• Tidak ada hasil yang ditemukan

KAJIAN PUSTAKA

C. Media Pembelajaran untuk Membaca Permulaan 1.Pengertian Media

2. Lingkungan Keluarga

Lingkunga keluarga juga berpengaruh terhadap kemampuan membaca anak dengan perhatian dan arahan dari keluarga akan menumbuhkan kebiasaan bernalar serta menganalisis bacaan.

3. Bahan Bacaan

Bahan bacaan yang sesuai dengan tingkat emosional dan perkembangan anak akan mempengaruhi minat baca pada anak.

Menurut Mulyono Abdurrahman (2003 : 201) ada delapan faktor yang mempengaruhi keberhasilan belajar membaca, yaitu : 1) kematangan mental, 2) kemampuan visual, 3) kemampuan mendengarkan, 4) perkembangan wicara dan bahasa, 5) keterampilan berpikir dan memperhatikan, 6) perkembangan motorik, 7) kematangan sosial dan emosional, dan 8) motivasi dan minat.

Berdasarkan berbagai pendapat di atas dapat disimpulkan faktor yang mempengaruhi pembelajaran membaca adalah faktor fisiologis, intelektual, lingkungan, psikologis, motivasi, dan bahan bacaan.

C.Media Pembelajaran untuk Membaca Permulaan 1. Pengertian Media

Secara umum media merupakan kata jamak dari “medium”, yang berarti

perantara atau pengantar. Menurut Rossie dan Breidle (Wina Sanjaya, 2012: 163), mengemukakan media pembelajaran adalah seluruh alat dan bahan yang dapat dipakai untuk mencapai tujuan pendidikan seperti radio, televisi, biki, koran, majalah, dan sebagainya. Sedangkan menurut Oemar Hamalik, (1983:

19

23) media pendidikan adalah alat, metode dan teknik yang digunakan dalam rangka lebih mengefektifkan komunikasi dan interaksi antara guru dan siswa dalam proses pendidikan dan pengajaran di sekolah.

Menurut Arief S. Sadiman (2009: 7), media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi. Soeparno (Dadan Djuanda, 2006: 102) mengutarakan media adalah suatu alat yang dipakai sebagai saluran (channell) untuk menyampaikan pesan atau informasi dari sumber kepada penerima pesan.

Ahmad Rohani (1997 : 3) media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat untuk proses komunikasi (proses belajar mengajar). Sementara itu Syaiful Bahri Djamarah dan Aswan Zain (2002: 137) mengungkapkan media adalah alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Penggunaan media sangat bergantung pada rumusan tujuan pengajaran yang telah dibuat. Jika hal tersebut diabaikan maka media bukan lagi sebagai alat bantu pengajaran, tetapi bisa menjadi penghambat dalam pencapaian tujuan secara efektif dan efisien.

Dari beberapa pendapat ahli di atas dapat disimpulkan media adalah seluruh alat, bahan, orang, kegiatan yang dapat digunakan sebagai penyaluran pesan dari pengirim ke penerima yang dapat memungkinkan siswa

20

memperoleh pengetahuan, keterampilan, dapat merangsang pikirang, perhatian, dan minat siswa sehingga dapat meningkatkan proses dan hasil belajar siswa.

2. Fungsi Media Pembelajaran

Media pembelajaran mempunyai peranan yang sangat penting dalam setiap proses pembelajaran. Media merupakan alat atau bahan yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari informan yaitu guru kepada penerima pesan yaitu siswa. Penerimaan pesan yang baik, efektif dan efisien tentu saja diharapkan dapat membuat pembelajaran lebih menarik dan membuat siswa menjadi mudah memahami susatu materi yang disampaikan oleh guru yang berimbas terhadap meningkatnya hasil belajar siswa. Meningkatnya kualitas belajar siswa berkaitan dengan manfaat dari penggunaan media pembelajaran itu sendiri.

Menurut Wina Sanjaya (2011: 171), fungsi media pembelajaran sendiri memiliki nilai praktis yaitu :

a) media dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki siswa, b) media dapat mengatasi batas ruang kelas,

c) media dapat memungkinkan terjadinya interaksi langsung anatara peserta dengan lingkungan,

d) media dapat menghasilkan keseragaman pengamatan,

e) media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, nyata, dan tepat, f) media dapat membangkitkan motivasi dan merangsang peserta untuk

belajar dengan baik,

g) media dapat membangkitkan keinginan dan minat baru, h) media dapat mengontrol kecepatan belajar siswa, dan

i) media dapat memberikan pengalaman yang menyeluruh dari hal-hal yang konkret sampai yang abstrak.

Media juga dapat membantu guru memberikan informasi dengan lebih baik. Seperti yang diutarakan Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1991: 9) fungsi dari media adalah sebagai berikut.

21

a) Media mampu memperlihatkan gerakan cepat yang sulit diamati dengan cermat oleh mata biasa.

b) Media dapat memperbesar benda-benda kecil yang tak dapat dilihat oleh mata telanjang.

c) Penggantian objek yang secara nyata berukuran besar yang dapat diganti dengan gambar, film bingkai atau model.

d) Objek yang terlalu ompleks dapat disajikan dengan menggunakan diagram atau model yang disederhanakan.

e) Media dapat menyajikan suatu proses atau pengalaman hidup yang utuh.

f) Penggantian objek yang berbahaya secara nyata yang dapat diganti dengan media yang berbentuk gambar, flm, gambar video.

Levie & Lents (Azhar Arsyad, 2009: 16-17) mengemukakan empat fungsi media pembelajaran, khususnya media visual, yaitu: a) fungsi atensi, b) fungsi afektif, c) fungsi kognitif, dan d) fungsi kompensatoris.

a) Fungsi atensi media visual merupakan inti, yaitu menarik dan mengarahkan perhatian siswa untuk berkonsentrasi kepada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual yang ditampilkan atau menyertai teks materi pelajaran.

b) Fungsi afektif media visual dapat terlihat dari tingkat kenikmatan siswa ketika belajar (atau membaca) teks yang bergambar. Gambar atau lambang visual dapat menggugah emosi dan sikap siswa.

c) Fungsi kognitif media visuak dapat terlihat dari temuan-temuan penelitian yang mengungkapkan bahwa lambang visual atau gambar memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami dan mengingat informasi atau pesan yang terkandung dalam gambar.

d) Fungsi kompensatoris media visual dapat terlihat dari hasil penelitian bahwa media visual yang memberikan konteks untuk memahami teks membantu siswa yang lemah dalam membaca untuk mengorganisasikan informasi dalam teks dan mengingatnya kembali. Menurut Enny Zubaidah (2015: 22-23) menyatakan fungsi media dalam keterampilan membaca, fungsi diuraikan sebagai berikut.

a) Memotivasi siswa agar ingin membaca.

b) Agar siswa menganggap bahwa yang dibaca dari cara membacanya berkaitan dengan isi teks yang digunakan dalam kehidupan nyata. c) Memberi petunjuk makna detil.

d) Memberi petunjuk tentang isi pokok paragraf dan wacana. e) Memberi informasi tambahan berkenan dengan isi teks.

22

f) Memberi materi non verbal yang dipahaminya.

g) Memberi analisis simbolik tentang hubungan bahasa tulis dan bunyi cepat.

Berdasarkan beberapa pendapat di atas, dapat disimpulkan fungsi media pembelajaran adalah dapat meningkatkan dan mengarahkan perhatian anak sehingga dapat menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan kemungkinan siswa dapat belajar sendiri-sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya.

3. Jenis-Jenis Media Pembelajaran

Dalam proses pembelajaran, media pembelajaran yang digunakan oleh guru tentu banyak jenisnya. Penentuan penggunaan media tentu saja harus memperhatikan materi dan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai supaya tercapainya proses pembelajaran yang efektif dan efisien. Penggunaan media juga harus memperhatikan karakteristik siswa yang beragam sehingga siswa akan memperoleh pengalaman yang baru. Leshin, Pollock, dan Reigeluth (Azhar Arsyad, 2007: 36) mengklasifikasikan media ke dalam lima jenis kelompok, yaitu: a) media berbasis manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok, field trip), b) media berbasis cetak (buku penuntun, buku latihan, alat bantu kerja, dan lembaran lepas), c) media berbasis visual (buku, alat bantu kerja, bagan, grafik, peta, gambar, transparansi, slide), d) media berbasis audio-visual (video, film, program slide-tape, televisi), dan e) media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan komputer, interaktif video, hypertext).

23

Sedangkan menurut Wina Sanjaya (2011: 211) mengklasifikasikan media berdasarkan sifatnya yaitu: a) media auditif, media yang hanya bisa didengar saja, b) media visual, media yang hanya bisa dilihat saja, dan c) media audiovisual, media yang mengandung unsur suara dan dapat dilihat. Penggunaan media baik yang berupa auditif, visual maupun audiovisual diharapkan mampu mempermudah guru dalam menyampaikan pesan yang hendak diberikan dalam proses pembelajaran. Selain itu, diharapkan dengan menggunakan media dalam proses pembelajaran dapat mendekatkan siswa ke dalam kondisi yang sebenarnya sehingga siswa dapat lebih mudah untuk memahami dan mengerti materi pembelajaran yang diajarkan. Contohnya untuk mengetahui kehidupan hewan di habitat aslinya, guru tidak perlu mengajak siswa ke dalam hutan yang sebenarnya. Guru dapat memutarkan film atau video yang berisi tentang kehidupan hewan di habitat aslinya.

Berbeda dengan pendapat di atas, Arief S. Sadiman, dkk (2009: 28), media dibagi ke dalam tiga jenis, yaitu: a) media grafis (gambar, sketsa, diagram, bagan, grafik, kartun, poster, peta, papan flanel, papan buletin), b) media audio (radio, alat perekam pita magnetik, laboratorium bahasa), dan c) media proyeksi diam (film bingkai, film rangkai, media transportasi, proyektor tak tembus pandang, mikrofis, fim, film gelang, televisi, video, permainan dan simulasi).

Berdasarkan jenis media di atas, peneliti memilih media visual dalam bentuk kartu kata bergambar untuk mengajarkan membaca permulaan pada siswa kelas 1A SD Negeri Baleharjo.

24 D.Media Kartu Kata Bergambar

1. Pengertian Media Kartu Kata Bergambar

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005:147) kartu adalah kertas tebal berbentuk persegi panjang yang digunakan untuk berbagai keperluan. Sedangkan gambar menurut Amir Hamzah Sulaiman (Marlina Wulandari, 2014: 40) adalah alat visual yang penting dan mudah didapat serta konkret dengan masalah yang digambarkannya. Kartu kata bergambar merupakan salah satu dari jenis media visual yang berarti penerima pesan (anak) akan menerima informasi melalui indra penglihatannya karena pesan yang akan disampaikan dituangkan ke dalam simbol-simbol komunikasi visual (Nurbiana Dhieni, 2005: 11.22). Kartu kata bergambar sangat cocok diterapkan sebagai media dalam pembelajaran membaca permulaan dikarenaka di dalam kartu kata bergambar selain anak dapat menangkap bunyi lafal dari suatu kata, ia juga akan mengingat gambar yang tertera pada kartu.

Menurut Azhar Arsyad (2007: 119), kartu kata bergambar adalah kartu kecil yang berisi gambar, teks, atau tanda simbol yang mengingatkan atau menuntun siswa kepada sesuatu yang berhubungan dengan gambar tersebut. Sedangkan menurut Basuki Wibawa dan Farida Mukti (1992: 30) kartu kata bergambar biasanya berisi kata-kata, gambar atau kombinasinya yang dapat digunakan mengembangkan perbendaharaan kata-kata dalam mata pelajaran bahasa.

25

Berdasarkan pengertian-pengertian di atas dapat disimpulkan media kartu kata bergambar adalah media visual yang dipergunakan dalam pembelajaran membaca permulaan yang berupa kertas tebal yang berbentuk persegi panjang dan berisikan kata serta gambar yang sesuai dengan materi yang sedang diajarkan. Seri gambar atau kata yang tersedia beragam sesuai dengan materi yang diajarkan.

2. Kelebihan dan Kelemahan Kartu Kata Bergambar

Media kartu kata bergambar tentu akan sangat membantu guru dalam proses pembelajaran membaca permulaan. Banyak kelebihan yang terdapat pada media kartu kata bergambar ini sehingga anak dapat dipermudah ketika belajar. Kelebihan media kartu kata bergambar menurut Nurbiana Dhieni, dkk (2005: 11.14) adalah sebagai berikut.

a. Gambar yang ada bersifat konkret, nyata terlihat.

b. Mampu mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan kemampuan daya indera manusia.

c. Dapat digunakan menjelaskan sesuatu masalah, baik masalah yang bersifat konkret atau abstrak.

d. Merupakan media yang mudah didapat dan murah.

e. Mudah digunakan, baik secara individual, kelompok, klasikal, seluruh kelas atau sekolah.

Kelebihan kartu kata bergambar menurut Arief S. Sadiman, dkk (2008: 29) adalah sebagai berikut.

a. Gambar mempunyai sifat yang konkret dan realistis sehingga mampu menunjukkan pokok masalah dibandingkan dengan media verbal semata.

26

b. Gambar dapat mengatasi batasan ruang dan waktu karena tidak semua benda, objek, atau peristiwa dapat dibawa ke kelas atau siswa dapat dibawa ke objek/peristiwa tersebut.

c. Media gambar dapat mengatasi keterbatasan pengamatan kita. Contohnya sel daun yang tak mungkin kita lihat dengan mata telanjang dapat disajikan dengan jelas dalam bentuk gambar.

d. Gambar dapat memperjelas suatu masalah, dalam bidang apa saja dan untuk tingkat usia berapa saja, sehingga dapat mencegah atau membetulkan kesalahpahaman.

e. Harganya murah dan mudah didapat serta digunakan tanpa peralatan khusus.

Selain kelebihan-kelebihan diatas, media kartu kata bergambar juga mempunyai beberapa kelemahan. Menurut Arief S. Sadiman, kelemahan media kartu kata bergambar adalah sebagai berikut.

a. Hanya menekankan pada persepsi indra mata.

b. Gambar yang kompleks kurang efektif untuk kegiatan pembelajaran. c. Ukurannya sangat terbatas untuk kelompok besar.

Dokumen terkait