PERENCANAAN DAN GAMBAR
MODIFIKASI DAN PEMBAHASAN
4.4.4 Membersihkan Komponen
Komponen-komponen yang sudah terlepas, sebelum dibersihkan harus memastikan bahwa semua sensor sudah terlepas dari komponen. Pembersihan komponen intake chamber, intake manifold, dan exhaust manifold dapat dicuci dengan menggunakan air sabun, untuk kerak dibersihkan dengan sekrap dan diamplas permukaan yang terdapat bekas perpak dengan amplas halus. Sedangkan
throttle body dapat dibersihkan dengan bensin. Setelah dicuci komponen dapat dikeringkan dengan menggunakan udara bertekanan tinggi kompresor.
Gambar 4.15 Membersihkan Komponen
4.5 Pelepasan Komponen Sistem Udara Pada Engine 5K
Pada engine 5K komponen sistem udaranya masih konvensional, yaitu masih menggunakan karburator untuk melayani sistem bahan bakarnya. Sebelum pelepasan komponen, menyiapkan dahulu peralatan dan tempat yang akan digunakan. Adapun langkah pelepasan komponen-komponen sistem udara pada
commit to user
4.5.1 Pelepasan Komponen
Sebelum pelepasan komponen dilakukan, wiring dan saluran-aluran selang yang terhubung pada sistem harus terlepas semuanya. Langkah-langkah pelepasannya adalah sebagai berikut :
1. Melepaskan Saringan Udara
Saringan udara terletak diatas karburator, sehingga harus dilepas terlebih dahulu untuk mempermudah pelepasan komponen dibawahnya. Pelepasan hanya dengan melepaskan baut yang mengikatnya dengan karburator.
Gambar 4.16 Melepaskan Saringan Udara 2. Melepaskan front pipe
Front pipe terikat dengan exhaust manifold, sehingga front pipe harus dilepas terlebih dahulu untuk pelepasan exhaust dan intake manifold. Bentuk front pipe
pada engine 5K juga berbeda dengan bentuk front pipe pada engine 7K, sehingga nantinya perlu modifikasi dalam pemasangannya.
3. Melepaskan karburator, intake dan exhaust manifold
Posisi karburator, intake dan exhaust manifold terikat menjadi satu. Sehingga pelepasan dapat dilakukan secara bersamaan dengan melepaskan baut pengikat pada cylinder head.
commit to user
4.5.2 Analisa Persamaan dan Perbedaan Komponen
Analisa persamaan dan perbedaan antara kedua komponen bertujuan untuk mempermudah proses modifikasi yang akan dilakukan pada komponen tersebut. Pemeriksaan terutama dilakukan pada permukaan yang langsung berhubungan dengan engine. Pada kedua komponen dapat dilihat secara visual dari luarnya, tentunya terdapat beberapa persamaan dan perbedaan. Pada komponen yang jelas berbeda tentunya harus diadakan modifikasi untuk menyesuaikan komponen yang lainnya. Pada komponen yang sekiranya sama, harus dilakukan pengukuran atau pengemalan untuk mengetahui apakah kedua komponen tersebut benar-benar sama. Adapun pemeriksaan persamaan dan perbedaan kedua komponen yang diakukan adalah sebagai berikut :
1. Dudukan Intake dan exhaust manifold
Pada intake dan exhaust manifold terdapat permukaan yang rata dan nantinya langsung terhubung dengan cylinder head sesuai dengan saluran hisap dan saluran buang.
Gambar 4.18 Persamaan permukaan intake dan exhaust manifold
Pemeriksaan tersebut dilakukan pada permukaan kedua komponen dengan mengemalkan kedua komponen pada cylinder head. Hasil dari pengemalan diperoleh permukaan yang sama, sehingga dalam pemasangannya nanti tidak memerlukan modifikasi dan langsung dapat dipasang
2. Saluran pipa buang
Bentuk dari kedua ujung pipa buang (front pipe) berbeda, hal tersebut dikarenakan konstruksi dari exhaust manifold juga berbeda. Tipe exhaust manifold pada engine 5K adalah tipe 4-1, yaitu empat exhaust port menjadi satu, sehingga pada sambungan front pipe hanya terdapat satu saluran buang. Tetapi tipe exhaust manifold pada engine 7K adalah tipe 4-2-1, yaitu empat
commit to user
exhaust port menjadi dua saluran, sehingga pada sambungan front pipe
terdapat dua saluran gas buang. Kemudian di front pipe, dua saluran tersebut menjadi satu. Modifikasi dilakukan dengan mengubah sambungan pada front pipe yang tadinya satu saluran menjadi dua saluran dengan cara dilas.
Gambar 4.19 Perbedaan Sambungan front pipe
3. Dudukan Distributor
Dudukan distributor pada engine 5K sama dengan distributor engine 7K, sehingga pemasangan dapat langsung dilakukan tanpa modifikasi.
4.6 Pengadaan Komponen Pada Sistem Udara
Pada komponen sistem injeksi 7K yang akan dipasang pada engine 5K, terdapat beberapa komponen yang belum ada maupun rusak. Sehingga perlu pembelian komponen untuk melengkapi bagian yang kurang maupun mengganti komponen yang rusak tersebut. Komponen tersebut antara lain :
1. Gasket
Terdapat beberapa gasket yang rusak dan perlu diganti, gasket tersebut antara lain :
- Gasket intake dan exhaust manifold
- Gasket muffler
2. Saringan Udara
Pada engine 7K yang terdapat pada engine stand tidak dilengkapi dengan saringan udara, sehingga perlu pengadaan komponen saringan udara antaralain :
- Filter casing
- Filter element
commit to user
3. Sensor
Terdapat beberapa sensor yang kurang pada sistem injeksi, sehingga perlu pengadaan sensor tersebut agar nantinya engine normal, yakni tidak terdapat nyala lampu pada check engine. Sensor tesebut antara lain :
- Air Temperature Sensor (sensor suhu udara) - Oxygen Sensor (sensor oksigen)
4. ECU
ECU yang dipakai pada engine stand tidak compatible, yang menyebabkan nyala engine abnormal. Sehingga perlu pengadan ECU 7K-E yang compatible
terhadap sistem injeksi yang akan dipasang.
4.7 Pemasangan dan Modifikasi
Setelah perencanaan, pelepasan kedua komponen, dan analisa perbedaan komponen selesai, maka proses pemasangan dan modifikasi dapat dilakukan untuk menyubsitusikan komponen sistem udara pada engine injeksi 7K-E ke
engine 5K. Adapun pemasangan dan modifikasi dilakukan pada komponen-komponen berikut ini :
4.7.1 Membersihkan Komponen
Pembersihan terutama dilakukan pada permukaan cylinder head tempat dudukan manifold, yaitu membersihkan terak dengan menggunakan skrap dan amplas halus.
Gambar 4.20 Permukaan Dudukan Manifold
4.7.2 Modifikasi dan Pemasangan Komponen Sistem Udara
Komponen-komponen pada sistem udara ada yang dapat langsung dipasang pada engine dan ada yang tidak dapat langsung dipasang pada engine, sehingga harus dimodifikasi terlebih dahulu, komponen-komponen tersebut antara lain :
commit to user
1. Dudukan oxygen sensor
Pada sistem injeksi 7K-E ini harus terdapat oxygen sensor sebagai pengoreksi gas buang hasil pembakaran. Apabila tidak ada oxygen sensor, maka lampu
check engine akan membacanya, dan jika E1 dan TE dihubungkan lampu check engine akan menyala menunjukkan data trouble code (DTC) 2*1 yaitu oxygen sensor.
Gambar 4.21 Dudukan oxygen sensor
Letak dari oxygen sensor ini harus sedekat mungkin dengan gas buang yang baru keluar dari silinder agar pengoreksian sensor lebih akurat, oleh karena itu
oxygen sensor ini terletak pada exhaust manifold.
Pada exhaust manifold harus dimodifikasi dengan membuat ulir dengan diameter 18 mm untuk dudukan oxygen sensor.
2. Intake dan exhaust manifold
Intake dan exhaust manifold dipasang pada permukaan cylinder head. Untuk pemasangan Intake dan exhaust manifold harus memakai baut pengikat yang terdapat pada engine 7K, sehingga baut pengikat tersebut harus dipindah ke
engine 5K.
commit to user
Setelah baut dipindah, perpak dapat dipasang terlebih dahulu sebagai perapat dan untuk mengurangi gesekan langsung dari kedua komponen, kemudian barulah intake dan exhaust manifold di pasang pada cylinder head.
Gambar 4.23 Pemasangan Intake dan Exhaust Manifold 3. Intake chamber
Intake chamber adalah sambungan dari intake manifold, sehingga komponen tersebut dapat langsung dipasang tanpa proses modifikasi. Antara intake manifold dan intake chamber diberi perpak sebagai perapat dan untuk mengurangi gesekan antar kedua komponen. Intake chamber dipasang dengan mengencangkan baut yang mengikatnya dengan intakemanifold.
Gambar 4.24 Pemasangan Intake Chamber
4. Throttle body
Throttle body terletak pada intakechamber, sehingga pemasangan throttle body
tanpa proses modifikasi. Setelah perpak dipasang, barulah throttle body
commit to user
Gambar 4.25 Pemasangan Throttle Body
5. Modifikasi Saringan Udara
Sistem injeksi pada engine stand tidak terdapat komponen saringan udara. Karena pada kendaraan fungsi saringan udara sangat penting, maka saringan udara harus dibuat dan harus menyesuaikan tempat yang ada pada kendaraan. Saringan uadara terdiri dari filter house, filter element, air conector pipe. Komponen-komponen tersebut dibeli di toko sparepart, kemudian dilakukan modifikasi untuk menyesuaikan tempat yang tersedia pada kendaraan.
- Air conector pipe dapat dipasang dengan memberikan pengunci di ujung, yang nantinya berkaitan dengan throttle body dan filter house. Pada air conector pipe terdapat dudukan sensor intake air temperature. Karena air conector pipe terbuat dari bahan karet, maka pembuatan dudukan dapat dilakukan dengan mudah dengan melubanginya dengan cutter. Setelah air conector pipe terpasang, di sekitar dudukan perlu diberi sealer (treebond) agar udara luar tidak masuk (bocor).
commit to user
- Filter house dipasang pada body, sehingga perlu dibuatkan dudukan pada
body dengan cara melubangi body sesuai lubang pada dudukan filter dengan mata bor 10 mm. Setelah lubang jadi, filter house dan filter element dapat dipasang dengan mengikatnya dengan baut M12.
Gambar 4.27 Dudukan Filter House
- Pada permukaan filter house terdapat sedikit tonjolan-tonjolan, oleh karena itu dilakukan penggerindaan untuk meratakan permukaan kemudian diamplas. Selain itu didekat saluran keluaran udara diberi pipa T berlubang ± 3mm untuk saluran idle up AC. Setelah permukaan filter house rata, pengecatan dapat dilakukan untuk finishing.
- Memasang komponen-komponen saringan udara pada kendaran sesuai dengan tempat yang tersedia.
Gambar 4.28 Pemasangan dan Modifikasi Air Filter
6. Modifikasi front pipe
Front pipe yang akan dipasang harus dimodifikasi terlebih dahulu, karena front pipe yang terdapat pada kendaraan yang akan dimodifikasi mempunyai satu saluran pada front pipe (tipe 4-1). Sedangkan front pipe yang dipasang harus
commit to user
mempunyai dua saluaran (tipe 4-2-1), karena saluran keluaran dari exhaust manifold juga dua saluran. Oleh karena itu, front pipe pada kendaraan yang hanya satu saluran harus dimodifikasi dengan mengganti ujung front pipe yang memiliki dua saluran.
- Pengerjaan pertama adalah memotong ujung dari front pipe yang akan didimodifikasi menjadi 2 saluran dengan panjang yang disesuaikan dengan ujung front pipe yang akan dipakai.
Gambar 4.29 Ujung front pipe satu saluran
- Memotong ujung front pipe yang akan digunakan dengan panjang sesuai dengan ujung front pipe yang sudah dipotong. Terdapat kebocoran pada sambungan front pipe, sehingga perlu dilakukan pengelasan untuk menambal front pipe tersebut. Setelah dilas, untuk finishing dengan meratakan hasil pengelasan maka harus digerinda dengan menggunakan gerinda tangan.
Gambar 4.30 Front pipe dua saluran
- Untuk penyambungan front pipe harus pada posisi yang tepat agar front pipe
dapat dipasang pada exhaust manifold. Oleh karena itu, harus dilakukan penyesuaian pada saluran front pipe yang telah dipotong, yaitu besar sudut sambungan antara potongan front pipe harus tepat agar front pipe dapat
commit to user
dipasang pada exhaust manifold. Penyesuaian sudut tersebut dilakukan dengan mengemalkan potongan front pipe pada exhaust manifold, kemudian diberi tanda dengan tipe-x untuk alur pemotongan.
Gambar 4.31 Penyesuaian sudut front pipe
Setelah sudut sudah tepat, proses pengelasan dapat dilakukan. Pengelasan awal untuk menyambung front pipe adalah las titik, baru kemudian dimalkan lagi. Apabila posisi front pipe sudah dapat dipasang maka pengelasan menyeluruh pada sambungan dapat dilakukan. Las yang digunakan adalah las karbit
- front pipe dipasang dengan memberikan gasket yang baru pada setiap sambungan agar gas buang tidak bocor.
Gambar 4.32 Front pipe yang telah terpasang
4.7.3 Pemasangan Kontrol Elektronik
Kontrol elektronik sangat berperan penting pada sistem injeksi ini, yakni mengontrol kerja seluruh komponen sistem injeksi. Kontrol elektronik dibagi menjadi tiga bagian, yaitu sensor, electronic control unit (ECU), dan actuator. Pada awalnya ECU yang digunakan pada engine stand adalah ECU 5A-FE, sedangkan ECU yang dipakai pada sistem injeksi 7K seharusnya ECU 7K-E. sehingga perlu penyesuaian ECU 7K-E agar sistem dapat bekerja secara normal.
commit to user
Gambar 4.33 ECU 7K-E dan ECU 5A-FE 1. Pembuatan Wiring
Dengan penggantian ECU maka wiring yang dipakai pada engine stand harus dirubah total untuk menyesuaikan wiring dengan ECU 7K-E. Wiring berfungsi untuk menghubungkan sensor-sensor ke ECU dan ECU ke aktuator serta komponen lainnya. Oleh karena itu wiring harus dibongkar total, kemudian dirangkai kembali dengan panjang sesuai jangkauan ECU yang berada dalam kendaraan dengan sensor-sensor dan aktuator yang terpasang pada engine. Pembuatan wiring harus berdasarkan data yang dapat menunjukkan nama-nama terminal disetiap konektor. Dengan data tersebut maka perangkaian
wiring yang baru akan lebih mudah dan resiko kesalahan lebih kecil. Adapun panjang kabel baru disesuaikan dengan mengemalnya pada wiring yang lama. Perakitan wiring harus serapi mungkin agar tidak terjadi hubungan singkat.
Gambar 4.34 Perakitan wiring baru
Setelah wiring sudah jadi, maka pemasangan sensor-sensor, actuator, dan komponen kelistrikan lainnya pada engine dapat dilakukan. Sensor-sensor
commit to user
yang digunakan pada sistem injeksi 7K-E antara lain sensor intake air temperature, sensor throttle position, sensor mass absolute pressure, sensor
oxygen, sensor water temperature, sensor NE. sedangkan aktuator yang dipasang antara lain injector, idle speed control, fuel pump. Selain sensor dan aktuator wiring juga mencakup sistem pengapian, indicator lamp, charger, starter dan lain sebagainya.
2. Pemasangan sensor-sensor pada engine : - Sensor intake air temperature
Sensor intake air temperature terpasang pada air conector pipe. Dudukan sudah dibuat, sehingga sensor dapat langsung dipasang. Adapun terminal yang terdapat pada sensor intake air temperature adalah E2 dan THA.
Gambar 4.35 Letak Intake Air Temperature Sensor
- Sensor throttle position
Sensor throttle position terpasang pada samping throttle body yang langsung berhubungan dengan throttle valve. Terminal yang terdapat pada sensor
throttle position sensor adalah VTA, VC, dan E2.
commit to user
- Sensor manifold absolute pressure
Sensor manifold absolute pressure terletak pada intake chamber, MAP sensor mengindra tekanan uadara dalam chamber. Terminal yang terdapat pada sensor manifold absolute pressure adalah VC, PIM, dan E2.
Gambar 4.37 Letak Sensor Manifold Absolute Pressure
- Sensor oxygen
Sensor oxygen dipasang pada exhaust manifold. Sehingga exhaust manifold cover harus dilubangi untuk penempatan sensor oxygen. Terminal yang terdapat pada sensor oxygen adalah OX,E2, HT, dan B IG.
Gambar 4.38 Letak Sensor Oxygen
- Sensor water temperature
Sensor water temperature terletak pada sistem pendingin dekat thermostat valve. Sehingga pada waktu suhu kerja engine tercapai, sensor water temperature mengindra suhu air pendingin dan mengirimkan sinyal ke ECU untuk menurunkan putaran engine. Terminal yang terdapat pada sensor
commit to user
Gambar 4.39 Letak Sensor water temperature
- Sensor NE
Sensor NE terletak pada pada distributor pengapian, sehingga untuk pemasangannya harus memasang dahulu distributor dari engine 7K pada mesin 5K yang dimodifikasi. Sensor NE menghasilkan signal NE untuk mengontrol timing pengapian dan penginjeksian bahan bakar. Terminal yang terdapat pada sensor NE adalah NE+, dan NE-.
Gambar 4.40 Letak Sensor NE 3. Pemasangan aktuator pada engine :
- Idle speed control
Idle speed control terletak pada throttle body yang mengatur pembukaan saluran bypass agar dapat diperoleh putaran idle. Terminal yang terdapat pada idle speed control adalah E2, RSO, dan B IG.
commit to user
- Injector
Injector dipasang pada intake manifold dan dihimpit oleh delivery pipe.
Terminal dari injector adalah B IG dan #10 atau #20.
Gambar 4.42 Letak Injektor - Fuel pump
Pada sistem injeksi 7K-E ini fuel pump dipasang di dalam fuel tank. Sehingga dalam pemasangan fuel pump harus menurunkan fuel tank terlebih dahulu. Posisi fuel pump terendam oleh bahan bakar. Terminal dari ECU yang mengontrol fuel pump adalah FP yang mengeluarkan massa (-) dan dirangkai dengan relay untuk mengontrol fuel pump.
Gambar 4.43 Letak Fuel Pump
4. Pemasangan komponen lainnya pada engine : - Warning lamp
Warning lamp terdapat pada dashboard, dan terhubung dengan sensor yang membaca kondisi mesin diantara lain tekanan oli, suhu air radiator, sistem pengisian, indikator rem parkir, lampu check engine, dan lain sebagainya. Pemasangan wiring harus dapat menghubungkan antara warning lamp
commit to user
dengan sensor. Pada engine yang dimodifikasi terdapat check engine lamp
pada dashboard, sehingga harus dibuatkan dudukan pada dashboard. Check engine berfungsi membaca malfungtion engine ketika terjadi trouble. Check engine lamp memakai sinyal W (massa) dari ECU dan B IG, lampu yang dipakai pada check engine adalah lampu LED.
Gambar 4.44 Check Engine Lamp
- OBD conector
OBD conector dipasang pada wiring untuk dihubungkan dengan scan tool
pada saat pemeriksaan engine. Pada OBD conector terdapat terminal E1, TE1, TE2, VF, dan W.
Gambar 4.45 OBD Conector
- Starter dan charger
Memasang wirring untuk sistem starter dan charger.
- Memasang wiring pada kunci kontak, sebagai saklar uatama pada kendaraan.
4.8 Finishing
Proses finishing terutama dilakukan pada wiring, karena wiring yang sudah terpasang belum terbungkus dengan rapi. Wiring dirapikan dengan memberikan selubung pelindung kabel di sepanjang rangkaian, kemudian diisolasi. Agar lebih rapi, wiring ditali dengan tali kabel pada engine dan body.
commit to user
Gambar 4.46 Wiring Finshing
Membuat dudukan ECU dibawah dashboard dan terlindung dari air, karena ECU sangat riskan dengan air.
Gambar 4.47 Letak ECU
Setelah fnishing selesai, kemudian memeriksa volume air radiator dan oli sebelum start engine. Apabila volume sudah tepat, engine dapat di starter.
4.9 Pengujian Akhir
Pengujian akhir pada kendaraan dilakukan untuk memperoleh data yang berupa jumlah konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang. Sehingga diperoleh data ketika engine belum dimodifikasi dan setelah engine selesai dimodifikasi. Perbedaan dari kedua data tersebut merupakan kajian yang menjadi bahasan dalam laporan proyek akhir ini. Pengujian akhir pada engine dibagi menjadi 2 bagian yaitu :
4.9.1 Konsumsi Bahan Bakar
Setelah engine selesai dimodifikasi, diperlukan data mengenai efisiensi bahan bakar. Hal tersebut dilakukan untuk mengetahui perbedaan konsumsi bahan bakar dari sebelum dimodifikasi dan setelah dimodifikasi. Dengan demikian kedua data hasil konsumsi bahan bakar tersebut dapat dianalisa dan mengetahui boros tidaknya dalam penggunaan bahan bakar.
commit to user
Untuk melakukan pengujian konsumsi bahan bakar tersebut diperlukan beberapa alat dan proses sebagai berikut :
1. Melepaskan selang bensin input saringan bensin dan selang return yang menuju tangki bensin. Kemudian pada input saringan bensin tersebut disambung dengan selang bensin yang panjangnya kurang lebih 2 meter dan dipasang pompa bahan bakar. Kemudian menyiapkan gelas ukur dengan kapasitas 2 liter yang ditempatkan pada tempat yang datar dan diisi dengan bensin.
2. Memasang terminal pompa bensin dan kemudian memasukkan pompa bensin tersebut bersama selang return ke dalam gelas ukur yang telah terisi dengan bensin.
Gambar 4.48 Pemasangan pompa bensin pada gelas ukur
3. Memasang analog tachometer untuk mengetahui kecepatan putaran engine
pada kecepatan putar (RPM) yang bervariasi. Terminal analog tachometer
dipasang pada –coil dan + bateray.
commit to user
4. Menghidupkan engine dan menunggu sampai engine mencapai suhu kerja,
kemudian melakukan pengujian dengan mengukur waktu pengurangan 100cc bensin dengan keadaan mesin tanpa beban (v-belt untuk AC dan power steering dilepas), dan divariasikan dalam berbagai RPM. Pengambilan data dilakukan dua kali di setiap putaran mesin dan diambil waktu rata-rata dari hasil data tersebut.
Dari pengujian konsumsi bahan bakar (bensin) tersebut diperoleh beberapa hasil data sebagai berikut:
Tabel 4.3 Tabel Fuel Consumption
Putaran mesin (rpm) Waktu (menit/100 ml) Fuel Consumption (ml/s)
900 5.58’ 0,2985 1400 3.85’ 0,4329 1900 2.82’ 0,5899 2400 2.23’ 0,7462 2900 1.84’ 0,9049 3400 1.57’ 1,0582
Dari data pengujian tersebut dapat dibuat grafik fuel consumption terhadap kecepatan putar engine. Grafik fuel consumption engine 5K yang sudah dimodifikasi pada beberapa variasi putaran tersebut adalah sebagai berikut :
commit to user
4.9.2 Emisi Gas Buang
Pengujian pada emisi gas buang dilakukan untuk mengetahui kadar udara yang terapat pada gas buang. Pada sistem konvensional dibandingkan dengan sistem injeksi, tentu berbeda kadar udara yang dihasilkan. Oleh karena itu pengujian emisi gas buang perlu dilakukan untuk membandingkan ketika engine
sebelum di modifikasi dengan setelah engine di dimodifikasi.
Untuk melakukan pengujian emisi gas buang tersebut diperlukan beberapa alat dan pemasangan sebagai berikut :
1. Menyiapkan alat uji emisi dan melakukan penyetelan untuk penggunaan pada motor bensin, karena alat uji emisi ini juga dapat digunakan untuk melakukan uji emisi pada motor diesel.
Gambar 4.51 Gas Analizer
2. Memasang pipa sensor alat uji emisi pada muffler mobil Toyota Kijang Rover.
Gambar 4.52 Sensor uji emisi dimasukkan dalam muffler
3. Melakukan record data komposisi gas buang yang dihasilkan oleh engine, dengan pengukuran pada keadaan idle tanpa beban. Kemudian melakukan print out hasilnya.
commit to user
Pengujian dilakukan di Bengkel Nasmoco Solo Baru, dengan hasil sebagai berikut : - Oli : - - CO : 0,50 % Volume - CO2 : 13,9 % Volume - HC : 369 ppm Volume - O2 : 1,18 % Volume - Lambda : 1,027 4.10 Pembahasan
Dari data yang diperoleh dari pengujian awal dan pengujian akhir dapat dilakukan analisa perbedaan engine sebelum dimodifikasi dengan engine setelah dimodifikasi. Analisa pembahasan tersebut dibagi menjadi 2 yaitu mengenai perbandingan konsumsi bahan bakar dan perbandingan emisi gas buang.
4.10.1 Konsumsi Bahan Bakar
Perbandingan konsumsi bahan bakar dapat dilihat dari Tabel 4.4 di bawah mengenai konsumsi bahan bakar ketika mesin 5K menggunakan sistem konvensional dan setelah menggunakan sistem injeksi bahan bakar elektronik.