BAB III Perizinan Sebagai Implementasi Pelayanan Publik
III.1. Mekanisme Perizinan di indonesia
Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah No 24 tahun 2018 tentang Pelayanan Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik (PP 24/2014) terdapat banyak perubahan fundamental baik proses dan syarat untuk mendirikan perusahaan maupun untuk mendapatkan izin usaha.
Sebelumnya pemerintah membuat sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) untuk pengurusan izin usaha, namun hal tersebut menurut pemerintah masih kurang optimal.
Kemudian Indonesia melalui Kementerian Koordinator bidang Perekonomian meresmikan Online Single Submission (OSS) sebagai sistem yang mempermudah para pelaku bisnis dalam melakukan pengurusan perizinan usahanya.
BAB IV
ONLINE SINGLE SUBMISSION
OSS adalah sistem Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik atau Online Single Submission (OSS) merupakan Perizinan Berusaha yang diterbitkan Lembaga OSS untuk dan atas nama Menteri, pimpinan lembaga, Gubernur, atau Bupati/Walikota kepada pelaku bisnis melalui sistem elektronik yang terintegrasi. Saat ini, perizinan di Indonesia harus diurus dan diterbitkan melalui sistem OSS.
Dengan berlakunya OSS versi 1.0 ini diharapkan memberikan kemudahan kepada para pelaku usaha dalam mengurus perizinan usaha.
Hal penting dalam OSS diantaranya adalah :
1. Kemudahan pengurusan perizinan usaha untuk melakukan izin usaha.
2. Pemberian fasilitas yang tepat kepada pelaku usaha dalam melakukan pelaporan.
3. Pemberian fasilitas terhadap para pelaku usaha agar dapat terhubung dengan pihak terlibat untuk memperoleh izin secara aman, cepat, dan real time; dan
4. Penyimpanan data perizinan dalam satu identitas yaitu Nomor Induk Berusaha (NIB).
Tampilan OSS Versi 1.0 IV.1. Tahapan Akses OSS
Sebelum dapat mengakses sistem OSS dilakukan pendaftaran terlebih dahulu dengan membuat dan melakukan aktivasi akun terlebih dahulu.
Berikut ini persyaratan untuk pendaftaran akun OSS : 1. NIK
2. NPWP
3. Alamat email
4. Memiliki usaha, baik usaha perorangan maupun badan usaha;
Melakukan pendaftaran. Para pelaku usaha wajib memiliki NIK kemudian email dan informasi lainnya, konfirmasi pendaftaran dikirimkan ke email.
Melakukan aktivasi. Konfirmasi aktivasi akan dikirimkan email berisi username dan password untuk mengakses OSS.
Kehadiran OSS tentu saja memberikan banyak kemudahan, tapi pada praktiknya OSS versi 1.0 & 1.1 masih memiliki kekurangan.
Salah satu masalah yang kerap terjadi adalah pada jenis pelaku usaha yang kebingungan menentukan Klasifikasi Buku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) tahun 2017. Karena pra OSS pelaku usaha bebas mengisi bidang usaha apa yang dijalankan.
Akan tetapi di OSS harus sesuai dengan KBLI 2017.
Bahwa dengan adanya OSS versi 1.0 & 1.1 memaksa para pelaku usaha untuk mendaftarkan bidang usaha sesuai dengan format KBLI 2017. Sedangkan tidak semua bidang usaha terangkum di dalam KBLI 2017, contoh untuk usaha konten kreatif.
Hal lainnya adalah semua pelaku usaha "dipaksa" melakukan perubahan anggaran dasar di Notaris sehingga ada extra cost bagi pelaku usaha.
Fitur DPMPTSP atau Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu baru bisa memberikan notifikasi persetujuan pemenuhan komitmen prasarana, sedangkan tidak semua daerah di Indonesia terdapat DPMPTSP.
Hal lainnya adalah format pengisian legalitas yang menggunakan format PT sudah terkoneksi dengan data dari Dirjen AHU sehingga tinggal dilakukan tarik data. Akan tetapi
untuk pengisian badan usaha lainnya harus dilakukan dengan manual.
IV.2. OSS RBA (Berbasis Resiko)
Tampilan OSS RBA
Dengan diberlakukannya Undang-Undang Cipta Kerja, kini sistem OSS melayani Perizinan Berusaha Berbasis Risiko sejak tanggal 2 Juni 2021, Pelaku Usaha dapat mengakses Sistem OSS berbasis risiko melalui halaman oss.go.id.
Pelaku usaha dapat melakukan permohonan perizinan berusaha dan pemenuhan komitmen atas Izin Usaha melalui OSS versi 1.1 hingga tanggal 25 Juni 2021. Bagi pemenuhan
komitmen dan permohonan perizinan berusaha yang disampaikan ke Sistem OSS setelah tanggal 25 Juni 2021 akan diproses berdasarkan OSS RBA.
Dalam kajian kami ada hal penting yang dapat diketahui dalam sistem OSS RBA, yaitu:
IV.3. Kategori Pelaku Usaha
Gambar Kategori Usaha OSS RBA
Terdapat 2 (dua) macam kategori pelaku usaha, yaitu UKM dan non-UKM. Pembagian kategori ini kemudian di lagi berdasarkan skala usaha dibawah ini.
IV.4. Skala Usaha
Gambar Skala Non UMK
Terdapat 6 (enam) jenis skala usaha yang dihitung dengan parameter yaitu skala usaha mikro, kecil, menengah, besar, kantor perwakilan dan badan usaha luar negeri.
Masing-masing skala usaha tersebut kemudian di breakdown lagi tergantung dengan bidang usaha dan risiko yang telah diatur dalam sistem OSS RBA yang dibagi berdasarkan ketentuan dibawah ini.
IV.5. Tingkat Risiko
Terdapat 4 (empat) jenis tingkat risiko yaitu Risiko Rendah (R), Risiko Menengah Rendah (MR), Risiko Menengah Tinggi (MT) dan Risiko Tinggi (T).
Dengan dipahaminya parameter;
• Kategori Pelaku Usaha
• Skala Usaha
• Pengetahuan KBLI 2020
• Tingkat Risiko
Maka tidak susah bagi kita untuk memahami sistem OSS RBA. Justru yang menjadi tantangan adalah bagaimana pengaturan komitmen prasarana dari masing-masing Menteri, pimpinan lembaga, Gubernur, atau Bupati/Walikota. OSS berbasis risiko memberikan layanan bagi pelaku usaha yang terbagi ke dalam dua kelompok besar yaitu, UMK dan Non UMK
Gambar Tabel Tingkat Resiko OSS RBA
BAB V
USAHA MIKRO KECIL (UMK) V.1. Kategori UMK
Berikut ini adalah kriteria usaha UMK:
1. Orang Perseorangan
2. Badan Usaha, yang meliputi :
• Perserikatan atau persekutuan
• Yayasan
• Perseroan Terbatas (PT)
• Persekutuan Komanditer (CV)
• Badan Hukum lainnya
• Persekutuan Firma
• Persekutuan Perdata
• Koperasi
• Perusahaan Umum
V.2. Skala Usaha UMK
Skala UMK adalah usaha milik Warga Negara Indonesia, baik orang perseorangan maupun badan usaha, dengan modal usaha maksimal Rp. 5 Miliar, tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha
Gambar Syarat Usaha Mikro dan Usaha Kecil
V.3. Tingkat Risiko UMK
Perizinan berusaha berbasis risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan tingkat risiko tersebut menentukan jenis perizinan berusaha.
Pemerintah telah memetakah tingkat risiko sesuai dengan bidang usaha atau KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia). KBLI yang berlaku saat ini adalah KBLI tahun 2020 dengan angka 5 digit sebagai kode bidang usaha.
Untuk usaha dengan tingkat Risiko Rendah (R) dan Menengah Rendah (MR), proses perizinan berusaha cukup diselesaikan melalui system Online Single Submission (OSS) tanpa membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
Sedangkan usaha dengan tingkat Risiko Menengah Tinggi (MT) dan Risiko Tinggi (T) membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
Gambar Tabel Perbedaan Resiko Usaha
BAB VI
USAHA NON MIKRO KECIL (NON UMK) VI.1. Kategori Non UMK
Berikut ini adalah kriteria usaha Non UMK:
1. Orang Perseorangan
2. Badan Usaha, yang meliputi :
• Perserikatan atau persekutuan
• Yayasan
• Perseroan Terbatas (PT)
• Persekutuan Komanditer (CV)
• Badan Hukum lainnya
• KPPA (Kantor Perwakilan Perusahaan Asing)
• KPPA (Jasa Penunjang Tenaga Listrik Asing)
• KP3A
• KP3A
• PMSE
• BUJKA
4. Badan Usaha Luar Negeri
• Pemberi Waralaba dari Luar Negeri
• Pedagang Berjangka Asing)
• PSE Asing
• Bentuk Usaha Tetap
VI.2. Skala Usaha Non UMK
Skala usaha Non UMK adalah berdasarkan nilai modal dan unsur kepemilikan asing.
Gambar Tabel Skala Usaha Non UMK
VI.3. Tingkat Risiko Non UMK
Perizinan berusaha berbasis risiko adalah perizinan berusaha berdasarkan tingkat risiko kegiatan usaha dan tingkat risiko
tersebut menentukan jenis perizinan berusaha.
Setelah diketahui KBLI yang dipilih, maka bisa diketahui jenis risiko beserta perizinan yang harus dipenuhi.
Berikut ini adalah tabel perbedaannya:
Gambar Penjelasan Jenis Risiko
OSS Berbasis Risiko adalah perizinan yang berdasarkan tingkat risiko yang akan mengakibatkan jenis perizinan yang harus diperoleh.
Pertama kamu harus mengetahui kode bidang usaha yang dijalankan, kemudian disesuaikan dengan kode 5 digit KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia
Untuk usaha dengan tingkat Risiko Rendah (R) dan Menengah Rendah (MR), proses perizinan berusaha cukup diselesaikan melalui system Online Single Submission
(OSS) tanpa membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
Sedangkan usaha dengan tingkat Risiko Menengah Tinggi (MT) dan Risiko Tinggi (T) membutuhkan verifikasi atau persetujuan dari Kementerian/Lembaga/Pemerintah Daerah.
Gambar Tabel Perbedaan Resiko
BAB VII
KBLI 2020 DALAM OSS RBA
Pemahaman tentang KBLI 2020 dalam OSS RBA juga menjadi hal penting. Karena dasar izin usaha yang harus dimiliki adalah berasal dari jenis usaha yang dijalankan.
VII.1. Studi Kasus: KBLI 63122
Pelaku usaha memiliki usaha perdagangan spring bed via online. Sesuai dengan KBLI 2020 maka termasuk dalam KBLI 63122 yang memiliki deskripsi seperti dibawah ini:
Gambar Penjelasan KBLI 63122
Berikutnya, pelaku usaha tersebut memiliki modal usaha RP 100 juta, dimana sesuai dengan parameter tersebut diatas, merupakan usaha mikro. Dan sesuai dengan ketentuan OSS RBA, usaha mikro atas KBLI 2020 memiliki kewajiban sebagai berikut:
Gambar Perjelasan KBLI OSS
VII.2. Migrasi Hak Akses
Migrasi hak akses OSS RBA diperoleh dari OSS versi 1.1. Bahwa di OSS RBA hak akses diberikan kepada badan usaha, sementara di OSS versi 1.1 hak akses diberikan kepada individu (direktur, komisaris serta jabatan lainnya).
A. Updata Data Perusahaan
Updata data perusahaan atau data investasi yang telah disimpan di dalam OSS versi 1.1 akan secara otomatis tersimpan di sistem OSS RBA. Akan tetapi dalam pengalaman kami, tidak semua data akan
"muncul" semua. Pelaku usaha perlu melakukan pengecekan apakah
data telah terupdate secara lengkap. Apabila belum, pelaku usaha dapat melakukan penambahan manual.
VII.3. Implementasi KBLI 2020
KBLI 2020 adalah KBLI yang paling terbaru. Dimungkinkan pelaku usaha yang telah sesuai dengan KBLI 2017 untuk menggunakan OSS RBA. Sebagai contoh adalah KBLI tentang perdagangan besar kosmetik. Di KBLI 2017, perdagangan besar kosmetik adalah kode menggunakan kode 46494, akan tetapi di KBLI 2020 menggunakan kode 46443. Dimana di KBLI 2020, kegiatan perdagangan kosmetik itu di detailkan lebih lengkap, kosmetik untuk manusia dan kosmetik untuk hewan.
Gambar Penjelasan KBLI OSS RBA
DAFTAR PUSTAKA
Ika Ruwaina. (2019). Efektivitas kebijakan online single submission dalam pelayanan perizinan berusaha Di dinas penanaman modal dan pelayanan terpadu Satu pintu jawa tengah ( Skripsi Fakultas Ekonomi Pembangunan Unnes )
Hisyam Afif Al Fawwaz. (2017). Efektivitas kebijakan online single submission dalam pelayanan perizinan berusaha Di dinas Penanaman modal dan pelayanan terpadu Satu pintu jawa tengah. (Skripsi Jurusan Hukum Bisnis Syariah )
Sri Rahayu Prihatiningsih. (2021). Pengawasan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Secara Terintegrasi Dan Terkoordinasi ( Laporan Aksi Perubahan Pemda DIY )
Andryan (2021). Hukum dan Kebijakan Publik (Medan, Pustaka Prima, 2021).
Bewa Ragawino (2006). Hukum Administrasi Negara (Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik)
Web Link http://oss.go.id
http://izinkilat.id/oss-rba http://advokasi.id
http://henrifayol.di
Profil Penulis
Deddy Rusdiana, S.Si, MH, C.Ht : kandidat Doktor Ilmu Manajemen Strategik Universitas Dr. Soetomo Surabaya, ini lahir di Surabaya 16 Nopember 1980, beraktifitas sebagai Pegawai Negeri Sipil dan Dosen di Akademi Farmasi Mitra Sehat Mandiri Sidoarjo.
Pendidikan Formal di tempuh di S1 Universitas Airlangga, dan S2 di Universitas Kartini Surabaya. Antusiasme penulis pada bidang hukum dan bisnis terlibat juga sebagai Staf Ahli Konsultan Lingkungan dan perijinan pada Startup Advokasi.id dan henri fayol Indonesia. Penulis memiliki istri Kartika Sari Wijayani, M.Si dan tiga orang putri ( Anissa Amalia Putri, dan Almeera Lutfiah Rabbani ).
Beberapa karya yang dimiliki dan telah terbit adalah : Hukum Maritim Pelayaran Niaga, Buku Panduan Koki Kapal, Introduction ISF Marlins English Language Test for Seafarer, dan Meteorologi dan Oseanografi. Serta memiliki hak cipta surveymeter radiasi murah.
Penulis dapat dihubungi melalui No whattsapp 085645135069/
087770345518 atau korespondensi melalui email di [email protected]
DR. Poenomowati, SH, MM, MH : adalah rector Universitas Kartini dan dosen hukum dagang pada Fakultas Hukum Universitas Kartini jenjang S1 dan Pasca Sarjana (S2).
Pendidikan formal diselesaikan penulis pada program Doktoral Fakultas Hukum Universitas 17 Agustus Surabaya.
Karya tulis yang telah diterbitkan adalah Hukum Dagang yang diterbitkan oleh Merdeka Publishing.