Ada banyak faktor yang mungkin mendorong seseorang untuk bermigrasi, dan keputusan mereka mungkin melibatkan serangkaian pendorong dan insentif yang kompleks.
Migran perempuan mungkin memilih untuk bermigrasi untuk mencari kesempatan kerja yang lebih baik, berkumpul kembali dengan keluarga atau untuk memperoleh keterampilan baru. Mereka mungkin juga terpaksa bermigrasi karena ketidaksetaraan gender yang mengakar, misalnya kekerasan seksual dan berbasis gender, peran gender tradisional yang membatasi peluang, kurangnya akses ke sumberdaya produktif, kemiskinan, konflik dan perubahan iklim (lihat Gambar 1.1). Perbatasan yang banyak celah di sepanjang koridor migrasi Asia Tenggara antara Kamboja/Republik Demokratik Rakyat Laos/Myanmar dan Thailand dan antara Indonesia dan Malaysia juga secara historis menimbulkan arus migrasi yang besar. Sebagian migran mungkin menggunakan agen perekrutan atau perantara informal untuk membantu mereka dalam bermigrasi, sebagian yang lain mungkin melakukan perjalanan sendiri.
1 Empat profesi tersebut adalah: dokter medis, dokter gigi, perawat, arsitek, insinyur, akuntan, surveyor dan pariwisata profesional
Gambar 1.1. Peluang dan tantangan migrasi dari pandangan gender
Teori Dorong Tarik
Faktor pendorong: Alasan mengapa orang ingin bermigrasi dari suatu tempat (faktor yang mendorong) Faktor penarik: Alasan mengapa orang ingin bermigrasi ke suatu tempat (faktor yang menarik)
Faktor pendorong Faktor penarik
Pendidikan lebih tinggi
Hanya kelompok migran tertentu yang diberi pengakuan hukum internasional formal, misalnya pengungsi dan pencari suaka, orang yang diancam dengan penyiksaan dan korban perdagangan manusia. Namun, penyintas kekerasan dan pelecehan tidak diberi izin khusus untuk tinggal atau menyelesaikan proses hukum. Bahkan bila ada perlindungan yang tersedia bagi mereka, migran perempuan dan laki-laki mungkin tidak memiliki akses ke informasi yang memadai atau bahkan menyadari perlindungan ini.
Saat tiba, langkah pertama adalah mencari pekerjaan (jika mereka belum mendapatkan pekerjaan sebelum bermigrasi). Apapun alasan yang menyebabkan migran tersebut meninggalkan negara asalnya dengan cepat berubah menjadi tantangan baru:
membangun mata pencarian untuk menghidupi diri sendiri dan keluarganya.
Kesempatan kerja pada umumnya terbatas, khususnya bagi perempuan migran. Sebagai perempuan dan sebagai migran, rentang pekerjaan dan peluang yang pada umumnya terbuka bagi mereka lebih sempit. Menghasilkan uang sangat penting, dan perempuan kerap tidak memiliki banyak pilihan dalam jenis pekerjaan yang mereka laksanakan di negara baru mereka. Perempuan seringkali berada dalam pekerjaan dan tugas yang dianggap sebagai bentuk pekerjaan berketerampilan rendah, berupah rendah dan berbahaya di perekonomian informal. Pekerjaan yang dianggap sebagai “pekerjaan perempuan” juga seringkali dinilai rendah.
Kegiatan 1.2.
Bagian 1
Tujuan
Hasil
Bahan
Pekerjaan yang dilaksanakan oleh migran
Curah pendapat pekerjaan pekerja migran
Untuk membuat bagan jenis-jenis pekerjaan yang dilaksanakan oleh pekerja migran, dan untuk menganalisis: seberapa berbahaya pekerjaan tersebut; tingkat perlindungan hukum yang berbeda; dinamika gender; dan industri terbesar yang mempekerjakan pekerja migran, dan perempuan di antara mereka.
Peserta akan membangun dasar untuk memahami pekerjaan dan tantangan yang melekat dalam kerja pekerja migran. Ini diperlukan untuk mengeksplorasi strategi pengorganisasian nanti.
• Kartu meta
• Selebaran 1.2. Peta migrasi tenaga kerja perempuan intra-ASEAN
1) Fasilitator membagi peserta menjadi kelompok-kelompok kecil beranggotakan 3-4 peserta. Masing-masing kelompok akan diberikan setumpuk kartu meta kosong.
Fasilitator meminta masing-masing kelompok untuk menunjuk satu orang sebagai sekretaris.
2) Di masing-masing kelompok kecil, peserta menyebutkan pekerjaan yang dilaksanakan oleh pekerja migran berupah rendah (bukan profesional), dan sekretaris menulis satu pekerjaan per kartu meta.
3) Fasilitator meminta masing-masing kelompok agar membacakan satu pekerjaan dan menuliskannya pada sebuah bagan atau pada powerPoint/dokumen yang diproyeksikan di layar (coba batasi hingga 15-20 pekerjaan). Meja lain mendengarkan, dan jika mereka memiliki pekerjaan yang sama pada sebuah kartu, mereka membalik kartu tersebut. Jika pekerjaan yang diumumkan tidak ada di kartu meta kelompok tersebut, maka kelompok tersebut akan menambahkannya. (Tujuan: memiliki daftar pekerjaan yang sama untuk setiap kelompok).
Bagian 2 Membuat bagan kondisi kerja bagi pekerja migran, bagi pekerja migran perempuan
1) Fasilitator membagi peserta menjadi empat kelompok kecil baru, dan masing-masing kelompok memiliki daftar pekerjaan yang telah disepakati di kartu meta dan kertas papan presentasi (flip chart).
a. Kelompok satu: Mintalah peserta untuk membuat daftar pekerjaan dalam urutan bahayanya. Paling berbahaya di urutan teratas hingga paling tidak berbahaya di urutan terbawah.
b. Kelompok dua: Mintalah peserta membuat daftar pekerjaan dalam urutan jumlah migran yang melaksanakan pekerjaan tertentu di negara/kawasan Anda. Jumlah migran terbanyak di urutan teratas hingga jumlah terkecil di urutan terbawah.
c. Kelompok tiga: Mintalah peserta untuk membagi pekerjaan menjadi tiga daftar berbeda: (1) Pekerjaan yang sebagian besar dilaksanakan oleh laki-laki (berorientasi pada laki-laki); (2) Pekerjaan yang sebagian besar dilaksanakan oleh perempuan (berorientasi pada perempuan); dan (3) Pekerjaan yang dilaksanakan baik oleh laki-laki maupun perempuan.
d. Kelompok empat: Mintalah peserta untuk membagi daftar tersebut menjadi pekerjaan dengan perlindungan hukum paling banyak hingga pekerjaan dengan perlindungan hukum paling sedikit.
2) Fasilitator meminta perwakilan masing-masing kelompok untuk menyajikan dan meminta komentar dari semua peserta.
a. Fasilitator harus mendorong peserta agar membahas masalah-masalah yang berkaitan dengan pekerjaan: pembayaran upah, keamanan fisik, pekerjaan musiman vs berkesinambungan, jenis pekerjaan (sub-kontrak, dan lain-lain) dan korelasi antar daftar-daftar ini.
b. Jika ada orang yang membela ketidaksetaraan atau menyatakan bahwa laki-laki/
warga negara setempat lebih baik dalam pekerjaan tertentu/berhak mendapatkan kondisi yang lebih baik, maka penting untuk menantang posisi tersebut. Doronglah orang untuk membayangkan diri mereka pada posisi orang lain.
3) Fasilitator membagikan Selebaran 1.2. Peta migrasi tenaga kerja perempuan intra-ASEAN dan meminta peserta untuk meninjaunya. Mereka harus secara khusus melihat negara mereka dan mengidentifikasi jenis pekerjaan apa yang dilaksanakan oleh pekerja migran perempuan di negara mereka dan berapa persentase migran perempuan.
Fasilitator bertanya kepada peserta apakah serikat pekerja mereka saat ini terhubung dengan para pekerja ini.
a. Jika seorang peserta mengangkat tangan untuk mengatakan, “Ya”, tanyakan kepada peserta lain apakah mereka setuju bahwa serikat pekerja menjangkau jenis pekerja ini, atau apakah lebih banyak yang perlu dilakukan. Bagikan strategi!
b. Jika seorang peserta mengatakan, “Tidak”, mintalah mereka mengidentifikasi apa alasan terbesar mengapa tidak. Tanyakan kepada peserta lain apakah mereka setuju, dan jika tidak, mengapa tidak? Pelajaran apa yang dapat diambil dari upaya yang telah dilakukan oleh serikat pekerja itu?
c. Apakah sektor-sektor ini terorganisasikan atau tidak terorganisasikan? (Kelompok mungkin menjadi menyadari bahwa sektor-sektor di mana perempuan terkonsentrasi lebih cenderung tidak terorganisasikan. Diskusikan mengapa begitu, dan apakah ini memberikan peluang bagi serikat pekerja).