F. Manfaat Penelitian
3. Media Pembelajaran a.Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Media adalah perantara dari pengirim ke penerima pesan.21 Banyak batasan yang diberikan orang tentang media. Asosiasi teknologi dan komunikasi pendidikan (Association of Education and Communication Technologi/ AECT) di Amerika Serikat misalnya, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan orang untuk menyalurkan pesan/informasi. Gagne(1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Contohnya: Buku, film, kaset, film bingkai.
Agak berbeda dengan itu semua adalah batasan yang diberikan oleh Asosiasi Pendidikan (National Education Association / NEA), dikatakan bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, didengar dan dibaca. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan-persamaan diantaranya yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.22
Media pembelajaran dapat dipahami sebagai segala sesuatu yang dapat menyampaikan dan menyalurkan pesan dari sumber secara terencana sehingga tercipta lingkungan belajar yang kondusif dimana penerimanya dapat melakukan
21
Arief,Rahardjo, Anung H, Media pendidikan, ( Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada, 2003), h 6
22
Arief S Sadiman, dkk. Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan pemanfaatannya, (Jakarta: Rajawali Pers, 2010), h . 6
proses secara efisien dan efektif.23 Media adalah sesuatu yang penting bagi kelancaran pembelajaran.24 Media visual memegang peranan yang sangat penting dalam proses belajar. Media visual dapat memperlancar pemahaman (misalnya melalui elaborasi struktur dan organisasi) dan memperkuat ingatan. Visual dapat pula menumbuhkan minat siswa dan dapat memberikan hubungan antara isi materi pelajaran dengan dunia nyata. Agar menjadi efektif, visual sebaiknya ditempatkan pada konteks yang bermakna dan siswa harus berinteraksi dengan visual (image) itu untuk meyakinkan terjadinya proses informasi.25
Leslie J. Briggs menyatakan bahwa media pembelajaran adalah alat-alat fisik untuk menyampaikan materi pelajaran dalam bentuk buku, film,rekaman video, dan lain sebagainya.Ia juga berpendapat bahwa media merupakan alat untuk memberikan perangsang bagi peserta didik supaya terjadi proses belajar.26
b. Kegunaan Media Pembelajaran
Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut :
1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis ( dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)
2) Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:
a) objek yang terlalu besar bisa, bisa digantikan dengan realita, gambar, film, atau model;
b) objek yang kecil, dibantu dengan proyektor mikro, film bingkai, film, atau gambar;
c) gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse
atau high-speed photography
d) kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal;27
23
Yudhi Munadi, Media Pembelajaran, (Jakarta: Gaung Persada, 2010), h 8
24
Moh.Soleh Hamid, Metode Edu Tainmen, (Yogyakarta: Diva Press, 2011), h 149
25
Azhar Arsyad, Media Pengajaran, (Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada), 1997, h 89
26
Hamid, opcit 150
27
Arsyad, Opcit, h 16
14
e) objek yang terlalu kompleks (misalnya mesin-mesin) dapat disajikan dengan model, diagram, dan lain-lain, dan
f) konsep yang terlalu luas dapat divisualisasikan dalam bentuk film, film bingkai, gambar, dan lain-lain.28
3) Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif siswa. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk : a) Menimbulkan kegairahan belajar
b) Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara siswa dengan lingkungan dan kenyataan.
c) Memungkinkan siswa belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya
4) Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Apalagi bila latar-belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, yaitu dengan kemampuannya dalam :
a) Memberikan perangsang yang sama b) Mempersamakan pengalaman c) Menimbulkan persepsi yang sama29
c. Jenis-jenis Media Pendidikan
1) Media hasil teknologi audio-visual
Teknologi audio-visual adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronika atau menyajikan pesan-pesan secara audio dan visual. Pengajaran dengan menggunakan audio-visual memiliki ciri khas pemakaian perangkat kerja selama proses belajar, seperti mesin proyektor film.
2) Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer
28
ibid, h 16
29
Arsyad, Opcit, h 17
Teknologi berbasis komputer merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis komputer dengan yang dihasilkan dari dua teknologi lainnya adalah informasi atau materi yang disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual dan pada dasarnya teknologi berbasis komputer menggunakan layar kaca untuk menyajikan inforamsi kepada siswa.
3) Media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer
Teknologi media gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa untuk media yang dikendalikan komputer. Perpaduan beberapa jenis teknologi ini dianggap teknis yang paling canggih apabila oleh komputer yang memiliki kemampuan hebat jumlah random acces memory (RAM) yang besar, hard disk yang besar dan monitor yang beresolusi tinggi ditambah dengan periperal (alat-alat tambahan seperti videodisc player, perangkat keras untuk tergabung dalam satu jaringan dan sistem audio).30
d. Pengertian Animasi
Animasi merupakan kumpulan gambar yang diolah sedemikian rupa sehingga menghasilkan gerakan. Animasi mewujudkan ilusi (illusion) bagi pergerakkan dengan memaparkan atau menampilkan satu urutan gambar yang berubah sedikit demi sedikit (progressively) pada kecepatan yang tinggi. Animasi digunakan untuk memberi gambaran pergerakan bagi sesuatu objek. Ia membolehkan sesuatu objek yang tetap atau statik dapat bergerak dan kelihatan seolah-olah hidup.
Animasi multimedia merupakan proses pembentukan gerak dari berbagai media atau objek yang divariasikan dengan efek-efek dan filter, gerakan transisi, suara-suara yang selaras dengan gerakan animasi tersebut
30
Jurnal Rilia Iriani dkk, Penggunaan Animasi 3D Dalam pembelajaran Struktur Atom, 2009,h 1
16
Animasi di dalam sebuah aplikasi multimedia dapat menjanjikan suatu visual yang lebih dinamik serta menarik kepada penonton karena ia memungkinkan sesuatu yang mustahil atau kompleks berlaku di dalam kehidupan sebenar direalisasikan di dalam aplikasi tersebut.
Animasi dapat berbentuk dua dimensi, tiga dimensi ataupun melalui berbagai kesan khas. Walaupun apa juga bentuk animasi yang digunakan, ia mampu menghasilkan perbedaan dalam program yang mendukungnya karena sifat manusia menyukai sesuatu yang dinamik dan bukannya statik. Walaupun demikian, proses penghasilan animasi bukanlah sesuatu yang mudah. Diperlukan pengalaman, kemahiran serta kepakaran yang tinggi bagi tujuan penghasilan. Pakar animasi yang juga sering dikenali sebagai animator diperlukan dalam jumlah yang banyak bagi menghasilkan suatu animasi yang berkualitas tinggi. Animasi komputer melanjutkan grafik komputer untuk menambahkan dimensi massa untuk menunjukkan pergerakan (motion).31
Animasi adalah salah satu dari media pembelajaran berbasis visual. Visualisasi pesan, informasi, atau konsep yang ingin disampaikan kepada siswa dapat dikembangkan dalam berbagai bentuk, seperti foto, gambar ilustrasi, sketsa/gambar garis, grafik, bagan, chart, dan gabungan dari dua bentuk atau lebih. Foto menghadirkan ilustrasi melalui gambar yang hampir menyamai kenyataan dari sesuatu objek atau situasi. Animasi sebenarnya adalah rangkaian gambar yang disusun berurutan atau dikenal dengan istilah frame. Satu frame terdiri dari satu gambar. Jika susunan gambar tersebut ditampilkan bergantian dengan waktu tertentu maka akan terlihat bergerak. Satuan yang dipakai adalah frame per second (fps). Misalkan animasi diset 25 fps berarti animasi tersebut terdiri dari 25 gambar dalam satu detik. Semakin besar nilai fps, maka akan terbentuk animasi yang terkesan halus.
Animasi adalah daya tarik utama di dalam program multimedia interaktif. Animasi mampu menjelaskan suatu konsep atau proses yang sukar dijelaskan dengan media lain. Animasi juga memiliki daya tarik estetika sehingga tampilan yang menarik dan eye-catching akan memotivasi pengguna untuk terlibat di dalam
31
Agus Suheri, Animasi Multimedia Pembelajaran, 2006, h 29
proses pembelajaran. Animasi merupakan penggunaan komputer untuk menciptakan gerak pada layar. Bisa pula animasi diartikan sebagai tampilan cepat dari urutan gambar 2-D atau karya seni 3-D atau posisi model untuk menciptakan sebuah ilusi gerakan. Efeknya adalah ilusi optik gerak karena fenomena mata yaitu gambar yang telah ditangkap mata diperkirakan bertahan sekitar satu per dua puluh lima detik pada retina, dan dapat dibuat serta ditampilkan dalam berbagai cara, misalnya dalam film atau program video.
Menurut Reiber (1994) bagian penting lain pada multimedia adalah animasi. Animasi berasal dari bahasa latin yaitu “anima” yang berarti jiwa, hidup, semangat. Selain itu kata animasi juga berasal dari kata animation yang berasal dari kata dasar to anime di dalam kamus Indonesia Inggris berarti menghidupkan. Secara umum animasi merupakan suatu kegiatan menghidupkan, menggerakkan benda mati. Suatu benda mati diberi dorongan, kekuatan, semangat dan emosi untuk menjadi hidup atau hanya berkesan hidup. Animasi bisa diartikan sebagai gambar yang memuat objek yang seolah-olah hidup, disebabkan oleh kumpulan gambar itu berubah beraturan dan bergantian ditampilkan. Objek dalam gambar bisa berupa tulisan, bentuk benda, warna atau efek.
Animasi dapat digunakan untuk menarik perhatian siswa jika digunakan secara tepat. Sebaliknya animasi juga dapat mengalihkan perhatian dari substansi materi yang disampaikan ke hiasan animatif yang justru tidak penting. Animasi dapat membantu proses pembelajaran jika peserta didik hanya akan dapat melakukan proses kognitif jika dibantu dengan animasi, sedangkan tanpa animasi proses kognitif tidak dapat dilakukan. Berdasarkan penelitian, peserta didik yang memiliki latar belakang pendidikan dan pengetahuan rendah cenderung memerlukan bantuan, salah satunya animasi tujuannya untuk menangkap konsep materi yang disampaikan. Jadi seorang guru hendaknya segera mengetahui pengetahuan sebelumnya (prior knowledge) siswa sebelum memutuskan akan menggunakan animasi atau tidak pada tampilan penyajiannya.32
32
Agus Suheri, Animasi Multimedia Pembelajaran, 2006, h 29
18
e. Manfaat Dan Keuntungan Animasi
Manfaat animasi adalah sebagai berikut:
1) Menunjukkan obyek dengan idea (misalnya efek grafitasi pada suatu obyek) 2) Menjelaskan konsep yang sulit
3) Menjelaskan konsep yang abstrak menjadi konkret (misalnya menjelaskan tegangan arus bolak-balik dengan bantuan animasi grafik sinus yang bergerak) 4) Menunjukkan dengan jelas suatu langkah procedural (misalnya cara melukis
suatu segitiga sama sisi dengan bantuan jangka)
f. Manfaat animasi untuk berbagai kebutuhan
Animasi pada saat ini banyak dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan dalam berbagai kegiatan. Animasi dibangun berdasarkan manfaatnya sebagai media yang digunakan untuk berbagai keperluan, diantaranya media hiburan, media presentasi, media iklan, media lmu pengetahuan, media bantu, atau media pelengkap.