• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III. METODOLOGI PENELITIAN

G. Teknik Analisis Data

4. Menarik Kesimpulan dan Verifikasi

Mengambil kesimpulan merupakan langkah analisis setelah pengolahan data. Dalam pengambilan suatu kesimpulan yang mungkin masih diragukan, perlu dilakukan verifikasi kesimpulan. Kesimpulan diverifikasi dengan mencari data-data lain yang dapat mendukung kesimpulan tersebut serta dengan mengecek ulang data-data yang diperoleh.

Keempat langkah dalam proses analisa data kualitatif tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dimana satu langkah merupakan hal yang harus dilakukan untuk menuju langkah selanjutnya dan terjadi hubungan antar satu langkah dengan langkah lain. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam bagan berikut ini:

Gambar 24 . Analisis Data Model Interaktif (Sumber HB. Sutopo, 2002: 96)

commit to user

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyusunan laporan.

Untuk lebih jelasnya, masing-masing akan diuraikan sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan Kegaiatan-kegiatan pada tahap persiapan ini meliputi : a. Mengajukan judul penelitian

b. Menyusun proposal penelitian

c. Melakukan seminar proposal penelitian

2. Tahap Pengumpulan Data

Kegaiatan-kegiatan pada tahap pengumpulan data ini meliputi : a. Mengurus perijinan penelitian

b. Mempersiapkan instrumen-instrumen pengumpul data

c. Mengumpulkan data di lapangan dengan melakukan observasi, dan wawancara dan studi dokumenter.

d. Melakukan review dan pembahasan beragam data yang telah terkumpul.

e. Memilah data sesuai kebutuhan.

3. Tahap Analisis Data Kegaiatan-kegiatan pada tahap analisis data ini meliputi :

a. Menentukan teknik analisis data yang tepat sesuai jenis penelitian.

b. Mengembangkan sajian data dengan analisis lanjut kemudian dicross checkkan dengan temuan di lapangan.

c. Setelah didapat data sesuai intensitas kebutuhan penelitian maka dilakukan proses verifikasi dan pengayaan dengan mengkonsultasikan dengan orang yang lebih ahli.

d. Membuat simpulan akhir dan masukan / saran sebagai hasil temuan penelitian.

4. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian

Kegiatan-kegiatan pada tahap penyusunan laporan penelitian ini meliputi : a. Penyusunan laporan awal

b. Me-review laporan sementara dengan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing.

c. Perbaikan laporan sesuai dengan rekomendasi hasil konsultasi.

d. Penyusunan laporan akhir dan penggandaan laporan.

commit to user

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Koperasi Sopir Transportasi Solo

1) Sejarah Berdirinya Kosti Solo

Koperasi Sopir Transportasi Solo yang lebih dikenal dengan nama Kosti Solo secara resmi berdiri tanggal 29 Juni 1994 dengan beranggotakan 100 orang berdasarkan akta No.12261/BH/VI/X/1994 dari Departemen Koperasi. Kosti solo pada saat itu berkedudukan dan berkantor di jalan Ir. Sutami 5B Jebres Surakarta.

Sejak tanggal 29 Juni 2001 sampai saat ini, kantor Kosti Solo berpindah tempat di Jalan Sumpah Pemuda 145, Mojosongo, Surakarta. Kepindahan kantor tersebut bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kosti Solo yang ke-7. Kantor baru tersebut diresmikan pada tanggal 11 Juli 2001 dengan dihadiri oleh penasehat Utama Kosti Solo yaitu Bapak Ir. Sarwono Kusumaatmaja (mantan Menteri Lingkungan Hidup pada zaman Orde Baru) .

2) Sejarah Lambang Kosti Solo

Sebagai perusahaan, Kosti Solo memiliki identitas diri berupa Lambang Kemudi dan Koperasi seperti pada Gambar25.Lambang ini menjadi Logo Kosti Solo Berseri pada masa tahun 1994 sampai dengan 1999.

Gambar 24. Logo Kosti Solo Berseri

(Sumber Company Profile , 2009)

44

Makna dan maksudnya adalah lambang kemudi sebagai simbol monumental profesi lama sebagai pengemudi pekerja.Lambang Koperasi bermakna sebagai simbol kebersamaan dalam wahana koperasi.Ketika kedua lambang itu digabungkan, maka akan mempunyai makna sebagai simbol monumental profesi baru sebagai pengemudi pemilik Koperasi Sopir Taksi Solo (Kosti Solo)baik sebagai pemilik organisasi maupun usaha Kosti Solo.

Selain itu, bermakna pula sebagai simbol kesepakatan keluarga besar Kosti Solo untuk bersama-sama mengemudikan roda organisasi kearah tujuan mencapai kesejahteraan yang adil dan merata.

Seiring dengan situasi dan kondisi kemajuan Kosti Solo, serta perubahan Anggaran Dasar / Anggaran Rumah Tangga dengan Nomor : 07/BH/PAD/KDK.11-031/VIII/1999 tertanggal 2 Agustus 1999, maka dilakukannya perubahan Nama Kosti Solo Berseri( Koperasi Sopir Taksi Solo Berseri ) menjadi Kosti Solo( Koperasi Sopir Transportasi Solo ) diikuti perubahan Logo Kosti Solo seperti pada Gambar 26 dibawah ini.

Gambar 26. Logo Kosti Solo

(Sumber Company Profile , 2009)

Makna Logo Kosti Solo K

diartikan sebagai Kosti Solo. Anak panah diartikan sebagai kesiapan Kosti Solo dalam menembus perkembangan zaman dan melayani pengguna jasa dengan cepat, aman dan nyaman.Garis-garis Horizontal bermacam ukuran dan warna yang diartikan sebagai bentuk kerjasama yang harmonis antara

commit to user

anggota yang memiliki berbagai macam latar belakang pendidikan, politik, ekonomi, sosial dan budaya.

b.Denah Koperasi Sopir Transportasi Solo

Kantor Kosti Solo atau yang sering disebut dengan istilah pool, terletak di depan pom bensin Mojosongo. Secara keseluruhan, luas total dari Kantor Kosti Solo adalah 6000 meter persegi.

Gambar 27. Denah Lokasi Kosti Solo

c. Struktur Organisasi Koperasi Sopir Transportasi Solo

Struktur organisasi merupakan syarat penting untuk mengelola perusahaan demi tercapainyakeberhasilan kerja.Struktur organisasi Kosti Solo pada tahun 2011 dapat dilihat pada Gambar 28 .

Gambar 28. Struktur Organisasi Kosti Solo 2011 (Sumber Kosti Solo,2011)

commit to user

1) RAT ( Rapat Anggota Tahunan )

Rapat Anggota Tahunan merupakan posisi tertinggi dalam struktur organisasi koperasi. RAT memiliki kedaulatan yang kuat, karena merupakan keputusan bersama para anggotanya. RAT sesuai dengan namanya memang diselenggarakan setiap tahun pada periode tertentu.

2) Pengurus

Sebagai rincian lebih lanjut, susunan para pengurus Koperasi Sopir Transportasi Solo pada tahun 2011 adalah sebagai berikut :

Ketua : Bpk. Bhayu

Wakil Ketua : Bpk. Totok Sularto (Bagian Organisasi) Sekretaris : Bpk. T.B Marsudi

Wakil Sekretaris : Bpk. Sulistyo Bendahara : Bpk. Supriyono

3) Manajer Pengelola

Manajer Pengelola bertanggung jawab kepada pengurus dan memiliki tugas untuk mengatur dan mengendalikan staf - stafnya dalam menjalankan roda usaha di lembaga tersebut. Selain itu manajer juga berkoordinasi ke atas dengan pengurus dan ke bawah dengan para staffnya dan mengambil keputusan yang bersifat manajerial. Manajer Pengelola memberikan pertanggungjawaban kepada pengarus mengenai hasil kerja dan rencana kerja dalam setahun berlalu dan yang akan datang. Tugas lainnya yaitu memeberikan laporan setoran dan perawatan setiap nomor lambung dalam satu bulan kepada pemilik atau anggota pada setiap awal bulan. Untuk kelancaran operasional harian maka Manajer Pengelola dibantu beberapa Seksi / Divisi bagian, yang masing-masing bagian akan mempertanggungjawabkan hasil kerjanya kepada Manajer Pengelola. Pada tahun 2011 ini, Menajer Pengelola Kosti Solo dijabat oleh Bpk. Supriyono.

4) Personalia dan Umum

a) Pesonalia bertugas untuk melaksanakan pengelolaan administrasi dan file personalia, presensi dan absensi, lembur dan gaji kayawan beserta pelaporannya.

b) Sekretariatbertanggung jawab untuk menindak lanjuti surat-surat masuk maupun surat keluar sesuai disposisi pengurus dan manajemen serta mendistribusikan kepada masing-masing unit yang terkait atau mengirimkan ke pihak luar.

c) Koordiator Satpam bertugas untuk mengatur kelancaran tugas pengamanan kantor Kosti Solo secara keseluruhan,aset lembaga,sarana dan prasarana yang di dalamnya termasuk armada dan barang milik anggota karyawan.

d) Umum dan Rumah Tangga bertanggung jawab untuk mengelola persediaan kantor yang memadahi untuk keperluan opersional lembaga serta mendistribusikan ke seksi-seksi yang memerlukan.

e) JPK3 dan JJAMSOSTEK yaitu mengurusi jaminan atau asuransi yang digunakan oleh Kosti Solo.

5) Bengkel

a) Koordinator Bengkel bertugas untuk :

(1) Mengatur pekerjaan perawatan maupun perbaikan armada Kosti Solo secara efisien dan mengorganisir tenaga mekanik yang ada.

(2) Mengatur jadwal perawatan agar tidak menumpuk di bengkel.

(3) Membuat laporan kerja dan usulan penambahan maupun penggantian alat kerja.

b) Mekanikbertugas untuk :

(1) Mengerjakan perawatan maupun perbaikan sesuai dengan Surat Perintah Kerja.

(2) Melaporkan suku cadang yang harus diganti serta memasang secara tepat.

(3) Menjaga peralatan kerja yang digunakan dan kebersihan tempat kerja

commit to user

(4) Melaksanakan perbaikan darurat diluar bengkel bagi armada Kosti Solo

6) Pengendalian Operasi a) Koordinator Dal.Ops

Dal. Ops adalah kependekan dari Pengendalian Operasi. Adapun tugas dari Koordinator Dal.Ops adalah :

(1) Mengatur pekerjaanseksi Pengendalian operasi agar tercapai efisiensi pengelolaan armada sesuai dengan peraturan khusus Kosti Solo.

(2) Merencanakan dan melaksanakan pengurusan perijinan armada secara keseluruhan berikut penganggaran dananya.

(3) Melakukan pengawasan kedisiplinan anggota, kelengkapan armada sebelum operasi dan menyelesaikan kejadian kecelakaan yang menimpa armada secara efisien.

b) Koordiator Rakom

Rakom adalah kependekan dari Radio Komunikasi. Radio Komunikasi ini dimiliki oleh Taksi Kosti Solo yang terdapat di kantor. Fasilitas alatnya adalah berupa Antena Pemancar Radio Kominikasi ( berbentuk seperti antena stasiun Radio pada umumnya ) dan radio komunikasi bagi para awak armada taksi ( yang tersedia pada masing-masing mobil taksi Kosti Solo ). Radio Komunikasi ini mempunyai peranan yang besar bagi pelaksana operasi para awak armada Taksi Kosti Solo dalam menjalankan tugasnya di lapangan.

Rakom merupakan sejenis radio lapangan / seperti interkom / HT, yang berfungsi melakukan panggilan / informasi bahwa ada penumpang yang akan menggunakan jasa transportasi Taksi Kosti Solo. Para calon konsumen penumpang ( selain yang berada di lapangan / jalan ) biasanya memesan dengan melakukan panggilan dengan pesawat telepon ke kantor Kosti, dengan menunjukan lokasi atau alamat mereka. Kemudian operator Taksi Kosti Solo melakukan kontak kepada salah satu anggota awak taksi Kosti yang berada di lokasi terdekat. Jadi prosesnya adalah sebagai berikut :

Gambar 29. Pemesanan Taksi Kosti Solo Via Line Telephone (Sumber Wahid Ditta Avianto,2009)

Keterangan Gambar :

(1) Calon penumpang memesan taksi Kosti Solo via pesawat telepon.

(2) Operator kantor taksi Kosti Solo kemudian memberikan infomasi kepada salah satu anggota armada taksi Kosti Solo yang ada di lokasi terdekat dengan calon penumpang.

(3) Salah satu armada taksi Kosti yang menerima informasi tersebut langsung merespon, dan langsung menuju ke tempat yang dimaksud.

7) EDP ( Electronic Data Processing)

EDP membantu dalam bidang penyediaan informasi untuk pengambilan keputusan yang menunjang opersai Kosti Solo. Bagian EDP bertugas juga dalam menjaga dan merawat sistem yang telah ada agar mampu berfungsi secara maksimal dalam penyediaan informasi untuk manajeman,pengurus dan anggota.

Calon Penumpang Operator Kantor

Pusat Taksi Kosti

Armada Taksi Kosti

commit to user

8) Akuntansi dan Keuangan

a) Koordinator Akuntansi

Bertanggungjawab untuk mengatur tata kerja semua kegiatan pada seksi akuntansi agat terjamin kelancaran pelaksanaan tugas masing-masing karyawan. Koordinator akuntansi juga memiliki tugas untuk menyempurnakan sistem dan prosedur akuntansi,meneliti bukti-bukti kas,Bank maupun buku memorial serta mengolah,menganalisa dan mengevaluasi dana keuangan yang benar, lengkap, dengan penjelasan dan saran untuk keperluan pengambilan keputusan.

b) Koordinator Keuangan.

Bertugas untuk mengatur tata kerja karyawan bagian keuangan, kasir kantor pusat, kasir pool, pembelian, administrasi perawatan armada, simpan pinjam dan gudang agar terjamin kelancaran kerja dan hasil yang maksimal.

9) Usaha a) Pembelian.

Bertugas untuk mengadakan kontrol dan pengaturan persediaan suku cadang yang memadahi guna mencapai kecepatan pelayanan armada yang optimal serta melaksanakan koordinasi penyimpanan suku cadang secara rapi, teratur dan aman,

b) Gudang.

Melaporkan jenis-jenis suku cadang yang harus diorder untuk persediaan, memberi tanda pada barang yang sering digunakan, jarang diminta dan persediaan yang tidak pernah dipakai untuk dikembalikan kepada supplier.

Struktur organisasi di atas dibentuk agar setiap karyawan mengetahui batasan jabatannya ataupun tugas masing-masing karyawan. Juga pembagian tugas dan tanggung jawab ini harus dilaksanakan dengan prosedur yang ditetapkan supaya pelaksanaan tugas perusahaan terselenggara dengan sistematik dan terarah agar tujuan perusahaan bisa tercapai.

Sebagai pertanggungjawaban para pengurus kepada anggota maka diadakan Rapat Anggota Tahunan ( RAT ) yang merupakan kekuasaan tertinggi dalam tata kehidupan koperasi. Adapun pelaksaan RAT Koperasi Sopir Transportasi Solo dilaksanakan satu kali dalam waktu satu tahun.

d. Permodalan Kosti Solo

Koperasi pada umumnya dipahami sebagai perkumpulan orang-orang yang sukarela mempersatukan diri untuk memperjuangkan peningkatan kesejahteraan ekonomi mereka, melalui pembentukan suatu perusahaan yang dikelola secara demokratis. Sedangkan tujuan koperasi adalah untuk memajukan kesejahteraan anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya serta ikut membangun tatanan perekonomian nasional dalam rangka mewuudkan masyarakat yang maju,adil, dan makmur berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Dari uraian di atas jelas bahwa pada badan koperasi, para anggotanya adalh sebagian besar tidak memiliki modal besar. Jadi untuk mendapatkan suatu modal yang besar, otomatis harus menghimpun anggota yang cukup banyak banyak pula.

Pada koperasi masalah pemodalan dihimpun atau dikumpulkan dari simpanan-simpanan, pinjaman-pinjaman, penyisihan-penyisihan dari hasil usaha, termasuk dana cadangan dan hibah serta sumber lain yang sah, seperti yang dimaksud dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Demikian juga dalam Koperasi Sopir Transportasi ( Kosti ) Solo untuk perolehan modal berasal dari anggota dan donasi. Sedangkan simpanan-simpanan yang dimaksud di atas dan diperlukan untuk terselenggaranya roda usaha koperasi, yaitu sebagai berikut :

1) Simpanan Sukarela

Simpanan sukarela merupakan simpanan berupa nominal uang yang diperoleh dan didapatkan koperasi melalui para anggotanya secara sukarela.

Maksudnya para anggota koperasi dalam memberikan uang simpanan, jumlahnya tidak ditentukan oleh koperasi atau sukarela sesuai dengan keikhlasan dan kemampuan masing-masing anggota.

commit to user

2) Simpanan Pokok

Berbeda dengan simpanan sukarela, untuk simpanan pokok para anggota koperasi harus memberikan jumlah nominal berupa uang dalam jumlah yang sudah ditetntukan besarnya oleh koperasi. Simpanan pokok harus diserahkan kepada koperasi oleh tiap-tiap anggotanya pada awal keanggotaan mereka.

3) Simpanan wajib

Simpanan wajib merupakan jumlah nominal berupa uang yang wajib diberikan oleh anggota koperasi pada waktu dan kesempatan tertentu.

4) Simpanan Wajib Khusus Anggota

Simpanan wajib khusus anggota merupakan simpanan selain simpanan pokok dan simpanan wajib yang dilakukan oleh anggota.

Modal donasi terdiri dari pinjaman-pinjaman dari bank baik dalam fasilitas kredit invesyasi pengadaan kendaraan taksi ataupun kegiatan operasional koperasi lainnya.

e. Pembagian Sisa Hasil Usaha ( SHU )

Pada Koperasi Sopir Transportasi ( Kosti ) Solo pembagian sisa hasil usaha akan diberikan sebanding dengan masa kerja yang dilakukan oleh masing-masing anggotanya.

f. Kepegawaian Kosti Solo

Pembinaan serta penyuluhan anggota secara rutin masih menjadi bagian program kerja pengurus Kosti Solo karena pentingnya peningkatan pengetahuan anggota menyangkut kondisi lembaganya serta penyampaian aspirasinya akan selalu terpenuhi dengan tata cara melalui Upacar Bendera, Apel Siaga, Pertemuan Kelompok Anggota, Rapat Koordinasi Pimpinan Kelompok dengan pengurus dan manajer. Termasuk peningkatan pemahaman atau mempertebal keimanan melalui kegiatan-kegiatan kerohanian baik bagi para anggota yang Muslim maupun Nasrani selalu dilaksanakan sesuai jadwal yang dibuat oleh pengurus.

Untuk meningkatkan motivasi tugas, pengabdian dan kewajiban serta menambah percaya diri maka Kosti Solo memberikan penghargaan kepada Penasehat,Anggota dan Karyawan yang dinali berprestasi. Demikian juga untuk

menumbuhkan bakat Anggota dalam bidang seni dan olah raga telah dilaksanakan pembuatan fasilitas untuk latihan, yaitu ruangan radio dan ruang olah raga tenis meja yang biayanya ditanggung sepenuhnya oleh Kosti Solo.

g. Pembukuan Kosti Solo

Salah satu bidang yang harus dipertanggung-jawabkan adalah pengelolaan keuangan lembaga, yaitu laporan keuangan yang berupa Neraca, Laporan Hasil Usaha, Ekuitas dan Laporan Keuangan harus dilakukan oleh pihak yang berwenang dan mengacu pada Standart Auditing yang ditetapkan Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) dan dalam hal ini Kosti Solo mempercayakan kepada Kantor Akuntan Publik ( KAP ).

h. Jenis Usaha Koperasi Sopir Transportasi Solo

Ruang lingkup kegiatan Koperasi Sopir Transportasi Solo dan bidang-bidang usaha yang dijalankan adalah sebagai berikut

1) Jasa Transportasi

Armada taksi yang digunakan per-Oktober 2011 berjumlah 175 unit.

Dengan rincian sebagai berikut, 40 unit Chevrolet Lova, 30 unit Toyota Avanza, dan 105 unit Hyundai Excel.Adapun jumlah driver / pengemudi pada tahun 2011 ini adalah 375 orang

2) Perbengkelan

Jenis usaha yang dikerjakan meliputi perbaikan dan perawatan berkala sesuai dengan permintaan pemilik / driver. Jenis perbaikan yang dilakukan adalah perbaikan mesin,understeel dan perbaikan body.Jumlah teknisi yang bekerja di bengkel Kosti sampai bulan Oktober 2011 ini adalah 20orang (1 kepala bengkel,13 mekanik mesin,4 mekanik bodi,1 oilman,dan 1 administrator )

3) Perdagangan

Pengadaan suku cadang yang diperlukan oleh armada taksi apabila mereka memerlukan pergantian komponen dan perawatan. Bagian Kasie Usaha ini juga memiliki rekanan-rekanan tetap yang selalu menyuplai

kebutuhan-commit to user

kebutuhan armada Taksi. Jumlah pegawai yang bekerja di Kasie Usaha adalah 6 orang (1 kepala Gudang, 2 penjaga toko ,2 administrator)

4) Pelayanan Simpan Pinjam Untuk Anggota Koperasi

5) Penangulangan Bersama Atas Resiko Kecelakaan ( berupa santunan kecelakaan bagi armada, pengemudi, maupun pihak ketiga ), Santunan Pengemudi, dan Santunan Keluarga

2. Gambaran Khusus Bengkel

a. Layanan Bengkel

Bengkel Kosti memiliki 2 jenis bengkel yaitu bengkel mesin dan bengkel bodi. Di bengkel mesin, para mekanik bertugas untuk memberikan perawatan dan perbaikan pada kendaraan. Layanan yang diberikan dapat berupa :

1) Engine Tune Up.

Berupa pengecekan kondisi busi untuk kemudian dibersihkan atau diganti.

Pengecekan dengan menggunakanscantool untuk mengetahui kerusakan atau keadaan yang tidak sesuai pada sensor kendaraan. Dan pemberian karburator cleaner untuk membersihkan saluran intake dan injeksi

2) Penggantian dan pemasangan suku cadang.

3) Pengecekan understeel dan test drive.

Berupa pengecekan komponen-komponen yang berpengaruh pada sistem kemudi, sistem rem, dan sistem suspensi.Komponen-komponen yang dicek antara lain shock absorber, balljoint, kanvas rem, dan bearing.Prosedur dalam melakukan pengecekan adalah melihat kondisi komponen-komponen kendaraan dengan kemudian memeriksa putaran dan keolengan roda.Test drive dilakukan setelah kendaraan telah selesai melakukan perbaikan. Dalan uji jalan ini, sopir taksi didampingi oleh mekanik membawa kendaraan untuk diuji coba di jalan raya.

4) Penggantian oli berkala.

Melayani penggantian oli mesin dan oli transmisi dengan pencatatan yang dilakukan oleh oilman, sehingga armada taksi tahu kapan harus mengganti oli untuk periode berikutnya secara teratur.

Gambar 30. Bengkel Mesin/engine Kosti Solo

Di bengkel bodi, para teknisi memberikan layanan perbaikan berupa pengecatan, servis jok interior,dan perbaikan body yang rusak.

Gambar 31. Bengkel Bodi Kosti Solo

Untuk melengkapi keperluan suku cadang dan penanganan yang spesialis, Bengkel Kosti Solo juga memiliki rekanan. Rekanan supplier diperlukan untuk

commit to user

dapat menyuplai kebutuhan penting,seperti oli mesin, oli transmisi, accu dan sukucadang yang lain. Rekanan bengkel spesialis diperlukan karena tidak semua perbaikan dapat dikerjakan di bengkel Kosti. Perbaikan yang dilakukan diluar bengkel Kosti antara lain servis AC, suntik Shock breaker dan perbaikan altenator. Daftar rekanan yang bekerjasama dengan bengkel Kosti Solo ada pada lampiran.

b. Peralatan dan Fasilitas yang Dimiliki Bengkel 1) Peralatan yang ada di bengkel

Peralatan yang dimiliki oleh bengkel Kosti sudah cukup lengkap. Pengaturan letak kunci juga sudah tertib. Kunci-kunci penting diletakkan di dalam almari alat dan untuk memakai harus menghubungi petugas administrasi bengkel. Berikut ini beberapa contoh alat yang ada di bengkel Kosti Solodan untuk lengkapnya ada pada lampiran.

a) 2 alat Scan toolskhusus untuk Hyundai Exel dan Chevrolet Lova b) Kunci kombinasi

c) Kunci Shock

d) SST Laker roda depan E1 dan E2 e) Tracker Laker Transmisi

f) Tracker Shockbreaker g) Dongkrak dan jack stand

Bengkel Kosti Solo sebenarnya juga memiliki alat spooring dan balancing sendiri. Namun alat tersebut tidak dapat digunakan karena rusak dan keadaan tanah yang tidak datar. Untuk melakukan spooring, bengkel Kosti Solo menggunakan alat manual, yaitu dengan menggunakan benang.

2) Peralatan pada mekanik

Setiap mekanik Kosti yang melakukan perbaikan memiliki tool box sediri. Hal ini dilakukan untuk menjaga konsentrasi dan ketertiban kerja.Alat-alat yang dimiliki oleh mekanik Kosti antara lain1 set kunci

kombinasi,1 set kunci pas,1 set kunci ring,1 set kunci shock, tang dan obeng.Untuk daftar lengkapnya ada pada lampiran.

c. Proses Pelayanan Perbaikan

Prosedur yang ditempuh dalam melakukan servis adalah

1) Armada taksi yang akan melakukan servis meminta memo perbaikan di bagian Dal.Ops. Hal ini dilakukan untuk menghentikan jam operasionaltaksi tersebut, sehingga pada hari itu tanggung jawab setoran berdasarkan jam operasional dapat dikurangi untuk melakukan perbaikan di bengkel.

2) Kendaraan dan memo perbaikan dibawa ke petugas administrasi / koordinator bengkeluntuk kemudian dibuatkan surat perintah kerja kepada mekanik.

3) Apabila dalam proses perbaikan, kendaraan memerlukan penggantian spare part, mekanik akan menghubungi sopir untuk kemudian meminta komponen yang dibutuhkan pada Bagian Usaha. Biaya pembelian spare part ini akan langsung ditambahkan pada beban kredit kendaraan yang diangsur tiap bulan.

4) Setelah kendaraan selesai melakukan servis, mekanik melakukan test drive. Bila tidak ditemukan masalah, maka mekanik mengembalikan kendaraan kepada sopir dan memberikan laporan ke administrasi bengkel.

5) Administrasi bengkel mencatat perbaikan yang dilakukan dan memberikan laporan kepada Dal.Ops.

6) Bagian Dal.Ops mencatat lama waktu perbaikan dan kemudian memberikan perintah untuk kembali beroperasi.

commit to user

Gambar 32. Bagan Alur Pelayanan Perbaikan B. Deskripsi Permasalahan Penelitian

1. Data Observasi a. Jenis Kerusakan

1) Kendaraan tidak stabil / bergetar.

Kerusakan ini dialami oleh armada taksi dengan nomor pintu 044 pada tanggal 13 September 2011.Taksi nomor 044 memasuki bengkel pada pukul 08.30 WIB dan dikemudikan oleh anggota KSB 378 atas nama Bambang Priyono . Pengemudi mengeluhkan keadaan kendaraan yang tidak stabil atau bergetar.

Gambar 33. Kerusakan Pada Taksi No 044.

2) Pemakanan ban tidak merata.

Kondisi pemakanan ban yang tidak merata ini dialami oleh

Kondisi pemakanan ban yang tidak merata ini dialami oleh

Dokumen terkait