• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

5 Nfft (Panjang FFT) 26 bit

4.2 Analisis Data Sistem OFDM pada WiMAX

4.2.1 Menggunakan Pengkodean

Simulasi yang dilakukan dengan menggunakan pengkodean ada 2, yaitu:

a. Modulasi 16QAM

Untuk menganalisis BER sistem OFDM pada WiMAX dengan modulasi 16QAM maka dilakukan beberapa simulasi dengan perbedaan CP setiap simulasinya.

1. Hasil simulasi untuk CP = 0 didapat data seperti pada Tabel 4.2.

Tabel 4.2 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 0

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4945422535 5 0.3093309859 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4945422535 dan pada saat Eb/No 5 dB

didapat nilai BER sebesar 0.3093309859 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 51.2406 detik. Dari Tabel 4.2, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.1 Perbandingan Eb/No dengan BER tanpa CP

Dari Gambar 4.1 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM tanpa pengaruh CP (CP=0). Untuk nilai Eb/No 1 dB atau dapat dikatakan noise yang dibangkitkan adalah sangat besar dibandingkan dengan energi bit menyebabkan tingkat kesalahan dari sistem menjadi tinggi. Pemberian niali Eb/No yang semakin tinggi akan menyebabkan noise yang dibangkitkan semakin kecil sehingga performansi dari sistem akan menjadi lebih baik.

2. Hasil simulasi untuk CP = 1/4 didapat data seperti Tabel 4.3.

Tabel 4.3 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/4

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4929577464 5 0.3334507042 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4929577464 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.3334507042 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 40.1597 detik. Dari Tabel 4.3, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Dari Gambar 4.2 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/4. Jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan CP (CP=0), maka dengan menggunakan CP = 1/4, nilai BER yang didapat lebih baik (kecil).

3. Hasil simulasi untuk CP = 1/8 didapat data seperti Tabel 4.4.

Tabel 4.4 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/8

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4947183098 5 0.2822183098 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4947183098 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.2822183098 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 41.3191 detik. Dari Tabel 4.4, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.3 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/8

Dari Gambar 4.3 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/8. Jika dibandingkan dengan CP = 1/4, maka dengan menggunakan CP = 1/8, BER yang didapat lebih besar.

4. Hasil simulasi untuk CP = 1/16 didapat data seperti Tabel 4.5.

Tabel 4.5 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/16

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4845070422 5 0.2811619718 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4845070422 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.2811619718 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 41.2365 detik. Dari Tabel 4.5, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.4 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/16

Dari Gambar 4.4 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/16. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/16, BER yang didapat lebih besar (buruk).

5. Hasil simulasi untuk CP = 1/32 didapat data seperti Tabel 4.6.

Tabel 4.6 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/32

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.5012323943 5 0.2998239436 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.5012323943 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.2998239436 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 40.3952 detik. Dari Tabel 4.6, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Dari Gambar 4.5 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/32. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/16,CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/32, BER yang didapat lebih besar (buruk).

Secara analitik BER dapat dihitung menggunakan persamaan 2.11 dan hasilnya dapat dilihat seperti Tabel 4.7.

Tabel 4.7 BER Teori untuk Modulasi 16QAM Eb/N0(dB) BER Teori

0 0.13916001357 5 0.0293887213 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 20 0 b.Modulasi QPSK

Untuk menganalisis BER sistem OFDM pada WiMAX dengan modulasi QPSK maka dilakukan beberapa simulasi dengan perbedaan CP setiap simulasinya.

1. Hasil simulasi untuk CP = 0 didapat data seperti Tabel 4.8.

Tabel 4.8 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 0

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4585714285 5 0.0032142857 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4585714285 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0032142857 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 32.7538 detik. Dari Tabel 4.8, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.6 Perbandingan Eb/No dengan BER tanpa CP

Dari Gambar 4.6 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM tanpa menggunakan CP. Untuk nilai Eb/No 1 dB atau dapat dikatakan noise yang dibangkitkan adalah sangat besar dibandingkan dengan energi bit menyebabkan tingkat kesalahan dari sistem menjadi tinggi. Pemberian niali Eb/No yang semakin tinggi akan menyebabkan noise yang dibangkitkan semakin kecil sehingga performansi dari sistem akan menjadi lebih baik.

2. Hasil simulasi untuk CP = 1/4 didapat data seperti Tabel 4.9.

Tabel 4.9 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/4

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4010714285 5 0.0332142857 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4010714285 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0332142857 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 34.0297 detik. Dari Tabel 4.9, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Dari Gambar 4.7 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/4. Jika dibandingkan dengan tanpa CP, maka dengan menggunakan CP = 1/4, BER yang didapat lebih baik.

3. Hasil simulasi untuk CP = 1/8 didapat data seperti Tabel 4.10.

Tabel 4.10 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/8

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4496428571 5 0.0293887213 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4496428571 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0293887213 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 33.3791 detik. Dari Tabel 4.10, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.8 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/8

Dari Gambar 4.8 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/8. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/8, BER yang didapat lebih baik.

4. Hasil simulasi untuk CP = 1/16 didapat data seperti Tabel 4.11.

Tabel 4.11 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/16

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4446428571 5 0.0103571428 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

dilakukan adalah 34.7014 detik. Dari Tabel 4.11, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.9 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/16

Dari Gambar 4.9 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/16. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/16, BER yang didapat lebih besar (buruk).

5. Hasil simulasi untuk CP = 1/32 didapat data seperti Tabel 4.12.

Tabel 4.12 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/32

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.4464285714 5 0.0078571428 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.4464285714 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0078571428 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 38.1815 detik. Dari Tabel 4.12, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.10 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/32

Dari Gambar 4.10 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/32. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/16,CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/32, BER yang didapat lebih baik (kecil).

Secara analitik BER dapat dihitung menggunakan persamaan 2.9 dan hasilnya dapat dilihat seperti Tabel 4.13.

Tabel 4.13 BER Teori untuk Modulasi QPSK Eb/N0(dB) BER Teori

0 0.0786496035 5 0.0026916317 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Dokumen terkait