BAB III DEKRIPSI DATA
G. Peningkatan Status Kantor
IV.1.3. VARIABEL TERIKAT (Y) : PEMBERDAYAAN PEGAWAI
3. Pemeliharaan dan Pemanfaatan Pegawai,
Point yang tak kalah pentingnya dalam pemberdayaan pegawai adalah mengenai hal pemanfaatan dan pemeliharaan pegawai. Pemanfaatan pegawai dapat dilihat dari sistem pelaksanaan penempatan maupun upaya pengembangan pegawai yang didasarkan pada pengukuran (assesment) mengenai potensi yang dimiliki pegawai, dan dicocokkan dengan kebutuhan unit kerja masing-masing serta kemana organisasi itu akan di bawa.
Kesalahan dalam pemanfaatan sumber daya i , the right source on the wrong place, akan mengakibatkan pemborosan energi, waktu dan biaya yang besar untuk memperbaikinya.
Jadi dalam hal ini dibutuhkan adanya kejelian dan analisa yang tepat dalam menempatkan berbagai sumber daya yang ada pada pos-pos yang tepat untuk mendukung efektivitas kerja organisasi . Menyangkut upaya pemeliharaan pegawai dapat dilihat dari tindakan pemberian motivasi kepada pegawai berupa pemberian gaji, penghargaan dan insentif
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
kepada pegawai yang memiliki potensi dan kinerja yang tinggi. Dalam hal ini dibutuhkan adanya standar baku yang memungkinkan pegawai betul-betul dinilai kinerjanya.
Disamping upaya tersebut sebagai wujud pemeliharaan terhadap pegawai, organisasi perlu melaksanakan pengenalan dan penggalian potensi bakat dilakukan dengan menggunakan program Talent Mapping yang selanjutnya diupayakan berbagai tindakan yang lebih lanjut dalam menyikapi maupun mengakomodir potensi bakat dari pegawai tersebut karena akan berpengaruh positif bagi perkembangan psikologi maupun loyalitas dari pegawai tersebut. Untuk mengetahui bagaimana kondisi menyangkut pemeliharaan dan pemanfaatan pegawai pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN dapat dilihat di bawah ini ;
Tabel 29
Tanggapan Responden Tentang efektivitas praktek kebijakan pemanfaatan sumber daya pegawai
No Keterangan F %
1 Sangat efektif 11 18,3
2 Efektif 47 78,4
3 Kurang efektif 2 3,3
4 Tidak efektif - -
60 100
Praktek manajemen megenai kebijaksanaan dalam pemanfatan sumber daya yang dimilki untuk mengoptimalkan usaha pencapain tujuan organisasi sudah sepatutnya
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
menjadi suatu skala prioritas kajian bagi setiap organisasi yang ada. Kemampuan mensinergikan antara kondisi dan kebutuhan organisasi dengan sumber daya yang dimilikinya akan menjadi indikator penentu terhadap efisiensi dan efektivitas organisasi tersebut.
Kebijakan dalam pemanfaatan sumber daya manusia terutama menjadi hal yang paling sensitif dimana dalam pelaksanaanya sering terjadi human error dan inefisiensi . jadi dalam hal ini organisasi harus mampu mengoptimalisasi pemanfaatan potensi sumber daya pegawai yang ada sembari itu apabila memungkinkan melakukan upaya lebih menggali potensi-potensi yang lebih lagi.
Berdasarkan hasil tabel di atas mengenai tanggapan responden mengenai efektivitas pemanfaatan sumber daya pegawai dapat diketahui bahwa sebanyak 47 orang responden ( 78,4%) mengatakan efektif, sebanyak 11 orang responden (18,3%) mengatakan sangat efektif dan sebanyak 2 orang responden (3,3,%) mengatakan kurang efektif.
Tabel 30
Tanggapan Responden Tentang Efektivitas pelaksanaan Job description
No Keterangan F %
1 Sangat Setuju 10 17
2 Setuju 35 58
3 Kurang setuju 15 25
4 Tidak setuju - -
60 100
Job description merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan tugas dan fungsi-fungsi dalam organisasi. Dengan adanya job description yang jelas akan
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
berdampak positif bagi keter-arahan kinerja serta alur-alur pekerjaan yang akan dilaksnakan dalam organisasi. Adanya job description yang jelas dan teratur akan menghindarkan karyawan dari pelanggaran hak dan wewenangnya. Disamping itu dengan adanya job description yang baik dan jelas maka tidak terjadi tumpang tindih tanggungjawaab antara sesama anggota perusahaan.
Dengan demikian akan tetap terjaga kondisi kerja yang harmonis dan teratur. Jadi dapat dikatakan bahwa salah satu tujuan dari adanya job description adalah untuk mendukung kebijakan pemanfaatan sumber daya manusia dalam suatu organisasi dimana dengan adanya job description ini diharapkan semua pegawai benar-benar berperan serta memilki tugas dan tanggungjawab yang jelas. Berdasarkan tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 35 orang responden (58%) mengatakan sangat setuju jika pada bahwa PT.
BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN sudah terdapat efektivitas dalam pelaksanaan job description, sementara itu sebanyak 15 orang responden 925%) mengatakan kurang setuju dan 10 orang responden (17%) mengatakan sangat setuju.
Tabel 31
Tanggapan Responden Tentang kesesuaian beban kerja
No Keterangan F %
1 Sangat sesuai 10 16,6
2 Sesuai 45 75
3 Kurang sesuai 5 8,4
4 Tidaksesuai - -
60 100
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
Beban kerja merupakan besaran/jumlah pekerjaan yang dipikul dan harus dipertanggungjawabkan seorang pegawai. Pembagian beban kerja kepada pegawai merupakan salah satu strategi organisasi dalam mengefektifkan pelaksanaan kerja-kerja organisasi dengan mengadakan klasifikasi kerja untuk kemudian dibagikan kepada karyawan sesuai dengan kapasitas dan spesifikasi bidang/keahlian/jabatan dari para pegawainya.
Hal yang sangat perlu diperhatikan dalam pembagian beban kerja ini adalah kejelian dalam pemberian beban kerja, dimana harus mengutamakan unsur keserasian antara beban kerja dengan kemampuan pegawai serta kesesuaian feedback yang diterima pegawai dalam menjalankan beban kerja tersebut. Apabila organisasi gagal dalam mengupayakan keserasian tersebut maka akan memberi peluang untuk menciptakan kondisi stress, apatis di kalangan pegawai dan bahkan dapat menyebabkan para pegawai melakukan perlawanan terhadap kebijakan organisasi. Mengenai tanggapan responden terhadap kesesuaian beban kerja pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN sesuai tabel di atas dapat diketahui bahwa sebanyak 45 orang responden (75%) mengatakan sesuai, 10 orang responden (16,6%) mengatakan sangat sesuai dan 5 orang responden (8,4%) mengatakan kurang sesuai.
Tabel 32
Tanggapan Responden Tentang pelaksanan sistem pemberian motivasi kepada pegawai berupa pemberian gaji dan penghargaan kepada pegawai yang
memiliki potensi dan kinerja yang tinggi
No Keterangan F %
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
1 Selalu 10 17
2 Sering 25 42
3 Jarang 25 42
4 Tidak pernah - -
60 100
Kebijakan pemanfaatan pegawai haruslah diimbangi dengan kebijakan pemeliharaan terhadap pegawai tersebut. Urgensi dari pemeliharaan ini memiliki fungsi timbal balik bagi organisasi maupun pegawai.
Bagi organisasi, kebijakan pemeliharaan dilihat secara pragmatis merupakan suatu kegiatan pembiayaan/ pengeluaran akan tetapi hal tersebut merupakan salah satu kegiatan investasi yang pada dasarnya berorientasi untuk menjaga performa pegawai sekaligus menunjang peningkatan. Salah satu upaya yang dapat ditempuh dalam pemeliharaan pegawai adalah melalui pemberian motivasi kepada pegawai berupa pemberian gaji dan penghargaan kepada pegawai yang memiliki potensi dan kinerja yang tinggi. Kebijakan pemberian motivasi ini akan menciptakan suasana kompetisi yang mendorong dan menjaga semangat pegawai dalam melaksanakan tugas. Kebijakan motivasi yang baik dan sesuai dengan harapan dari para pegawai akan memacu keinginan mereka untuk meningkatkan performa dan kemampuan kerja dan pada akhirnya secara alamiah akan menciptakan loyalitas mereka terhadap organisasi. Tanggapan responden mengenai pelaksanan sistem pemberian motivasi kepada pegawai berupa pemberian gaji, penghargaan dan insentif kepada pegawai yang memiliki potensi dan kinerja yang tinggi pada. PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN sesuai data tabel diketahui bahwa sebanyak 25 orang responden (42%) mengatakan sesuai dan sebanyak 25 orang
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
responden lainnya (42%) mengatakan kurang sesuai dan terdapat sebanyak 10 orang responden (17%) yang mengatakan sangat setuju.
Tabel 33
Tanggapan Responden tentang tersedianya wadah/ sarana yang mengakomodir aktualisasi aspek sosial dan psikologis pegawai
No Keterangan F %
1 Ada 60 100
2 Tidak ada - -
3 Tidak tahu - -
60 100
Disamping pemeliharaan terhadap performa , produktivitas dan semangat kerja pegawai, kebijakan pemeliharaan yang tak kalah pentingnya untuk dilaksanakan adalah pemeliharaan pada aspek psikologi dan aspek sosial dari para pegawai. Pertimbangan ini berangkat dari realitas bahwa keberadaan dan kebutuhan manusia bukan hanya sebatas aspek fisik dan material akan tetapi juga memiliki dan membutuhkan pemenuhan aspek-aspek psikologis dan sosial. Dalam sebuah organsiasi yang modern, penyelarasan dalam pemenuhan kedua kebutuhan tersebut adalah suatu keharusan untuk mendorong penciptaan dinamisasi dalam organisasi sekaligus sebagai wujud komitmen organisasi tentang penghargaan nilai-nilai kemanusiaan. Salah satu bentuk pemenuhan kebutuhan psikologis dan sosial pegawai dalam organisasi adalah dengan menyediakan organisasi internal perusahaan sebagai wadah penyatuan karyawan . Keberadaan organisais organisai dalam lingkungan perusahaan yang beranggotakan karyawan yang ada di perusahaan dapat mendukung untuk terciptanya keharmonisan hubungan antara sesama
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009
karyawan perusahaan. Adapun yang menjadi alasannya adalah dengan adanya organisasi tersebut maka akan terbangun rasa kebersamaan dan kedekatan emosional antara sesama anggotanya sehingga terhindar dari persaingan yang tidak sehat. Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa keseluruhan responden (100%) mengatakan dalam perusahaan terdapat organisasi yang dibentuk sebagai wadah penyatuan karyawan. Adapun bentuk wadah tersebut adalah arisan keluarga para karyawan dan staff perusahaan yang berjalan secara rutin dan berkala.
Disamping itu juga terdapat berbagai bentuk wadah-wadah aktualiasi bersama lainnya seperti tim sepak bola, tim bola volly, tim futsal, tim badminton, tim sepeda, dan terdapat juga tim kreativitas yang merupakan wadah perkumpulan bagi para pegawai yang memiliki kreativitas tinggi yang merupakan penggerak dan pemikir bagi setiap event-event ekstra perusahaan misalnya event-event promosi, gebyar musik, kegiatan outbound, serta biasanya menjadi tim kreator dan pelaksanaaan kegiatan tour/kegiatan wisata kantor.
.
Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.
USU Repository © 2009