• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. LANDASAN TEORI

3) Suspensi Bebas dengan Aksel Lengan Torsi

Gambar 19. Suspensi Bebas Dengan Aksel Lengan Torsi (Sumber I Ketut Sumita, 2000: 11)

4) Suspensi Bebas Dengan Lengan Memanjang

Gambar 20. Suspensi Bebas Dengan Lengan Memanjang (Sumber I Ketut Sumita, 2000: 12)

4. Tinjauan Tentang Chasis Chevrolet Lova

General Motor (2006) menjelaskan tentang komponen-komponen chasis dan spesifikasi dari Chevrolet Lova sebagai berikut :

a. Mesin (Engine)

Chevrolet Lova memiliki mesin berkapasitas efisien 1.4 L DOHC dengan multi katup. Double overhead camshaft memiliki 4 katup per silinder ini mampu meraih daya 69 kw atau 94 PS pada 6200 RPM dengan maksimun torsi 130 Nm pada 3400 RPM. Pemakaian bahan bakar mesin ini sekitar 1 liter tiap 14,1 km untuk varian manual transmisi dan 1 liter tiap 13,7 km untuk varian transmisi otomatis.

b. Sistem Kemudi (Steering System)

Sistem power steering terdiri dari tiga komponen: pompa power steering, tabung minyak power steering dan power steering rack and pinion. Pompa power steering adalah tipe pompa vane yang menyediakan tekanan hidrolis untuk sistem dan digerakkan oleh mesin. Saluran pada tabung power steering dihubungkan

commit to user

dengan power steering gear. Katup tekanan balik berada di dalam saluran untuk mengontrol tekanan pompa. Power steering rack and pinion gear mempunyai rotary control valve yang mana tekanan hidraulik secara langsung datang dari power steering pump ke satu sisi atau sisi yang lain pada rack piston. Integral rack piston ditambahkan ke rack. Rack piston merubah tekanan hidraulis ke tenaga linier yang mana menggeser rack ke kiri atau kekanan. Tenaga kemudian disalurkan melalui inner dan outer tie rod ke steering knuckle, yang mana akan memutar roda.

c. Sistem Rem (Brake System)

Sistem rem depan Chevrolet Lova menggunakan tipe ventilated disc dan pada rem belakang menggunakan tipe drum with Automatic Adjuster Booster-9".

Gambar 21. Komponen-komponen Sistem Rem Chevrolet Lova (Sumber,General Motor,2006)

d. Roda roda (Wheels)

Berikut ini adalah tabel spesifikasi dari roda-roda Chevrolet Lova yang diambil dari Pedoman Pelatihan Servis Steering dan Suspension. General Motor,(2006).

Tabel 1. Spesifikasi Roda roda (Wheels) Chevrolet Lova

e. Sistem Suspensi (Suspension System)

Seperti pada Tabel 2, Chevrolet Lova menggunakan tipe McPherson Srut pada suspensi depan. Untuk suspensi belakang, tipe Torsion Beam Axle terdiri dari sebuah axle menggunakan trailing arm dan sebuah twisting cross beam, 2 pegas coil, 2 shock absorber, 2 upper spring insulators, dan 2 spring compression bumber. Poros pendukung dirakit di bodi bawah dan busing karet diletakkan pada bagian depan pada masing control arm. Braket menjadi satu bagian dengan rel bodi samping. Struktur poros menjaga hubungan antara roda ke bodi.

commit to user

Tabel 2. Spesifikasi Sistem Suspensi Chevrolet Lova

5. Komponen Sistem Suspensi Depan Chevrolet Lova Dalam Pedoman Pelatihan Servis Steering dan Suspension,suspensi depan untuk kendaraan Chevrolet Lova adalah kombinasi desain knuckle/strut dan pegas. Control arm berporos pada bodi. Poros lower control arm menggunakan bushing karet. Upper end pada strut dilapisi menggunakan karet mounting dan berisi bearing untuk mengijinkan roda berputar. Lower end pada steering knuckle berporos di baut ball joint pada control arm. Ball joint mengikat ke steering knuckle menggunakan mur, dan ke lower arm menggunakan paku keling. Pada Gambar 21 ditunjukkan komponen-komponen penyusun dari sistem suspensi depan Chevrolet Lova.

Gambar 21. Komponen-komponen Sistem Suspensi Depan Chevrolet Lova (Sumber,General Motor,2006)

commit to user

6. Gangguan dan Kerusakan Sistem Suspensi Depan Iwan Darmawan (2008: 118-119) gejala-gejala gangguan yang terjadi pada sistem suspensi dan komponen yang mengalami kerusakan adalah seperti berikut : a. Suspensi susah bergerak saat berada di posisi atas atau bawah

1) Kerusakan peredam kejut sehingga pegas terlalu besar terkompresi.

2) Bumper karet sistem peredam kejut hilang.

3) Kendaraan dibebani beban melebihi kapasitas.

b. Goyangan kendaraan berlebihan saat kendaraan berbelok.

1) Batang penstabil (stabilizer bar) longgar.

2) Pegas lunak.

3) Sudut caster roda salah.

4) Kerusakan peredam kejut.

c. Pegas sistem suspensi patah.

1) Beban pada kendaraan berlebihan.

2) Pegas daun longgar.

3) Peredam kejut rusak.

4) Pegas dipasang terlalu ketat sehingga daerah ayunan terlalu sempit.

d. Tinggi suspensi tidak benar.

1) Pegas patah.

2) Pegas lunak.

3) Kerusakan peredam kejut.

e. Suara berisik dan getaran pada kendaraan.

1) Bagian sistem-pengarah ada yang longgar, aus, atau kurang pelumasan.

2) Bagian sistem suspensi atau pegas ada yang longgar, aus, atau kurang pelumasan.

3) Power steering rusak.

4) Peredam kejut sudah kering atau bush dudukan peredam kejut dipasang terlalu kencang.

f. Sistem suspensi mobil keras.

1) Tekanan ban terlalu keras.

2) Peredam kejut rusak.

3) Tabung strut peredam kejut bengkok.

4) Gesekan yang berlebihan pada pegas atau peredam kejut .

B. Hasil Penelitian yang Relevan

TERJADI PADA KOMPONEN CHASIS DAN PEMINDAH DAYA MOBIL DI

PT AS Hasil

kesimpulannya adalah: chasis dan pemindah daya mobil yang terdiri dari berbagai komponen tersebut ternyata memiliki tingkat kerusakan yang berbeda. Tingkat kerusakan yang tertinggi terdapat di sistem roda dan FWA. Hal ini dibuktikan dengan persentase yang tinggi dibandingkan dengan komponen yang lain yaitu 27.27 %. Dan lebih spesifik kerusakannya pada permukaan ban aus tidak rata dengan persentase 40.00 %. Sedangkan pemecahan masalah dari kasus ini dengan cara melakukan spooring.

C. Kerangka Berfikir

Ketika membicarakan performa suatu kendaraan, yang terpikir adalah daya kuda, torsi dan kecepatannya. Tapi semua daya yang dihasilkan oleh mesin piston tidak ada gunanya jika pengemudi tidak dapat mengendalikan kendaraan.

Keamanan, kenyamanan dan kestabilan sangat diperlukan dalam proses pengendalian kendaraan, tidak terkecuali bagi armada taksi. Kendaraan niaga yang selalu dituntut untuk tampil optima ini harus mampu memberikan pelayanan yang terbaik bagi konsumen.

commit to user

Salah satu komponen yang berperan penting dalam kestabilan dalam pengendalian kendaraan adalah sistem suspensi depan . Tugas sistem suspensi secara umum adalah untuk memaksimalkan gesekan antara ban dan permukaan jalan, untuk memberikan stabilitas kemudi dengan penanganan yang baik dan untuk menjamin kenyamanan serta keamanan penumpang. Sistem ini tersusun dari berbagai macam komponen-komponen antara lain pegas, peredam kejut, lengan penahan dan stabilisator.

Komponen-komponen sistem suspensi depan pada kendaraan niaga memiliki frekuensi pemakaian yang lebih tinggi dibanding kendaraan pribadi.

Komponen-komponen mudah menjadi aus karena banyak terjadi gesekan dan panas. Keauasan yang terjadi akan mengurangi kestabilan dan kenyamanan kendaraan. Kondisi yang tidak baik ini jika tidak segera diketahui dan diperbaiki akan sangat merugikan. Konsumen tidak mendapatkan pelayanan yang baik dan pihak pemilik kendaraan tidak mendapat kepercayaan di mata konsumen dan harus mengeluarkan biaya perbaikan. Berhubungan dengan perbaikan yang dilakukan, faktor yang berpengaruh adalah cara perbaikan dan penggantian komponen yang mengalami kerusakan. Cara perbaikan berhubungan dengan kemampuan teknisi dalam melakukan prosedur servis. Sedangkan penggantian berhubungan dengan kualitas komponen yang digunakan. Apabila teknisi yang bertugas untuk memperbaiki kurang memahami prosedur perbaikan dan komponen yang digunakan tidak memiliki kualitas yang baik, sudah dapat dipastikan kendaraan akan mengalami kerusakan dan penambahan biaya servis.

Kendaraan Niaga Chevrolet Lova digunakan oleh Kosti Solo dengan harapan mampu meremajakan armadanya. Namun dalam perkembangannya ternyata mengalami banyak keluhan dan kerusakan pada sistem suspensinya.

Bengkel Kosti Solo harus mengetahui faktor penyebab kerusakan untuk kemudian melakukan perbaikan dengan tepat sesuai prosedur. Bengkel Kosti juga perlu memperhatikan kualitas komponen baru atau spare part disediakan untuk mengganti komponen yang rusak.

Oleh karena itu, penulis merasa perlu untuk menganalisis kerusakan yang terjadi pada sistem suspensi depan kendaraan niaga Chevrolet Lova di Kosti Solo, serta melihat cara bengkel Kosti Solo dalam memperbaiki kerusakan tersebut.

Untuk keperluan penelitian, perlu digambarkan skema / kerangka pemikiran sebagai berikut :

Gambar 23. Bagan Kerangka Pemikiran KENDARAAN NIAGA CHEVROLET LOVA

DI KOSTI SOLO

KERUSAKAN KOMPONEN SISTEM SUSPENSI DEPAN

PERBAIKAN PENGGANTIAN

SISTEM SUSPENSI DEPAN

ANALISIS

PENYEBAB

KESIMPULAN

commit to user

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Tempat Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di bengkel Koperasi Sopir Transportasi Solo (KOSTI Solo) yang beralamat di JL. Sumpah Pemuda 145, Mojosongo, Surakarta Kode pos 57127. Pemilihan lokasi tersebut didasarkan pada beberapa pertimbangan antara lain karena Kosti Solo memiliki jumlah kendaraan niaga Chevrolet Lova sebanyak 40 unit yang frekuensi pemakaiannya cukup tinggi.

Selain itu, di Kosti Solo juga memiliki bengkel dan mekanik sendiri yang setiap hari selalu melakukan perbaikan dan perawatan.

2. Waktu Penelitian

Waktu penelitian dilaksanakan mulai bulan September 2011. Berikut alokasi waktu kegiatan penelitian yang penulis lakukan :

Pengajuan judul : 5 April 2011

Pembuatan proposal : 1 Juli 2011 26 Agustus 2011 Seminar proposal : 26 Agustus 2011

Revisi proposal : 26 Agustus 2011 10 September 2011 Perijinan : 11 September 2011 12 September 2011 Pengumpulan data : 13 September 2011 15 Oktober 2011 Penulisan laporan : 1 Oktober 2011- selesai

B. Bentuk Dan Strategi Penelitian 1. Bentuk Penelitian

Penelitian ini digolongkan dalam bentuk penelitian kualitatif, sedangkan metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan desain penelitian studi kasus.

Penelitian kualitatif adalah penelitian untuk mengumpulkan data atau informasi mengenai keadaan sesuatu gejala dan untuk memperoleh kesimpulan.

34

Data yang telah terkumpul dipisah-pisahkan menurut kategori masing-masing dan diwujudkan dengan kata-kata atau kalimat (Suharsimi Arikunto, 1993: 195).

Diperkuat oleh Nana Syaodih Sukmadinata (2006 : 60) yang mengemukakan bahwa enelitian kualitatif mempunyai dua tujuan utama, yaitu pertama, menggambarkan dan mengungkap (to describe and explore) dan kedua menggambarkan dan menjelaskan (to describe and explain . Dalam penelitian ini, peneliti akan menggambarkan dan mengungkapkan (to describe and explore) kerusakan-kerusakan komponen sistem suspensi depan berdasarkan fakta yang ditemukan serta mengungkap dan menjelaskan (to describe and explain) bagaimana prosedur perawatan dan perbaikan berdasarkan fakta yang tampak atau sebagaimana mestinya yang akan di deskripsikan dalam bentuk kata-kata.

Nana Syaodih Sukmadinata ( enelitian kualitatif yang menggunakan metode penelitian deskriptif adalah suatu bentuk penelitian yang paling dasar. Ditujukan untuk mendekripsikan atau menggambarkan fenomena-fenomena yang ada, baik fenonema yang bersifat alamiah ataupun rekayasa manusia. Dengan menggunakan metode ini, peneliti akan mengungkapkan pemecahan masalah dengan memberi gambaran kerusakan yang terjadi, tingkat perawatan pemilik dan proses perbaikan sistem suspensi depan Chevrolet Lova yang dilakukan oleh bengkel KOSTI Solo.

2. Strategi Penelitian

Strategi dalam penelitian ini menggunakan strategi multi metode. Ada beberapa penjelasan tentang strategi ini,antara lain :

Umumnya penelitian kualitatif menggunakan strategi multi metode. Data yang diperoleh dengan suatu metode umpamanya wawancara,diperlengkapi, diperkuat, dan disempurnakan dengan penggunaan metode lain seperti observasi dan studi dokumenter. Nana Syaodih Sukmadinata (2006 : 109) Untuk itu peneliti akan melakukan pengamatan, wawancara dan

mendokumentasi kegiatan perawatan yang dilakukan oleh pemilik kendaraan maupun kegiatan perbaikan yang dilakukan oleh bengkel KOSTI Solo. Kegiatan ini dilakukan agar peneliti mampu menggambarkan keadaan atau fenomena yang terjadi menurut apa yang sebenarnya.

commit to user

3. Fokus dan Objek Penelitian

Nana Syaodih Sukmadinata (2006 : 99) mengemukakan bahwa enelitian kualitatif menggunakan desain penelitian studi kasus dalam arti penelitian difokuskan pada satu fenomena saja yang dipilih dan ingin dipahami secara mendalam, dengan mengabaikan fenomena- Fenomena yang menjadi fokus dalam penelitian ini adalah meneliti kerusakan-kerusakan yang terjadi pada komponen sistem suspensi depan. Adapun objek penelitian ini adalah sistem suspensi depan kendaraan niaga Chevrolet Lova tahun 2009, yang berada di KOSTI Solo.

C. Sumber Data

Lofland dan Lofland ( 1984 : 47) sebagaimana dikutip dari Lexy J.

Moleong (2007 : 157) umber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata,dan tindakan, selebihnya adalah data tambahan seperti dokumen dan lain-lain.

1. Data Primer

Data yang diperoleh melalui wawancara dan observasi secara langsung di bengkel KOSTI Solo dalam kegiatan fisik, pembongkaran, perbaikan,dan pemasangan sistem suspensi depan. Lexy J. Moleong (2007 : 158) menuliskan ada penelitian kualitatif, kegiatan melihat, mendengar dan bertanya dilakukan secara sadar, terarah dan senantiasa bertujuan memperoleh suatu informasi yang diperlukan. Kegiatan observasi dan wawancarapun dilaksanakan dalam batasan-batasan indikator tentang kerusakan sistem suspensi depan. Indikator-indikator tersebut adalah :

a. Frekuensi kerusakan suspensi depan

Banyaknya kerusakan sistem suspensi depan pada kendaraan niaga Chevrolet Lova yang terjadi pada saat observasi.

b. Komponen yang mengalami kerusakan

Komponen sistem suspensi depan kendaraan niaga Chevrolet Lova yang mengalami kerusakan dan yang paling sering mengalami kerusakan.

c. Prosedur perbaikan

Prosedur dalam melaksanakan perbaikan dan mengatasi masalah yang timbul pada saat perbaikan kerusakan sistem suspensi depan kendaraan niaga Chevrolet Lova.

2. Data Sekunder

Data sekunder dalam penelitian ini adalah data yang diperoleh dari dokumen dan catatan-catatan antara lain : kepemilikan kendaraan, jarak tempuh kendaraan, gangguan sistem suspensi depan, prosedur dalam mengatasi komponen yang mengalami gangguan. buku-buku referensi yang berkaitan dengan objek penelitian, foto-foto dokumentasi, profil bengkel serta sruktur organisasi KOSTI Solo.

D. Teknik Sampling

Populasi dalam penelitian ini adalah armada taksi KOSTI Solo yang memiliki merk Chevrolet Lova. Dalam penelitian ini peneliti meneliti kerusakan yang terjadi di beberapa kendaraan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel purposive sampling.

Purposive sampling (sampel bertujuan), yaitu sampel diambil tidak ditekankan pada jumlah, melainkan ditekankan pada kekayaan informasi yang dimiliki anggota sampel sebagai sumber data. Cara pengambilan sampel didasarkan pada karakteristik-karakteristik tertentu yang dimiliki sampel sesuai dengan tujuan penelitian. Nana Syaodih Sukmadinata (2006 : 101) -informan terpilih yang kaya dengan kasus untuk studi yang bersifat mendalam. Dengan perkataan lain sampel tersebut dipilih karena memang menjadi sumber dan kaya dengan informasi tentang fenomena ya

commit to user

Dalam penelitian ini sampel yang digunakan adalah kendaraan Chevrolet Lova yang mengalami kerusakan dan melakukan perbaikan komponen sistem suspensi depan di bengkel Kosti Solo

E. Teknik Pengumpulan Data 1. Metode Observasi

Observasi atau metode pengamatan digunakan untuk memberikan data berupa gambaran menyeluruh dan apa adanya. H.Afifudin dan Beni Ahmad Saebani (2009:138) etode observasi dapat dibagi menjadi : observasi partisipatif, observasi terus terang atau tersamar, dan observasi tak berstruktur.

Dalam penjelasan selanjutnya, sikap peneliti dalam observasi partisipatif berbeda-beda yaitu menjadi : partisipan aktif, partisipan pasif, partisipasi moderat dan partisipasi naturalistik atau partisipasi lengkap. Jenis observasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif dengan peneliti sebagai partisipan pasif. Peneliti hanya datang ke lokasi penelitian, melihat, memerhatikan, mewawancarai tetapi tidak melibatkan diri. Peneliti mengobservasi proses penyampaian keluhan sampai cara Bengkel Kosti memperbaiki kerusakan.

2. Metode Wawancara

antara dua pihak dengan maksud dan tujuan tertentu, dua pihak tersebut adalah wawancara dan pewawancara. Wawancara tersebut dilakukan untuk memperoleh kedalaman informasi mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah

Nana Syaodih Sukmadinata (2006 :

dalam penelitian kualitatif , malah boleh dikatakan sebagai teknik pengumpulan data utama. Dalam penelitian kualitatif tidak disusun dan digunakan pedoman Dalam penelitian ini menggunakan jenis wawancara terbuka dan tidak tersruktur. Terbuka agar subyek penelitian tahu bahwa mereka sedang diwawancarai. Tidak terstruktur karena responden terdiri dari orang orang yang terpilih saja karena dipandang memiliki kekayaan dalam

informasi. Dalam penelitian ini, peneliti mewawancarai Kepala Personalia,Kepala Bengkel dan pemilik/sopir kendaraan.

3. Metode Studi Kepustakaan / Studi Dokumentasi

Metode dokumenter ini adalah teknik pengumpulan data dan informasi melalui pencarian dan penemuan bukti-bukti. Nana Syaodih Sukmadinata (2006 : 101)

menghimpun dan menganalisis dokumen-dokumen, baik dokumen tertulis, -dokumen yang dihimpun dipilih yang sesuai dengan tujuan dan fokus masalah. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan foto dan catatan-catatan yang didokumentasi oleh pihak Kosti sebagai bukti dan bahan untuk mengolah data .

F. Validitas Data

Untuk memperoleh data yang akurat serta dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah maka peneliti melakukan pemeriksaan keabsahan data. Teknik pemeriksaan keabsahan data menurut Lexy J. Moleong (2007 : 326-332) antara lain dapat dilakukan melalui :

1. Ketekunan / Keajegan Pengamatan

Ketekunan pengamatan bermaksud menemukan ciri-ciri dan unsur-unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan yang sedang diamati. Dengan ketekunan pengamatan ini maka peneliti dapat mengadakan pengamatan dengan teliti, rinci, dan berkesinambungan tehadap faktor-aktor yang menonjol sehingga diperoleh kedalaman data.

2. Triangulasi

Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu. Triangulasi ini antara lain dapat dilakukan melalui :

a) Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber berarti membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda.

Hal tersebut dapat dicapai dengan jalan membandingkan informasi yang diperoleh

commit to user

dari sumber yang berbeda, antara lain dari mekanik, sopir ataupun dokumen-dokumen.

b) Triangulasi Metode

Triangulasi metode yaitu pencocokan informasi yang diperoleh dengan menggunakan metode yang berbeda, misalnya antara wawancara, observasi maupun dokumentasi .

Dalam penelitian ini triangulasi yang digunakan adalah triangulasi metode .

G. Teknik Analisis Data

Terdapat beberapa definisi tentang analisa data kualitatif, diantaranya adalah sebagai berikut:

dengan jalan bekerja dengan data, mengorganisasikan data, memilah-milahnya menjadi satuan yang dapat dikelola, mensintesiskan, mencari dan menemukan pola, menemukan apa yang penting dan apa yang dipelajari, dan (Lexy J. Moleong, 2007: 248) Dalam penelitian ini dilakukan empat kegiatan yang berhubungan dengan data, yaitu :

1. Pengumpulan Data

Pengumpulan data merupakan kegiatan mengumpulan data di lapangan baik melalui wawancara, observasi, maupun studi dokumenter. Data-data tersebut diperoleh dari sumber dan informan yang telah dipilih. Data yang dikumpulkan adalah data yang berkaitan kerusakan sistem suspensi depan kendaraan niaga Chevrolet lova studi kasus di armada taksi Kosti Solo.

2. Reduksi Data

H.B Sutopo (2002 : 114) menyatakan bahwa reduksi data merupakan proses seleksi, pemfokusan, penyederhanaan, dan abstraksi dari fieldnote.

Berdasarkan uraian tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa reduksi data merupakan proses merangkum, pemilihan hal-hal pokok, penyederhanaan, pengabstrakan, dan transformasi data kasar yang muncul. Proses ini berlangsung terus selama pelaksanaan penelitian. Data yang direduksi diharapkan dapat

memberikan gambaran yang lebih baik dan memudahkan peneliti untuk mengambil data lain yang dibutuhkan.

3. Penyajian Data

Penyajian data dalam penelitian kualitatif dimaksudkan untuk menemukan suatu makna dari kata-kata yang diperoleh. Proses ini adalah suatu rangkaian yang disusun secara sistematis dan logis dari bentuk informasi yang komplek menjadi sederhana yang memungkinkan untuk dapat diambil kesimpulan.

4. Menarik Kesimpulan dan Verifikasi

Mengambil kesimpulan merupakan langkah analisis setelah pengolahan data. Dalam pengambilan suatu kesimpulan yang mungkin masih diragukan, perlu dilakukan verifikasi kesimpulan. Kesimpulan diverifikasi dengan mencari data-data lain yang dapat mendukung kesimpulan tersebut serta dengan mengecek ulang data-data yang diperoleh.

Keempat langkah dalam proses analisa data kualitatif tersebut merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, dimana satu langkah merupakan hal yang harus dilakukan untuk menuju langkah selanjutnya dan terjadi hubungan antar satu langkah dengan langkah lain. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat dalam bagan berikut ini:

Gambar 24 . Analisis Data Model Interaktif (Sumber HB. Sutopo, 2002: 96)

commit to user

H. Prosedur Penelitian

Penelitian ini dilakukan melalui beberapa tahapan, yaitu : tahap persiapan, tahap pengumpulan data, tahap analisis data, dan tahap penyusunan laporan.

Untuk lebih jelasnya, masing-masing akan diuraikan sebagai berikut :

1. Tahap Persiapan Kegaiatan-kegiatan pada tahap persiapan ini meliputi : a. Mengajukan judul penelitian

b. Menyusun proposal penelitian

c. Melakukan seminar proposal penelitian

2. Tahap Pengumpulan Data

Kegaiatan-kegiatan pada tahap pengumpulan data ini meliputi : a. Mengurus perijinan penelitian

b. Mempersiapkan instrumen-instrumen pengumpul data

c. Mengumpulkan data di lapangan dengan melakukan observasi, dan wawancara dan studi dokumenter.

d. Melakukan review dan pembahasan beragam data yang telah terkumpul.

e. Memilah data sesuai kebutuhan.

3. Tahap Analisis Data Kegaiatan-kegiatan pada tahap analisis data ini meliputi :

a. Menentukan teknik analisis data yang tepat sesuai jenis penelitian.

b. Mengembangkan sajian data dengan analisis lanjut kemudian dicross checkkan dengan temuan di lapangan.

c. Setelah didapat data sesuai intensitas kebutuhan penelitian maka dilakukan proses verifikasi dan pengayaan dengan mengkonsultasikan dengan orang yang lebih ahli.

d. Membuat simpulan akhir dan masukan / saran sebagai hasil temuan penelitian.

4. Tahap Penyusunan Laporan Penelitian

Kegiatan-kegiatan pada tahap penyusunan laporan penelitian ini meliputi : a. Penyusunan laporan awal

b. Me-review laporan sementara dengan mengkonsultasikan kepada dosen pembimbing.

c. Perbaikan laporan sesuai dengan rekomendasi hasil konsultasi.

d. Penyusunan laporan akhir dan penggandaan laporan.

commit to user

BAB IV

HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian 1. Gambaran Umum Perusahaan a. Sejarah Koperasi Sopir Transportasi Solo

1) Sejarah Berdirinya Kosti Solo

Koperasi Sopir Transportasi Solo yang lebih dikenal dengan nama Kosti Solo secara resmi berdiri tanggal 29 Juni 1994 dengan beranggotakan 100 orang berdasarkan akta No.12261/BH/VI/X/1994 dari Departemen Koperasi. Kosti solo pada saat itu berkedudukan dan berkantor di jalan Ir. Sutami 5B Jebres Surakarta.

Sejak tanggal 29 Juni 2001 sampai saat ini, kantor Kosti Solo berpindah tempat di Jalan Sumpah Pemuda 145, Mojosongo, Surakarta. Kepindahan kantor tersebut bertepatan dengan momentum Hari Jadi Kosti Solo yang ke-7. Kantor baru tersebut diresmikan pada tanggal 11 Juli 2001 dengan dihadiri oleh penasehat Utama Kosti Solo yaitu Bapak Ir. Sarwono Kusumaatmaja (mantan Menteri Lingkungan Hidup pada zaman Orde Baru) .

2) Sejarah Lambang Kosti Solo

2) Sejarah Lambang Kosti Solo

Dokumen terkait