• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mendekatkan diri dengan keluarga angkat dalam Teori Penetrasi Sosial

HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1. Deskripsi Subjek Penelitian

2. Fase Masalah Kultural (Cultural Problems), fase kedua dimana masalah dengan lingkungan baru mulai berkembang, misalnya karena kesulitan bahasa, sistem lalu

4.3.2. Mendekatkan diri dengan keluarga angkat dalam Teori Penetrasi Sosial

Teori penetrasi sosial secara umum membahas tentang bagaimana proses komunikasi interpersonal. Di sini dijelaskan bagaimana dalam proses berhubungan dengan orang lain, terjadi berbagai proses gradual, di mana terjadi semacam proses adaptasi di antara keduanya. Hubungan interpersonal akan berakhir sebagai teman terbaik hanya jika mereka memproses dalam sebuah "tahapan dan bentuk yang teratur dari permukaan ke tingkatan pertukaran yang intim sebagai fungsi dari hasil langsung dan perkiraan".

84

Pada hakikatnya manusia memiliki beberapa layer atau lapisan kepribadian. Jika kita mengupas kulit terluar bawang, maka kita akan menemukan lapisan kulit yang lainnya. Begitu pula kepribadian manusia. Lapisan kulit terluar dari kepribadian manusia adalah apa-apa yang terbuka bagi publik, apa yang biasa kita perlihatkan kepada orang lain secara umum, tidak ditutup-tutupi seperti usia, jenis kelamin, pekerjaan, rumah dan barang-barang yang melekat padanya. Jika kita mampu melihat lapisan yang sedikit lebih dalam lagi, maka di sana ada lapisan yang tidak terbuka bagi semua orang, lapisan kepribadian yang lebih bersifat semiprivate. Lapisan ini biasanya hanya terbuka bagi orang-orang tertentu saja, orang terdekat misalnya. Lapisan yang paling dalam adalah wilayah private, di mana di dalamnya terdapat nilai-nilai, konsep diri, konflik-konflik yang belum terselesaikan, emosi yang terpendam dan semacamnya. Lapisan ini tidak terlihat oleh dunia luar, oleh siapapun, bahkan dari kekasih, orang tua atau orang terdekat manapun. Akan tetapi lapisan ini adalah yang paling berdampak atau paling berperan dalam kehidupan seseorang (Kadarsih, 2009: 54-55).

Kedekatan kita terhadap orang lain, menurut Altman dan Taylor, dapat dilihat dari sejauh mana penetrasi kita terhadap lapisan-lapisan kepribadian tadi. Dengan membiarkan orang lain melakukan penetrasi terhadap lapisan kepribadian yang kita miliki artinya kita membiarkan orang tersebut untuk semakin dekat dengan kita. Dalam kerangka kerja teori penetrasi sosial, Altman dan Taylor (dalam Kadarsih, 2009: 58-60) telah menjelaskan empat pengamatan berikut mengenai proses yang telah membawa seseorang pada titik ini:

1. Hal-hal di rumah lebih sering dan lebih cepat daripada informasi pribadi. Hubungan masih relatif pada tingkat yang tidak mengenai orang tertentu (laki-laki dewasa jangan menangis). Penetrasi lebih jauh akan membawa pada suatu titik di mana seseorang bisa berbagi perasaannya lebih mendalam (misalnya kesengsaraan cinta).

2. Penyingkapan diri adalah timbal balik, khususnya pada tahap awal pengembangan hubungan. Teori memperkirakan bahwa kenalan baru akan mencapai tingkat yang sama dalam keterbukaan, tetapi tidak menjelaskan mengapa. Apapun alasannya, teori penetrasi sosial menegaskan hukum timbal balik.

85

3. Penetrasi berlangsung cepat pada awalnya tetapi melambat dengan cepat karena ketatnya bungkusan pada lapisan yang lebih dalam untuk dicapai. Keakraban secara langsung adalah mitos. Tidak hanya adanya dorongan internal untuk merangsek dengan cepat ke dalam hati, ada norma-norma kemasyarakatan juga berpengaruh yang terlalu banyak dan terlalu cepat. Sebagian besar hubungan berhenti sebelum pertukaran keakraban yang stabil ditetapkan. Untuk alasan ini, hubungan ini memudar atau mati dengan mudah setelah pemisahan atau sedikit ketegangan.

4. Penetrasi adalah proses bertahap pada penarikan lapisan per lapisan. Persahabatan hangat antara seseorang akan memburuk jika mereka mulai menutup wilayah hidup mereka yang telah dibuka sebelumnya. Hubungan mundur akan mengembalikan pada apa yang sebelumnya dipertukarkan dalam membangun hubungan. Ketika kedalaman adalah penting sekali dalam proses penetrasi sosial, perluasan cakupan menjadi sama pentingnya. Sangat mungkin bagi seseorang secara tulus mengungkap tiap detil keakraban pada percintaannya.

Dalam penelitian ini didapati bahwa masing-masing Au pair memiliki cara tersendiri untuk mendekatkan diri dengan keluarga angkatnya. Rangga dan Friska misalnya di awal-awal mendekatkan diri dengan membuat keluarga angkat mereka terkesan dengan cara memasak makanan Indonesia. Hal itu dilanjutkan dengan ibu angkat yang ingin mempelajari resep dan akhirnya saling berbagi resep, di sela-sela memasak mereka bercerita dan mulai membuka tentang masing-masing kepribadian mereka. Penetrasi mereka berlangsung bertahap. Rangga mengaku tetap menceritakan tentang kehidupan pribadinya kepada ibu angkatnya meskipun ibu angkatnya di belakang menggosipinya (menceritakan kembali) juga kepada orang lain, dia memilih tidak peduli. Rangga juga bercerita bahwa dia juga mengenalkan kekasihnya kepada ibu angkatnya dan menceritakan kehidupan asmaranya. Kemampuan Au pair untuk membuka dirinya dan mendekatkan diri dengan ibu angkatnya (yang paling utama) terbukti menjamin keberhasilan masa tinggalnya sebagai Au pair di Jerman.

Cheri memiliki kasus penetrasi yang berbeda, pada awalnya di keluarga angkatnya yang pertama dia cepat memasukkan diri dan membaur dengan

86

karena ketidakcocokan yang dirasakan oleh Cheri dengan ayah angkatnya. Cheri sadar bahwa ayah angkatnya seorang pembohong dan tidak konsisten karena apa yang diharapkannya sebagai Au pair berbeda dari apa yang didapatkannya. Cheri kemudian menarik diri dan menutup diri dan dia memutuskan untuk berpindah keluarga angkat. Dia juga mengalami hal serupa dengan keluarga angkatnya yang kedua, di awal mereka saling membuka diri dan menceritakan kehidupan pribadi masing-masing hingga mereka pun menjadi akrab, namun di akhir-akhir ibu angkatnya mulai menarik diri dan menutup diri yang berujung pemutusan kontrak

Au pair secara sepihak oleh keluarga angkatnya.

Untuk beberapa kasus dalam penelitian ini mereka memilih untuk tidak membuka lapisan kepribadian mereka dengan keluarga angkat mereka dengan alasan tertentu. Desty misalnya mengaku bahwa dia memiliki keterbatasan tersendiri untuk membuka diri kepada ibu angkatnya yang di mana ibu angkatnya juga melakukan hal yang serupa, dia juga tidak membuka diri kepada Desty. Dalam kasus Sekar, dia memilih untuk menutup diri dari ibu angkatnya karena ketidakpercayaannya terhadap ibu angkatnya. Awalnya dia sudah mencoba tetapi setelah tahu bahwa ibu angkatnya juga sering menceritakan tentang dirinya kepada teman-temannya dia lalu menarik diri dan menutup diri dari ibu angkatnya.