka bahu membahu saling membantu agar terjalinnya kerjasama yang baik.

e. Penerapan model pembelajaran CIRC harus menarik agar peserta didik tidak bosan.

f. Bahan bacaan yang cukup dan tidak terlalu banyak agar peserta didik tidak jenuh dan mudah menyerap hasil bacaan nya.

a. Audio Visual Murni

Audio-visual murni atau biasa disebut juga dengan audio-visual gerak merupakan media yang bisa menampilkan unsur suara serta gambar yang bergerak, unsur suara atau unsur gambar tersebut berasal dari sebuah sumber. Ada beberapa media yang termasuk dalam media audio visual murni, sebagai berikut:

1) Film Bersuara

Film bersuara ada berbagai macam jenis, ada yang dipakai untuk hiburan, contohnya seperti film komersial yang diputar di bioskop-bioskop. Tetapi, film bersuara yang dimaksud dalam pembahasan ini adalah film sebagai alat pembelajaran.

2) Animasi

Animasi merupakan suatu media audio-visual yang menampilkan gerak, semakin lama semakin populer dalam masyarakat kita. Pesan yang disampaikan dapat bersifat fakta maupun fiktif, dapat bersifat informative, edukatif atau bisa juga instruksional.

3) Televisi

Selain film dan animasi, televisi merupakan media yang menyajikan pesan-pesan pembelajaran secara audio-visual dengan disertai unsur gerak didalamnya.

20

b. Audio Visual Tidak Murni

Audio Visual tidak murni adalah media yang unsur suara dan juga gambarnya berasal dari sumber yang berbeda. Audio-visual tidak murni ini biasa disebut juga dengan audio-visual diam plus suara merupakan media yang menampilkan suara serta gambar diam, contoh seperti Sound slide (Film bingkai suara). Slide atau filmstrip yang ditambah dengan suara bukan alat audio-visual yang lengkap, sebab suara dan juga rupa berada terpisah, oleh karena itu slide atau filmstrip termasuk media audio visual saja atau bisa juga sebagai media visual diam plus suara.

Teknologi Audio visual merupakan cara untuk menghasilkan atau menyajikan materi yakni dengan memakai mesin-mesin mekanis dan juga elektronik untuk menyampaikan pesan-pesan audio dan juga visual.

Pengajaran melalui audio visual jelas bercirikan penggunaan perangakat keras dalam proses belajar, contohnya seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. Fungsi media dalam pembelajaran dalam konteks komunikasi mempunyai fungsi yang sangat luas yaitu sebagai berikut:

a. Fungsi Edukatif

Menyampaikan pengaruh yang bernilai pendidikan, mendidik peserta didik serta masyarakat agar berfikir kritis, memberi pengalaman yang bermakna dan mengembangkan serta memperluas cakrawala berpikir peserta didik.

b. Fungsi Sosial

Menyampaikan informasi autentik dalam berbagai bidang kehidupan dan juga konsep yang sama pada setiap orang supaya dapat memperluas pergaulan, pengenalan, pemahaman tentang orang dan adat istiadat serta cara bergaul.

c. Fungsi Ekonomis

Dengan menggunakan media pendidikan pencapaian tujuan bisa dilakukan dengan efisien, penyampaian materi bisa menekan sedikit mungkin pemakaian biaya, tenaga, serta waktu tanpa mengurangi efektivitas dalam pencapaian tujuan.

d. Fungsi Budaya

Memberikan perubahan-perubahan dalam segi kehidupan manusia, bisa mewariskan dan juga meneruskan unsur-unsur budaya serta seni yang ada di masyarakat.

Secara umum media audio visual memiliki kelebihan serta kekurangan ialah sebagai berikut:

a. Kelebihan Media Audio Visual

1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (Dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka).

2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.

3) Mempermudah dalam menyajikan serta menerima pembelajaran maupun informasi serta bisa menghindarkan salah pengertian.

22

4) Mendorong rasa keingin tahuan , hal ini disebabkan karena sifat audio visual yang menarik dengan gambar yang dibuat semenarik mungkin membuat anak tertarik serta memiliki keinginan untuk mengetahui lebih banyak.

5) Memastikan pengertian yang diperoleh sebab selain dapat menampilkan gambar, grafik, diagram maupun cerita. Sehingga mengekalkan pengertian. Pembelajaran yang diserap melalui penglihatan (visual) sekaligus dengan pendengaran (audio) bisa mempercepat daya serap anak didik dalam memahami pelajaran yang disampaikan.

6) Tidak membosankan, maksudnya ialah karena sifatnya yang variatif, peserta didik dalam pembelajaran tidak merasa bosan, karena sifatnya yang beragam film, tiga dimensi atau empat dimensi, dokumenter dan yang lainnya. Hal ini dapat menciptakan sesuatu yang variatif tidak tidak membosankan para peserta didik.

b. Kekurangan media audio visual

1) Media audio visual tidak dapat digunakan dimana saja dan kapan saja, karena media audio visual cendrung tetap di tempat.

2) Jika guru tidak bisa berpartisipasi aktif maka peserta didik akan cenderung menikmati visualisasi serta suaranya saja.

c. Rancangan Audio Visual

Guru dalam melaksanakan tugasnya di kelas berusaha untuk melaksanakan pembelajaran dengan efektif dan efisien. Untuk mencapai tujuan tersebut guru harus mempunyai atau menguasai keterampilan dalam menggunakan media pembelajaran. Media pembelajaran digunakan dalam rangka untuk meningkatkan atau mempertinggi mutu proses kegiatan belajar mengajar. Adapun contoh media yaitu media audio visual, dan untuk menggunakan media juga ada beberapa tahap yang harus diperhatikan. Berikut tahapan penggunaan media audio visual adalah sebagai berikut:

1) Merumuskan tujuan pengajaran 2) Persiapan guru

3) Persiapan kelas

4) Langkah penyajian pelajaran dan pemanfaatan media 5) Lengkah kegiatan belajar peserta didik

6) Langkah evaluasi pengajaran 4. Keaktifan dalam Pembelajaran

Aktivitas belajar merupakan suatu kegiatan yang dilakukan untuk menghasilkan perubahan pengetahuan-pengetahuan, nilai-nilai sikap, dan keterampilan padapeserta didik sebagai latihan yang dilaksanakan secara sengaja. Keaktifan peserta didik dalam proses pembelajaran akan menyebabkan interaksi yang tinggi antara guru dengan peserta didik ataupun dengan peserta didik itu sendiri. Hal ini akan mengakibatkan

24

suasana kelas menjadi segar dan kondusif, dimana masing masing peserta didik dapat melibatkan kemampuannya semaksimal mungkin. Aktivitas yang timbul dari peserta didik akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.

Gage and Berliner dalam teori kognitifnya menyatakan bahwa belajar menunjukan adanya jiwa yang sangat aktif, jiwa mengolah informasi yang kita terima, tidak sekedar menyimpannya saja tanpa mengadakan transformasi (Dimyati dan Mudjiono, 2006). Menurut teori ini anak memiliki sifat aktif, konstruktif, dan mampu merencanakan sesuatu. Anak mampu untuk mencari, menemukan dan menggunakan pengetahuan yang diperolehnya. Dalam proses belajar mengajar anak mampu mengidentifikasi, merumuskan masalah, mencari dan menentukan fakta, menganalisis, menafsirkan dan menarik kesimpulan.

Berdasarkan pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar merupakan segala kegiatan yang dilakukan dalam proses interaksi (guru dan peserta didik) dalam rangka mencapai tujuan belajar. Aktivitas yang dimaksudkan di sini penekanannya adalah pada peserta didik, sebab dengan adanya aktivitas peserta didik dalam proses pembelajaran terciptalah situasi belajar aktif. Belajar aktif adalah suatu sistem belajar mengajar yang menekankan keaktifan peserta didik secara fisik, mental intelektual dan emosional guna memperoleh hasil belajar berupa perpaduan antara aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Peserta didik

dikatakan memiliki keaktifan apabila ditemukan ciri-ciri perilaku seperti:

sering bertanya kepada guru atau peserta didik lain, mau mengerjakan tugas yang diberikan guru, mampu menjawab pertanyaan, senang diberi tugas belajar, dan lainsebagainya. Aktivitas yang timbul dari peserta didik akan mengakibatkan pula terbentuknya pengetahuan dan keterampilan yang akan mengarah pada peningkatan prestasi.

Menurut Sudjana (2010) keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dapat dirumuskan dalam beberapa indicator yaitu:

a. Turut serta dalam melaksanakan tugas belajarnya, b. Terlibat dalam pemecahan masalah,

c. Bertanya kepada peserta didik lain/ kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya,

d. Berusaha mencari berbagai informasi yang diperoleh untuk pemecahan masalah,

e. Melaksanakan diskusi kelompok,

f. Menilai kemampuan dirinya dan hasil yang diperolehnya,

g. Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya,

h. Kesempatan menggunakan/menerapkan apa yang diperolehnya dalam menyelesaikan tugas / persoalan yang dihadapinya.

Dokumen terkait