Masalah keamanan publik bagi migran di Malaysia membuat upaya penjangkauan dan jejaring yang bertujuan untuk mengorganisasikan pekerja rumah tangga migran menjadi sangat menantang, terutama sebagai akibat dari pembatasan terkait COVID-19. Guna mengorganisasikan pekerja rumah tangga migran perempuan Indonesia di Malaysia, IDWF mulai melakukan penjangkauan di taman-taman dan melalui media sosial. Sejak bulan Maret 2019 hingga Juli 2019, para penggiat telah merekrut 40 pekerja rumah tangga perempuan Indonesia untuk menjadi anggota grup WhatsApp dan 79 pekerja rumah tangga perempuan Indonesia menjadi anggota grup Facebook. Dari bulan Agustus hingga Desember, pekerja migran perempuan sendiri diberi pelatihan untuk mengambil peran sebagai penggiat, membentuk empat tim pengorganisasian wilayah di Kuala Lumpur dan mengorganisasikan penjangkauan dua bulanan ke pekerja rumah tangga lainnya. Pada 2019, penggiat akar rumput menjangkau 116 pekerja migran perempuan, dan didampingi oleh staf IDWF selama proses pengorganisasian. Pekerja rumah tangga perempuan yang berjejaring merupakan sebuah kelompok yang beragam – pekerja rumah tangga penuh waktu, paruh waktu, tinggal di dalam dan di luar.
Kelompok media sosial berfungsi sebagai wadah untuk mencantumkan informasi terkait kegiatan IDWF, berbagi berita dan menyebarluaskan informasi terkait pekerja rumah tangga. Pelantar tersebut aktif, karena para pekerja juga melaporkan kasus kekerasan dan pelecehan serta mendiskusikan cara-cara untuk menangani masalah-masalah ini di dalam kelompok tersebut. Pada bulan Desember 2020, 90 pekerja rumah tangga Indonesia di Malaysia membentuk organisasi sendiri, Persatuan Pekerja Rumah Tangga Indonesia Migran (PERTIMIG).47
47 Untuk informasi lebih lanjut, lihat: https://idwfed.org/en/updates/malaysia-the-indonesia-migrant-domestic- workers-finally-formed-their-own-organization-2013-pertimig?ct=t%28IDWF+e-Newsletter+%2347+-+December+2020%29danmc_cid=71ee06a873danmc_eid=%5BUNIQID%5D.
Kotak 10.1.
Mengapa pekerja rumah tangga migran berorganisasi?
Melalui pengorganisasian, pekerja rumah tangga migran dapat:
• Berkumpul untuk berbagi masalah dan solusi.
• Membangun organisasi mereka (kelompok, asosiasi, serikat pekerja, koperasi, jaringan) di seputar masalah-masalah umum untuk berunding dan bernegosiasi dengan pemberi kerja, pemerintah dan otoritas lokal untuk perlindungan ketenagakerjaan dan sosial yang lebih baik.
• Memublikasikan hak-hak yang ada dan bekerja bersama untuk mencegah pelecehan dan eksploitasi.
• Menawarkan bantuan dan saran secara sistematis kepada pekerja rumah tangga yang membutuhkan.
• Kampanye untuk kondisi kerja yang lebih baik:
- upah dan jam kerja yang layak;
- waktu libur rutin dan libur hari besar;
- perlindungan sosial dengan perlindungan maternitas; dan
- kondisi kehidupan lebih baik, terutama bagi pekerja rumah tangga yang tinggal di dalam.
• Membantu mengembangkan langkah-langkah dukungan ekonomi, termasuk skema tabungan dan asuransi dan layanan kesejahteraan.
• Mendapatkan kepercayaan diri, pengakuan dan penghargaan atas pekerjaan mereka.
• mengetahui ke mana harus mencari bantuan ketika memiliki masalah di tempat kerja.
• Memiliki orang yang bisa berbicara mewakili mereka jika merasa diperlakukan tidak adil.
• Bertemu dengan orang lain untuk membicarakan masalah umum dan saling belajar.
• Bekerja bersama untuk memecahkan masalah dan meningkatkan kondisi kerja mereka.
• Ikut serta dalam memilih siapa yang akan mewakili dan berbicara untuk mereka dengan otoritas lokal atau dengan pejabat pemerintah, organisasi pengusaha dan media.
• Mendapatkan keterampilan baru melalui kegiatan pelatihan.
Bagian utama pengorganisasian adalah bahwa pekerja saling mendengarkan dan memberi informasi serta membangun rasa percaya dan kepercayaan diri pada kemampuan bersama mereka untuk mengubah situasi mereka. Partisipasi pekerja dalam pengambilan keputusan di semua tingkatan sangat penting karena mereka adalah organisasi. Merekalah yang akan membawa perubahan sosial ke arah yang lebih baik.
Sumber: ILO dan IDWF 2017a.
“Tidak ada buku pegangan”: Pengorganisasian pekerja rumah tangga akar rumput – UNITED
SENTRO dan IDWF juga memutuskan untuk mendukung pengorganisasian pekerja rumah tangga lokal di dalam negeri Filipina, yang bermula sebagai prakarsa dari Labor Education and Research Network. Serikat pekerja lokal yang dihasilkan menyebut dirinya United Domestic Workers of the Philippines (UNITED).
Berikut ini adalah kutipan tentang UNITED dari laporan: ILO dan IDWF, Decent Work for Domestic Workers: Eight Good Practices from Asia, 2017, 158–161.
Pengalaman UNITED sebagai serikat akar rumput belum pernah terjadi sebelumnya.
UNITED menyajikan cara baru yang dapat digunakan organisasi serikat untuk beradaptasi dengan kondisi angkatan kerja pekerja rumah tangga yang kompleks dan terus berkembang.
• Tidak ada buku pegangan untuk mengorganisasikan pekerja rumah tangga. Tempat kerjanya adalah rumah tangga dan unit perundingannya adalah perorangan, bukan kelompok pekerja. Struktur sektor tersebut menuntut cara-cara inovatif untuk menjalin kontak dan kemudian menarik individu ke dalam kelompok.
Berpikir di luar kotak menghantarkan pada apa yang dapat digambarkan sebagai
“pengorganisasian eceran” – upaya pengorganisasian dari pintu ke pintu dalam memperluas hak dan manfaat gerakan sosial berserikat di dalam sektor pekerjaan rumah tangga yang terpisah-pisah.
• Pengorganisasian eceran yang mempromosikan kontak tingkat rumah tangga, dan memaksimalkan jejaring membantu membentuk UNITED sebagai sebuah organisasi. Strategi dari rumah ke rumah, yang dikombinasikan dengan sistem rujukan, efektif dalam mengenali calon rekrutan. Pada saat yang sama, strategi ini diselaraskan dengan jam kerja pekerja rumah tangga. Ini tidak mengganggu jam kerja mereka, yang juga mendorong mereka untuk berpartisipasi dan akhirnya bergabung.
• UNITED diorganisasikan ke dalam cabang- cabang di tingkat barangay, dan mencakup mereka yang tinggal maupun bekerja di sana. Ini memfasilitasi
kehidupan organisasi di tingkat cabang dan memastikan bahwa anggota dapat tetap berhubungan untuk info terbaru dan mobilisasi untuk kegiatan.
Selain itu, Undang-undang Kasambahay mewajibkan pendaftaran pekerja rumah tangga di barangay, yang juga membuka kemungkinan partisipasi politik tingkat lokal dalam jangka panjang karena barangay menyajikan antarmuka pemerintah garis depan dengan masyarakat.
• UNITED mendobrak penghalang dalam mengorganisasikan pekerja rumah tangga dengan tidak membatasi diri pada definisi standar pekerja rumah tangga dalam undang-undang, RA 10361. Kerangka pengorganisasiannya holistik, keanggotaannya mencakup pekerja anak, pekerja keluarga tidak dibayar, pekerja paruh waktu dan bahkan mereka yang kembali dari bekerja di luar negeri yang mengalami kesulitan untuk kembali bermukim dan mendapatkan pekerjaan di Filipina. Dengan demikian, serikat pekerja rumah tangga dapat memahami seluruh cakupan masalah yang menimpa sektor pekerjaan rumah tangga. Namun membangun kapasitas yang memadai untuk menanggapi semua masalah ini tetap menjadi persoalan untuk pengembangan program di masa depan.
• UNITED menggunakan mobilisasi tabungan sebagai pelantar pengorganisasian.
Strategi ini memiliki tujuan ganda, yaitu menarik lebih banyak anggota ke dalam serikat, sekaligus membantu anggota merasa lebih aman karena tahu bahwa mereka siap menghadapi keadaan darurat keuangan.
Meskipun strategi ini bukanlah hal baru, namun inovatif ketika diterapkan pada pekerja rumah tangga, yang secara historis mengalami kesulitan dalam menabung, mengingat mereka mengirimkan sebagian besar penghasilan kepada kerabat dan keluarga di tempat asal mereka. Skema tabungan yang efisien berpotensi menjadi jaring pengaman yang berkelanjutan bagi pekerja rumah tangga yang mengalami kesulitan.
• Investasi dalam bentuk hubungan pribadi dan menangani kebutuhan pekerja rumah tangga merupakan kunci untuk mengorganisasikan UNITED. Agenda politik tidak dimuat di depan ketika pekerja rumah tangga ditarik ke dalam apa yang nantinya menjadi UNITED. Justru, pribadi merepresentasikan politik. … [O]rganisator…
fokus pada kondisi kerja anggota sasaran, dan dari sana menekankan perlunya aksi bersama sebagai satu-satunya mekanisme yang dapat digunakan untuk menangani keluhan mereka.
• UNITED mengadopsi pendekatan yang umumnya non-konfrontatif, mempertahankan kesadaran akan kerentanan [pekerja rumah tangga] yang tidak terorganisasir dan seringkali, untuk alasan yang sangat baik, mudah terperdaya.
• Keanggotaan UNITED didominasi oleh perempuan, tetapi juga mencakup laki-laki dan kaum muda.