BAB III DEKRIPSI DATA
G. Peningkatan Status Kantor
IV.1.2. VARIABEL BEBAS (X); KEPEMIMPINAN
1. Menentukan tujuan pelaksanaan kerja yang realistis
Dalam perjalanan roda organisasi, seorang pemimpin dituntut untuk mampu mengarahkan keseluruhan komponen dan aktivitas organisasi ke arah pencapaian tujuan.
Dalam hal ini seorang pemimpin harus mampu mengambil langkah-langkah pro aktif dalam memberdayakan segala potensi dan sumber daya yang ada pada organisasi dalam mendukung pencapaian tujuan tersebut. Dalam pelaksanaan kerja-kerja untuk pencapaian efektivitas organisasi, seorang pemimpin juga dituntut untuk mampu menentukan tujuan pekerjaan yang realistis kepada para bawahannya. Dengan adanya penentuan tujuan pekerjaan akan membantu para karyawan untuk mengetahui hal-hal yang diinginkan oleh organisasi untuk mereka kerjakan dan sekaligus dengan adanya penentuan tujuan akan membantu para pegawai dalam mempersiapakan diri maupun stategi dalam mencapai tujuan tersebut. Sementara itu unsur realistis dalam penentuan
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
tujuan pekerjaan ini menjadi sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan dinamisasi kerja dalam organisasi. Penentuan tujuan yang realistis berarti didasarkan kepada pertimbangan kelayakan dari kesemua komponen pendukung dalam mencapai tujuan tersebut. Untuk mengetahui kondisi tersebut di atas selengkapnya dapat dilihat pada tabel dibawah.
Tabel 4
Tanggapan Responden mengenai pimpinan membebankan target pekerjaan yang harus diselesaikan oleh karyawan
No Keterangan F %
1 Selalu 45 75
2 Sering 15 25
3 Jarang -
4 Tidak pernah -
60 100
Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 45 orang responden (75%) mengatakan bahwa pimpinan selalu membebankan target pekerjaan yang harus diselesaikan oleh karyawan. Sebanyak 15 orang responden lainnya (25%) mengatakan sering. Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam pelaksanaan pekerjaan pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN secara umum menerapkan sistem target penyelesaian kepada para karyawan.
Kondisi ini adalah wajar mengingat bahwa, perusahaan biasanya menetapkan sistem manajemen kinerja untuk memberi kejelasan dalam hal beban target pekerjaan yang harus diselesaikan oleh pegawainya. Dengan adanya pemberian target kerja tersebut
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
akan memudahkan proses kontrol dan evaluasi sehingga sistem penilaian yang dijalankan sesuai dengan apa yang telah dikerjakan oleh pegawai. Dengan hal tersebut juga akan memudahkan perusahaan untuk menghitung tingkat produktivitas yang telah didapat, apakah mengalami kenaikan atau sebaliknya.
Tabel 5
Tanggapan responden mengenai Pimpinan menentukan standard kualitas pekerjaan yang harus dipenuhi oleh karyawan
No Keterangan F %
1 Selalu 60 100
2 Sering - -
3 Jarang - -
4 Tidak pernah - -
60 100
Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa secara keseluruhan responden (100%) mengatakan bahwa pimpinan selalu menentukan standart kualitas pekerjaan yang harus dipenuhi oleh karyawan. Kondisi tersebut di atas merupakan suatu gambaran mengenai fungsi dan tanggungjawab seorang pemimpin yang harus mempunyai kemampuan dalam menentukan standarisasi suatu pekerjaan sehingga benar-benar efektif dan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan organisasi. Akan tetapi kondisi dimana penentu kualitas adalah seorang pimpinan dikawatirkan dapat menjadi suatu
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
dilematis tatkala terjadi pergantian pimpinan akan berubah pula standar kualitas pekerjaan yang berlaku sehingga dapat membuat pegawai menjadi bingung.
Hal ini sesuai dengan pernyataan salah seorang informan yang mengatakan ;
Pada dasarnya penentuan kualitas pekerjaan oleh seorang pemimpin cukup baik karena pada umumnya orang yang menjadi pemimpin pasti sudah begitu berpengalaman dan memiliki kemampuan dalam mengenali kebutuhan dan kemampuan organisasinya sekaligus sumber daya yang ada dalam organisasinya. Akan tetapi hal yang dikhawatirkan apabila terjadi pergantian pemimpin tentunya akan terjadi pula perubahan standarisasi sehingga para karyawan harus membutuhkan waktu beradaptasi lagi. Jadi dalam hal ini sepertinya akan lebih efektif apabila standarisasi pekerjaan adalah dari perusahaan dan bersifat general.
Tabel 6
Tanggapan responden mengenai pemimpin memberikan target sesuai dengan kemampuan pegawai
Berdasarkan tabel tersebut di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 24 orang responden (40%) mengatakan pemimpin jarang memberikan terget sesuai dengan kemampuan pegawai. Sebanyak 18 orang responden ( 30%) mengatakan sering, 12 Orang responden (20%) mengatakan selalu dan 6 orang responden (10%) mengatakan tidak pernah. Dari kondisi tersebut di atas dapat dilihat perbedaan tanggapan dari para responden tentang pemberian target sesuai kemampuan dari pegawai. Hal ini adalah
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
wajar karena tanggapan ini merupakan hasil dari penilaian masing-masing individu sesuai dengan pengalaman atau apa yang mereka rasakan dan juga dipengaruhi oleh aspek kemampuan mereka.
Sesuai dengan kondisi di lapangan , dalam hal penentuan target pekerjaan pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN pada dasarnya tidak didasarkan kepada pertimbangan aspek kemampuan karyawan dengan pertimbangan bahwa semua karyawan yang sudah ada dan menjadi bagian dari PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN sudah dianggap mampu melaksanakan seluruh pekerjaan atau aktivitas-aktivitas perusahaan.
Hal ini sesuai dengan penuturan dari responden yang merupakan kepla cabang PT.
BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN yang mengatakan :
Dalam hal penentuan target suatu pekerjaan , faktor kemampuan pegawai bukan menjadi suatu aspek prioritas pertimbangan bagi kami . karena kami memilki kepercayaan bahwa setiap individu yang telah melewati proses rekruitmen dan menjadi pegawai di perusahaan ini, secara keseluruhan sudah dianggap sanggup dan memang harus bisa melakukan pekerjaan sesuai dengan target-target yang kita tentukan.
2. Melengkapi para karyawan dengan sumber dana yang diperlukan untuk