• Tidak ada hasil yang ditemukan

Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya

Dalam dokumen Buku Dokter Kecil PlanInternational-Aceh (Halaman 40-44)

Bab II Materi Dasar Pedoman Dokter Kecil

D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya

a. Malaria

Penyakit akan selalu mengancam kita, sehingga kita dituntut untuk selalu menjaga kesehatan. "Sehat memang bukan segala-galanya, tetapi tidak akan berarti apa-apa bila diri kita sakit". Pada umumnya penyakit dapat kita bedakan menjadi 2 bagian diantaranya:

1. misalnya penyakit diabetes militus (penyakit gula), penyakit jantung, kanker, osteoporosis (tulang keropos), dll. Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Maka untuk pencegahannya diperlukan perilaku hidup bersih dan sehat.

2. misalnya penyakit diare (kolera/desentri), TBC, campak, difteri, dll. Penyakit-penyakit ini sangat mudah berkembang dan mudah menular pada orang lain yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Beberapa penyakit menular dan cara pencegahannya:

Gejalanya sebagai berikut :

- demam, menggigil secara berkala disertai sakit kepala; - pucat, badan merasa lemah;

- pada penderita malaria berat disertai gangguan kesadaran sampai koma dan kejang-kejang.

Penyakit tidak menular,

Penyakit menular, 1. Bila ada yang mengalami gejala-gejala malaria dan demam berdarah, segera berobat ke puskesmas;

2. Untuk pencegahan penyakit demam berdarah perlu gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang intensif dan terus-menerus.

Pesan

c. Diare

Gejalanya sebagai berikut :

- buang air besar encer lebih dari 3x dalam sehari; - kadang-kadang mual, muntah;

- badan lemas.

Diare bisa diakibatkan oleh:

a. Makan makanan yang tidak bersih. Jadi kalau jajan harus hati-hati. Hindari jajanan yang tidak ditutup.

27 28

Penularan melalui perantara gigitan nyamuk malaria (Anopheles betina). Pencegahannya dengan cara mengalirkan air yang menggenang dan tidur menggunakan kelambu atau dengan penyemprotan DDT.

Gejalanya sebagai berikut : - Panas tinggi;

- Badan lemah, nyeri ulu hati;

- Timbul bintik-bintik merah di kulit dan pendarahan (hidung, gusi, dan lain-lain).

Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti; Pencegahannya dengan cara: Melakukan 3M (Menguras, Mengubur, Menutup) secara serentak dan berkesinambungan; dan atau Foging (pengasapan) dan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk dan tidur menggunakan kelambu.

Pesan Gizi

1. Makanlah dengan porsi dan zat gizi yang seimbang untuk memenuhi triguna makanan. 2. Biasakanlah makan pagi, karena makan pagi dapat meningkatkan konsentrasi belajar. 3. Hindari makanan jajanan yang berwarna menyolok.

4. Bacalah label pada makanan yang dikemas, perhatikan nilai gizi dan tanggal kadaluwarsanya. 5. Hindari rokok dan minuman beralkohol.

D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya.

a. Malaria

Penyakit akan selalu mengancam kita, sehingga kita dituntut untuk selalu menjaga kesehatan. "Sehat memang bukan segala-galanya, tetapi tidak akan berarti apa-apa bila diri kita sakit". Pada umumnya penyakit dapat kita bedakan menjadi 2 bagian diantaranya:

1. misalnya penyakit diabetes militus (penyakit gula), penyakit jantung, kanker, osteoporosis (tulang keropos), dll. Penyakit-penyakit ini disebabkan oleh pola hidup dan pola makan yang tidak sehat. Maka untuk pencegahannya diperlukan perilaku hidup bersih dan sehat.

2. misalnya penyakit diare (kolera/desentri), TBC, campak, difteri, dll. Penyakit-penyakit ini sangat mudah berkembang dan mudah menular pada orang lain yang tinggal di lingkungan yang tidak sehat. Beberapa penyakit menular dan cara pencegahannya:

Gejalanya sebagai berikut :

- demam, menggigil secara berkala disertai sakit kepala; - pucat, badan merasa lemah;

- pada penderita malaria berat disertai gangguan kesadaran sampai koma dan kejang-kejang.

Penyakit tidak menular,

Penyakit menular, 1. Bila ada yang mengalami gejala-gejala malaria dan demam berdarah, segera berobat ke puskesmas;

2. Untuk pencegahan penyakit demam berdarah perlu gerakan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) yang intensif dan terus-menerus.

Pesan

c. Diare

Gejalanya sebagai berikut :

- buang air besar encer lebih dari 3x dalam sehari; - kadang-kadang mual, muntah;

- badan lemas.

Diare bisa diakibatkan oleh:

a. Makan makanan yang tidak bersih. Jadi kalau jajan harus hati-hati. Hindari jajanan yang tidak ditutup.

27 28

Penularan melalui perantara gigitan nyamuk malaria (Anopheles betina). Pencegahannya dengan cara mengalirkan air yang menggenang dan tidur menggunakan kelambu atau dengan penyemprotan DDT.

Gejalanya sebagai berikut : - Panas tinggi;

- Badan lemah, nyeri ulu hati;

- Timbul bintik-bintik merah di kulit dan pendarahan (hidung, gusi, dan lain-lain).

Penularan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti; Pencegahannya dengan cara: Melakukan 3M (Menguras, Mengubur, Menutup) secara serentak dan berkesinambungan; dan atau Foging (pengasapan) dan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk dan tidur menggunakan kelambu.

b. Tidak mencuci tangan sebelum makan. Kuman yang menempel pada tangan yang kotor akan ikut masuk bersama makanan;

c. Minum air mentah. Air yang belum direbus dapat mengandung kuman. Kalau diminum kumannya akan masuk ke dalam perut.

Pencegahannya:

Menjaga kebersihan diri, lingkungan, makanan dan minuman. Bila diare, yang harus kita lakukan adalah :

a) Minumlah oralit atau Larutan Gula Garam (LGG) setiap kali muntah dan mencret;

b) Tetap makan dan minum;

c) Bila belum sembuh, segera dibawa ke Puskesmas. Cara membuat Oralit :

1. Tuangkan air matang yang sudah dingin ke dalam gelas berukuran 200 cc; 2. Tuangkan oralit ke dalam air tersebut; 3. Aduk dan minumlah.

Cara Membuat Larutan Gula Garam ( LGG ) :

1. Tuangkan air matang yang sudah dingin ke dalam gelas berukuran 200 cc;

2. Tuangkan satu sendok teh gula dan seperempat sendok teh garam;

3. Aduk dan minumlah

Coba praktikkan cara membuat oralit dan LGG!

Membuat LGG Membuat oralit

Kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kasus diare.

d. Disentri

e. Flu Burung (Avian Influensa)

Gejalanya sebagai berikut :

- mencret disertai lendir dan darah, berbau anyir; - sakit perut, kadang-kadang muntah;

- sakit di dubur; terutama sehabis buang air besar; - demam.

Pencegahannya:

Memperhatikan kebersihan diri, lingkungan, makanan, dan minuman.

Gejalanya sebagai berikut : - panas tinggi;

- pilek, tenggorokan terasa sakit dan sesak nafas;

Penularan melalui bersinggungan langsung dengan unggas yang sakit/mati. Pencegahannya:

a) Bakar/kubur unggas yang sakit Avian Influensa; b) Jangan bersentuhan langsung dengan unggas tersebut; c) Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir; d) Ternak unggas dikandangkan dan jauhkan kandang dari pemukiman; e) Kandang disemprot dengan disinfektan secara berkala;

f) Masak daging unggas sampai matang.

1. Bila ada unggas mati mendadak segera lapor ke perangkat desa setempat; 2. Bila ada yang unggas mati diikuti ada orang sakit flu segera berobat ke puskesmas.

b. Tidak mencuci tangan sebelum makan. Kuman yang menempel pada tangan yang kotor akan ikut masuk bersama makanan;

c. Minum air mentah. Air yang belum direbus dapat mengandung kuman. Kalau diminum kumannya akan masuk ke dalam perut.

Pencegahannya:

Menjaga kebersihan diri, lingkungan, makanan dan minuman. Bila diare, yang harus kita lakukan adalah :

a) Minumlah oralit atau Larutan Gula Garam (LGG) setiap kali muntah dan mencret;

b) Tetap makan dan minum;

c) Bila belum sembuh, segera dibawa ke Puskesmas. Cara membuat Oralit :

1. Tuangkan air matang yang sudah dingin ke dalam gelas berukuran 200 cc; 2. Tuangkan oralit ke dalam air tersebut; 3. Aduk dan minumlah.

Cara Membuat Larutan Gula Garam ( LGG ) :

1. Tuangkan air matang yang sudah dingin ke dalam gelas berukuran 200 cc;

2. Tuangkan satu sendok teh gula dan seperempat sendok teh garam;

3. Aduk dan minumlah

Coba praktikkan cara membuat oralit dan LGG!

Membuat LGG Membuat oralit

Kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan sangat berpengaruh terhadap kasus diare.

d. Disentri

e. Flu Burung (Avian Influensa)

Gejalanya sebagai berikut :

- mencret disertai lendir dan darah, berbau anyir; - sakit perut, kadang-kadang muntah;

- sakit di dubur; terutama sehabis buang air besar; - demam.

Pencegahannya:

Memperhatikan kebersihan diri, lingkungan, makanan, dan minuman.

Gejalanya sebagai berikut : - panas tinggi;

- pilek, tenggorokan terasa sakit dan sesak nafas;

Penularan melalui bersinggungan langsung dengan unggas yang sakit/mati. Pencegahannya:

a) Bakar/kubur unggas yang sakit Avian Influensa; b) Jangan bersentuhan langsung dengan unggas tersebut; c) Cuci tangan dengan sabun dan bilas dengan air yang mengalir; d) Ternak unggas dikandangkan dan jauhkan kandang dari pemukiman; e) Kandang disemprot dengan disinfektan secara berkala;

f) Masak daging unggas sampai matang.

1. Bila ada unggas mati mendadak segera lapor ke perangkat desa setempat; 2. Bila ada yang unggas mati diikuti ada orang sakit flu segera berobat ke puskesmas.

Dalam dokumen Buku Dokter Kecil PlanInternational-Aceh (Halaman 40-44)

Dokumen terkait