• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mekanisme dan Pembagian Tugas Tim Pelaksanaan

VERIFIKASI KELAYAKAN DED DAN PROPOSAL

3.1 Mekanisme dan Pembagian Tugas Tim Pelaksanaan

Adapun mekanisme pelaksanaan kegiatan adalah sebagaimana ditunjukan pada Gambar Diagram Mekanisme Pelaksanaan Verifikasi. Diagram tersebut dapat dijelakan sebagai berikut :

a. Verifikasi dilakukan terhadap dokumen perencanaan teknis (DED) dan atau proposal usulan kegiatan KSM dan bila diperlukan maka Tim verifikasi dapat menemui pihak KSM atau kunjungan langsung pemeriksaan dilapangan.

b. Proses Verifikasi dilakukan secara tim yang terdiri dari UPL dan pihak Konsultan (Faskel Teknik / Askot Infrastruktur) dan ditambah tim teknis kab./kota untuk kegiatan PLPBK. c. Kesimpulan verifikasi berupa Rekomendasi Akhir, selanjutnya dibuat bersama (harus

disetujui oleh Askot atau TA. Infrastruktur) dengan kesimpulan dan tindaklanjut sebagai berikut :

PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur 43

i. Kegiatan Layak : Dibuat Berita Acara Kelayakan Kegiatan;

ii. Layak dengan Penyempurnaan : Dokumen perencanaan teknis (DED) dan atau Proposal & Formulir Hasil Verifikasinya dikembalikan kepada perencana teknis dan atau KSM melalui UPL untuk dilakukan penyempurnaan sesuai catatan hasil verifikasinya. Segera setelah penyempurnaan maka UPL dapat langsung meyampaikan dokumen perbaikan tersebut kepada Faskel Teknik/Askot Infra/tim teknis untuk diverifikasi kembali.

iii. Tidak Layak : Dokumen perencanaan teknis (DED) dan atau Proposal & Formulir Hasil Verifikasinya dikembalikan kepada UPL dan diteruskan kepada BKM/LKM untuk dibahas status dokumen perencanaan teknis (DED) atau usulan tersebut dalam forum rapat BKM/LKM (Rapat BKM ini harus mengundang perencana teknis dan KSM bersangkutan). Apabila hasil kesepakatan Rapat BKM/LKM mengakibatkan perubahan usulan kegiatan maka harus mengacu prioritas pada RTPLP untuk kegiatan PLPBK dan PJM/Renta Pronangkis untuk kegiatan reguler (harus ada Berita Acara Kesepakatan) dan mekanisme selanjutnya adalah melakukan pembentukan organisasi pelaksana (panitia) kembali bila ternyata usulan kegiatan pengganti tidak akan dilaksanakan oleh KSM ini, tetapi bila tidak mengakibatkan perubahan usulan maka mekanismenya kembali mengikuti mekanisme layak dengan penyempurnaan. d. Setelah proses verifikasi selesai dan hasil rekomendasinya adalah layak maka dilakukan

penyusunan Berita Acara Kelayakan dokumen perencanaan dan Kegiatan Lingkungan yang ditandatanagani bersama dan diketahui oleh minimal Lurah/Ka Desa, Ketua RT/RW dan Tokoh masyarakat (Formulir V.3). Berita Acara ini selanjutnya menjadi bahan masukan penetapan prioritas usulan kegiatan. Seluruh Proposal (termasuk penyempurnaanya) dan formulir Verifikasi yang telah diisi agar diarsipkan dikantor UPL/BKM dan Korkot.

Selanjutnya dengan mengingat kemampuan UPL yang masih proses belajar, khususnya terkait substansi teknis infrastraktur serta adanya tingkat kerumitan/kompleksitas kegiatan infrastruktur yang cukup bervariasi dilapangan maka dalam pelaksanaan proses verifikasi, dibuat semacam pembagian tanggungjawab substansi, antara UPL dan Tim Konsultan, termasuk juga antar Tim Konsultan sendiri (Faskel Teknik dan Askot Infrastruktur). Pembagian tanggungjawab tersebut sebagaimana diuraikan pada tabel berikut :

Tabel 16 : Tugas dan Tanggung Jawab Tim Verifikasi

No Tim Tugas/Tanggungjawab Keterangan

1. Tim UPL 1) Melaksanakan verifikasi semua dokumen usulan kegiatan, dengan proioritas pada materi/hal-hal non-teknik sesuai acuan verifikasi;

2) Melaporkan hasil verifikasi yang telah dilaksanakan kepada Faskel Teknik.

44 PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur

No Tim Tugas/Tanggungjawab Keterangan

2. Faskel Teknik 1) Melaksanakan verifikasi semua aspek/hal-hal non-teknis sesuai acuan verifikasi;

2) Bertanggyngjawab melaksanakan Verifikasi Teknis terhadap semua jenis Sarana dan Prasarana Sederhana yang bersifat

Rehabilitasi/Perbaikan dan atau pembangunan baru.

3) Dalam hal verifikasi yang menjadi

tanggungjawabnya, terdapat desain perlu mendapat verifikasi lebih lanjut maka dapat meminta verifikasi lebih lanjut dari Askot Infra. 4) Melaporkan Daftar jenis infrastruktur yang

menjadi tanggungjawab verifikasi Askot infra;

Semua verifikasi yang dilakukan oleh UPL, tetap dapat diperiksa oleh Faskel Teknik;

3. Askot Infra 1) Melaksanakan verifikasi aspek non-teknis, khususnya terhadap 5 aspek non-teknis yang menentukan “Tidak Layak” (lihat Penjelasan Justifikasi “Tidak Layak”);

2) Melaksanakan Verifikasi Teknis terhadap semua jenis sarana & prasarana yang bersifat

Pembangunan Baru dan atau peningkatan 3) Dan terhadap desain pembangunan baru untuk

jenis prasarana yang lebih kompleks, yaitu : Jembatan Kayu/Beton diatas 6 meter (termasuk box culvert); Jembatan Baja/Besi, diatas 10 meter; Jembatan Gantung; Saluran Irigasi, Drainase; Prasarana Sumur Dalam/Bor, Perpipaan, IPAS;

4) Dalam hal terdapat desain yang menurut Askot perlu mendapat verifikasi lebih lanjut maka dapat meminta verifikasi dari TA. Infra.

5) Melaporkan Daftar jenis infrastruktur yang menjadi tanggungjawab verifikasi TA. Infra secara tertulis. Semua verifikasi teknis yang dilakukan oleh Faskel teknik, tetap dapat diperiksa oleh Askot Infra.

4. TA. Infra 1). Memfasilitasi (termasuk menyiapkan SOP) untuk desain pembangunan baru atau peningkatan prasarana yang bersifat lebih kompleks; 2). Melaksanakan verifikasi jenis infrastruktur yang

perlu mendapat verifikasi lebih lanjut dari Askot.

Semua verifikasi teknis & non- teknis yang dilakukan oleh Askot infra, tetap dapat diperiksa oleh TA. Infra.

PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur 45

No Tim Tugas/Tanggungjawab Keterangan

5 Tim Teknis (unsur dinas) Kab/Kota

1). Melakukan verifikasi dokumen perencanaan teknis (DED) kegiatan PLPBK yang meliputi: a. Gambar Rencana b. RAB c. RKS d. Dokumen lain Semua verifikasi teknis & non- teknis yang dilakukan oleh Askot infra/ TA. Infra, tetap dapat diperiksa oleh unsur dinas kab/kota

3.2 Langkah-langkah Teknis Pelaksanaan

Adapun langkah-langkah teknis pelaksanaan Verifikasi dapat diuraikan sebagai berikut : A. Persiapan

• Memahami cara melaksanakan verifikasi (termasuk cara pengisian formulir) dari Faskel/Askot Infra;

• Menyiapkan Dokumen Proposal yang sudah diterima dari KSM; • Menyiapkan Formulir Penilaian Verifikasi (Formulir : V.1, terlampir); B. Pelaksanaan Verifikasi :

1. Verifikasi dilakukan dengan cara memeriksa/menilai kebenaran atau kelayakan dari setiap dokumen perencanaan teknis dan atau proposal yang ada. Cara pemeriksaan kebenaran/kelayakan untuk setiap aspek verifikasi (pertanyaan) dapat dilihat pada penjelasan Aspek Verifikasi (terlampir).

2. UPL, Faskel Teknis dan Askot Infrastruktur dan tim teknis (unsur dinas) melakukan proses verifikasi sesuai dengan tanggungjawabnya masing-masing. Gunakan Formulir : V.1 seperti terlampir.

3. Jawaban atas setiap pertanyaan Verifikasi dituliskan pada formulir, Kolom Penilaian Kelayakan, yaitu :

a. Apabila hasil pemeriksaan/penilaian adalah diuraikan pada proposal secara benar/ lengkap maka tuliskan jawaban ”Ya” (atau tanda (√)) pada kolom jawaban ”Ya” yang tersedia, dan

b. Apabila hasil pemeriksaan/penilaian adalah diuraikan secara tidak benar atau kurang atau tidak ada sama sekali pada proposal maka tuliskan jawaban ”Tidak” (atau tanda (√)) pada kolom jawaban ”Tidak” yang tersedia.

c. Apabila terdapat jawaban ”Tidak” (poin 3.b) maka harus dicantumkan/dicatat apa saja kekurangan/kesalahan yang ditemukan. Hal-hal yang menjadi catatan ini dituliskan pada kolom ”Catatan (Penyempurnaan)” yang telah disediakan

4. Berikan Rekomendasi Hasil Verifikasi dengan ketentuan berikut :

• Layak : bila semua aspek yang dinilai mempunyai jawaban Ya/Terpenuhi.

• Layak dengan Penyempurnaan : bila hasil Penilaian terdapat satu atau lebih

46 PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur

• Tidak Layak : bila ada jawaban ”Tidak Layak” diantara pertanyaan/kriteria

berikut :

o ASPEK ORGANISASI

1) Adakah pengurus/anggota organisasi KSM jelas ?

2) Apakah jumlah anggota KSM dari peremuan, minimal 30%? 3) Apakah sudah dijustifikasi dan dinyatakan layak oleh BKM/LKM?

4) Apakah KSM Merupakan Pemanfaat & Pemelihara Sarana & Prasarana yang dibangun ?

o ASPEK MANAJEMEN, TEKNIS KEGIATAN

1) Apakah rencana lahan lokasi Bangunan telah dibebaskan (tidak akan ada dampak sosial)?

2) Apakah Infrastruktur yang dibangun tidak bertentangan dengan Daftar Kegiatan Terlarang ?

3) Apakah Infrastruktur yang dibangun tidak menimbulkan dampak lingkungan ?

4) Kelayakan Teknis (Perencanaan Desain/Spesifikasi), mencakup : Kesesuaian dengan spesifikasi standar teknis, Keamanan/kenyamanan Pemakaian, Kualitas Bahan Utama, Pencapaian Manfaat/Fungsi Infrastruktur.

5) Cantumkan rekomendasi yang sesuai/dipilih tersebut pada bagian akhir formulir dengan cara mencoret semua alternatif rekomendasi yang tidak dipilih;

6) Buatlah Berita Acara Kelayakan Verifikasi Kegiatan Lingkungan yang ditandatanagani bersama dan diketahui oleh minimal Lurah/Ka Desa, Ketua RT/RW dan Tokoh masyarakat (Contoh bentuk BA, seperti Formulir V.2, terlampir).

7) Hasil Verifikasi (Lembar Verifikasi yang telah diisi dan ditandatangani) dicopy satu rangkap sebagai laporan.

PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur 47

Gambar 2 : Diagram Alir Mekanisme Verifikasi DED & Proposal Kegiatan Lingkungan

Adapun penjelasan masing-masing krteria pada setiap aspek verifikasi adalah sebagaimana diuraikan pada tabel berikut :

PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur 51

BAB IV

KETENTUAN TEKNIS

52 PETUNJUK TEKNIS Perencanaan Kegiatan Infrastruktur

BAB IV

Dokumen terkait