BAB VI AGAMA PADA MASA REMAJA AGAMA PADA MASA REMAJA
G. Materi Pendidikan Agama untuk Anak Usia 17-21 Tahun
3. Memperkenalkan Pendidikan Seks
Pendidikan seks (pendidikan antar lawan jenis) sudah dapat diperkenalkan pada usia ini. Karena pendidikan seks sangat penting diberikan agar anak tidak melakukan perbuatan yang menyimpang dari ajaran agama dan norma yang berlaku ditengah masyarakat kita. Mengapa sngat penting, penulis melihat banyaknya kasus negatif yang meresahkan masyarakat telah merambah keseluruh penjuru pelosok dunia. Antara kasus negatif yang terdengar ialah penyelewengan seksual antar remaja yang belum menikah makin menunjukan titik sangat memprihatinkan semua pihak. Karena hal itulah, remaja usia 17 tahun ke atas sudah saatnya dapat diperkenalkan pada pendidikan seks, karena pada usia ini mereka telah mengalami kematangan seksual dan sudah dapat melaksungkan perkawinan. Dari sini mereka akan mengetahui bagaimana bahayanya pergaulan seks bebas, dan apa manfaat dari pendidikan seks itu. Tujuan pendidikan seks ini tidak lain adalah agar anak-anak dapat terbentengi dari perzinahan dan penyakit klamin yang mematikan.
Yang dimaksud dengan pendidikan seks adalah upaya pengajaran, penyadaran, dan penerangan tentang masalah-masalah seksual kepada anak, sejak ia mengenal masalah-masalah yang berkenaan dengan seks dan perkawinan. Hal itu dimaksudkan, bila anak telah tumbuh menjadi
pemuda dan telah siap untuk menikah, maka akan dapat memahami urusan kehidupan dan hukum-hukum Islam yang perlu dilakukan dalam kehidupan berkeluarga. Lebih jauh lagi kita mengharapkan mereka mampu menerapkan akhlak Islami sebagai kebiasaan dalam kehidupan, serta tidak diperbudak syahwat dan tidak mempraktikan cara-cara hedonisme. Lalu apa materi pendidikan seks tersebut.
Anak pada usia 13 tahun ke atas pada umumnya telah mengalami datang bulan (haid bagi wanita). Bagi anak perempuan yang baru pertama kali mengalami hal ini, pasti dia terkejut. Ada apa ini ? kok berdarah ? ini adalah haid sebagai pertanda memasuki usia puber. Laki-laki juga demikian, perubahan yang terjadi adalah bermimpi seolah-seolah melakukan hubungan seks dan mengelurkan mani. Mimpi itu merupakan pertanda bahwa dari segi seks dia mulai tumbuh dan dan aktif. Keadaan ini membawa dorongan ingin dekat dengan lawan jenis. Dorongan ini membawa akibat yang lebih jauh, hingga remaja mengalami perubahan jasmani dengan cepat. Ada yang permulaan umur 12 tahun saja sudah tinggi, ada yang baru berusia 15 tahun. Lalu pada usia 15-16-17 tahun sempernalah pertumbuhannya, sering disebut sebagai “sweet seventeen (umur 17 yang canti dan manis).
Pada saat ini baik laki-laki maupun perempuan secara jasmani sudah siap untuk berkelurga dan siap untuk berketurunan. Indikasi remaja pada usia ini suka berkhayal tentang hari depan, tentang berkeluarga, tentang pacar dan sebagainya. Apa bila remaja melihat acara-acara media televisi atau internet adegan-adekan forno aksi maka hal ini akan menyuburkan dorongan seks pada diri mereka. Demikian juga dengan lagu-lagu cinta yang menampilkan situasi pada hubungan akrab antara dan peria dan wanita. Ditambah lagi bila penyanyi dengan tampilan aksi rayuan, dengan sikap yang berdekatan yang akrab, seperti sering ditampilkan lewatan senetron, televisi dan youtube, semuanya itu akan mempercepat dan menambah dorongan seksual dalam diri remaja.
Nah kalau remaja itu terangsang, maka dia terdorong untuk melakukan perbuatan seksual dengan lawan jenis. Di sinilah letak pentingnya perhatian kita, pada anak remaja. Agar mereka mempunyai
kesibukan yang dapat mengatasi kesulitan-kesulitan remaja dari dorongan seksual ini. Kalau dibiarkan saja dorongan itu bergerak dan kesempatan untuk melakukan hal itu ada, maka mereka dapat terdorong untuk melakukan hal tersebut (Daradja: 103-104).
Di dalam alquran Allah mengajarkan bagaimana mendidikan pergaulan antar lawan jenis, ini jelas Alquran QS, an-Nur ayat 30-31, artinya: “Katakanlah pada orang laki-lki yang beriman: “hendaklah
mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, yang
demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah pada wanita-wanita yang beriman, “hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasan kecuali pada suaminya, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan
laki-laki yang tidak punya keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar ketahui perhisan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.
Bahkan Allah SWT mengajarkan tata krama pergaulan antara anggota keluarga yang berbeda jenis kelamin agar tidak jerjadi incest (hubungan seks antar anggota keluarga) dengan mengatur tatacara memasuki wilayah-wilayah pribadi tiap anggota keluarga seperti kamar tidur. Hal ini terdapat QS an-Nur ayat 58, artinya: “hai
orang-orang yang beriman, hendaklah budak-budak (lelaki dan perempuan) yang kamu miliki, dan orang-orang yang belum balig di antara kamu, meminta izin kepada kamu tiga kali (dalam satu hari) yaitu: sebelum shalat subuh, ketika kamu menanggalkan pakaian luar mu di tengah hari dan sesudah shalat isya. Itulah tiga aurat bagi kamu. Tidak ada dosa
atas mu dan tidak pula atas mereka selain dari (tiga waktu) itu. Mereka melayani kamu, sebagian kamu ada keperluan kepada sebagian yang lain. Demianlah Allah menjelaskan ayat-ayat-Nya bagi kamu, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Ketiga waktu di atas adalah waktu setiap anggota keluarga yang sudah baligh harus minta izin jika ingin masuk kekamar orang dewasa lainnya, karena besar kemungkinan pada waktu itu seseorang sedang melepaskan pakaiannya sehingga auratnya sedang terbuka Rasulullahpun bersabda, artinya; “Ketiaka sudah mencapai usia 10
tahun, pisahkan tempat tidur anak-anak, baik antara anak-anak laki-laki, laki-laki dan perempuan, ataupun antara anak perempuan (dalam
Wasail al-Syiah 20:23).
Di samping anjuran-anjuran yang bersifat pencegahan kejahatan, Islam juga mengancam para pelaku perbuatan zina dengan siksa yang sangat berat. Dalam Alquran Allah berfiman Surat an-Nur ayat 2 artinya: “perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka deralah tiap-tiap seorang dari keduanya seratus kali dera, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhirat, dan hendaklah pelaksanaannya disaksikan oleh sekumpulan orang-orang yang beriman”.
Beratnya hukum zina ini, maka orangtua/pendidik harus mem-berikan perhatian ekstra terhadap pergaulan anak-anak. Di samping tata cara yang diajarkan dalam Alquran dan hadis Nabi SAW di atas, para orangtua harus membiasakan anaknya melakukan ibadah, terutama ibadah shalat dan puasa. Rasulullah bersabda tentang ampuhnya ibadah puasa dalam mengendalikan gejolak seksual dalam diri seseorang. Sabdanya, “wahai para pemuda, barang siapa di antara kamu telah mampu memikul tanggung jawab keluarga, hendaknya segera menikah,
karena dengan pernikan engkau lebih mampu menundukkan pandangan mata dan mengekang nafsumu. Bagi siapa yang belum mampu, maka berpuasalah. Sesungguhnya puasa adalah penawar baginya (HR. Bukhari).