HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A.Hasil Penelitian
3) Pertemuan Ketiga
Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu 19 April 2016 selama dua jam pelajaran (2x35 menit) dengan tema Lingkungan. Pada pertemuan ketiga ini guru memberikan pelajaran dengan tema baru yaitu tema Budi Pekerti.
Dalam pertemuan ketiga ini ada beberapa kegiatan yang dilakukan guru dan siswa adalah sebagai berikut.
a) Guru memberikan apersepsi dan menggali motivasi siswa dengan mengajukan tanya jawab tentang perbuatan tolong menolong.
51
b) Siswa menirukan membaca teks cerita yang dibacakan oleh guru dengan menggunakan ketepatan kata/kalimat, lafal, kelancaran dan intonasi yang tepat.
c) Siswa mengamati kartu kata bergambar yang ditunjukan oleh guru untuk menarik perhatian siswa.
d) Siswa menirukan contoh pembacaan kata yang dibaca oleh guru dengan menunjukan kartu kata bergambar selama lima detik di depan siswa dan mengulangi kegiatan tersebut sampai dua kali.
e) Siswa dibagi ke dalam beberapa kelompok dan memperoleh kartu kata yang telah acak dan satu lembar kertas asturo. Siswa di minta untuk menyusun kata tersebut menjadi kalimat dalam paragraf cerita yang telah di baca.
f) Siswa menempelkan hasil karya di papan tulis dan bersama dengan guru membahas susunan kalimat yang tepat.
g) Siswa secara mandiri maju ke depan kelas untuk membaca teks yang ditunjukkan oleh guru.
c. Observasi
Observasi ini dilakukan oleh peneliti selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Alat bantu yang digunakan dalam observasi ini berupa lembar observasi. Dalam observasi ini diamati kegiatan siswa, kegiatan-kegiatan guru selama pelaksanaan tindakan dam penggunaan media dalam pembelajaran membaca. Kegiatan-kegiatan tersebut tercantum dalam uraian di bawah ini.
52 1) Kegiatan Siswa
Pembelajaran membaca dengan menggunakan media kartu kata bergambar membuat siswa lebih bersemangat dalam mengikuti proses pembelajaran. Siswa terlihat lebih aktif dan fokus dalam menerima materi pelajaran. Secara umum, kegiatan selama pembelajaran berlangsung yaitu: a) siswa melaksanakan dan merespon perintah guru selama kegiatan membaca kartu kata bergambar berlangsung, b) siswa merespon dan memperhatikan media kartu kata bergambar yang ditunjukkan oleh guru, c) siswa menyimak guru ketika guru memberikan contoh membaca menggunakan media kartu kata bergambar, d) siswa melihat media kartu kata bergambar dan membacanya secara klasikal setalah dibacakan oleh guru, e) siswa mencoba memperagakan dengan menggunakan media kartu kata bergambar secara mandiri, f) siswa membaca teks atau kalimat sederhana secara bergiliran di depan kelas, dan g) beberapa siswa menyimak ketika temannya sedang mendapatkan giliran membaca.
Namun, masih terdapat beberapa kegiatan pembelajaran yang tidak berjalan secara baik. Pada kegiatan membaca secara bergiliran, siswa yang belum mendapatkan giliran membaca tidak menyimak temannya yang sedang membaca di depan kelas. Selain itu, masih ada beberapa siswa yang membaca tidak memperhatikan aspek-aspek dalam membaca seperti ketepatan membaca kata/kalimat, lafal, kelancaran dan intonasi atau dengan kata lain masih terdapat kesalahan dalam membaca. Secara umum, sebagian
53
besar kekurangan siswa siswa dalam membaca terletak pada ketepatan dan lafal yang diucapkan.
Untuk lebih jelasnya, dapat melihat foto di bawah ini.
Gambar 3. Foto kegiatan siswa selama pembelajaan membaca permulaan di kelas.
2) Kegiatan Guru
Observasi terhadap guru dilakukan oleh peneliti saat pembelajaran membaca permulaan menggunakan media kartu kata bergambar berlangsung. Secara umum pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan oleh guru sudah sesuai dengan skenario pembelajaran dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
Langkah-langkah guru selama pembelajaran berlangsung yaitu: a) guru memberikan arahan sebelum kegiatan pembelajaran membaca dimulai, b) guru menunjukan media kartu kata bergambar kepada siswa, c) guru memberikan contoh membaca dengan menggunakan media kartu kata bergambar, d) guru memberikan waktu kepada siswa untuk mencoba menggunakan media kartu kata bergambar secara mandiri, e) guru
54
memberikan kesempatan kepada siswa untuk mencocokan kata dengan gambar dan menyusun kata menjadi kalimat, f) guru mengevaluasi siswa membaca secara mandiri begiliran di depan kelas dengan memperhatikan aspek-aspek membaca permulaan, g) guru membimbing dan membenarkan jika ada siswa yang mengalami kesulitan dan kesalahan dalam membaca, dan h) guru dapat mengkondisikan siswa yang belum mendapatkan giliran menbaca untuk menyimak temannya yang sedang membaca.
Namun, masih ada beberapa langkah pembelajaran yang belum bisa terlaksana dengan baik. Pada pertemuan pertama, guru masih belum bisa optimal dan sedikit kaku dalam menggunakan media kartu kata bergambar. Perpindahan kartu juga tidak terlalu cepat, masih terbata-bata. Guru kurang dalam mengkondisikan siswa untuk menyimak temannya yang sedang membaca di depan kelas. Akan tetapi, pada pertemuan kedua dan ketiga, guru sudah dapat mengkondisikan siswa untuk menyimak saat ada siswa lain yang sedang membaca. Untuk lebih jelasnya, dapat melihat foto di bawah ini
55
Gambar 4. Guru sedang mengajarkan membaca teks dengan kalimat sederhana.
d. Refleksi dan Revisi Tindakan Siklus 1
Pada tahap ini peneliti melakukan analisis data yang telah terkumpul dan hasil observasi dan hasil evaluasi pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas I SD Negeri Baleharjo.
1) Refleksi
Pembelajaran membaca permulaan dengan menggunakan media kartu kata bergambar dengan tema Lingkungan dan Budi Pekerti terdapat beberapa siswa yang masih mengalami kesulitan antara lain: a) pada saat membaca terdapat beberapa siswa yang masih mengeja huruf terlebih dahulu, b) beberapa siswa membaca dengan terbata-bata, c) terdapat satu siswa yang masih belum bisa membaca sehingga harus dibimbing oleh guru secara keseluruhan, d) siswa membaca dengan suara pelan sehingga tidak terdengar sampai area tempat duduk belakang, e) ada beberapa siswa yang
56
ketika membaca kata tidak membaca suku tertutup, f) ada beberapa siswa yang ketika membaca dengan lafal yang tidak tepat, g) siswa masih kesulitan membedakan huruf yang mirip seperti b dan p seperti pada kata badan menjadi daban, h) masih kesulitan membaca kata yang menggunakan gabungan huruf konsonan ng , contohnya: minggu menjadi min-gu, i) beberapa siswa masih kesulitan membaca kata yang menggunakan huruf diftong ai, contohnya: kata pandai dibaca panda-i dan j) ada siswa yang tidak mau disuruh membaca di depan kelas.
Pada saat pembelajaran membaca, guru juga mengalami beberapa kesulitan antara lain: a) pada pertemuan pertama, guru masih kaku saat menggunakan media kartu kata bergambar, b) guru belum bisa mengkondisikan siswa yang belum mendapatkan giliran membaca supaya tidak membuat keributan di kelas, c) saat memeragakan penggunaan media kartu kata bergambar, guru kurang dalam menunjukan kartu kata bergambar, dan d) guru kurang bervariasi dalam menggunakan media kartu kata bergambar seperti mencoba menutup gambar dan meminta siswa untuk membaca kata tanpa melihat gambar.
Meskipun masih terdapat beberapa permasalahan setelah dilakukan tindakan siklus I, namun terjadi peningkatan proses pembelajaran membaca permulaan pada siswa kelas IA SD Negeri Baleharjo. Penggunaan media kartu kata bergambar dalam pembelajaran membaca permulaan membuat siswa lebih senang, aktif dan tertarik dalm mengikuti proses pembelajaran. Siswa lebih mudah untuk membaca kata yang disertai dengan gambar
57
karena media kartu kata bergambar dapat membantu siswa dalam proses pembelajaran. Selain itu, dengan penggunaan media kartu kata bergambar siswa lebih antusias dalam mengikuti pembelajaran membaca permulaan.
Berdasarkan hasil tes penggunaan media kartu kata bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca permulaan pada siswa kelas 1 SD Negeri Baleharjo. Peningkatan nilai rerata keterampilan membaca permulaan pada siklus I sebesar 5,62, yang kondisi awal 65,23 meningkat menjadi 70,85. Untuk lebih jelasnya lihat tabel di bawah.
Tabel 7. Peningkatan Nilai Membaca Permulaan Siklus I
Kelas Nilai Rerata
Pra Siklus Siklus I
I 65,5 70,70
Tabel diatas merupakan nilai rerata pada tindakan siklus I. Peningkatan nilai rerata dari pratindakan sampai tindakan siklus I dapat divisualisasikan dalam diagram berikut.
90 70,85 70 65,23 Pra Tindakan 50 Siklus I 30 10 0 ! ! ! !
Gambar 5. Diagram Nilai Rata-Rata Siklus I
Bila dilihat dari presentase ketuntasan membaca permulaan dengan menggunakan media kartu kata bergambar pada siklus I meningkat sebesar
58
5 siswa atau 22,73%, yang kondisi awal 7 siswa 31,82% meningkat menjadi 12 siswa atau 54,55%. Klasifikasi nilai membaca permulaan yang diperoleh pada siklus I yaitu 4 siswa kurang dengan persentase 18,18%, 2 siswa cukup dengan persentase 9,09%, 15 siswa baik dengan persentase 68,18%, dan 1 siswa sangat baik dengan persentase 4,54%.
Tabel 8. Kriteria Nilai Membaca Permulaan Siklus I Nilai Jumlah Siswa Persentase Kriteria
80-100 1 4,54% Sangat Baik
66-79 15 68,18% Baik
56-65 2 9,09% Cukup
40-55 4 18,18% Kurang
2) Revisi
Pembelajaran dengan menggunakan media kartu kata bergambar dapat meningkatkan keterampilan membaca pada siswa kelas I SD Negeri Bakeharjo. Namun, untuk hasil yang lebih baik maka peneliti bersama guru kelas sepakat untuk adanya revisi pada tindakan siklus I diantaranya adalah. a) Saat menggunakan kartu kata bergambar, guru sebaiknya menunjukkan
kartu sebanyak minimal tiga kali supaya siswa dapat lebih memahami dan mengingat kata dan gambar yang sedang dipelajari.
b) Guru sebaiknya menutup gambar pada kartu setelah dirasa cukup dalam menunjukan kartu kata bergambar untuk mengetahui apakah siswa dapat membaca tanpa adanya gambar dengan benar dan cepat.
c) Saat ada siswa yang sedang membaca di depan kelas, ada beberapa siswa yang sudah atau belum mendapatkan giliran membaca tidak
59
memperhatikan temannya yang sedang membaca. Sebaiknya guru memberikan tugas kepada siswa supaya siswa bisa tenang dan tidak mengganggu siswa yang sedang membaca.