HYPNOSIS IN TEACHING UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK
MEKANISME TERBENTUKNYA KARAKTER
Setiap manusia dilahirkan dengan kondisi dan potensi otak yang sama. Namun ketika dihadapkan dengan permasalahan yang sama, yaitu kehidupan duniawi, respon yang diberikan terhadap permasalahan tersebut berbeda-beda. Ada yang hidup penuh semangat, sedangkan yang lainnya hidup penuh malas dan putus asa. Ada yang hidup dengan keluarga yang damai dan tenang, sedangkan ada juga yang hidup dengan kondisi keluarga yang berantakan. Ada yang hidup dengan perasaan bahagia dan ceria, sedangkan yang lain hidup dengan penuh penderitaan dan keluhan. Padahal semua berangkat dari kondisi yang sama, yaitu kondisi ketika masih kecil yang penuh semangat, ceria, bahagia, dan tidak ada rasa takut atau pun rasa sedih.
Pertanyaannya yang ingin diajukan di sini adalah “Mengapa untuk
permasalahan yang sama, yaitu kehidupan duniawi, seseorang mengambil respon yang berbeda-beda?” jawabannya dikarenakan oleh kesan yang
Seminar Nasional Pendidikan Dasar | 168
berbeda dan kesan tersebut dihasilkan dari pola pikir dan kepercayaan yang berbeda mengenai objek tersebut.
Karakter akan terbentuk sebagai hasil pemahaman hubungan tiga hal. Pertama hubungan dengan diri sendiri (intrapersonal), kedua hubungan dengan lingkungan (hubungan sosial dan alam sekitar), dan ketiga hubungan dengan Tuhan YME (spiritual) (Wibowo, dalam Ayis 2012).
Pada usia dini 0-6 tahun, otak berkembang sangat cepat hingga 80 persen (Gunawan, 2006). Pada usia tersebut kemampuan menalar seorang anak belum tumbuh sehingga pikiran bawah sadar (subconscious mind) masih terbuka. Otak menerima dan menyerap berbagai macam informasi dari lingkungannya, tidak melihat baik dan buruk. Itulah masa-masa yang dimana perkembangan fisik, mental maupun spiritual anak akan mulai terbentuk. Karena itu, banyak yang menyebut masa tersebut sebagai masa-masa emas anak (golden age).
Seringkali orang tua tidak menyadari bahwa ucapannya dapat membentuk perilaku dan sifat anak, apakah anak itu akan menjadi rajin dan pandai ataupun menjadi malas dan bodoh. Ucapan–ucapan tersebut tertanam dan tertancap di dalam pikiran bawah sadar anak melalui sebuah sugesti.
Sugesti yang baik adalah sugesti yang mampu memperbaiki perilaku anak menjadi lebih baik dan positif. Sudah sepatutnya sebagai orang tua harus pandai memilah dan memilih bahasa yang keluar dari ucapan sebagai bentuk sugesti bagi anak. Sebab sorang anak tidak hanya dapat mencerna sugesti positif, tetapi juga dapat menerima sugesti negatif dari apa yang didengarnya, karena pikiran bawah sadar tidak dapat membedakan kalimat positif dan negatif, tidak mengenal benar dan salah, dan tidak mengenal semu dan nyata.
Selanjutnya, semua pengalaman hidup yang berasal dari lingkungan kerabat, sekolah, televisi, internet, buku, majalah, dan berbagai sumber lainnya menambah pengetahuan yang akan mengantarkan seseorang memiliki kemampuan yang semakin besar untuk dapat menganalisis dan menalar objek luar. Mulai dari sinilah, peran pikiran sadar (conscious) menjadi semakin dominan. Seiring perjalanan waktu, maka penyaringan terhadap informasi yang masuk melalui pikiran sadar menjadi lebih ketat sehingga tidak sembarang informasi yang masuk melalui panca indera dapat mudah dan langsung diterima oleh pikiran bawah sadar.
Semakin banyak informasi yang diterima dan semakin matang sistem kepercayaan dan pola pikir yang terbentuk, maka semakin jelas tindakan, kebiasan, dan karakter unik dari masing-masing individu. Dengan kata lain, setiap individu akhirnya memiliki sistem kepercayaan (belief system), citra diri (self-image), dan kebiasaan (habit) yang unik (Gunawana, 2006). Jika sistem kepercayaannya benar dan selaras, karakternya baik, dan konsep dirinya bagus, maka kehidupannya akan terus baik dan semakin
Membedah Anatomi Kurikulum 2013 | 169 membahagiakan. Sebaliknya, jika sistem kepercayaannya tidak selaras, karakternya tidak baik, dan konsep dirinya buruk, maka kehidupannya akan dipenuhi banyak permasalahan dan penderitaan.
HYPNOTEACHING
Hipnosis tidak hanya berguna dalam mengatasi permasalahan yang menyangkut kondisi fisik maupun psikis, melainkan juga bisa dimanfaatkan dalam upaya optimalisasi kegiatan belajar mengajar. Hipnosis jenis yang satu ini biasa disebut istilah hypnoteaching.
Menurut Almatin (2010, hlm. 72), “Hipnosis adalah penembusan faktor kritis pikiran sadar dan diikuti dengan diterimanya suatu sugesti/idea atau pemikiran sehingga menyebabkan perubahan prilaku, dan tatanan mental
emosional”. Perubahan prilaku ini disebabkan oleh penerimaan sugesti oleh pikiran bawah sadar. Definisi hipnosis menurut Triwidia (2010, hlm. 5), bahwa hipnosis adalah seni komunikasai untuk memengaruhi seseorang sehingga mengubah tingkat kesadarannya. Dicapai dengan cara menurunkan gelombang otak dari beta menjadi alpha dan theta.
Dari kedua pendapat para ahli tersebut tentang definisi hipnosis semuanya memiliki perbedaan namun pada prinsipnya sama. Dari keduanya dapat disimpulkan bahwa hipnosis merupakan seni komunikasi untuk menurunkan gelombang otak menjadi alpha dan theta sehingga menjadi sangat sugestif.
Seiring dengan berjalannya waktu metode hipnosis kini semakin berkembang tidak hanya digunakan dalam terapi dan hiburan melainkan juga bisa diterapkan dalam dunia pendidikan. Hipnosis yang digunakan dalam pendidikan disebut hypnoteaching.
Menurut Nurcahyo (Ayis, 2012), secara harfiah, hypnoteaching berasal dari kata hypnosis dan teaching. Dari sini, kemudian bisa diartikan bahwa hypnoteaching adalah seni berkomunikasi dengan jalan memberikan sugesti agar para peserta didik menjadi lebih cerdas. Dengan sugesti yang diberikan, diharapkan mereka tersadar dan tercerahkan bahwa ada potensi luar biasa yang selama ini belum pernah mereka optimalkan dalam pembelajaran
Hajar (Ayis, 2012), mengartikan “Hypnoteaching sebagai seni berkomunikasi dengan jalan memberikan sugesti agar para peserta didik
menjadi lebih cerdas”. Dengan sugesti yang diberikan ini, diharapkan peserta didik sadar bahwa sesungguhnya mereka memiliki potensi luar biasa yang selama ini belum pernah mereka optimalkan dalam pembelajaran.
“Hypnoteaching adalah perpaduan konsep aktivitas belajar mengajar dengan
ilmu hypnotis” (Noer, 2010).
Dari beberapa pendapat para ahli tersebut dapat disimpulkan bahwa hypnoteaching adalah seni komunikasi untuk membuat peserta didik berada
Seminar Nasional Pendidikan Dasar | 170
pada kondisi terhipnosis ringan dengan begitu akan mudah untuk menerima pelajaran.