• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEOR

1. Media Pembelajaran Secara Umum

Kata media berasal dari bahasa Latin medius yang secara harafiah berarti tengah, perantara, atau pengantar (Arsyad, 2007: 3). Media adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan (Sadiman dalam Kustandi & Sutjipto 2013: 7). Media adalah wadah dari pesan yang oleh sumbernya ingin diteruskan kepada sasaran atau penerima pesan (Raharjo dalam Kustandi & Sutjipto 2013: 7).

b. Karakteristik Media Pembelajaran

Karakteristik media pembelajaran yang dimaksud adalah kemampuan merekam, menyimpan, melestarikan, merekonstruksi dan mentransportasikan suatu peristiwa atau objek (Munadi, 2007: 36). Karakteristik media pembelajaran menurut Gerlach &Ely (dalam Hosnan, 2014: 112) adalah sebagai berikut:

1) Fixative Property (ciri fiksatif), ciri ini menggambarkan

kemampuan media perekam, penyimpan, melestarikan dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer dan film.

2) Distribulative Property (ciri distribusi) memungkinkan suatu

objek atau kejadian ditransportasikan melalui ruang dan secara bersamaan disajikan kepada siswa dengan stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu.

3) Manipulative Property (ciri manipulasi), kejadian yang

memakan waktu berhari-hari dapat disajikan kepada siswa dalam waktu dua atau tiga menit.

c. Jenis dan Klasifikasi Media Pembelajaran

Seels dan Glasgow (dalam Prastowo, 2015: 309) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam, yaitu media tradisional dan media teknologi mutakhir.

1) Media tradisional

Media tradisional dapat dikelompokkan menjadi delapan jenis, yaitu: visual diam yang diproyeksikan, visual yang tidak diproyeksikan, audio, penyajian multimedia, visual dinamis yang diproyeksikan, cetak, permainan, dan realia. Visual diam yang diproyeksikan terdiri dari: proyeksi opaque (tak tembus pandang), proyeksi overhead, slides,

dan film strips. Visual yang tak diproyeksikan terdiri dari: gambar, poster, foto, charts, grafik, diagram pameran, papan info, papan-bulu. Audio terdiri dari: rekaman

piringan pita kaset, reel, cartrdge. Penyajian multimedia terdiri dari: film, televisi dan video. Cetak terdiri dari: buku teks, modul, teks terprogram, workbook, majalah ilmiah, berkala lembaran lepas (hand-out). Permainan terdiri dari: teka-teki, simulasi dan permainan papan. Realia terdiri dari: model specimen (contoh), dan manipulatif.

2) Media teknologi mutakhir

Media teknologi mutakhir meliputi dua jenis, yaitu: pertama, media berbasis telekomunikasi yang terdiri dari:

telekonferen, dan kuliah jarak jauh. Kedua, media berbasis mikroprosesor yang terdiri dari: computer-assisted

instruction, permainan komputer, sistem tutor intelijen

interaktif, hypermedia, dan compact (video) disc.

Adapun Wina Sanjaya (dalam prastowo, 2015: 309) mengemukakan tiga klasifikasi media menurut sifatnya, yaitu sebagai berikut: pertama, media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio, dan rekaman suara. Kedua, media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat, tidak mengandung unsur suara misalnya film, slide, foto, transparansi, lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan sebagainya. Ketiga, media audiovisual yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang bisa dilihat misalnya,

rekaman video, beragai ukuran film, slide suara, dan lain sebagainya. Kemampuan media ini dianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandung kedua jenis media.

Heinich (dalam Pribadi, 2011:88) mengemukakan bahwa ada beberapa jenis media pembelajaran yang dapat digunakan oleh guru, instruktur, dan perancang program pembelajaran yaitu, (1) media cetak/teks, (2) media pameran / display, (3) media audio, (4) gambar bergerak / motion pictures, (5) multimedia, dan media berbasis web atau internet. Berikut akan dijelaskan jenis-jenis media pembelajaran di atas secara rinci:

1) Media cetak merupakan jenis media yang telah lama digunakan sebagai bahan untuk belajar. Media cetak juga dipandang sebagai jenis media yang relative murah dan sangat fleksibel penggunaanya. Jadi siswa dapat menggunakan media ini kapan dan dimana saja tanpa memerlukan peralatan khusus. Media cetak memiliki ragam yang bervariasi misalnya buku, brosur, leaflet dan handbook.

2) Media pameran atau display digunakan sebagai sarana informasi dan pengetahuan yang menarik bagi penggunaannya. Jenis media ini juga bervariasi mulai dari benda yang sesungguhnya sampai kepada benda tiruan. Penggunaan media ini dapat dilakukan dengan cara

memamerkan di suatu tempat tertentu sehingga pesan atau infomasi yang terkandung di dalamnya dapat dibaca oleh siswa. Contoh dari media jenis ini adalah realia, model, diorama dan kif.

3) Media audio merupakan jenis media spesifik yang efektif dan efisien untuk digunakan sesuai dengan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Media ini sangat baik apabila digunakan dalam pembelajaran tentang kemampuan berbahasa seni. Secara umum, penggunaan media audio sebagai sarana yang memiliki beberapa keunggulan, antara lain sebagai berikut:

a) Relatif murah untuk mengkomunikasikan informasi. b) Mudah untuk diperoleh dan mudah untuk digunakan. c) Fleksibel digunakan dalam proses belajar individu

maupun kelompok.

d) Bentuknya ringkas dan muda dibawa.

4) Gambar bergerak atau motion pictures merupakan jenis media yang mampu memperlihatkan gambar bergerak dan unsur suara. Contoh media ini adalah video dan film. Media ini sangat luar biasa dalam menyampaikan pesan. Hal ini dikarenakan media video dan film dapat menampilkan informasi dan pengetahuan secara realistik.

5) Multimedia merupakan produk dari kemajuan teknologi digital. Media ini mampu memberikan pengalaman belajar yang kaya bagi penggunanya. Multimedia dapat menampilkan informasi dan pengetahuan dalam bentuk gabungan atau kombinasi antara beberapa unsur seperti teks, audio, grafis, video dan animasi secara simultan 6) Perangkat komputer telah berkembang tidak lagi hanya

berfungsi sebagai sarana komputansi, tapi telah menjadi sarana untuk berkomunikasi. Penggunaan komputer telah membentuk jaringan (network) yang mendunia. Sebagai pengguna komputer, kita dapat berkomunikasi dengan jaringan komputer yang berada dibelahan dunia. Selain untuk melakukan komunikasi antar jaringan, kita juga dapat mencari dan menemukan beragam informasi dan pengetahuan yang kita perlukan dari berbagai situs jaringan (website).

Sejumlah mesin pencari seperti google atau yahoo dapat membantu kita dalam mencari informasi dan pengetahuan. Kita dapat mengembangkan isi atau materi pelajaran dari beragam situs yang tersedia. Hal penting yang harus diperhatikan dalam menggunkan jaringan komputer adalah materi pelajaran yang kita pilih tersebut sesui dengan minat dan kemampuan siswa.

d. Fungsi dan peran Media pada Pembelajaran 1) Fungsi Media Pembelajaran

Secara umum, kedudukan media dalam pembelajaran adalah sebagai alat bantu, alat penyalur pesan, alat penguatan, wakil guru dalam menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik (Kustandi & Sutjipto, 2013: 19). Kemp dan Dayton (dalam Kustandi dan Sutjipto, 2013: 20) mengatakan bahwa media pembelajaran dapat memenuhi tiga fungsi utama apabila media tersebut digunakan untuk perorangan, kelompok atau kelompok yang besar jumlahnya yaitu dalam hal memotivasi minat atau tindakan, menyajikan informasi dan memberi instruksi. Artinya media yang digunakan tersebut dapat mempengaruhi orang yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran untuk tetap semangat dan terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Akan tetapi untuk memenuhi fungsi motivasi, media pembelajaran dapat direalisasikan dengan teknik drama atau hiburan. Sedangkan untuk tujuan informasi, media pembelajaran dapat digunakan dalam rangka penyajian informasi dihadapan

sekelompok siswa. Isi dan bentuk penyajian bersifat sangat umum, bersifat sebagai pengantar, ringkasan laporan atau pengetahuan latar belakang. Pada dasarnya fungsi utama media pembelajaran adalah sebagai sumber belajar.

Pemanfaatan media yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dapat dilakukan hampir pada semua jenjang dan satuan pendidikan. Hal penting yang perlu diperhatikan dalam memilih media pembelajaran adalah kesesuaian antara jenis media yang akan digunakan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi dan karakteristik siswa yang akan belajar (Pribadi, 2011: 100)

2) Peran Media Pembelajaran

Kemp dan Dayto (dalam Kustandi dan Sutjipto, 2011: 20) menyatakan beberapa hasil penelitian yang menunjukkan dampak positif dari penggunaan media sebagai bagian integral pembelajaran dalam kelas adalah sebagai berikut:

a) Penyampaian pembelajaran tidak kaku, b) Pembelajaran menarik.

c) Pembelajaran lebih interaktif.

d) Waktu yang diperlukan dapat dipersingkat. e) Meningkatkan kualitas hasil belajar. f) Pemberian waktu pelajaran lebih leluasa. g) Sikap positif siswa.

h) Mengubah peran guru.

Pribadi (2011: 109) mengemukakan bahwa peran media dalam aktivitas pembelajaran yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk menjembatani proses penyampaian pesan dan pengetahuan antara sumber dengan penerima pesan.

e. Manfaat Komputer Sebagai Media Pembelajaran

Dewasa ini komputer memiliki fungsi yang berbeda-beda dalam bidang pendidikan dan latihan. Komputer berperan sebagai manajer dalam proses pembelajaran yang dikenal dengan nama Computer Managed Instruction (CMI). Ada pula peran komputer

sebagai pembantu tambahan dalam belajar. Pemanfaatannya meliputi penyajian informasi isi materi pelajaran, latihan, atau kedua-duanya. Modus ini dikenal sebagai Computer Asssisted Instruction (CAI). CAI mendukung pembelajaran dan pelatihan akan tetapi ia bukanlah penyampai utama materi pelajaran (Arsyad, 2014: 93).

Format penyajian pesan dan informasi dalam CAI terdiri atas tutorial terprogram, tutorial intelijen, drill and practice, dan simulasi. Berikut akan dijelaskan masing-masing penyajian pesan dan informasi tersebut. Tutorial terprogram adalah seperangkat tayangan baik statis maupun dinamis yang telah lebih dulu diprogramkan. Secara berurut, seperangkat kecil informasi ditayangkan yang diikuti dengan pertanyaan. Jawaban siswa

dianalisis oleh komputer (dibandingkan dengan kemungkinan - kemungkinan yang telah diprogramkan oleh guru), dan berdasarkan hasil analisis itu umpan balik yang sesuai.

Tutorial intelijen berbeda dari tutorial terprogram karena jawaban komputer terhadap pertanyaan siswa dihasilkan oleh intelegensia artifisial, bukan jawaban-jawaban terprogram yang telah disiapkan terlrbih dahulu oleh guru. Dengan demikian ada dialog antara siswa dan komputer. Baik siswa maupun komputer dapat bertanya atau memberi jawaban.

Drill and practice digunakan dengan asumsi bahwa suatu

konsep, aturan atau kaidah, atau prosedur telah diajarkan kepada siswa. Program ini menuntut siswa dengan serangkaian contoh untuk meningkatkan kemahiran menggunakan keterampilan.

Simulasi pada komputer memberikan kesempatan untuk belajar secara dinamis, interaktif, dan perorangan. Dengan simulasi, lingkungan pekerjaan yang kompleks dapat ditata hingga menyerupai dunia nyata.

Komputer merupakan perangkat yang baik bagi siswa untuk berekspresi secara individual dan kelompok, serta dapat digunakan untuk bereksplorasi serta meningkatkan minat belajar peserta didik. Jika teknologi digunakan secara efektif sebagai perangkat untuk berkreasi, maka siswa akan memiliki keleluasaan lebih, menjadi kolaboratif, dan reflekstif dibandingkan dengan di

dalam kelas tanpa teknologi (SEDL dalam Gora dan Sunarto, 2010: 25). Penggunaan dan integrasi teknologi di dalam kelas akan mampu menghadirkan lingkungan belajar yang konstruktif sesuai dengan teori konstruktivisme.

Selain akan menarik minat siswa untuk belajar, pemanfaatan dan integrasi teknologi di dalam kelas, akan membuat siswa lebih aktif dan telibat dalam proses pembelajaran. Selain itu, integrasi teknologi informasi di ruang kelas mampu juga memberikan pengalaman baru kepada peserta didik untuk dapat mengenalkan penggunaan teknologi untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi di kehidupan yang sebenarnya (Wallace dalam Gora dan Sunarto, 2010: 26). Manfaat lainnya penggunaan teknologi informasi dalam pembelajaran akan membuat peserta didik senang dan lebih rileks dalam belajar. Hal ini tentu saja akan membuat peserta didik mudah menyerap pembelajaran yang disampaikan.

Manfaat komputer dalam menjalankan peran pentingnya sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan mutu pendidikan adalah sebagai berikut (Bramble et al dalam Munir 2009: 49):

a) Menentukkan sasaran dan tujuan pembelajaran.

b) Membuat isi pembelajaran dan menentukkan dimana dan bagaimana komputer dapat digunakan secara efektif.

biasa digunakan untuk meningkatkan pencapaian sasaran dan tujuan pembelajaran .

d) Merancang proses pembelajaran serta operasionalnya.

Dokumen terkait