• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III DEKRIPSI DATA

G. Peningkatan Status Kantor

IV.1.3. VARIABEL TERIKAT (Y) : PEMBERDAYAAN PEGAWAI

2. Pengembangan pegawai,

Keberhasilan suatu organisasi tidak terlepas dari potensi sumber daya manusianya. Oleh karena itu berbagai cara dilakukan organisasi untuk menarik dan mempertahankan loyalitas pegawai melalui modifikasi dan peningkatan kualitas pengetahuan dan kemampuan sumber daya manusianya.

Sumber daya manusia perlu mendapat perhatian dan pengelolaan secara profesional sehingga tercipta sumber daya manusia yang trampil, produktif dan profesional. Sumber daya manusia di perusahaan perlu dikelola secara profesional agar

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

terwujud keseimbangan antara kebutuhan pegawai dengan tuntutan dan kemampuan organisasi perusahaan. Keseimbangan tersebut merupakan kunci utama perusahaan agar dapat berkembang secara produktif dan wajar.

Pengembangan pegawai menjadi bagian penting dalam upaya mengelola sumber daya manusia secara keseluruhan. Pada hakekatnya pengembangan sumber daya manusia mempunyai dimensi luas yang bertujuan meningkatkan potensi yang dimiliki oleh sumber daya manusia, sebagai upaya meningkatkan profesionalisme dalam organisasi.

Siagian (1997:183-184) memberikan tujuh kriteria manfaat yang dapat dipetik dari adanya pengembangan sumber daya manusia, antara lain meliputi :

1. Peningkatan produktivitas kerja organsiasi.

2. Terwujudnya hubungan yang serasi antara atasan dan bawahan 3. Terjadinya proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat 4. Meningkatkan semangat kerja seluruh tenaga kerja dalam organisasi 5. Mendorong sikap keterbukaan manajemen

6. Memperlancar jalannya komunikasi yang efektif 7. Penyelesaian konflik secara fungsional.

Pengembangan sumber daya manusia merupakan keharusan mutlak bagi suatu organisasi dalam menghadapi tuntutan tugas sekarang maupun dan terutama untuk menjawab tantangan masa depan.

Kondisi ini dapat dikategorikan sebagai bentuk investasi yaitu human investasi.

Meskipun program orientasi pengembangan ini memakan waktu dan dana, semua

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

organisasi mempunyai keharusan untuk melaksanakannya, dan menyebut biaya-biaya untuk berbagai program tersebut sebagai investasi dalam sumber daya manusia. Ada dua tujuan utama dalam hal ini, pertama, pengembangan dilakukan untuk menutup “gap”

antara kecakapan atau kemampuan karyawan dengan permintaan jabatan. Kedua, program tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas kerja karyawan dalam mencapai sasaran-sasaran kerja yang ditetapkan. (Handoko, 1998: 103).

Secara khusus dalam pengembangan sumber daya manusia yang menyangkut peningkatan segala potensi internal kemampuan diri manusia ini adalah didasarkan fakta bahwa seseorang karyawan akan membutuhkan serangkaian pengetahuan, keahlian dan kemampuan yang berkembang untuk bekerja dengan baik dalam suksesi posisi yang ditemui selama karier.

Untuk mengetahui bagaimana kondisi menyangkut Pengembangan pegawai, pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN dapat dilihat di bawah ini ;

Tabel 25

Tanggapan Responden Tentang perusahaan mendorong penciptaan learning organization

No Keterangan F %

1 Sangat setuju 60 100

2 Setuju - -

3 Kurang setuju - -

4 Tidak setuju - -

60 100

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

Dalam konsep manajemen modern, fungsi – fungsi manajemen yang diselenggarakan oleh suatu lembaga atau organisasi laksanakan secara terpadu dan kontinu. Keterpaduan dan kontinuitas pelaksanaan, akan menjamin terbentuknya sebuah organisasi pembelajar (learning organization). Sebuah bentuk organisasi yang mengembangkan perilaku penuh improvisasi dan inisiasi atas proses yang berjalan pada organisasi tersebut. Organisasi akan belajar dari pengalaman bertindak dalam penyelesaian masalah sehingga pencapaian tujuan akan tercapai dalam arah yang diharapkan.

Pencapaian learning organization membutuhkan dukungan dari berbagai komponen organisasi. Komponen yang paling berkontribusi adalah pimpinan dan kebijakan organisasi yang mendorong pengembangan diri dari sumber daya manusia melalui pemahaman atas proses kegitan organisasi. Hal ini bisa dicapai apabila ada suatu prosedur penilaian atas kinerja individu dalam organisasi yang sistematis dan terstruktur secara integratif. Tanggapan responden megenai konsep learning organization PT.

BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN dapat dilihat pada tabel dimana secara keseluruhan responden mengatakan sangat setuju jika perusahaan telah melaksanakan upaya-upaya dalam mendorong penciptaan learning organization.

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

Tabel 26

Tanggapan Responden Tentang intensitas pelaksanaan Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan terhadap pegawai

No Keterangan F %

1 Sangat sering 24 40

2 Sering 36 60

3 Jarang - -

4 Tidak pernah - -

60 100

Salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah melalui Diklat pegawai.” Program pendidikan dan latihan (Diklat) dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah instrumen yang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan SDM aparatur yang mencakup peningkatan pengetahuan, keahlian, perubahan sikap dan perilaku, dan koreksi-koreksi terhadap kelemahan kinerja. Dengan perkataan lain bahwa pendidikan dan latihan SDM aparat ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas SDM aparat baik pada tingkatan individu maupun organisasi secara keseluruhan Tujuan yang diharapkan dari pengembangan sumber daya manusia adalah untuk meningkatkan kemampuan teknis, teoritis, konseptual dan moral karyawan supaya prestasi kerjanya baik dan mencapai hasil yang optimal. Pengembangan sumber daya manusia sangat penting kaitanya dengan upaya menghilangkan kesenjangan antara kemampuan kerja dengan tuntutan tugas sekaligus mampu menghadapi tugas-tugas sekarang maupun dimasa yang akan datang. Mengenai pelaksaaan pendidikan dan pelatihan pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN menurut tanggapan

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

responden menunjukkan bahwa sebanyak 36 orang responden (60%) mengatakan sering dan sebanyak 24 orang responden(40%) lainnya mengatakan sangat sering.

Tabel 27

Tanggapan Responden Tentang intensitas mengikuti/kesertaan dalam Kegiatan Pendidikan Dan Pelatihan terhadap pegawai

No Keterangan F %

1 Sangat sering 15 25

2 Sering 24 40

3 Jarang 21 35

4 Tidak pernah - -

60 100

Program pendidikan dan latihan (Diklat) dalam rangka pengembangan sumber daya manusia (SDM) adalah instrumen yang sangat penting dilakukan untuk meningkatkan SDM pegawai yang mencakup peningkatan pengetahuan, keahlian, perubahan sikap dan perilaku, dan koreksi-koreksi terhadap kelemahan kinerja. Dengan perkataan lain bahwa pendidikan dan latihan pegawai ditujukan untuk meningkatkan kinerja dan produktivitas SDM pegawai baik pada tingkatan individu maupun organisasi secara keseluruhan Pendidikan dan latihan merupakan proses melengkapi para pegawai dengan pengetahuan dan keterampilan khusus atau kegiatan membantu para pegawai dalam memperbaiki pelaksanaan pekerjaan yang tidak efisien. Bercermin dari kondisi tersebut kesempatan dan pengalaman mengikuti pendidikan dan pelatihan merupakan suatu hal yang sangat penting bagi seorang pegawai dalam peningkatan kompetensi kerjanya. Disamping itu juga ,refrensi intensitas mengikuti pendidikan dan pelatihan sangat sering dijadikan bahan pertimbangan terhadap peningkatan karir seseorang. Jadi

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

intensitas dan pengalaman seorang pegawai mengikuti pendidikan dan pelatihan adalah suatu hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan dan juga pegawai itu sendiri.

Berdasarkan data tabel mengenai intensitas pegawai pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN dalam mengikuti program Diklat yang dilakukan perusahaan dapat diketahui bahwa sebanyak 24 orang responden (40%) mengatakan sering, 21 orang responden (35%) `mengatakan jarang dan sebanyak 15 orang responden (25%) mengatakan sangat sering.

Tabel 28

Tanggapan Responden Tentang kesempatan mengikuti pendidikan formal ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

No Keterangan F %

1 Sangat sering - -

2 Sering - -

3 Jarang 15 25

4 Tidak pernah 45 75

60 100

Dalam sistem pengembangan pegawaian, disamping sistem pendidikan dan pelatihan yang dilaksnakan oleh perusahaan, ada juga sebagian besar perusahaan/organisasi yang memiliki kebijakan pengembangan pegawai melalui Pendidikan formal, yaitu kesempatan mengikuti pendidikan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi bagi para pegawainya. Kebijakan ini biasanya ditempuh dengan memberikan kesempatan serta pendanaan bagi pegawai untuk mengikuti pendidikan formal pada

Dear Adi Munba Munthe : Peranan Kepemimpinan Dalam Pemberdayaan Pegawai (Studi Kasus Pada PT. Bank Sumut Cabang Utama Medan), 2009.

USU Repository © 2009

institusi/lembaga pendidikan yang ada dalam upaya peningkatan kualitas dan kapasitas pegawai tersebut. Pelaksanaan kebijakan ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan kemampuan dari suatu organisasi.

Mengenai tanggapan responden terhadap pemberian kesempatan mengikuti pendidikan formal ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi pada PT. BANK SUMUT CABANG UTAMA MEDAN dapat diketahui bahwa smayoritas responden sebanyak 45 orang (75%) mengatakan tidak pernah dan sebanyak 15 orang responden (25%) yang mengatakan jarang.