• Tidak ada hasil yang ditemukan

FOKUS

Salah satu sumber kebahagiaan dalam hidup berasal dari kemampuan seseorang membedakan mana yang harus diprioritaskan dalam hidup dan mana yang tidak perlu. Itulah yang disebut dengan hikmat. Dari manakah hikmat itu diperoleh? Kemampuan membedakan mana prioritas dan mana yang bukan adalah karunia Allah melalui Roh Kudus. Tuhan Yesus mengatakan bahwa Roh Penghibur yang diutus-Nya membuat setiap orang diinsyafkan dari setiap kesalahannya, hidup dalam kebenaran serta mampu memuliakan Tuhan Yesus. Jadi betapa senangnya bila orang hidup dengan prioritas yang baik, bermanfaat serta membangun. Bahan ini dirancang bagi kaum muda agar memahami maksud hadirnya Roh Kudus serta dimampukan memilih dan memilah hal-hal yang sesuai dengan skala prioritas dalam hidupnya.

PENJELASAN TEKS

Perikop ini dapat dibaca dengan memperhatikan ayat 4-14 dan dilanjutkan ayat 16-20. Konteks dari perikop ini adalah tentang percakapan antara Tuhan Yesus dengan murid-murid-Nya terkait dengan kepergian-Nya. Ia akan meninggalkan para murid. Menurut Tuhan Yesus, kepergian-Nya berguna bagi kehidupan para murid dan perkembangan pewartaan Injil Kerajaan Allah. Agar para murid meyakini perkataan itu, Tuhan Yesus menjanjikan hadirnya Roh Kudus.

Injil Yohanes menyebut Roh Kudus dengan sebutan Sang

Kudus bukan sekadar suatu daya atau pengaruh yang menghasilkan perasaan tertentu (senang, benar) namun Roh Kudus adalah Allah sendiri yang bertindak dalam hidup manusia. Karena Roh Penghibur merupakan oknum Ilahi, maka dalam Yohanes 16:8 disebutkan bahwa “Ia akan datang.” Hadirnya Roh Kudus adalah sebagai penggenapan janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.

Sebagai penggenapan janji Tuhan Yesus, Roh Kudus datang dan bekerja di dunia dengan wujud tindakan:

1. Menginsyafkan dunia karena tidak percaya pada Yesus (ay. 8) Pada Yohanes 14:4b-15, Tuhan Yesus mengatakan bahwa Ia mengirim Roh Kudus sebagai Penghibur. Namun mengapa karya Roh Kudus menginsyafkan dosa? Jika kita ingat akan dosa, kita ingat sifatnya yang bohong, sombong, jahat, mendendam, kejam dan tidak percaya kepada Tuhan Yesus. Oleh karena itu Roh Kudus akan menuntun kita untuk berani meninggalkan dosa dan hidup dalam kasih Kristus agar manusia beroleh keselamatan dan kesukacitaan.

2. Mengajak hidup dengan baik dan benar (ay. 13)

Tuhan Yesus telah menegaskan bahwa Ia tidak selamanya bersama para murid. Ia akan meninggalkan mereka. Agar para murid tidak tersesat, Ia mengutus Sang Penghibur untuk menuntun para murid hidup dalam kebenaran, sehingga para murid dimampukan membedakan hal yang baik dan hal yang jahat seturut kehendak Tuhan. Bila Roh Kudus menuntun kepada kebenaran, hal ini menunjukkan juga bahwa kebenaran itu tidak dapat dicari oleh manusia dengan kemampuannya sendiri. Kebenaran adalah anugerah Allah.

3. Memuliakan Tuhan Yesus (ay. 14)

Karya Roh Kudus yang sering tidak kita pahami adalah memuliakan Tuhan Yesus. Mengapa Roh Kudus memuliakan Kristus? Sebab Kristus adalah Tuhan sebagaimana perkatakan-Nya: “Segala milik Bapa adalah milik-Ku; sebab itu telah

Kukatakan kepadamu, bahwa Ia menyatakan kepadamu apa yang diterima-Nya daripada-Ku”. Jelasnya karya Roh tidak

Tuhan Yesus menjanjikan Roh Kudus karena Ia tahu bahwa para murid akan berjumpa dengan banyak peristiwa. Peristiwa-peristiwa itu dapat menggoncangkan iman mereka. Supaya goncangan iman tidak membuat para murid hidup dalam kebimbangan, mereka diberi hikmat untuk membedakan mana yang baik, benar dan mana yang sebaliknya.

PENGENAAN

Roh Kudus sebagai Sang Penghibur dan Roh Kebenaran akan bertindak dalam kehidupan para murid dengan terus mengingatkan para murid untuk mewujudkan panggilan hidup dari Tuhan Yesus. Dengan kehadiran-Nya mengingatkan umat Allah, kehidupan kaum muda diarahkan menuju hikmat Allah. Dalam kehidupan di dunia ini, kaum muda membutuhkan bimbingan Roh Kudus agar dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Buah dari bimbingan Roh Kudus bagi kaum muda adalah kemampuan memilih dan memilah.

Di hadapan kaum muda begitu banyak pilihan. Kapanpun, di manapun, ada berbagai pilihan ditawarkan. Di tengah situasi itu, kaum muda seringkali tidak mampu memilih dan memilah. Di tengah ketidakmampuan itulah kaum muda diingatkan untuk menghayati penyertaan Roh Kudus agar dapat membedakan manakah pilihan yang baik bagi hidupnya. Atas dasar perikop hari ini, upaya memilih dan memilah dalam hikmat Roh Kudus dapat dilakukan dengan memperhatikan prinsip-prinsip:

1. Pilihlah hal-hal yang tidak mengarahkan kehidupan pada dosa (ay. 8).

2. Pilihlah hal-hal yang baik dan benar (ay. 13).

3. Pilihlah hal-hal yang bermuara untuk kemuliaan nama Tuhan (ay. 14).

Agar prinsip-prinsip itu ada dalam kehidupan sehari-hari, kaum muda hendaknya tetap menghayati kasih Allah melalui doa, persekutuan dan refleksi-refleksi diri.

LANGKAH PENYAMPAIAN

1. Tanyakan pada peserta tentang pengalaman-pengalaman mereka saat berada di tengah berbagai pilihan. Apa yang mereka lakukan untuk dapat memilih secara tepat? Apa dampak dari pilihan yang tidak tepat?

2. Ajak peserta membaca Injil Yohanes 16:8-15 dan sampaikan pada peserta bahwa Roh Kudus adalah Sang Penghibur, Roh Kebenaran yang bekerja menyertai umat Allah. Penyertaan-Nya membuat para murid memiliki hikmat agar dapat memilih dan memilah.

3. Sampaikan pada peserta tentang prinsip-pinsip memilih dan memilah (lihat di bagian Pengenaan).

4. Ajak kaum muda melakukan kegiatan. Dalam kegiatan ini, kaum muda diminta membuat skala prioritas dalam hidup. Manakah hal-hal yang harus diprioritaskan dan mana yang tidak.

5. Akhiri dengan menyampaikan pada kaum muda bahwa Roh Kudus menyertai mereka agar semakin hari semakin berhikmat. Hikmat itu mendatangkan kebahagiaan (lihat Fokus).

KEGIATAN

Membuat skala prioritas

Untuk membuat skala prioritas, kaum muda dapat belajar dari

https://glints.com/id/lowongan/cara-menyusun-skala-prioritas/#.X_ZMoxYxXIU

Setelah belajar dari web itu, kaum muda dapat membuat skala prioritas sesuai dengan kebutuhan dalam dirinya.

ILUSTRASI

Kisah dua Bibit Tanaman

Ada dua buah bibit tanaman yang terhampar di sebuah ladang yang subur. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku dalam-dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, dan kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”

Dan bibit itu tumbuh, makin menjulang.

Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah di sana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku ke atas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan merekah, semua anak kecil akan berusaha untuk mencabutku dari tanah. Tidak, akan lebih baik jika aku menunggu sampai semuanya aman.” Dan bibit itupun menunggu, dalam kesendirian.

Beberapa pekan kemudian, seekor ayam mengais tanah itu, menemukan bibit yang kedua tadi, dan mencaploknya segera. Sumber :

http://arie5758.blogspot.com/2011/11/hidup-adalah-pilihan-kisah-2-bibit.html#ixzz6iod4pcdv

PENTAKOSTA

2 0 2 1

KEBERANIAN

MENYONGSONG HIDUP

BAHAN PA

INTERGENERASIONAL