• Tidak ada hasil yang ditemukan

Buku Dokter Kecil PlanInternational-Aceh

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Buku Dokter Kecil PlanInternational-Aceh"

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)
(4)

KATA PENGANTAR

kalangan pemerintah, NGO/INGO, guru, kepala sekolah dan siswa dengan latar belakang yang berbeda untuk dapat berembug bersama secara bertahap untuk menyusun sebuah panduan dokter kecil berupa buku yang dapat dipergunkan oleh seluruh SD/MI di Aceh Besar.

Buku yang disusun selama 7 bulan ini berisi pedoman praktis dan penjelasan secara rinci disertai gambar yang menarik tentang penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah, penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekolah dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat yang disesuaikan dengan kontek local.

Setelah melalui proses validasi dengan cara berkonsultasi dengan semua pihak (termasuk anak-anak/dokter kecil), Team FRESH/ UKS Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kantor Departemen Agama, Pemerintah Daerah, dan PLAN Indonesia Program Unit Aceh berharap, Buku Pedoman Dokter Kecil ini dapat menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah agar tertanam suatu kebiasaan bersih dan sehat baik fisik, mental, maupun sosial bagi para peserta didik. Selain itu diharapkan pula buku ini dapat menjadi pedoman bagi dokter kecil dalam memasyarakatkan hidup sehat kepada semua teman di sekolah atau di lingkungan lainnya demi terwujudnya sekolah sehat, lingkungan sehat, siswa sehat, dan bangsa yang sehat.

Tim penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sutrisno, SKM dan kawan-kawan Plan Indonesia PU Grobogan atas pembelajaran yang diberikan sehingga diterbitkannya buku panduan ini.

Tim Penyusun

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang dengan kuasaNya telah mempertemukan beberapa personil dari

ii

Tim Perumus Naskah Pedoman Dokter Kecil

A. DPRK Kabupaten Aceh Besar:

1. Iwan Sulaiman (Ketua Komisi E)

B. Tim UKS Kabupaten Aceh Besar:

1. M. Jakfar, S.Pd (Ka. Cabang III Dinas Pendidikan) 2. T. Zahlul Fitri, SP, MT (Kasie UKS Dinas Kesehatan)

3. Fadhlan (Ka. Subdin Bina Program Dinas Pendidikan) 4. Armiya (Ka. Subdin SD Dinas Pendidikan)

5. Irwandi, S.Ag (Staf Mapenda) 6. Saifullah, MA (Mapenda Kadepag)

C. Tim NGO International dan NGO Lokal:

1. Nono Sumarsono (Plan Aceh)

2. Yuliyana (Plan Aceh)

3. dr. Muslim (Plan Aceh)

4. Firdaus Kurniawan (UNICEF) 5. Masyitah Sembiring (UMCOR) 6. Duduh A. Ruhdin (JHU-CCP)

7. Ngatman (JHU-CCP)

8. Muhammad Daud (AHP)

9. Saisa Ahmad Rani (GERPENA)

D. Tim Kepala Sekolah dan Guru Aceh Besar:

1. Hj. Zulfinar, S.Pd (Kepala Sekolah SD 1 Peukan Bada) 2. Sri Banun, S.Pd (Kepala Sekolah SD Kreung Raya) 3. Bahtiar, S.Ag (Kepala Sekolah MIN Cot Gue)

4. Lukman (Guru SD Lambaro Neujid)

5. Rosdina, S.Pd (Guru SD Lamge’ue)

6. Erniati (Guru SD Ruyung)

7. Jalil Muhammad, S.Pd (Guru SD Lambhe)

E. Tim Puskesmas Aceh Besar:

1. dr. Elvidiansyah (Kepala Puskesmas Mesjid Raya) 2. Hj. Linda (Kepala Puskesmas Peukan Bada) 3. Imam Mujiono (Staff Puskesmas TP6)

4. Erna (Koord. UKS Puskesmas Peukan Bada)

Fasilitator: Sutrisno, SKM

i

(5)

KATA PENGANTAR

kalangan pemerintah, NGO/INGO, guru, kepala sekolah dan siswa dengan latar belakang yang berbeda untuk dapat berembug bersama secara bertahap untuk menyusun sebuah panduan dokter kecil berupa buku yang dapat dipergunkan oleh seluruh SD/MI di Aceh Besar.

Buku yang disusun selama 7 bulan ini berisi pedoman praktis dan penjelasan secara rinci disertai gambar yang menarik tentang penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah, penyelenggaraan pelayanan kesehatan sekolah dan pembinaan lingkungan kehidupan sekolah sehat yang disesuaikan dengan kontek local.

Setelah melalui proses validasi dengan cara berkonsultasi dengan semua pihak (termasuk anak-anak/dokter kecil), Team FRESH/ UKS Kabupaten Aceh Besar bekerja sama dengan Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Kantor Departemen Agama, Pemerintah Daerah, dan PLAN Indonesia Program Unit Aceh berharap, Buku Pedoman Dokter Kecil ini dapat menjadi pedoman bagi penyelenggaraan pendidikan kesehatan di sekolah agar tertanam suatu kebiasaan bersih dan sehat baik fisik, mental, maupun sosial bagi para peserta didik. Selain itu diharapkan pula buku ini dapat menjadi pedoman bagi dokter kecil dalam memasyarakatkan hidup sehat kepada semua teman di sekolah atau di lingkungan lainnya demi terwujudnya sekolah sehat, lingkungan sehat, siswa sehat, dan bangsa yang sehat.

Tim penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Sutrisno, SKM dan kawan-kawan Plan Indonesia PU Grobogan atas pembelajaran yang diberikan sehingga diterbitkannya buku panduan ini.

Tim Penyusun

Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang dengan kuasaNya telah mempertemukan beberapa personil dari

ii

Tim Perumus Naskah Pedoman Dokter Kecil

A. DPRK Kabupaten Aceh Besar:

1. Iwan Sulaiman (Ketua Komisi E)

B. Tim UKS Kabupaten Aceh Besar:

1. M. Jakfar, S.Pd (Ka. Cabang III Dinas Pendidikan) 2. T. Zahlul Fitri, SP, MT (Kasie UKS Dinas Kesehatan)

3. Fadhlan (Ka. Subdin Bina Program Dinas Pendidikan) 4. Armiya (Ka. Subdin SD Dinas Pendidikan)

5. Irwandi, S.Ag (Staf Mapenda) 6. Saifullah, MA (Mapenda Kadepag)

C. Tim NGO International dan NGO Lokal:

1. Nono Sumarsono (Plan Aceh)

2. Yuliyana (Plan Aceh)

3. dr. Muslim (Plan Aceh)

4. Firdaus Kurniawan (UNICEF) 5. Masyitah Sembiring (UMCOR) 6. Duduh A. Ruhdin (JHU-CCP)

7. Ngatman (JHU-CCP)

8. Muhammad Daud (AHP)

9. Saisa Ahmad Rani (GERPENA)

D. Tim Kepala Sekolah dan Guru Aceh Besar:

1. Hj. Zulfinar, S.Pd (Kepala Sekolah SD 1 Peukan Bada) 2. Sri Banun, S.Pd (Kepala Sekolah SD Kreung Raya) 3. Bahtiar, S.Ag (Kepala Sekolah MIN Cot Gue)

4. Lukman (Guru SD Lambaro Neujid)

5. Rosdina, S.Pd (Guru SD Lamge’ue)

6. Erniati (Guru SD Ruyung)

7. Jalil Muhammad, S.Pd (Guru SD Lambhe)

E. Tim Puskesmas Aceh Besar:

1. dr. Elvidiansyah (Kepala Puskesmas Mesjid Raya) 2. Hj. Linda (Kepala Puskesmas Peukan Bada) 3. Imam Mujiono (Staff Puskesmas TP6)

4. Erna (Koord. UKS Puskesmas Peukan Bada)

Fasilitator: Sutrisno, SKM

i

(6)

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN

KABUPATEN ACEH BESAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah membimbing dan memantapkan Tim Penyusun Modul Dokter Kecil sehingga buku tersebut dapat diterbitkan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar menyambut baik atas terbitnya buku ini. Materi yang disajikan cukup relevan dan sudah mencakup kompetensi dasar yang hendak dicapai. Harapannya, materi yang dikemas dalam buku ini tidak hanya menambah pengetahuan tetapi dapat mengubah sikap dan menumbuhkan ketrampilan dalam berperilaku hidup sehat bagi siswa Sekolah Dasar, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Semoga upaya ini bisa menjadi bagian dari rencana peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar. Amin. Selamat menggunakan buku ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kota Jantho, November 2008 Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Aceh Besar

H.M. Daud, S.Pd NIP. 390 005 571

SAMBUTAN KEPALA KANTOR DEPARTEMEN AGAMA

KABUPATEN ACEH BESAR

Selawat teriring salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut-Nya yang shaleh dan setia dalam menegakkan syariat-Nya.

Buku Pedoman Dokter Kecil sangat besar manfaatnya bagi dunia pendidikan di Aceh Besar untuk menyiapkan generasi yang sehat di masa yang akan datang yang sadar dan peduli pada kebersihan diri, lingkungan, kesehatan. Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan

pendidikan. Sebab lingkungan belajar yang baik dan sehat akan membuat anak nyaman belajar, meningkat semangat belajar, dan meningkatnya prestasi belajar peserta didik.

Buku Pedoman Dokter Kecil l ini sangat bagus dan tepat bagi peserta didik juga guru-guru di sekolah dan madrasah tingkat dasar, karena memakai bahasa yang sederhana dan gambar-gambar yang menarik yang sesuai dengan penerapan syariat Islam di Aceh

Buku Pedoman Dokter Kecil ini diharapkan tidak sekedar sebagai hiasan atau pelengkap koleksi perpustakaan semata, akan tetapi lebih dari itu semoga buku ini menjadi referensi resmi atau pegangan wajib UKS di Kabupaten Aceh Besar.

Kota Jantho, November 2008 Kepala Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar

Drs. H. Burhan Ali NIP. 150187465

Puji dan syukur kita sampaikan kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya yang tiada tara kepada kita semua.

(7)

SAMBUTAN KEPALA DINAS PENDIDIKAN

KABUPATEN ACEH BESAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah membimbing dan memantapkan Tim Penyusun Modul Dokter Kecil sehingga buku tersebut dapat diterbitkan.

Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar menyambut baik atas terbitnya buku ini. Materi yang disajikan cukup relevan dan sudah mencakup kompetensi dasar yang hendak dicapai. Harapannya, materi yang dikemas dalam buku ini tidak hanya menambah pengetahuan tetapi dapat mengubah sikap dan menumbuhkan ketrampilan dalam berperilaku hidup sehat bagi siswa Sekolah Dasar, baik di sekolah, di rumah maupun di lingkungan masyarakat.

Semoga upaya ini bisa menjadi bagian dari rencana peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar. Amin. Selamat menggunakan buku ini.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Kota Jantho, November 2008 Kepala Dinas Pendidikan

Kabupaten Aceh Besar

H.M. Daud, S.Pd NIP. 390 005 571

SAMBUTAN KEPALA KANTOR DEPARTEMEN AGAMA

KABUPATEN ACEH BESAR

Selawat teriring salam kepada junjungan alam Nabi Muhammad SAW, para sahabat, dan pengikut-Nya yang shaleh dan setia dalam menegakkan syariat-Nya.

Buku Pedoman Dokter Kecil sangat besar manfaatnya bagi dunia pendidikan di Aceh Besar untuk menyiapkan generasi yang sehat di masa yang akan datang yang sadar dan peduli pada kebersihan diri, lingkungan, kesehatan. Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan

pendidikan. Sebab lingkungan belajar yang baik dan sehat akan membuat anak nyaman belajar, meningkat semangat belajar, dan meningkatnya prestasi belajar peserta didik.

Buku Pedoman Dokter Kecil l ini sangat bagus dan tepat bagi peserta didik juga guru-guru di sekolah dan madrasah tingkat dasar, karena memakai bahasa yang sederhana dan gambar-gambar yang menarik yang sesuai dengan penerapan syariat Islam di Aceh

Buku Pedoman Dokter Kecil ini diharapkan tidak sekedar sebagai hiasan atau pelengkap koleksi perpustakaan semata, akan tetapi lebih dari itu semoga buku ini menjadi referensi resmi atau pegangan wajib UKS di Kabupaten Aceh Besar.

Kota Jantho, November 2008 Kepala Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar

Drs. H. Burhan Ali NIP. 150187465

Puji dan syukur kita sampaikan kepada Allah SWT atas limpahan karunia-Nya yang tiada tara kepada kita semua.

(8)

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH BESAR

PADA PENYEMPURNAAN BUKU PEDOMAN DOKTER KECIL

KABUPATEN ACEH BESAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua

Suatu kebahagiaan yang patut kita syukuri bahwasanya atas segala nikmat sehat dan kesempatan yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita dapat menyelesaikan penyusunan Buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar yang merupakan penyempurnaan dari buku terdahulu.

Upaya seperti ini harus terus dilakukan demi tercapainya kualitas dan kesempurnaan materi hingga dapat dijadikan acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis oleh para fasilitator dalam membina peserta didik di lapangan berdasarkan standar kompetensinya. Maka tepat kiranya bila buku ini dijadikan acuan dalam mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga Trias UKS dapat segera terwujud.

Kami berharap dengan dikeluarkannya pedoman dokter kecil ini , pelaksanaan di lapangan lebih terarah sehingga kegiatannya menjadi optimal. Kami menyadari buku ini masih jauh dari harapan sebagai acuan pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu kami berharap puskesmas dan SD/MI di setiap kecamatan dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan dengan tetap mengacu pada rambu-rambu yang berlaku.

Akhirnya saya mengucapkan selamat atas upaya yang dilakukan oleh Tim Penyusun dan menyambut baik buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar ini disertai harapan semoga buku ini dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masa mendatang.

Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin. Wassalamu'alikum Wr. Wb

Aceh Besar, November 2008 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar

Drg. Erni Ramayani, M.Ph NIP. 140 275 553

SAMBUTAN BUPATI ACEH BESAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua...

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, seiring telah terselesaikannya penyusunan modul Buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar yang akan diperuntukkan bagi sekolah-sekolah dasar maupun madrasah. Buku ini sangat penting bagi kita semua untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat serta peduli lingkungan.

Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, yaitu kesediaan untuk mengetahui secara benar tentang manfaat kebersihan, tata cara menciptakan kebersihan, dan kemauan untuk menata dan merawat lingkungan agar selalu bersih. Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan pendidikan. Sebab lingkungan belajar yang baik akan membuat anak nyaman belajar, meningkat semangat belajarnya, dan berkembang pesat prestasi pendidikannya.

Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental, dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus, salah satu upaya yang harus dilakukan di antaranya meningkatkan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kader Kesehatan Sekolah atau Dokter Kecil merupakan komponen pelaksana kegiatan UKS, untuk itu agar selalu diupayakan keberadaannya baik secara kuantitas (jumlah) maupun kualitas (mutu dan kemampuannya).

Selanjutnya buku ini agar dapat dijadikan pedoman atau acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis oleh para fasilitator dalam membina dan melatih para Dokter Kecil berdasarkan standar kompetensi.

Akhirnya atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku bacaan ini, terutama kepada Plan International sebagai lembaga donor yang telah banyak membantu proses peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.

Selanjutnya mari kita pahami bersama bahwa hidup sehat itu adalah investasi, Hidup sehat juga menjadi tanggung jawab bersama, untuk itu mari kita ciptakan bersama untuk mencapai Aceh Besar Sehat 2010. Anak yang sehat fisik, mental, maupun sosial akan dapat meraih prestasi yang lebih baik. Selamat berkarya demi bangsa tercinta, semoga sukses.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kota Jantho, November 2008 Bupati Aceh Besar

DR. BUKHARI DAUD, M. Ed

(9)

SAMBUTAN KEPALA DINAS KESEHATAN KABUPATEN ACEH BESAR

PADA PENYEMPURNAAN BUKU PEDOMAN DOKTER KECIL

KABUPATEN ACEH BESAR

Assalamu'alaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua

Suatu kebahagiaan yang patut kita syukuri bahwasanya atas segala nikmat sehat dan kesempatan yang telah diberikan kepada kita, sehingga kita dapat menyelesaikan penyusunan Buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar yang merupakan penyempurnaan dari buku terdahulu.

Upaya seperti ini harus terus dilakukan demi tercapainya kualitas dan kesempurnaan materi hingga dapat dijadikan acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis oleh para fasilitator dalam membina peserta didik di lapangan berdasarkan standar kompetensinya. Maka tepat kiranya bila buku ini dijadikan acuan dalam mengembangkan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), sehingga Trias UKS dapat segera terwujud.

Kami berharap dengan dikeluarkannya pedoman dokter kecil ini , pelaksanaan di lapangan lebih terarah sehingga kegiatannya menjadi optimal. Kami menyadari buku ini masih jauh dari harapan sebagai acuan pelaksanaan di lapangan. Oleh karena itu kami berharap puskesmas dan SD/MI di setiap kecamatan dapat mengembangkan sesuai dengan kebutuhan spesifik di lapangan dengan tetap mengacu pada rambu-rambu yang berlaku.

Akhirnya saya mengucapkan selamat atas upaya yang dilakukan oleh Tim Penyusun dan menyambut baik buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar ini disertai harapan semoga buku ini dapat memberikan kontribusi yang nyata terhadap kemajuan pembinaan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) di masa mendatang.

Semoga kita selalu dalam lindungan-Nya. Amin. Wassalamu'alikum Wr. Wb

Aceh Besar, November 2008 Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar

Drg. Erni Ramayani, M.Ph NIP. 140 275 553

SAMBUTAN BUPATI ACEH BESAR

Assalamualaikum Wr. Wb. Salam sejahtera bagi kita semua...

Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT, seiring telah terselesaikannya penyusunan modul Buku Pedoman Dokter Kecil Kabupaten Aceh Besar yang akan diperuntukkan bagi sekolah-sekolah dasar maupun madrasah. Buku ini sangat penting bagi kita semua untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam berperilaku hidup bersih dan sehat serta peduli lingkungan.

Kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan, yaitu kesediaan untuk mengetahui secara benar tentang manfaat kebersihan, tata cara menciptakan kebersihan, dan kemauan untuk menata dan merawat lingkungan agar selalu bersih. Pembiasaan hidup bersih, sehat, indah, dan tertib bagi peserta didik sangat besar artinya bagi kemajuan pendidikan. Sebab lingkungan belajar yang baik akan membuat anak nyaman belajar, meningkat semangat belajarnya, dan berkembang pesat prestasi pendidikannya.

Untuk mewujudkan sumber daya manusia yang sehat fisik, mental, dan sosial serta mempunyai produktivitas yang optimal diperlukan upaya-upaya pemeliharaan dan peningkatan kesehatan secara terus-menerus, salah satu upaya yang harus dilakukan di antaranya meningkatkan pembinaan dan pengembangan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Kader Kesehatan Sekolah atau Dokter Kecil merupakan komponen pelaksana kegiatan UKS, untuk itu agar selalu diupayakan keberadaannya baik secara kuantitas (jumlah) maupun kualitas (mutu dan kemampuannya).

Selanjutnya buku ini agar dapat dijadikan pedoman atau acuan yang dapat dipertanggungjawabkan secara moral dan akademis oleh para fasilitator dalam membina dan melatih para Dokter Kecil berdasarkan standar kompetensi.

Akhirnya atas nama Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penerbitan buku bacaan ini, terutama kepada Plan International sebagai lembaga donor yang telah banyak membantu proses peningkatan mutu pendidikan di Aceh Besar.

Selanjutnya mari kita pahami bersama bahwa hidup sehat itu adalah investasi, Hidup sehat juga menjadi tanggung jawab bersama, untuk itu mari kita ciptakan bersama untuk mencapai Aceh Besar Sehat 2010. Anak yang sehat fisik, mental, maupun sosial akan dapat meraih prestasi yang lebih baik. Selamat berkarya demi bangsa tercinta, semoga sukses.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb

Kota Jantho, November 2008 Bupati Aceh Besar

DR. BUKHARI DAUD, M. Ed

(10)

SAMBUTAN PLAN ACEH

Assalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatk dan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat kebaikan bagi masa depan anak-anak kita melalui usaha peningkatan derajat kesehatan anak-anak sekolah.

Kesehatan adalah syarat utama yang diperlukan agar setiap anak dapat belajar dengan nyaman dan mudah menyerap pengetahuan yang diajarkan disekolah. Anak yang sehat memiliki potensi yang tinggi untuk mengembangkan kreatifitas, inovasi serta cenderung mencapai prestasi akademik yang baik. Sekolah haruslah mampu memfasilitasi tumbuhnya kebiasaan hidup sehat dan bersih yang diperlukan untuk membuat anak-anak didik merasa nyaman dan terhindar dari penularan penyakit ketika berada disekolah.

FRESH, Focusing Resources on Effective School Health adalah sebuah pendekatan yang diadopsi oleh Plan Indonesia dalam memaksimalkan fungsi sekolah sebagai sarana yang effektif untuk menyampaikan pesan-pesan prilaku kesehatan kepada anak-anak sejak dini. Dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan tentang hidup sehat disekolah, diharapkan anak-anak akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) bagi keluarga dan lingkungannya. Di Indonesia FRESH lebih dikenal sebagai program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Dokter kecil adalah salah satu usaha penting dalam program UKS yang membrikan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk belajar pembiasan berprilaku hidup sehat melalui bimbingan guru-guru disekolah. Dengan menjadi dokter kecil, anak-anak akan merasa terbiasa untuk memperhatikan kesehatan diri dan kebersihan lingkungan disekolah dan dirumah, yang pada akhirnya akan dapat menongkatkan suasana sekolah yang nyaman , aman dan sehat.

Saya menyambut gembira dan bangga atas terbitnya Buku Pedoman Dokter Kecil ini. Buku pedoman ini lahir dari sebuah proses yang cukup intensif yang difasilitasi oleh Plan Aceh atas pertisipasi aktif Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar, Dinas Kesehatan Kebupaten Aceh Besar, dan Sekretariat TP-UKS Kabupaten Aceh Besar. Pedoman ini terinspirasi oleh capaian program FRESH/UKS di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Selain berfungsi sebagai pedoman, buku ini juga bisa dipakai sebagai sumber pengetahuan tentang kesehatan dasar yang cukup lengkap sehingga memudahkan para guru dalam mendapatkan informasi kesehatan anak-anak disekolah.

Mudah-mudahan Buku Pedoman Dokter kecil dapat menyemangati para pemangku kepentingan (Stakeholder) dan komunitas sekolah dalam mendukung upaya peningkatan status kesehatan anak-anak. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nono Sumarsono Program Director – Plan Aceh

IKRAR BERSAMA

“MENGGALANGKAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)

SEBAGAI PONDASI PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN

DENGAN MEMBERDAYAKAN DOKTER KECIL

DI KABUPATEN ACEH BESAR”

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten Aceh Besar

(H. M. Daud, S.Pd)

Nip. 390 005 571

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar

(Drs. H. Burhan Ali)

Nip. 150 187 465

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 140 275 553

Drg. Erni Ramayani, MPH

Mengetahui, Bupati Kabupaten Aceh Besar

(DR. H. Tgk. Bukhari Daud, M. Ed)

Fasilitator,

Program Director Plan Aceh

(Nono Sumarsono)

vii

Ketua Sekretariat TP-UKS Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 130 611 759

Armia, SH, SIP

Kepala Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 130 611 759

(11)

SAMBUTAN PLAN ACEH

Assalamu'alaikum warahmatullahhi wabarakatuh

Puji syukur kita panjatk dan kehadirat Allah SWT yang masih memberikan kesempatan kepada kita untuk berbuat kebaikan bagi masa depan anak-anak kita melalui usaha peningkatan derajat kesehatan anak-anak sekolah.

Kesehatan adalah syarat utama yang diperlukan agar setiap anak dapat belajar dengan nyaman dan mudah menyerap pengetahuan yang diajarkan disekolah. Anak yang sehat memiliki potensi yang tinggi untuk mengembangkan kreatifitas, inovasi serta cenderung mencapai prestasi akademik yang baik. Sekolah haruslah mampu memfasilitasi tumbuhnya kebiasaan hidup sehat dan bersih yang diperlukan untuk membuat anak-anak didik merasa nyaman dan terhindar dari penularan penyakit ketika berada disekolah.

FRESH, Focusing Resources on Effective School Health adalah sebuah pendekatan yang diadopsi oleh Plan Indonesia dalam memaksimalkan fungsi sekolah sebagai sarana yang effektif untuk menyampaikan pesan-pesan prilaku kesehatan kepada anak-anak sejak dini. Dengan mempelajari pengetahuan dan keterampilan tentang hidup sehat disekolah, diharapkan anak-anak akan mampu berperan sebagai agen perubahan (agent of change) bagi keluarga dan lingkungannya. Di Indonesia FRESH lebih dikenal sebagai program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Dokter kecil adalah salah satu usaha penting dalam program UKS yang membrikan ruang partisipasi bagi anak-anak untuk belajar pembiasan berprilaku hidup sehat melalui bimbingan guru-guru disekolah. Dengan menjadi dokter kecil, anak-anak akan merasa terbiasa untuk memperhatikan kesehatan diri dan kebersihan lingkungan disekolah dan dirumah, yang pada akhirnya akan dapat menongkatkan suasana sekolah yang nyaman , aman dan sehat.

Saya menyambut gembira dan bangga atas terbitnya Buku Pedoman Dokter Kecil ini. Buku pedoman ini lahir dari sebuah proses yang cukup intensif yang difasilitasi oleh Plan Aceh atas pertisipasi aktif Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar, Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar, Dinas Kesehatan Kebupaten Aceh Besar, dan Sekretariat TP-UKS Kabupaten Aceh Besar. Pedoman ini terinspirasi oleh capaian program FRESH/UKS di Kabupaten Grobogan Jawa Tengah. Selain berfungsi sebagai pedoman, buku ini juga bisa dipakai sebagai sumber pengetahuan tentang kesehatan dasar yang cukup lengkap sehingga memudahkan para guru dalam mendapatkan informasi kesehatan anak-anak disekolah.

Mudah-mudahan Buku Pedoman Dokter kecil dapat menyemangati para pemangku kepentingan (Stakeholder) dan komunitas sekolah dalam mendukung upaya peningkatan status kesehatan anak-anak. Terimakasih. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Nono Sumarsono Program Director – Plan Aceh

IKRAR BERSAMA

“MENGGALANGKAN PROGRAM USAHA KESEHATAN SEKOLAH (UKS)

SEBAGAI PONDASI PEMBANGUNAN BERWAWASAN KESEHATAN

DENGAN MEMBERDAYAKAN DOKTER KECIL

DI KABUPATEN ACEH BESAR”

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan

Kabupaten Aceh Besar

(H. M. Daud, S.Pd)

Nip. 390 005 571

Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Aceh Besar

(Drs. H. Burhan Ali)

Nip. 150 187 465

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 140 275 553

Drg. Erni Ramayani, MPH

Mengetahui, Bupati Kabupaten Aceh Besar

(DR. H. Tgk. Bukhari Daud, M. Ed)

Fasilitator,

Program Director Plan Aceh

(Nono Sumarsono)

i

vi

Ketua Sekretariat TP-UKS Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 130 611 759

Armia, SH, SIP

Kepala Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Besar

( )

Nip. 130 611 759

(12)

Daftar Isi

Tim Perumus Buku Pedoman Dokter Kecil ... i

Kata Pengantar ... ii

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar ... iii

Sambutan Kepala Kantor Departemen Agama ... iv

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar ... v

Sambutan Bupati Aceh Besar ... vi

Sambutan PLAN Aceh... vii

Ikrar Bersama ... viii

Daftar Isi ... x

Bab I Pendahuluan ... 1

A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)... 2

B. Tujuan UKS ... 3

C. Ruang Lingkup UKS ... 3

Bab II Materi Dasar Pedoman Dokter Kecil ... 5

A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah) ... 5

B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi ... 9

C. Makanan Bergizi ... 19

D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya ... 27

E. Imunisasi ... 31

F. Keselamatan Diri di Dalam dan di Luar Rumah... 32

G. Pertolongan Pertama pada Penyakit dan Kecelakaan (P3K)... 33

H. Pengenalan Perubahan pada Masa Remaja ... 38

I. Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan NAPZA ... 38

J. KMS-AS (Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah) ... 42

K. Siaga Bencana ... 44

L. Aku Bangga Menjadi Dokter Kecil ... 45

M. Tugas-Tugas Dokter Kecil ... 47

N. Doa Memperoleh Kesehatan... 47

Logo ... 48

Lagu-lagu ... 59

Glosarium ... 52

Daftar Pustaka ... 54

(13)

Daftar Isi

Tim Perumus Buku Pedoman Dokter Kecil ... i

Kata Pengantar ... ii

Sambutan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Aceh Besar ... iii

Sambutan Kepala Kantor Departemen Agama ... iv

Sambutan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Besar ... v

Sambutan Bupati Aceh Besar ... vi

Sambutan PLAN Aceh... vii

Ikrar Bersama ... viii

Daftar Isi ... x

Bab I Pendahuluan ... 1

A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)... 2

B. Tujuan UKS ... 3

C. Ruang Lingkup UKS ... 3

Bab II Materi Dasar Pedoman Dokter Kecil ... 5

A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah) ... 5

B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi ... 9

C. Makanan Bergizi ... 19

D. Mengenal Penyakit dan Cara Pencegahannya ... 27

E. Imunisasi ... 31

F. Keselamatan Diri di Dalam dan di Luar Rumah... 32

G. Pertolongan Pertama pada Penyakit dan Kecelakaan (P3K)... 33

H. Pengenalan Perubahan pada Masa Remaja ... 38

I. Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan NAPZA ... 38

J. KMS-AS (Kartu Menuju Sehat Anak Sekolah) ... 42

K. Siaga Bencana ... 44

L. Aku Bangga Menjadi Dokter Kecil ... 45

M. Tugas-Tugas Dokter Kecil ... 47

N. Doa Memperoleh Kesehatan... 47

Logo ... 48

Lagu-lagu ... 59

Glosarium ... 52

Daftar Pustaka ... 54

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

Kondisi kesehatan siswa dan lingkungan Sekolah Dasar/MI di negara kita rata-rata cukup memprihatinkan. Pola hidup sehat belum biasa tertanam dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini disebabkan fasilitas sekolah rata-rata belum memadai. Selain itu penyelenggaraan pendidikan Usaha Kesehatan Sekolah belum dilaksanakan secara optimal. Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penyelenggara pendidikan juga mempunyai andil besar dalam hal ini.

Apakah yang dimaksud Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS itu?. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah semua usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar:

a. Siswa terbiasa hidup bersih dan sehat. b. Siswa tercegah dari penyakit.

c. Siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. d. Lingkungan sekolah bersih, rapi, indah, dan sehat.

e. Bila ada yang cedera atau sakit di sekolah dapat segera diberikan pertolongan pertama. f. Membiasakan siswa untuk berobat ke puskesmas bila mereka sakit.

A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

UKS di sekolah dipimpin oleh bapak dan ibu guru. Beberapa siswa kelas empat, lima, dan enam dipilih untuk membantu kegiatan tersebut, anak-anak tersebut kita kenal dengan istilah "Dokter Kecil" atau "Kader Kesehatan Sekolah".

Siswa dapat belajar tentang kesehatan di ruang UKS. Di ruang UKS tersedia obat-obatan sederhana seperti obat merah, obat gosok, minyak kayu putih, kain pembalut, dan lain-lain.

Pertolongan pertama kepada siswa yang mendapat kecelakaan ringan dilakukan di ruang UKS. Bila ada siswa yang pusing ketika mengikuti upacara atau terluka ketika berolahraga segeralah bawa ke ruang UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Siswa yang tidak dapat ditolong di ruang UKS harus segera dibawa ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat dan segera diberitahukan kepada orang tuanya. Pemeriksaan kesehatan siswa dapat dilakukan secara teratur di ruang UKS.

(15)

BAB I

PENDAHULUAN

Kondisi kesehatan siswa dan lingkungan Sekolah Dasar/MI di negara kita rata-rata cukup memprihatinkan. Pola hidup sehat belum biasa tertanam dalam kehidupan mereka sehari-hari. Hal ini disebabkan fasilitas sekolah rata-rata belum memadai. Selain itu penyelenggaraan pendidikan Usaha Kesehatan Sekolah belum dilaksanakan secara optimal. Keterbatasan pengetahuan dan kemampuan penyelenggara pendidikan juga mempunyai andil besar dalam hal ini.

Apakah yang dimaksud Usaha Kesehatan Sekolah atau UKS itu?. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) ialah semua usaha atau kegiatan yang dilakukan oleh sekolah agar:

a. Siswa terbiasa hidup bersih dan sehat. b. Siswa tercegah dari penyakit.

c. Siswa dapat tumbuh dan berkembang dengan baik. d. Lingkungan sekolah bersih, rapi, indah, dan sehat.

e. Bila ada yang cedera atau sakit di sekolah dapat segera diberikan pertolongan pertama. f. Membiasakan siswa untuk berobat ke puskesmas bila mereka sakit.

A. Kegiatan UKS (Usaha Kesehatan Sekolah)

UKS di sekolah dipimpin oleh bapak dan ibu guru. Beberapa siswa kelas empat, lima, dan enam dipilih untuk membantu kegiatan tersebut, anak-anak tersebut kita kenal dengan istilah "Dokter Kecil" atau "Kader Kesehatan Sekolah".

Siswa dapat belajar tentang kesehatan di ruang UKS. Di ruang UKS tersedia obat-obatan sederhana seperti obat merah, obat gosok, minyak kayu putih, kain pembalut, dan lain-lain.

Pertolongan pertama kepada siswa yang mendapat kecelakaan ringan dilakukan di ruang UKS. Bila ada siswa yang pusing ketika mengikuti upacara atau terluka ketika berolahraga segeralah bawa ke ruang UKS untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Siswa yang tidak dapat ditolong di ruang UKS harus segera dibawa ke puskesmas atau pelayanan kesehatan terdekat dan segera diberitahukan kepada orang tuanya. Pemeriksaan kesehatan siswa dapat dilakukan secara teratur di ruang UKS.

(16)

B. Tujuan UKS

a. Tujuan Umum

b. Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta menciptakan lingkungan yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia yang berkualitas.

Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi tingkat kesehatan peserta didik yang didalamnya mencakup:

1. Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat. 2. Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan

3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba, alkohol dan kebiasaan merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pornografi dan masalah sosial lainnya.

C. Ruang Lingkup UKS

Ruang lingkup UKS dikenal dengan istilah "TRIAS UKS" yaitu sebagai berikut:

1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan, diberikan melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler, yang meliputi aspek:

a. Pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); b. Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal pengaruh buruk dari luar;

2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk: a. pelayanan kesehatan;

b. pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik; c. pengobatan ringan dan pertolongan pertama;

d. pencegahan penyakit (pemberian imunisasi anak sekolah); e. penyuluhan kesehatan;

f. pengawasan warung sekolah; g. pelayanan rujukan ke puskesmas.

3. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, maupun sosial, meliputi: a. Pelaksanaan 5 K (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan);

b. Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitarnya).

(17)

B. Tujuan UKS

a. Tujuan Umum

b. Tujuan Khusus

Untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat dan derajat kesehatan peserta didik sedini mungkin serta menciptakan lingkungan yang sehat sehingga memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan yang harmonis dan optimal dalam rangka pembentukan manusia yang berkualitas.

Untuk memupuk kebiasaan hidup sehat dan mempertinggi tingkat kesehatan peserta didik yang didalamnya mencakup:

1. Memiliki pengetahuan, sikap, dan keterampilan untuk melaksanakan prinsip hidup sehat, serta berpartisipasi aktif di dalam usaha peningkatan kesehatan di sekolah, di rumah tangga maupun di lingkungan masyarakat. 2. Sehat, baik dalam arti fisik, mental, sosial maupun lingkungan; dan

3. Memiliki daya hayat dan daya tangkal terhadap pengaruh buruk, penyalahgunaan narkoba, alkohol dan kebiasaan merokok serta hal-hal yang berkaitan dengan masalah pornografi dan masalah sosial lainnya.

C. Ruang Lingkup UKS

Ruang lingkup UKS dikenal dengan istilah "TRIAS UKS" yaitu sebagai berikut:

1. Penyelenggaraan pendidikan kesehatan, diberikan melalui kegiatan intra dan ekstra kurikuler, yang meliputi aspek:

a. Pemberian pengetahuan dan keterampilan tentang perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS); b. Penanaman perilaku/kebiasaan hidup sehat dan daya tangkal pengaruh buruk dari luar;

2. Penyelenggaraan pelayanan kesehatan di sekolah antara lain dalam bentuk: a. pelayanan kesehatan;

b. pemeriksaan penjaringan kesehatan peserta didik; c. pengobatan ringan dan pertolongan pertama;

d. pencegahan penyakit (pemberian imunisasi anak sekolah); e. penyuluhan kesehatan;

f. pengawasan warung sekolah; g. pelayanan rujukan ke puskesmas.

3. Pembinaan Lingkungan Kehidupan Sekolah Sehat, baik fisik, mental, maupun sosial, meliputi: a. Pelaksanaan 5 K (Kebersihan, Keindahan, Kenyamanan, Ketertiban, Keamanan);

b. Pembinaan kerjasama antar masyarakat sekolah (guru, murid, pegawai sekolah, orang tua murid, dan masyarakat sekitarnya).

(18)

BAB II

MATERI DASAR PEDOMAN DOKTER KECIL

A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah).

Lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Lingkungan yang buruk mengakibatkan kondisi orang yang tinggal di lingkungan tersebut menjadi kurang sehat.

Ciri-ciri lingkungan sehat di antaranya:

1. Tidak menjadi tempat berkembangnya kuman. Lingkungan berdebu akan menjadi sarang kuman TBC, lingkungan yang basah akan menjadi sarang kuman diare, kolera, desentri, cacing, dan thypus.

2. Tidak menjadi sarang serangga dan binatang penular penyakit. Tempat kumuh menjadi sarang tikus, kecoa; air menggenang menjadi sarang nyamuk malaria; air bak yang tidak pernah dikuras menjadi sarang nyamuk demam berdarah, dsb.

a. Kebersihan Lingkungan Sekolah.

Sekolah yang baik untuk belajar adalah sekolah yang sehat. Sekolah juga merupakan tempat untuk bermain dengan teman sebaya. Jadikan sekolah menjadi sekolah yang dapat "mencerdaskan, menyenangkan, dan menyehatkan”. Kebersihan lingkungan sekolah yang harus diperhatikan adalah:

1. Ruang kelas bersih, tidak ada sampah berserakan.

2. Ruang kelas ada jendela dan ada lubang udara berfungsi dengan baik. 3. Ada WC dan kamar mandi yang bersih, terang dan cukup cahaya. 4. Halaman sekolah bersih dan ada tempat membuang sampah.

5. Sekolah bersih, aman, sejuk, dan tidak ada genangan air. 6. Bangku sekolah bersih sesuai untuk anak.

7. Tersedia air bersih cukup.

8. Tersedia warung sekolah yang bersih dan sehat.

9. Tersedia SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) yang memadai.

b. Kebersihan Lingkungan Rumah.

“Rumahku adalah surgaku", pepatah ini menggambarkan bahwa rumah menjadi tujuan dan idaman bagi semua orang, sehingga kita wajib menjaga kenyamanan dan kebersihan rumah.

Lingkungan rumah sehat dan menyenangkan bila: 1. Rumah bersih dan tertata rapi;

2. Tersedia air bersih dan sehat yang cukup (minimal 20 liter/jiwa); 3. Memilki WC dan kamar mandi yang bersih dan sehat;

4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang baik;

5. Memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang memadai;

2

6. Memiliki jendela dan lubang udara yang berfungsi dengan baik;padat penghuni ( 9 m / orang ); 7. Penerangan cukup, dengan sinar matahari dapat masuk;

8. Kandang ternak terpisah dari rumah induk; 9. Ada cerobong asap di dapur yang memadai.

Lingkungan sekolah yang bersih dan asri

Lingkungan sekolah yang kotor dan tidak terawat

(19)

BAB II

MATERI DASAR PEDOMAN DOKTER KECIL

A. Kebersihan Lingkungan (Sekolah dan Rumah).

Lingkungan dapat mempengaruhi kondisi kesehatan. Lingkungan yang buruk mengakibatkan kondisi orang yang tinggal di lingkungan tersebut menjadi kurang sehat.

Ciri-ciri lingkungan sehat di antaranya:

1. Tidak menjadi tempat berkembangnya kuman. Lingkungan berdebu akan menjadi sarang kuman TBC, lingkungan yang basah akan menjadi sarang kuman diare, kolera, desentri, cacing, dan thypus.

2. Tidak menjadi sarang serangga dan binatang penular penyakit. Tempat kumuh menjadi sarang tikus, kecoa; air menggenang menjadi sarang nyamuk malaria; air bak yang tidak pernah dikuras menjadi sarang nyamuk demam berdarah, dsb.

a. Kebersihan Lingkungan Sekolah.

Sekolah yang baik untuk belajar adalah sekolah yang sehat. Sekolah juga merupakan tempat untuk bermain dengan teman sebaya. Jadikan sekolah menjadi sekolah yang dapat "mencerdaskan, menyenangkan, dan menyehatkan”. Kebersihan lingkungan sekolah yang harus diperhatikan adalah:

1. Ruang kelas bersih, tidak ada sampah berserakan.

2. Ruang kelas ada jendela dan ada lubang udara berfungsi dengan baik. 3. Ada WC dan kamar mandi yang bersih, terang dan cukup cahaya. 4. Halaman sekolah bersih dan ada tempat membuang sampah.

5. Sekolah bersih, aman, sejuk, dan tidak ada genangan air. 6. Bangku sekolah bersih sesuai untuk anak.

7. Tersedia air bersih cukup.

8. Tersedia warung sekolah yang bersih dan sehat.

9. Tersedia SPAL (Sarana Pembuangan Air Limbah) yang memadai.

b. Kebersihan Lingkungan Rumah.

“Rumahku adalah surgaku", pepatah ini menggambarkan bahwa rumah menjadi tujuan dan idaman bagi semua orang, sehingga kita wajib menjaga kenyamanan dan kebersihan rumah.

Lingkungan rumah sehat dan menyenangkan bila: 1. Rumah bersih dan tertata rapi;

2. Tersedia air bersih dan sehat yang cukup (minimal 20 liter/jiwa); 3. Memilki WC dan kamar mandi yang bersih dan sehat;

4. Memiliki tempat pembuangan sampah yang baik;

5. Memiliki Saluran Pembuangan Air Limbah (SPAL) yang memadai;

2

6. Memiliki jendela dan lubang udara yang berfungsi dengan baik;padat penghuni ( 9 m / orang ); 7. Penerangan cukup, dengan sinar matahari dapat masuk;

8. Kandang ternak terpisah dari rumah induk; 9. Ada cerobong asap di dapur yang memadai.

Lingkungan sekolah yang bersih dan asri

Lingkungan sekolah yang kotor dan tidak terawat

(20)

Lingkungan rumah yang sehat, bersih, dan asri.

Check List

Keterangan:

Bila jawaban a skor Bila jawaban b skor Bila jawaban c skor

Kategori nilai: 1. skor 0 - 9 : 2. skor 10 - 18 : 3. skor 19 - 27 : 4. skor 28 - 36 : 5. skor 37 - 45 : 1 sangat kurang 2 3 sangat baik kurang cukup baik

1. Bersihkan tempat tinggal kita setiap saat! 2. Buanglah sampah pada tempat sampah! 3. Budayakan hidup bersih dan sehat! 4. Kebersihan adalah pangkal kesehatan!

Pesan Kebersihan Yang Harus Kita Perhatikan!

Lingkungan rumah yang tidak sehat

menyebabkan penghuninya sakit.

(21)

Lingkungan rumah yang sehat, bersih, dan asri.

Check List

Keterangan:

Bila jawaban a skor Bila jawaban b skor Bila jawaban c skor

Kategori nilai: 1. skor 0 - 9 : 2. skor 10 - 18 : 3. skor 19 - 27 : 4. skor 28 - 36 : 5. skor 37 - 45 : 1 sangat kurang 2 3 sangat baik kurang cukup baik

1. Bersihkan tempat tinggal kita setiap saat! 2. Buanglah sampah pada tempat sampah! 3. Budayakan hidup bersih dan sehat! 4. Kebersihan adalah pangkal kesehatan!

Pesan Kebersihan Yang Harus Kita Perhatikan!

Lingkungan rumah yang tidak sehat

menyebabkan penghuninya sakit.

(22)

Gigi menurut waktu tumbuhnya dibagi menjadi 2, yaitu: 1. Gigi susu (gigi sementara):

adalah gigi anak-anak yang berjumlah 20. Gigi ini akan mengalami tanggal (pupak) dan akan diganti oleh gigi tetap. 2. Gigi tetap (gigi dewasa):

adalah gigi yang tumbuh setelah gigi susu dan berjumlah 32.

B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi.

a. Kebersihan Gigi dan Mulut.

Kebersihan adalah bahagian dari iman. Bersih pangkal sehat. Itu adalah dua kalimat bijak yang harus membuat kita sadar arti penting kebersihan. Agar tubuh kita senantiasa sehat, maka kita harus selalu menjaga kebersihan diri serta makan makanan yang bersih dan bergizi. Kebersihan diri membuat tubuh selalu sehat dan dijauhi kuman-kuman penyakit, menjadikan kita dapat belajar dan bermain.

Beberapa upaya untuk menjaga kebersihan diri meliputi: a. menjaga kebersihan gigi dan mulut;

b. menjaga kebersihan tangan, kaki, dan kuku; c. menjaga kebersihan badan dan rambut; d. menjaga kesehatan mata;

e. menjaga kesehatan telinga; f. menjaga kesehatan hidung; g. menjaga kebersihan pakaian.

Mulut dan gigi selain memiliki kegunaan bagi kesehatan juga untuk keindahan. Gigi yang sehat, putih dan bersih membuat anak-anak menjadi lebih percaya diri. Sebaliknya gigi yang tidak sehat membuat gigi mudah rusak, berlubang, kuning, dan bau mulut tidak sedap.

Bagian-bagian mulut terdiri dari: gigi, lidah, bibir, gusi. Masing-masing mempunyai kegunaan. Gigi untuk mengunyah makanan. Lidah untuk mengecap. Bibir untuk melindungi mulut. Bibir, lidah, dan gigi juga untuk membantu berbicara/mengeluarkan suara. Gusi untuk tempat tumbuhnya gigi.

Ada 3 jenis gigi menurut bentuknya, yaitu: 1.

letak di bagian depan, berguna untuk memotong makanan; 2.

letak di samping depan, berguna untuk menyobek makanan; 3.

letak di bagian belakang (dalam), berguna untuk mengunyah makanan.

Gigi Seri: Gigi Taring: Gigi Geraham:

Bagaimana Mencegah Sakit Gigi?

Sikat gigimu

sebelum tidur Sikat gigimu sesudah

makan pagi

Makanan ini manis dan lengket. Makanan ini dapat merusak gigi.

Kurangi makanan ini. Segera sikat gigi sesudah makan

makanan yang manis dan lengket. Makanan ini baik untuk

kesehatan gigi. Biasakan makan makanan ini

agar gigi lebih sehat

(23)

Gigi menurut waktu tumbuhnya dibagi menjadi 2, yaitu: 1. Gigi susu (gigi sementara):

adalah gigi anak-anak yang berjumlah 20. Gigi ini akan mengalami tanggal (pupak) dan akan diganti oleh gigi tetap. 2. Gigi tetap (gigi dewasa):

adalah gigi yang tumbuh setelah gigi susu dan berjumlah 32.

B. Kebersihan dan Kesehatan Pribadi.

a. Kebersihan Gigi dan Mulut.

Kebersihan adalah bahagian dari iman. Bersih pangkal sehat. Itu adalah dua kalimat bijak yang harus membuat kita sadar arti penting kebersihan. Agar tubuh kita senantiasa sehat, maka kita harus selalu menjaga kebersihan diri serta makan makanan yang bersih dan bergizi. Kebersihan diri membuat tubuh selalu sehat dan dijauhi kuman-kuman penyakit, menjadikan kita dapat belajar dan bermain.

Beberapa upaya untuk menjaga kebersihan diri meliputi: a. menjaga kebersihan gigi dan mulut;

b. menjaga kebersihan tangan, kaki, dan kuku; c. menjaga kebersihan badan dan rambut; d. menjaga kesehatan mata;

e. menjaga kesehatan telinga; f. menjaga kesehatan hidung; g. menjaga kebersihan pakaian.

Mulut dan gigi selain memiliki kegunaan bagi kesehatan juga untuk keindahan. Gigi yang sehat, putih dan bersih membuat anak-anak menjadi lebih percaya diri. Sebaliknya gigi yang tidak sehat membuat gigi mudah rusak, berlubang, kuning, dan bau mulut tidak sedap.

Bagian-bagian mulut terdiri dari: gigi, lidah, bibir, gusi. Masing-masing mempunyai kegunaan. Gigi untuk mengunyah makanan. Lidah untuk mengecap. Bibir untuk melindungi mulut. Bibir, lidah, dan gigi juga untuk membantu berbicara/mengeluarkan suara. Gusi untuk tempat tumbuhnya gigi.

Ada 3 jenis gigi menurut bentuknya, yaitu: 1.

letak di bagian depan, berguna untuk memotong makanan; 2.

letak di samping depan, berguna untuk menyobek makanan; 3.

letak di bagian belakang (dalam), berguna untuk mengunyah makanan.

Gigi Seri: Gigi Taring: Gigi Geraham:

Bagaimana Mencegah Sakit Gigi?

Sikat gigimu

sebelum tidur Sikat gigimu sesudah

makan pagi

Makanan ini manis dan lengket. Makanan ini dapat merusak gigi.

Kurangi makanan ini. Segera sikat gigi sesudah makan

makanan yang manis dan lengket. Makanan ini baik untuk

kesehatan gigi. Biasakan makan makanan ini

agar gigi lebih sehat

(24)

Bila tidak ada keluhan sakit gigi,periksalah gigi ke Puskesmas 6 bulan sekali dan

segera periksa ke Puskesmas bila ada keluhan sakit gigi.

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi dan menghisap ibu jari

dapat merusak gigi. Gigi menjadi jarang dan rusak, jangan lakukan kebiasaan

buruk ini.

Cara Memilih Sikat Gigi yang Baik.

Cara memilih sikat gigi yang baik adalah sikat gigi yang mempunyai tangkai yang lurus dan mudah dipegang, berbulu lembut, dan kepala sikat gigi kecil.

Sikat gigi yang baik

Sikat gigi yang rusak

Cara Menyikat Gigi yang Benar.

1) Menyikat bagian yang menghadap ke pipi dan bibir dengan gerakan pendek dan lembut untuk rahang atas dari atas ke bawah dan untuk rahang bawah dari bawah ke atas secara berulang-ulang.

2) Menyikat bagian yang menghadap ke lidah dengan gerakan pendek dan lembut dari bawah ke atas secara berulang-ulang.

3) Menyikat bagian yang menghadap ke langit-langit dengan gerakan pendek dan lembut dari atas ke bawah secara berulang-ulang.

4) Menyikat bagian yang dipakai untuk mengunyah dengan gerakan pendek dan lembut maju mundur secara berulang-ulang.

Setelah permukaan gigi disikat, kumur-kumurlah sampai bersih. Bersihkan sikat gigi dan simpanlah dengan cara yang benar. Beginilah cara menyimpan sikat gigi yang benar. Sikat gigi berdiri tegak dan bulu sikat berada di atas.

b. Kebersihan Tangan, Kaki, dan Kuku.

Tangan, kaki, dan kuku yang kotor merupakan sarana penularan penyakit. Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan/kuku yang kotor antara lain: diare, cacingan, thypus, disentri, kolera, flu burung, dll. Penyakit-penyakit tersebut berbahaya bila terlambat dalam mengatasinya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kebersihan tangan, kaki, dan kuku, diantaranya: 1. Kuku tangan dan kaki harus selalu pendek dan bersih. Potong dan sikatlah kuku

sedikitnya seminggu sekali;

(25)

Bila tidak ada keluhan sakit gigi,periksalah gigi ke Puskesmas 6 bulan sekali dan

segera periksa ke Puskesmas bila ada keluhan sakit gigi.

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi dan menghisap ibu jari

dapat merusak gigi. Gigi menjadi jarang dan rusak,

jangan lakukan kebiasaan buruk ini.

Cara Memilih Sikat Gigi yang Baik.

Cara memilih sikat gigi yang baik adalah sikat gigi yang mempunyai tangkai yang lurus dan mudah dipegang, berbulu lembut, dan kepala sikat gigi kecil.

Sikat gigi yang baik

Sikat gigi yang rusak

Cara Menyikat Gigi yang Benar.

1) Menyikat bagian yang menghadap ke pipi dan bibir dengan gerakan pendek dan lembut untuk rahang atas dari atas ke bawah dan untuk rahang bawah dari bawah ke atas secara berulang-ulang.

2) Menyikat bagian yang menghadap ke lidah dengan gerakan pendek dan lembut dari bawah ke atas secara berulang-ulang.

3) Menyikat bagian yang menghadap ke langit-langit dengan gerakan pendek dan lembut dari atas ke bawah secara berulang-ulang.

4) Menyikat bagian yang dipakai untuk mengunyah dengan gerakan pendek dan lembut maju mundur secara berulang-ulang.

Setelah permukaan gigi disikat, kumur-kumurlah sampai bersih. Bersihkan sikat gigi dan simpanlah dengan cara yang benar. Beginilah cara menyimpan sikat gigi yang benar. Sikat gigi berdiri tegak dan bulu sikat berada di atas.

b. Kebersihan Tangan, Kaki, dan Kuku.

Tangan, kaki, dan kuku yang kotor merupakan sarana penularan penyakit. Penyakit-penyakit yang dapat ditularkan melalui tangan/kuku yang kotor antara lain: diare, cacingan, thypus, disentri, kolera, flu burung, dll. Penyakit-penyakit tersebut berbahaya bila terlambat dalam mengatasinya.

Hal-hal yang perlu diperhatikan terhadap kebersihan tangan, kaki, dan kuku, diantaranya: 1. Kuku tangan dan kaki harus selalu pendek dan bersih. Potong dan sikatlah kuku

sedikitnya seminggu sekali;

(26)

c. Kebersihan Badan dan Rambut.

Kebersihan badan dan rambut harus dijaga agar terhindar dari penyakit. Penyakit-yang disebabkan oleh badan dan rambut yang kotor adalah panu, kadas, kurap, dan lain-lain.

Rambut yang tidak bersih dan tidak dikeramas merupakan tempat yang disenangi kutu rambut. Kutu rambut dapat menyebabkan luka di kulit kepala. Badan dan rambut yang tidak bersih akan menimbulkan bau dan penampilan yang tidak menarik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat badan dan rambut:

1. Mandi sedikitnya 2 kali sehari; 2. Mandi dengan air bersih;

3. Keramas rambut minimal dua hari sekali;

4. Pelihara rambut agar selalu rapi (potong rmbut dan bersisir)

2. Selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar/kecil (cebok) dengan sabun (bahan pembunuh kuman) di bawah air mengalir.

3. Selalu memakai alas kaki bila berjalan di tanah.

4. Mencuci kaki setiap selesai bermain di luar rumah dan pulang dari perjalanan.

d. Kesehatan Mata.

Mata merupakan indera penglihat, dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia ini. Mata yang sehat akan mampu melihat dan membedakan warna-warna dengan baik, dapat melihat teman yang tampan dan cantik, dapat membaca dan menulis dengan baik. Pernahkah kita membayangkan orang yang buta atau saat gelap gulita? Pernahkah kita merasakan sakit mata? Rasanya sangat tidak enak. Untuk itu menjaga kesehatan mata sangat perlu diperhatikan.

Mata kita akan menjadi sehat apabila kita banyak mengkonsumsi bahan makanan sumber vitamin A. Contoh bahan makanan sumber vitamin A diantaranya: kuning telur, hati, wortel, buah-buahan berwarna, dll.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata?

Jangan membaca dan menulis di tempat yang menyilaukan

Jangan membaca terlalu dekat, membacalah dengan jarak 30 cm

antara buku dan mata

Jangan berlama-lama melihat matahari atau cahaya yang menyilaukan

(27)

c. Kebersihan Badan dan Rambut.

Kebersihan badan dan rambut harus dijaga agar terhindar dari penyakit. Penyakit-yang disebabkan oleh badan dan rambut yang kotor adalah panu, kadas, kurap, dan lain-lain.

Rambut yang tidak bersih dan tidak dikeramas merupakan tempat yang disenangi kutu rambut. Kutu rambut dapat menyebabkan luka di kulit kepala. Badan dan rambut yang tidak bersih akan menimbulkan bau dan penampilan yang tidak menarik.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat badan dan rambut:

1. Mandi sedikitnya 2 kali sehari; 2. Mandi dengan air bersih;

3. Keramas rambut minimal dua hari sekali;

4. Pelihara rambut agar selalu rapi (potong rmbut dan bersisir)

2. Selalu mencuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar/kecil (cebok) dengan sabun (bahan pembunuh kuman) di bawah air mengalir.

3. Selalu memakai alas kaki bila berjalan di tanah.

4. Mencuci kaki setiap selesai bermain di luar rumah dan pulang dari perjalanan.

d. Kesehatan Mata.

Mata merupakan indera penglihat, dengan mata kita dapat melihat indahnya dunia ini. Mata yang sehat akan mampu melihat dan membedakan warna-warna dengan baik, dapat melihat teman yang tampan dan cantik, dapat membaca dan menulis dengan baik. Pernahkah kita membayangkan orang yang buta atau saat gelap gulita? Pernahkah kita merasakan sakit mata? Rasanya sangat tidak enak. Untuk itu menjaga kesehatan mata sangat perlu diperhatikan.

Mata kita akan menjadi sehat apabila kita banyak mengkonsumsi bahan makanan sumber vitamin A. Contoh bahan makanan sumber vitamin A diantaranya: kuning telur, hati, wortel, buah-buahan berwarna, dll.

Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mata?

Jangan membaca dan menulis di tempat yang menyilaukan

Jangan membaca terlalu dekat, membacalah dengan jarak 30 cm

antara buku dan mata

Jangan berlama-lama melihat matahari atau cahaya yang menyilaukan

(28)

Jangan membaca sambil tduran Jangan memakai handuk atau sapu tangan orang yang sedang sakit mata

Jangan menonton TV terlalu dekat. Nontonlah TV pada

jarak 1 meter.

Jangan menonton TV sambil berbaring/tiduran

Menjaga Kebersihan Mata.

Cara Membersihkan Mata.

Waktu melihat, mata kita terbuka. Debu dapat masuk ke dalam mata yang terbuka. Mata menjadi kotor dan perih. Mata kotor harus dibersihkan agar tetap sehat. Jangan menggosok mata dengan tangan yang kotor.

Kotoran mata dibersihkan dengan kapas basah yang bersih. Bila tidak ada kapas, dapat dibersihkan dengan handuk atau kain yang bersih. Membersihkan mata dimulai dari pinggir lalu ke arah hidung. Lakukan berulang-ulang sampai bersih. Kapas yang sudah kotor harus diganti dengan yang baru.

e. Kesehatan Telinga.

Telinga merupakan indera pendengar. Kita tidak dapat mendengar apabila telinga ditutup rapat-rapat atau telinga sakit, maka kita harus menjaga dan memeliharanya dengan baik. Telinga luar yang bentuknya lebar namanya daun telinga. Daun telinga berlekuk-lekuk sehingga mudah ditempati debu, karena itu harus dibersihkan setiap hari.

Telinga sangat penting bagi kita, kalau tidak ada telinga, seolah-olah dunia ini akan sunyi senyap. Tidak ada suara yang dapat kita dengar. Karena adanya telinga, maka kita dapat mendengar bermacam-macam suara. Ada yang merdu, sumbang, keras, lemah, dan sebagainya.

Memelihara Kesehatan Telinga.

15

16

Kelopak Mata

Kornea

Pupil

Bulu Mata Bagaimana cara kamu untuk mengetahui mata yang sehat?

?Bagian mata yang putih benar-benar putih

?Selaput bening mata (kornea mata) benar-benar jernih

?Pupil (orang-oranga mata) benar-benar hitam

(29)

Jangan membaca sambil tduran Jangan memakai handuk atau sapu tangan orang yang sedang sakit mata

Jangan menonton TV terlalu dekat. Nontonlah TV pada

jarak 1 meter.

Jangan menonton TV sambil berbaring/tiduran

Menjaga Kebersihan Mata.

Cara Membersihkan Mata.

Waktu melihat, mata kita terbuka. Debu dapat masuk ke dalam mata yang terbuka. Mata menjadi kotor dan perih. Mata kotor harus dibersihkan agar tetap sehat. Jangan menggosok mata dengan tangan yang kotor.

Kotoran mata dibersihkan dengan kapas basah yang bersih. Bila tidak ada kapas, dapat dibersihkan dengan handuk atau kain yang bersih. Membersihkan mata dimulai dari pinggir lalu ke arah hidung. Lakukan berulang-ulang sampai bersih. Kapas yang sudah kotor harus diganti dengan yang baru.

e. Kesehatan Telinga.

Telinga merupakan indera pendengar. Kita tidak dapat mendengar apabila telinga ditutup rapat-rapat atau telinga sakit, maka kita harus menjaga dan memeliharanya dengan baik. Telinga luar yang bentuknya lebar namanya daun telinga. Daun telinga berlekuk-lekuk sehingga mudah ditempati debu, karena itu harus dibersihkan setiap hari.

Telinga sangat penting bagi kita, kalau tidak ada telinga, seolah-olah dunia ini akan sunyi senyap. Tidak ada suara yang dapat kita dengar. Karena adanya telinga, maka kita dapat mendengar bermacam-macam suara. Ada yang merdu, sumbang, keras, lemah, dan sebagainya.

Memelihara Kesehatan Telinga.

15

16

Kelopak Mata

Kornea

Pupil

Bulu Mata Bagaimana cara kamu untuk mengetahui mata yang sehat?

?Bagian mata yang putih benar-benar putih

?Selaput bening mata (kornea mata) benar-benar jernih

?Pupil (orang-oranga mata) benar-benar hitam

(30)

f.

Kesehatan Hidung

Hidung merupakan indera pencium. Dengan hidung kita dapat membedakan bau yang sedap dan bau yang busuk. Hidung juga merupakan bagian alat pernafasan untuk keluar masuknya udara.

Di dalam hidung ada bulu dan lendir. Bulu dan lendir berguna untuk menyaring udara kotor waktu bernafas. Kotoran melekat pada lendir dan bulu hidung. Itulah sebabnya, hidung selalu kotor. Karena itu, hidung harus selalu dibersihkan.

1. Menutup hidung di tempat berdebu

Menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau masker yang bersih akan dapat menghambat debu masuk ke dalam hidung dan mulut, sehingga udara yang masuk pernafasan menjadi lebih bersih. Kita juga harus menutup hidung dan mulut bila udara kotor dan berbau busuk. 2. Menutup hidung waktu bersin

Bila kamu batuk pilek, bersihkan ingus dengan sapu tangan. Tutup hidung dan mulut pada waktu bersin agar tidak menular pada orang lain. Lendir yang keluar saat kita batuk pilek namanya ingus. Jangan membuang ingus sembarangan, karena hal ini dapat menularkan penyakit.

3. Membersihkan hidung

- Membersihkan hidung dilakukan pada waktu mandi. Bersihkan hidung

Bagaimana menjaga kebersihan hidung?

Tutup telinga bila ada suara keras.

dengan sapu tangan handuk yang basah. Sesudah bersih, keringkan dengan handuk atau kain yang lembut.

- Jangan membersihkan rongga hidung dengan benda kasar atau keras karena dapat melukai dinding rongga hidung.

- Jangan mengorek-ngorek kotoran hidung di depan orang lain, sikap demikian tidaklah sopan.

- Bila batuk pilek, beristirahatlah yang cukup, makan teratur, minumlah minuman yang hangat, dan banyak makan buah-buahan. Bila belum sembuh pergilah berobat ke puskesmas.

g. Kebersihan Pakaian

Dengan berpakaian baik dan rapi akan dapat memperbaiki penampilan kita sehari-hari. Ada pepatah Aceh yang mengatakan "Ta jak beulaku linggang, ta pinggang

beulaku ija, ta duk beulaku tuboh, ta pajoh beulaku atra". Hal ini mengandung makna

bahwa penampilan kita ditentukan oleh busana yang kita kenakan, sedang harga diri ditentukan oleh cara berbicara kita.

Kita harus membedakan antara pakaian yang digunakan untuk bersekolah dan pakaian untuk bermain-main atau pakaian sehari-hari. Di samping itu juga dijaga kebersihannya.

1. Gunakan pakaian sesuai kegiatan yang dilakukan;

2. Pakaian setelah digunakan paling lama 2 hari agar segera dicuci dengan sabun; selanjutnya dijemur dan disetrika;

3. Gunakan pakaian sesuai postur tubuh, jangan terlalu longgar maupun terlalu sempit karena akan mengganggu aktivitas si pemakai.

4. Patuhilah norma berpakaian sesuai dengan agama atau adat yang ada.

Cara berpakaian yang baik:

Contoh berpkaian yang rapi dan bersih.

Cara berpakian yang tidak rapi, norak, dan tidak sesuai dengan norma masyarakat dan agama

(31)

f.

Kesehatan Hidung

Hidung merupakan indera pencium. Dengan hidung kita dapat membedakan bau yang sedap dan bau yang busuk. Hidung juga merupakan bagian alat pernafasan untuk keluar masuknya udara.

Di dalam hidung ada bulu dan lendir. Bulu dan lendir berguna untuk menyaring udara kotor waktu bernafas. Kotoran melekat pada lendir dan bulu hidung. Itulah sebabnya, hidung selalu kotor. Karena itu, hidung harus selalu dibersihkan.

1. Menutup hidung di tempat berdebu

Menutup hidung dan mulut dengan sapu tangan atau masker yang bersih akan dapat menghambat debu masuk ke dalam hidung dan mulut, sehingga udara yang masuk pernafasan menjadi lebih bersih. Kita juga harus menutup hidung dan mulut bila udara kotor dan berbau busuk. 2. Menutup hidung waktu bersin

Bila kamu batuk pilek, bersihkan ingus dengan sapu tangan. Tutup hidung dan mulut pada waktu bersin agar tidak menular pada orang lain. Lendir yang keluar saat kita batuk pilek namanya ingus. Jangan membuang ingus sembarangan, karena hal ini dapat menularkan penyakit.

3. Membersihkan hidung

- Membersihkan hidung dilakukan pada waktu mandi. Bersihkan hidung

Bagaimana menjaga kebersihan hidung?

Tutup telinga bila ada suara keras.

dengan sapu tangan handuk yang basah. Sesudah bersih, keringkan dengan handuk atau kain yang lembut.

- Jangan membersihkan rongga hidung dengan benda kasar atau keras karena dapat melukai dinding rongga hidung.

- Jangan mengorek-ngorek kotoran hidung di depan orang lain, sikap demikian tidaklah sopan.

- Bila batuk pilek, beristirahatlah yang cukup, makan teratur, minumlah minuman yang hangat, dan banyak makan buah-buahan. Bila belum sembuh pergilah berobat ke puskesmas.

g. Kebersihan Pakaian

Dengan berpakaian baik dan rapi akan dapat memperbaiki penampilan kita sehari-hari. Ada pepatah Aceh yang mengatakan "Ta jak beulaku linggang, ta pinggang

beulaku ija, ta duk beulaku tuboh, ta pajoh beulaku atra". Hal ini mengandung makna

bahwa penampilan kita ditentukan oleh busana yang kita kenakan, sedang harga diri ditentukan oleh cara berbicara kita.

Kita harus membedakan antara pakaian yang digunakan untuk bersekolah dan pakaian untuk bermain-main atau pakaian sehari-hari. Di samping itu juga dijaga kebersihannya.

1. Gunakan pakaian sesuai kegiatan yang dilakukan;

2. Pakaian setelah digunakan paling lama 2 hari agar segera dicuci dengan sabun; selanjutnya dijemur dan disetrika;

3. Gunakan pakaian sesuai postur tubuh, jangan terlalu longgar maupun terlalu sempit karena akan mengganggu aktivitas si pemakai.

4. Patuhilah norma berpakaian sesuai dengan agama atau adat yang ada.

Cara berpakaian yang baik:

Contoh berpkaian yang rapi dan bersih.

Cara berpakian yang tidak rapi, norak, dan tidak sesuai dengan norma masyarakat dan agama

(32)

1. Membersihkan gigi dengan menyikat gigi minimal 2 kali sehari yaitu pada waktu pagi sesudah sarapan pagi dan pada waktu malam hari sebelum tidur.

2. Memeriksa gigi dan mulut secara teratur ke puskesmas bila tidak ada keluhan sakit dan segera periksa ke puskesmas bila ada keluhan sakit.

3. Menjaga kebersihan dan kesehatan badan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

4. Berpakaian yang rapi, bersih, dan sesuai dengan norma masyarakat dan agama.

C. Makanan Bergizi.

Tubuh kita memerlukan makan untuk melakukan kegiatan, pertumbuhan badan dan melindungi tubuh dari penyakit. Jumlah makanan harus cukup untuk mencegah tubuh kekurangan gizi. Kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin, usia dan jenis pekerjaannya

Seorang pekerja berat membutuhkan zat gizi yang lebih banyak. Orang yang sakit membutuhkan zat gizi yang adekuat (banyak dan sesuai kebutuhan). Anak-anak pada usia pertumbuhan juga membutuhkan zat gizi yang cukup. Orang yang kekurangan zat gizi akan nampak lesu, mudah lelah dan kurus. Makanan dikatakan bergizi apabila mencukupi zat-zat yang diperlukan oleh tubuh kita.

Jenis makanan yang dimakanpun harus beraneka ragam dan seimbang, karena tidak ada bahan makanan yang lengkap nilai gizinya. Ada yang kaya sumber karbohidrat, kaya protein, kaya lemak, kaya vitamin dan mineral dll.

Berdasarkan kegunaan makanan dikenal dengan istilah "TRI GUNA MAKANAN", yaitu: 1. Bahan makanan sumber zat tenaga.

Bahan ini setelah dimakan dan dicerna oleh tubuh kita akan menghasilkan tenaga untuk bekerja, belajar ataupun aktivitas lainnya. Contoh bahan makanan ini adalah beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, kentang, gandum dan hasil olahannya. Bahan makanan ini kaya sumber karbohidrat. Satu gram karbohidrat menghasilkan energi 4 kalori. Tenaga selain diperoleh dari karbohidrat juga dapat diperoleh dari sumber lemak dan protein. Contoh bahan makanan sumber lemak diantaranya kelapa, minyak, margarin, keju dan hasil olahannya. Satu gram lemak menghasilkan energi 9 kalori. Lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.

Bahan makanan sumber karbohidrat

Bahan makanan sumber lemak

Karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga

2. Bahan makanan sumber zat pembangun.

Zat Pembangun diperoleh dari protein. Protein dibedakan menjadi dua, yakni:

1) Protein nabati, yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan hasil olahannya;

2) Protein hewani, yang diperoleh dari hewan dan hasil produknya seperti daging, ikan, udang, kerang, telur, susu, dan hasil olahannya. Satu gram protein menghasilkan energi 4 kalori.

Protein Nabati

Protein Hewani

Terpenuhinya zat pembangun akan membantu pertumbuhan yang normal dari bayi hingga dewasa.

(33)

1. Membersihkan gigi dengan menyikat gigi minimal 2 kali sehari yaitu pada waktu pagi sesudah sarapan pagi dan pada waktu malam hari sebelum tidur.

2. Memeriksa gigi dan mulut secara teratur ke puskesmas bila tidak ada keluhan sakit dan segera periksa ke puskesmas bila ada keluhan sakit.

3. Menjaga kebersihan dan kesehatan badan sehingga anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik.

4. Berpakaian yang rapi, bersih, dan sesuai dengan norma masyarakat dan agama.

C. Makanan Bergizi.

Tubuh kita memerlukan makan untuk melakukan kegiatan, pertumbuhan badan dan melindungi tubuh dari penyakit. Jumlah makanan harus cukup untuk mencegah tubuh kekurangan gizi. Kebutuhan gizi setiap orang berbeda-beda tergantung jenis kelamin, usia dan jenis pekerjaannya

Seorang pekerja berat membutuhkan zat gizi yang lebih banyak. Orang yang sakit membutuhkan zat gizi yang adekuat (banyak dan sesuai kebutuhan). Anak-anak pada usia pertumbuhan juga membutuhkan zat gizi yang cukup. Orang yang kekurangan zat gizi akan nampak lesu, mudah lelah dan kurus. Makanan dikatakan bergizi apabila mencukupi zat-zat yang diperlukan oleh tubuh kita.

Jenis makanan yang dimakanpun harus beraneka ragam dan seimbang, karena tidak ada bahan makanan yang lengkap nilai gizinya. Ada yang kaya sumber karbohidrat, kaya protein, kaya lemak, kaya vitamin dan mineral dll.

Berdasarkan kegunaan makanan dikenal dengan istilah "TRI GUNA MAKANAN", yaitu: 1. Bahan makanan sumber zat tenaga.

Bahan ini setelah dimakan dan dicerna oleh tubuh kita akan menghasilkan tenaga untuk bekerja, belajar ataupun aktivitas lainnya. Contoh bahan makanan ini adalah beras, jagung, ketela pohon, ubi jalar, kentang, gandum dan hasil olahannya. Bahan makanan ini kaya sumber karbohidrat. Satu gram karbohidrat menghasilkan energi 4 kalori. Tenaga selain diperoleh dari karbohidrat juga dapat diperoleh dari sumber lemak dan protein. Contoh bahan makanan sumber lemak diantaranya kelapa, minyak, margarin, keju dan hasil olahannya. Satu gram lemak menghasilkan energi 9 kalori. Lemak juga berfungsi sebagai pelarut vitamin A, D, E, dan K.

Bahan makanan sumber karbohidrat

Bahan makanan sumber lemak

Karbohidrat dan lemak sebagai sumber tenaga

2. Bahan makanan sumber zat pembangun.

Zat Pembangun diperoleh dari protein. Protein dibedakan menjadi dua, yakni:

1) Protein nabati, yang diperoleh dari tumbuh-tumbuhan seperti tempe, tahu, kacang-kacangan, dan hasil olahannya;

2) Protein hewani, yang diperoleh dari hewan dan hasil produknya seperti daging, ikan, udang, kerang, telur, susu, dan hasil olahannya. Satu gram protein menghasilkan energi 4 kalori.

Protein Nabati

Protein Hewani

Terpenuhinya zat pembangun akan membantu pertumbuhan yang normal dari bayi hingga dewasa.

Referensi

Dokumen terkait

Langkah berikutnya dilakukan penambahan usulan TES dan jalur horisontal, agar wilayah permukiman yang berada di zona rawan tsunami dapat menuju usulan TES, sebagai usaha mitigasi

Dan diwaktu yang lain, Jibril Allah juga membisikkan (atau membiarkan Muhammad?) agar ayat-ayat dan surat dipindahkan dan dikacaukan letaknya,

Medan khususnya Program Studi DIII Keperawatan Stambuk 2011 yang telah berpartisipasi dan mendukung selama penyusunan Karya Tulis Ilmiah ini.. Dalam penyusunan dan

Dibimbing melalui WA, peserta didik mampu melengkapi kalimat rumpang dengan kosa kata yang terkait dengan kegiatan sore hari dengat tepat.. Dibimbing melalui WA, peserta didik

Rasio lancar atau ( current ratio ) merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek atau hutang yang segera jatuh tempo

Khan, S., Two-stage rank estimation of quantile index models 319 Krishnakumar, J., A short comment on the JE Open forum essays 77 Lenk, P., Wedel, M., Bayesian econometrics: A

Perusahaan yang mampu meningkatkan kinerja yang baik maka akan mendapat return yang tinggi sehingga dapat menarik investor untuk menanamkan modalnya.Penelitian ini

Dalam peraturan Rektor Universitas Negeri Semarang Nomor 14 Tahun 2011 tentang “Pedoman Praktik Pengalaman Lapangan Bagi Mahasiswa Program Kependidikan Universitas