• Tidak ada hasil yang ditemukan

TIDAK MENERAPKAN ATAU MENERAPKAN PERATURAN HUKUM TIDAK SEBAGAIMANA MESTINYA YAKNI DALAM HAL:

Mahkamah Agung Republik Indonesia

I. TIDAK MENERAPKAN ATAU MENERAPKAN PERATURAN HUKUM TIDAK SEBAGAIMANA MESTINYA YAKNI DALAM HAL:

A. Majelis Hakim Tidak Memberikan Pertimbangan Yang Cukup ;

1. Bahwa Putusan Judex Facti dalam perkara ini memutuskan Terdakwa tidak terbukti melakukan perbuatan dengan sengaja membuat atau menyebabkan adanya pencatatan palsu dalam pembukuan atau dalam laporan, maupun dalam dokumen atau laporan kegiatan usaha, laporan transaksi atau rekening suatu Bank;

 Menurut Judex Facti bahwa Terdakwa selaku Komisaris hanya mempunyai tugas dan tanggung jawab mengawasi pelaksanaan tugas Direksi terhadap operasional Bank sedangkan yang bertanggung jawab penuh dibidang operasional perbankan adalah Direktur yang dalam hal ini adalah Sdri. Somi, S.E. (belum tertangkap);

 Bahwa Penilaian Judex Facti yang termuat dalam putusannya tersebut terbukti telah mengabaikan fakta-fakta yang telah terungkap di dalam persidangan;

 Berdasarkan keterangan saksi-saksi di bawah sumpah terungkap fakta hukum :

 Bahwa untuk menyetujui pemberian kredit di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) harus mendapat persetujuan dari Terdakwa selaku Komisaris di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang;

 Bahwa menurut ahli Syahrial Aziz SH., MM yang telah disumpah di persidangan menerangkan dalam prosedur proses pemberian kredit Memorandum Analisa Kredit (MAK) tidak dibuat secara obyektif dalam arti tidak dilakukan survey sehingga terjadi penyimpangan-penyimpangan dan seharusnya dilakukan wawancara akan tetapi tidak dilakukan wawancara sehingga prosedur SOP Bank untuk pemberian kredit tetap harus dilakukan analisa, walaupun kredit tersebut sudah diselesaikan dan tidak ada kerugian tetap masuk ke

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 22 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

tindak pidana Perbankan berdasarkan Pasal 49 Ayat (1) huruf a, b, c termasuk unsur pencatatan palsu tidak terkait dengan kerugian yang dialami oleh Bank walaupun satu rupiahpun karena perbuatan tindak pidana tersebut telah terjadi pada saat pemberian kredit atau pada saat pembuatan Memorandum Analisa Kredit (MAK). Oleh karena itu seharusnya Judex Facti juga harus mempertimbangkan dalam putusannya berkaitan dengan fakta hukum yang terungkap di persidangan atas keterangan ahli tersebut;

 Bahwa terhadap fakta hukum yang secara nyata-nyata menyebutkan Terdakwa selaku komisaris di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang selain mengawasi pelaksanaan tugas Direksi terhadap operasional Bank juga memberi persetujuan dalam pemberian kredit di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);

 Bahwa dalam hal ini sama sekali tidak dipertimbangkan oleh Judex Facti bahkan sebaliknya Judex Facti memberi pertimbangan hukum seolah-olah Terdakwa hanya bertanggung jawab sebatas mengawasi pelaksanaan tugas Direksi terhadap operasional Bank padahal Terdakwa selaku Komisaris di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang juga memiliki kewenangan untuk memberikan persetujuan kredit di atas Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah);

2. Bahwa dalam pertimbangan tentang unsur dengan sengaja Judex Facti telah menegaskan bahwa tidak terbukti dengan pertimbangan bahwa kehendak dari Terdakwa hanyalah sampai sebatas dengan mengatakan kepada saksi Hadiyanto Hanafi dan bersama saksi Sugandi menyuruhnya masing-masing agar mengajukan permohonan fasilitas kredit kepada PT BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang dan tidak /bukan sampai pada proses atau tahapan-tahapan yang dilalui (wawancara, peninjauan/pengecekan agunan) dalam pemberian kredit dari PT BPR Terabina Seraya Mulia selatpanjang tersebut;

 Bahwa dari pertimbangan hukum tersebut sebenarnya Judex Facti mengakui berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan terbukti dari keterangan Saksi Mitrizal Johan, Saksi

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 23 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

Hadiyanto Hanafi dan Saksi Sugandi dibawah sumpah telah menerangkan antara lain :

- Bahwa pemberian kredit yang diajukan oleh Saksi Hadiyanto Hanafi dan Saksi Sugandi merupakan refrensi dari Terdakwa; - Bahwa Terdakwa telah menghubungi Sdri Somi, SE

mengatakan bahwa saksi Sugandi dan saksi Hadiyanto Hanafi ingin mengajukan tambahan kredit sehingga kedua permohonan kredit itu diproses langsung oleh Sdri. Somi, SE selaku Direktur yang kegiatan itu seharusnya dilakukan oleh Account Officer (AO), dengan membuat laporan dalam bentuk Memorandum Analisa Kredit (MAK) atas nama saksi Sugandi sebesar Rp900.000.000,00 (sembilan ratus juta rupiah) dan saksi Hadiyanto Hanafi sebesar Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) tanpa melalui mekanisme Standar Operasional Prosedur (Credit Policies And Procedure) PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang yakni tidak ada dilakukan survey terhadap jaminan, wawancara terhadap kedua debitur dan verifikasi atau on the spot terhadap data-data dan usaha debitur, namun MAK disusun hanya dengan mencopy data kedua debitur yang telah ada. Setelah kedua MAK selesai dibuat, lalu Sdri. Somi, SE memerintahkan Account Officer (AO) untuk menandatangani MAK dengan mengatakan kedua permohonan kredit tersebut referensi dari Terdakwa Drs. Herwin Saiman selaku Presiden Komisaris PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang kemudian pengajuan kredit tersebut dapat dengan mudah dicairkan; - Selanjutnya proses pelunasan hutang kedua debitur tersebut

menurut Saksi Akta Bahar Daeng dibawah sumpah diambil dari Hasanah (tempat penyimpanan uang) PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang dengan mengatasnamakan nasabah lain yakni Ledyana dan Sayuti. Pelunasan tersebut dengan cara yang tidak dibenarkan yakni Sdri. Somi, S.E. (DPO) memerintahkan Saksi Linda untuk mengambil uang di Hasanah (tempat penyimpanan uang) PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) yang selanjutnya uang tersebut dibawa oleh Saksi Edi Purwanto dan Saksi Juniarto bin

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 24 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

Misman (Satpam BPR) atas perintah Sdri. Somi, S.E. (DPO) ke Pekanbaru, sesampainya di Pekanbaru kemudian dijemput Saksi Rudi Handoko (karyawan Terdakwa Herwin Saiman), selanjutnya uang tersebut dipergunakan untuk melunasi kredit atas nama Saksi Hadiyanto Hanafi dan Saksi Sugandi di BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang pada tanggal 10 Desember 2010. Sehingga kemudian untuk mempertanggung-jawabkan uang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) tersebut akhirnya dibuat kas bon oleh Sdri. Somi, SE (DPO) dan untuk mempertanggungjawabkan uang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) tersebut dibuat aplikasi kredit kembali atas nama Sdri. Leidiana dan Sdr. Sajuti atas permintaan Terdakwa. Sehingga kemudian Saksi Akta Bahar Daeng dibawah sumpah juga melakukan klarifikasi pemeriksaan terhadap Sdri. Leidiana dan Sdr. Sajuti dengan kesimpulan bahwa kedua nasabah tersebut tidak membuat aplikasi kredit akan tetapi namanya saja yang dipinjam atas suruhan Terdakwa;

Oleh karena itu Judex Facti seharusnya juga mempertimbangkan unsur Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHPidana yaitu sebagai orang yang melakukan, yang menyuruh melakukan, atau turut melakukan perbuatan itu, sehingga perbuatan Terdakwa terbukti menyuruh Sdri Somi, SE melakukan perbuatan membuat laporan dalam bentuk Memorandum Analisa Kredit (MAK) atas nama saksi Sugandi sebesar Rp900.000.000,00 (sembilan ratus juta rupiah) dan saksi Hadiyanto Hanafi sebesar Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) tanpa melalui mekanisme Standar Operasional Prosedur (Credit Policies And Procedure) PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang tidak ada dilakukan survey terhadap jaminan, wawancara terhadap kedua debitur dan verifikasi atau on the spot terhadap data-data dan usaha debitur. Demikian halnya dalam proses pelunasan pinjaman tersebut juga dilakukan dengan cara yang tidak dibenarkan sebagaimana telah diuraikan di atas;

B. Majelis Hakim Telah Mengabaikan Keterangan Saksi;

1. Bahwa keterangan saksi-saksi baik saksi fakta maupun saksi ahli oleh Judex Facti telah diabaikan hal ini dapat ditemui antara lain:

 Keterangan saksi Irwan Zubir yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa Terdakwa sebagai Komisaris di PT. BPR

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 25 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

Terabina Seraya Mulia Selatpanjang telah memberikan fasilitas kredit kepada debiturnya yaitu saksi Hadiyanto Hanafi dan saksi Sugandi tidak sesuai dengan prinsif kehati-hatian Bank dengan tidak dilakukannya Survey, Analisa Kredit, Kelayakan ataupun melakukan Wawancara untuk meyakinkan kelayakan usaha Debitur sebagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ada di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang tersebut;  Keterangan saksi Hadiyanto Hanafi yang telah disumpah di

persidangan menerangkan bahwa saksi bekerja di CV. Central Mulia Guna (CMG) menjabat sebagai Marketing karyawan Terdakwa;

 Bahwa Terdakwa menjabat sebagai Wakil Direktur di CV. Central Mulia Guna (CMG) kemudian menyuruh saksi untuk menyiapkan Fotokopi KK, KTP dan pas foto sebagai syarat pengajuan kredit di PT. BPR Teranbina Seraya Mulia Selatpanjang;

 Bahwa kemudian Terdakwa menyerahkan data Blangko Kosong untuk ditanda tangani oleh saksi sebagai syarat untuk pengajuan perjanjian kredit di PT. BPR Teranbina Seraya Mulia Selatpanjang yang digunakan untuk meminjam uang dan saksi juga diminta oleh Terdakwa menandatangani Blangko Kosong untuk penarikan uangnya;

 Bahwa Blangko tersebut kosong kemudian oleh saksi dikembalikan lagi kepada Terdakwa selanjutnya dari pihak PT. BPR Teranbina Seraya Mulia Selatpanjang yaitu Sdri. Somi, SE (Direktur) menyuruh saksi untuk pergi ke Notaris di Pekanbaru (saksi Yulfitra Rahim);

 Bahwa saksi lalu diminta untuk menandatangani Blangko Kosong sebagai perjanjian kredit antara saksi dengan PT. BPR Teranbina Seraya Mulia Selatpanjang di hadapan Notaris yaitu saksi Yulfitra Rahim dan saksi juga diminta menandatangani slip Blangko Kosong untuk penarikan uangnya;

 Bahwa sepengetahuan saksi uang pinjaman tersebut sudah dilunasi akan tetapi uang pelunasannya tersebut bukan dari uang milik saksi dan saksi pun tidak mengetahui proses pelunasan tersebut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 26 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

 Bahwa tidak benar data yang tercantum dalam Memorandum Analisa Kredit (MAK) yang akan digunakan oleh saksi untuk modal usaha Advertising dan modal usaha bangunan;

 Bahwa saksi merupakan Nasabah lama PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang dan saksi pun tidak pernah dilakukan wawancara oleh pihak PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang;

 Bahwa atas permintaan dan suruhan Terdakwa terhadap saksi untuk mengajukan kredit pada bulan Maret 2010 sebesar Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) dan uang tersebut digunakan untuk keperluan CV. Central Mulia Guna (CMG);  Keterangan saksi Sugandi yang telah disumpah di persidangan

menerangkan bahwa saksi bekerja di CV. Central Mulia Guna (CMG) mempunyai jabatan sebagai Manager Keuangan karyawan Terdakwa;

 Bahwa kemudian Terdakwa menyuruh saksi untuk mempersiap-kan Fotokopi KTP, KK dan pas foto dan selanjutnya saksi dminta oleh Terdakwa untuk pergi menemui Notaris saksi Yulfitra Rahim yang berada di Pekanbaru untuk menandatangani perjanjian kredit, setelah saksi menemui saksi Yulfitra Rahim (Notaris) lalu saksi diberikan Blangko Kosong perjanjian kredit yang hanya ada tulisan Rp900.000.000,00 (sembilan ratus juta rupiah) untuk ditandatangani oleh saksi;

 Bahwa saksi tidak pernah ada diwawancarai ataupun di Survey pada saat mengajukan kredit dan permohonan pengajuan kredit tersebut sangat dipermudah padahal persyaratan yang saksi ajukan banyak yang tidak terpenuhi;

 Bahwa setelah uang pinjaman tersebut cair kemudian masuk ke Rekening saksi selanjutnya oleh saksi di Transfer ke Rekening perusahaan milik Terdakwa;

 Bahwa sepengetahuan saksi uang pinjaman tersebut sudah dilunasi akan tetapi saksi uang pelunasan tersebut bukan dari uang milik saksi dan saksi tidak mengetahui proses pelunasan tersebut;

 Bahwa atas permintaan atau suruhan Terdakwa saksi mengajukan kredit pada bulan Maret 2010 sebesar Rp900.000.000,00

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 27 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

(sembilan ratus juta rupiah) bukannya sebesar Rp800.000.000,00 (delapan ratus juta rupiah) Judex Facti salah memberikan pertimbangan dan uang tersebut digunakan untuk keperluan CV. Central Mulia Guna (CMG);

 Keterangan saksi Misgiyanti yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa pencairan dana kredit dengan jumlah kurang dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) harus membutuhkan persetujuan dari Direksi sedangkan pencairan dana kredit dengan jumlah lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) harus membutuhkan persetujuan dari Komite Kredit yang susunannya terdiri dari Direktur, Direktur Utama dan Dewan Komisaris/ Komisaris;

 Keterangan saksi Siti Amanah yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa tanggal dan bulan saksi tidak ingat lagi pada saat itu Sdri. Somi, S.E. (belum tertangkap) memerintahkan saksi Linda selaku Head Teller untuk mengeluarkan uang dari Hasanah (tempat penyimpanan uang) di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang sebesar RP1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) yang akan disetorkan ke Bank Niaga Syariah Pekanbaru dengan menugaskan 2 orang satpam yakni saksi JUniarto dan saksi Edi Purwanto untuk mengantarkan uang tersebut ke Pekanbaru;  Bahwa proses pembayaran kredit atas nama saksi Hadiyanto

Hanfi dan saksi Sugandi dilakukan tanpa kehadiran dari orang bersangkutan, tetapi berdasarkan KU (Kirim Uang) dan buku Tabungan serta Slip penarikan yang diserahkan oleh Sdri. Somi, SE bertindak selaku Direktur di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang;

 Bahwa Proses penarikan dan kredit tersebut tidak sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang;

 Keterangan saksi Linda yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa dari keterangan saksi Siti Amanah selaku Teller menerangkan bahwa yang melakukan penarikan dana tersebut bukanlah debitur melainkan Direktur PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang yaitu Sdri. Somi, S.E. (belum

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 28 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

tertangkap) dan setelah saksi melihat slip penarikan tersebut terdapat perbedaan tanda tangan Debitur;

 Bahwa ketentuan PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang untuk mengeluarkan uang dari Kas (tempat penyimpanan uang) PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang persyaratan yang harus dilampirkan adalah aplikasi pengeluaran uang yang dibuat oleh Teller dan head Teller dan diajukan kepada Presiden Direktur untuk mendapat persetujuan pengeluaran uang akan tetapi uang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) pada tanggal 10 Desember 2010 tidak ada membuat aplikasi pengeluaran uang karena saksi di perintahkan langsung oleh Direktur PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang yaitu Sdri. Somi, SE (belum tertangkap);

 Keterangan saksi Juniarto bin Misman yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa saksi bertugas sebagai satpam di PT. Terabina Seraya Mulia Selatpanjang dan saksi ada menerima uang dari Head Teller yakni saksi Linda sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) dan uang tersebut oleh saksi dimasukan ke dalam Travel Bag;

 Bahwa saksi kemudian bersama-sama dengan saksi Edi Purwanto (satpam) pergi ke Pekanbaru membawa uang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) tersebut dengan menggunakan sarana transportasi Speed Boat setelah sampai di Pekanbaru tepatnya di pelabuhan sungai duku saksi bersama-sama dengan saksi Edi Purwanto dijemput oleh Sdr. Rudi Handoko yang merupakan orang kepercayaan terrdakwa dan bukan karyawan PT. BPR Terabina Seraya Mulia Selatpanjang lalu dengan menggunakan mobil pergi ke Bank Permata Syariah setelah sampai di Bank Permata Syariah Pekanbaru uang tersebut oleh saksi dikeluarkan kemudian dihitung di depan Teller secara Formalitas setelah selesai mengantarkan uang tersebut lalu saksi bersma-sama dengan saksi Edi Purwanto kembali ke Selatpanjang;

 Keterangan saksi Edi Purwanto yang telah disumpah di persidangan menerangkan bahwa saksi bertugas sebagai satpam di PT. Terabina Seraya Mulia Selatpanjang dan saksi ada menerima uang dari Head Teller yakni saksi Linda sebesar

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected]

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal. 29 dari 57 hal. Put. No. 2837 K/Pid.Sus/2015

Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) dan uang tersebut oleh saksi dimasukan ke dalam Travel Bag ;

 Bahwa saksi kemudian bersama-sama dengan saksi Juniarto (satpam) pergi ke Pekanbaru membawa uang sebesar Rp1.700.000.000,00 (satu miliar tujuh ratus juta rupiah) tersebut dengan menggunakan sarana transportasi Speed Boat setelah sampai di Pekanbaru tepatnya di pelabuhan sungai duku saksi bersama-sama dengan saksi Juniarto dijemput oleh Sdr. Rudi Handoko yang merupakan orang kepercayaan Terdakwa dan

Dokumen terkait