• Tidak ada hasil yang ditemukan

Hal-Hal Yang Menarik

Dalam dokumen Komunikasi Yang Efektif3 (Halaman 35-39)

BAB V TEKNIK BERBICARA

E. Hal-Hal Yang Menarik

Hal-hal menarik yang dapat mempengaruhi pembicaraan selain teknik dan gaya berbicara, antara lain: cara berpakaian, pandangan mata, raut muka, sikap, suara, dan tulisan.

Pakaian

Cara berpakaian yang baik, sederhana, serasi, rapi, bersih akan menambah serta menunjukkan :

1. rasa percaya diri, 2. rasa harga diri, dan 3. kepribadian seseorang.

Dalam hal pakaian bukan benar dan salahnya berpakaian, akan tetapi kepantasan berpakaian, sebab kita hidup dalam

kancah kehidupan. Pakaian yang pantas adalah kebutuhan hidup. Warna pakaian juga berpengaruh pada penampilan, misalnya warna pakaian yang agak terang akan memberikan dampak visual dan penampilan, serta kredibilitas yang lebih kuat. Warna pakaian hitam dapat mengkomunikasikan yang bersangkutan sedang berduka cita, atau akan menghadiri suatu pesta yang anggun.

Pandangan mata

Perlu mendapat perhatian karena selain menunjukkan kepribadian, tatakrama, juga menunjukkan wibawa seorang pembicara. Jangan berbicara dengan menundukkan kepala, selain dianggap tidak sopan dapat juga dianggap tidak menguasai permasalahan yang dibicarakan.

Gunakan kontak mata secara langsung (pada bangsa/suku bangsa tertentu hal ini masih belum dapat diterima).

Raut muka

Raut muka hendaknya mengikuti isi pembicaraan. Rasa heran, rasa gembira, rasa kagum, rasa terkejut, rasa sedih tidak hanya diungkapkan dengan kata-kata saja akan tetapi dapat ditunjukkan dengan wajah, raut muka.

Sikap badan

Sikap badan dapat ditunjukkan dengan sikap duduk dan sikap berdiri.

Sikap duduk: Duduk dengan sopan. Sebelum pembicaraan dimulai usahakan jangan duduk terlebih dahulu di depan pendengar, lebih baik pembicara muncul di depan pendengar. Usahakan duduk sebaik mungkin.

Boleh juga duduk dengan salah satu kaki disilangkan ke atas kaki yang lain, namun harus tampak anggun dan sopan. Sikap berdiri. Berdiri dengan tegap, mengatur segala sesuatunya dengan cermat agar situasi menjadi tenang. Sikap selanjutnya dada ke depan, bahu ditarik ke belakang, dan angkat kepala tinggi-tinggi, letak tangan digantungkan di sisi bawah. Sikap badan yang loyo akan mengkomunikasikan bahwa orang yang bersangkutan tidak kredibel, tidak profesional (walaupun sering tidak tepat).

Suara

Setiap orang mempunyai suara yang berbeda-beda, ada yang merdu, keras, lemah, parau dan sebagainya. Suara pada dasarnya pembawaan seseorang. Agar suara mempunyai kesan positif, hendaknya: jelas ucapan-ucapannya, tidak monoton, bersemangat, dapat didengar (tidak terlalu lemah), dan berekspresi.

Tulisan

Tidak lain dari lambang-lambang, baik dalam bentuk huruf, angka, gambar, sebagai sarana menjelaskan apa yang dibicarakan.

Senyum

Sekulum senyum yang tulus berawal dari lubuk hati, kemudian tersungging di bibir dan tercermin di mata.

Berjabat tangan

Jabat tangan yang baik mengepal seluruh tangan, menggerakkan dua sampai tiga kali. Jangan berjabat tangan dengan menggenggam erat-erat teman jabat tangan, atau hanya asal nempel tangan teman jabat tangan.

Berpikir, bertindak dan selalu terlihat senang dan sukses

Tidak semua orang dapat melakukan hal seperti ini. Berpikir dalam hal ini maksudnya adalah berpikir secara positif, dapat memahami orang lain, bertindak positif dan menampilkan diri sebagai orang yang tidak memiliki masalah besar.

Ingat nama

Nama seseorang adalah kata yang paling penting didengar oleh si empunya nama, dan selalu menarik perhatiannya. (Misalnya : Saudara Yamin apa kabar? Atau Pak Juni kapan kita berjumpa lagi?, Ibu Adit, senang bertemu Anda, Mbak Santhy apa yang bisa saya bantu? ).

Tunjukkan daya tarik yang tulus terhadap orang

yang dihormati

Bagi suku bangsa atau bangsa tertentu hal ini dapat ditunjukkan dengan sedikit membungkukkan badan, atau

bicara dengan tangan "ngapu rancang", mendengarkan dengan seksama apa yang disampaikan oleh yang bersangkutan.

F.

Rangkuman

Dalam berbicara yang baik harus memperhatikan prinsip dan teknik komunikasi. Prinsip secara harafiah mempunyai arti pokok/dasar, keyakinan, sendi-sendi yang mempunyai asas atau kebenaran yang menjadi dasar berpikir, bertindak dan berbuat. Sedangkan teknik adalah kepandaian, pengetahuan membuat/melakukan sesuatu berkenaan dengan seni. Teknik disebut juga metode, daya upaya dan kemahiran yang terjadi karena pikiran yang lebih luas, dan perasaan yang lebih tajam. Trik-trik dalam berbicara yaitu dengan menarik napas dalam- dalam, dan mengatur volume suara.

Mendengarkan merupakan hal yang penting dalam komunikasi. Mendengarkan dengan aktif berarti mengerti apa yang dikatakan di balik pesan yang diterima. Beberapa tip untuk mendengarkan dengan aktif yaitu paraphrasing, perception check, dan behavior

description.

Keterampilan dalam berbicara merupakan kemampuan mengekspresikan pembicaraan dalam bahasa kata-kata.

Semuanya tergantung pada pengalaman, pengetahuan, panjang dan pendeknya pembicaraan, serta isi pembicaraan.

Keterampilan bicara biasanya diikuti dengan gaya bicara. Ada beberapa gaya bicara yang biasanya mengikuti kegiatan bicara itu sendiri yaitu:

1. Gaya berbicara dengan menghubungkan suara dengan kata- kata atau disebut gaya bahasa yang meliputi Asidenton,

Polisidenton, Klimaks, Antiklimaks, dan Hiperbola.

2. Gaya berbicara dengan gerak muka (mimik). 3. Gaya bicara dengan gerak badan (panto mimik), dan 4. Gaya berbicara dengan gerak gerik.

Hal-hal menarik lainnya yang mempengaruhi berbicara ialah: pakaian, pandangan mata, air muka, sikap badan, suara, senyum, berjabat tangan, berpikir, bertindak dan selalu terlihat senang dan sukses, ingat nama, tunjukkan daya tarik yang tulus terhadap orang yang dihormati.

Dalam berkomunikasi hendaknya hindarilah menggunakan kata- kata Jargon, dengan berusaha menerapkan KISS principle.

G.

Latihan

1. Apa yang dimaksud dengan teknik berbicara. Jelaskan dengan singkat.

2. Uraikan secara singkat beberapa tip untuk mendengarkan dengan aktif.

3. Keterampilan berbicara dipengaruhi oleh beberapa hal. Sebutkan pengaruh-pengaruh tersebut.

4. Uraikan beberapa gaya berbicara yang dapat membantu pembicaraan menjadi lebih efektif.

5. Apa saja yang dapat menarik agar pembicaraan lebih efektif? 6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan kata-kata jargon, dan

berikan contohnya.

Dalam dokumen Komunikasi Yang Efektif3 (Halaman 35-39)

Dokumen terkait