• Tidak ada hasil yang ditemukan

LANDASAN TEORI

E. Media Dalam Layanan BK 1. Pengertian Media

Seiring berjalannya waktu guru perlu kreatif mencari cara untuk menyampaikan materi kepada siswa dalam proses belajar agar apa yang disampaikan bisa diterima dan dipahami oleh siswa. Salah satu cara yang perlu diperhatikan guru dalam melakukan proses belajar adalah penggunaan media. Media ini tidak hanya di gunakan oleh guru mata pelajaran tetapi juga oleh guru BK khususnya dalam melakukan bimbingan klasikal.

Menurut Hamdani (2011) Media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materi instruksional dilingkungan siswa

meliputi orang, bahan, peralatan atau kegiatan yang menciptakan kondisi yang memungkinkan siswa memperoleh pengetahuan, keterampilan dan sikap. Briggs menyatakan bahwa media adalah alat untuk memberikan rangsangan kepada peserta didik supaya terjadi proses belajar (dalam Sanjaya, 2012)

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa media adalah sesuatu hal berupa alat bahan atau orang yang dapat menyampaikan atau menghantarkan pesan-pesan bimbingan kepada siswa.

Media layanan BK adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan atau informasi dari pembimbing kepada siswa yang dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, minat dan motivasi, sehingga individu akan mengalami perubahan perilaku, sikap dan perbuatan ke arah yang lebih baik.

2. Jenis-Jenis Media dalam BK

Menurut Rudy Brets dalam Sanjaya (2012) mengatakan bahwa ada tujuh pengelompokan media yaitu

a. Media audio visual gerak seperti film suara, pita video, film TV b. Media audio visual diam seperti film rangkai suara

c. Audio semi gerak seperti tulisan jauh bersuara d. Media visual bergerak seperti film bisu

e. Media visual diam seperti halaman cetak, foto, power point f. Media audio seperti radio telepon, pita radio

g. Media cetak seperti buku atau modul 3. Fungsi Media dalam BK

Menurut Fadhillah (2011) mengatakan bahwa media dalam BK memiliki beberapa fungsi:

a. Memperjelas penyajian pesan atau informasi agar tidak verbalistis maksudnya bahwa dengan mengunakan media hal-hal yang bersifat abstrak bisa menjadi konkrit dan nyatasehingga harapannya bisa ditangkap oleh siswa.

b. Mengatasi keterbatasan ruang maksudnya bahwa melalui media bisa menampilkan objek yang terlalu besar untuk dibawa ke dalam kelas.

c. Merubah perilaku dari yang tidak diinginkan menjadi sesuai yang diinginkan. Sebagai contoh ketika memberikan bimbingan dengan topik tentang penyalagunaan Narkoba guru menggunakan media audio visual seperti film pendek tentang orang yang kecanduan narkoba. Setelah menonton tayangan film tersebut siswa diharapkan bisa mengambil makna dari film dan bisa melihat perilaku-perilaku apa yang harus dihindari Karena bisa merugikan diri dan orang lain.

Ketika menanggapai suatu peristiwa masing-masing pribadi pasti memiliki presepsi yang berbeda, dengan menggunakan media diharapkan guru bisa menjelaskan dan menyamakan presepsinya dengan siswa. Sebagai contoh guru bisa menggunakan media audio visual seperti film pendek untuk menjelaskan tentang persahabatan yang sehat.

4. Manfaat Penggunaan Media BK

Menurut Fadhillah (2011) mengatakan bahwa media dalam BK memiliki beberapa manfaat:

a. Akan meningkatkan kreativitas, meningkatkan keingintahuan dan memberikan variasi bimbingan, sehingga kelas akan menjadi lebih menarik. Dengan menggunakan media yang berfariasi membantu siswa untuk kreatif menciptakan sesuatu dan bisa mengambil makna dari apa yang telah di buat. Misalnya siswa diminta untuk menggambarkan diri mereka dalam bentuk apa saja dengan menggunakan lilin

b. Guru BK akan memiliki pandangan yang baik dan bijaksana terhadap materi yang diberikan

c. Tidak akan memunculkan kebosanan pada siswa

Siswa berperan aktif untuk melakukan sesuatu sesuai dengan intruksi yang disampaikan oleh guru dengan menggunakan media yang telah disiapkan oleh guru.

d. Dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realitas.

Dengan menggunakan media hal-hal yang abstrak dan sulit di mengerti oleh siswa bisa menjadi konkrit dan jelas apabila menggunakan media yang tepat dalam menyampaikan bimbingan misalnya ketika guru ingin menjelaskan tentang aborsi, guru bisa menggunakan media film untuk bisa memperjelas bahan bimbingan serta menjadi nyata dan konkrit apa yang disampaikan.

e. Dapat membangkitkan keinginan dan minat baru.

Realita yang dialami saat ini ketika guru menyampaikan materi dengan metode cerama tanpa menggunakan media apapun siswa menjadi jenuh bosan dan ngantuk tetapi ketika guru menggunakan media yang kreatif sesuai dengan tema siswa sungguh dilibatkan dan aktif untuk mengikuti kegiatan yang diberikan oleh guru

f. Dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta didik untuk belajar.

Motivasi belajar siswa bisa terjadi baik dari dalam diri siswa maupun dari luar diri siswa. Salah satu motivasi dari luar diri siswa adalah media bimbingan dimana guru perlu kreatif dalam menggunakan media agar siswa termotivasi untuk mengikuti bimbingan sehingga apa yang disampaikan bisa dipahami oleh siswa dan harapannya siswa bisa mengambil makna dari kegiatan tersebut

5. Kriteria Pemilihan Media

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memilih media menurut Musfiqon (2011) adalah:

a. Kesesuaian dengan Tujuan

Pemilihan media harus sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai karena maksud dari penggunaaan media adalah untuk mendukung proses penyampaian informasi dan mendukung agar pencapaian tujuan lebih efektif dan efisien.

b. Ketepatgunaan

Pemilihan media harus sesuai dengan kegunaanya karena kalau tidak sesuai dengan kegunaanya maka media yang digunakan tidak mampu untuk menyampaikan sesuatu secara maksimal atau tidak ada gunanya. c. Keadaan peserta didik

Pemilihan media yang baik harus sesuai dengan keadaan peserta didik baik secara psikologis fisiologis maupun sosiologis karena pemilihan media yang tidak sesuai dengan keadan peserta didik tidak dapat membantu banay dalam memahami apa yang disampaikan oleh guru. d. Ketersediaan

Pemilihan media juga harus disesuaikan dengan keadaan sekolah dimana media yang dibutukan disediakan oleh sekolah untuk guru

maupun untuk peserta didik, atau bisa jadi guru membuat atau menyediakan sendiri media sesuai dengan materi yang ingin dipelajari.

6. Prinsip Pemilihan Media

Musfiqon (2011) mengatakan bahwa pemilihan media yang tepat untuk digunakan dalam pembelajaran tidaklah mudah, dibutuhkan prinsip-prinsip tertentu agar pemilihan media bisah lebih tepat. Ada tiga prinsip dalam memilih media pembelajaran.

a. Prinsip Efektifitas dan Efisien

Dalam konsep pembelajaran efektifitas adalah keberhasilan pembelajaran yang diukur dari tingkat ketercapaian tujuan setelah pembelajaran selesai dilaksanakan. Jika semua tujuan pembelajaran telah tercapai maka pembelajaran disebut efektif. Sedangkan efisien adalah pencapaian tujuan pembelajaran dengan menggunakan biaya waktu dan sumber daya seminimal mungkin.

b. Prinsip Relevansi

Prinsip relevansi dibagi menjadi dua macam yaitu relevansi ke dalam dan relevansi keluar. Relevansi kedalam adalah pemilihan media pembelajaran yang mempertimbangkan kesesuaian antara tujuan, isi, strategi pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Relevansi keluar adalah pemilihan media yang disesuaikan dengan kondisi perkembangan masyarakat.

c. Prinsip produktifitas

Produktifitas dalam pembelajaran dapat dipahami sebagai pencapaian tujuan pembelajaran secara optimal dengan menggunakan sumber daya yang ada , baik sumber daya manusia maupun sumber daya alam.

F. Peran Metode Role Playing Berbasis Media Audio Visual untuk