• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL SIMULASI DAN ANALISIS

5 Nfft (Panjang FFT) 26 bit

4.2 Analisis Data Sistem OFDM pada WiMAX

4.2.2 Tanpa Pengkodean

Simulasi yang dilakukan tanpa menggunakan pengkodean ada 2, yaitu:

a. Modulasi 16QAM

Untuk menganalisis BER sistem OFDM pada WiMAX dengan modulasi 16QAM maka dilakukan beberapa simulasi dengan perbedaan CP setiap simulasinya.

1. Hasil simulasi untuk CP = 0 didapat data seperti pada Tabel 4.14.

Tabel 4.14 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 0

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1675967261 5 0.0675223214 10 0.0068824404 15 3.478386025 E-12 20 1.81740444 E-41 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1675967261 dB dan pada saat Eb/No 10

dilakukan adalah 8.1917 detik. Dari Tabel 4.14, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.11 Perbandingan Eb/No dengan BER tanpa CP

Dari Gambar 4.11 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM tanpa pengaruh CP (CP=0). Untuk nilai Eb/No 1 dB atau dapat dikatakan noise yang dibangkitkan adalah sangat besar dibandingkan dengan energi bit menyebabkan tingkat kesalahan dari sistem menjadi tinggi. Pemberian niali Eb/No yang semakin tinggi akan menyebabkan noise yang dibangkitkan semakin kecil sehingga performansi dari sistem akan menjadi lebih baik.

2. Hasil simulasi untuk CP = 1/4 didapat data seperti Tabel 4.15.

Tabel 4.15 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/4

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1683407738 5 0.0641741071 10 0.0057663690 15 3.478386025 E-12 20 1.81740444 E-41 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1683407738 dB dan pada saat Eb/No 10

dB didapat nilai BER sebesar 0.0057663690 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 7.9452 detik. Dari Tabel 4.15, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Dari Gambar 4.12 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/4. Jika dibandingkan dengan tanpa menggunakan CP (CP=0), maka dengan menggunakan CP = 1/4, nilai BER yang didapat lebih baik (kecil).

3. Hasil simulasi untuk CP = 1/8 didapat data seperti Tabel 4.16.

Tabel 4.16 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/8

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1713169642 5 0.0641741071 10 0.0068824404 15 3.478386025 E-12 20 1.81740444 E-41 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1713169642 dB dan pada saat Eb/No 10

dB didapat nilai BER sebesar 0.0068824404 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 8.0688 detik. Dari Tabel 4.16, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.13 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/8

Dari Gambar 4.13 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/8. Jika dibandingkan dengan CP = 1/4, maka dengan menggunakan CP = 1/8, BER yang didapat lebih besar.

4. Hasil simulasi untuk CP = 1/16 didapat data seperti Tabel 4.17.

Tabel 4.17 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/16

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1672247023 5 0.0660342261 10 0.0065104166 15 3.478386025 E-12 20 1.81740444 E-41 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1672247023 dB dan pada saat Eb/No 10

dilakukan adalah 8.037 detik. Dari Tabel 4.17, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.14 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/16

Dari Gambar 4.14 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/16. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/16, BER yang didapat lebih besar (buruk).

5. Hasil simulasi untuk CP = 1/32 didapat data seperti Tabel 4.18.

Tabel 4.18 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/32

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1720610119 5 0.0625 10 0.00390625 15 3.478386025 E-12 20 1.81740444 E-41 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1720610119 dB dan pada saat Eb/No 10

dB didapat nilai BER sebesar 0.00390625 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 8.1552 detik. Dari Tabel 4.18, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.15 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/32

Dari Gambar 4.15 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/32. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/16,CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/32, BER yang didapat lebih besar.

Secara analitik BER dapat dihitung menggunakan persamaan 2.11 dan hasilnya dapat dilihat seperti Tabel 4.19.

Tabel 4.19 BER Teori untuk Modulasi 16QAM Eb/N0(dB) BER Teori

0 0.13916001357 5 0.0293887213 10 1.99502064427 E-4 15 3.4783860252 E-12 20 1.8174044409 E-41 25 4.702349374 E-154 30 0 b.Modulasi QPSK

Untuk menganalisis BER sistem OFDM pada WiMAX dengan modulasi QPSK maka dilakukan beberapa simulasi dengan perbedaan CP setiap simulasinya.

1. Hasil simulasi untuk CP = 0 didapat data seperti Tabel 4.20.

Tabel 4.20 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 0

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1045386904

5 0.0167410714

10 2.1602315 E-8

15 2.1599146027 E-27

20 3.60649708 E-100

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1045386904 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0167410714 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 9.3182 detik. Dari Tabel 4.20, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.16 Perbandingan Eb/No dengan BER tanpa CP

Dari Gambar 4.16 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM tanpa menggunakan CP. Untuk nilai Eb/No 1 dB atau dapat dikatakan noise yang dibangkitkan adalah sangat besar dibandingkan dengan energi bit menyebabkan tingkat kesalahan dari sistem menjadi tinggi. Pemberian niali Eb/No yang semakin tinggi akan menyebabkan noise yang dibangkitkan semakin kecil sehingga performansi dari sistem akan menjadi lebih baik.

2. Hasil simulasi untuk CP = 1/4 didapat data seperti Tabel 4.21.

Tabel 4.21 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/4

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1123511904 5 0.0137648809 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1123511904 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0137648809 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 7.198 detik. Dari Tabel 4.21, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Dari Gambar 4.17 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/4. Jika dibandingkan dengan tanpa CP, maka dengan menggunakan CP = 1/4, BER yang didapat lebih baik.

3. Hasil simulasi untuk CP = 1/8 didapat data seperti Tabel 4.22.

Tabel 4.22 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/8

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1190476190 5 0.0152529761 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1190476190 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0152529761 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 7.2295 detik. Dari Tabel 4.22, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.18 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/8

Dari Gambar 4.18 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/8. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/8, BER yang didapat lebih baik.

4. Hasil simulasi untuk CP = 1/16 didapat data seperti Tabel 4.23.

Tabel 4.23 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/16

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1168154761 5 0.0152529761 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

dilakukan adalah 7.3837 detik. Dari Tabel 4.23, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.19 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/16

Dari Gambar 4.19 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/16. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/16, BER yang didapat lebih besar (buruk).

5. Hasil simulasi untuk CP = 1/32 didapat data seperti Tabel 4.24.

Tabel 4.24 Hasil BER untuk Sistem OFDM pada WiMAX CP = 1/32

Eb/No(dB) BER Simulasi

0 0.1045386904 5 0.0200892857 10 3.7202380952 E-4 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

Pengaruh Eb/No terhadap BER pada kanal AWGN dapat dilihat pada saat

Eb/No 0 dB didapat nilai BER sebesar 0.1045386904 dB dan pada saat Eb/No 5

dB didapat nilai BER sebesar 0.0200892857 dB. Lamanya waktu simulasi yang dilakukan adalah 7.2545 detik. Dari Tabel 4.24, maka didapat grafik perbandingan antara Eb/No dan BER.

Gambar 4.20 Perbandingan Eb/No dengan BER dengan CP = 1/32

Dari Gambar 4.20 terlihat perbandingan antara Eb/No dan BER yang diterapkan pada OFDM dengan CP = 1/32. Jika dibandingkan dengan CP (CP=1/16,CP=1/8,CP=1/4), maka dengan menggunakan CP = 1/32, BER yang didapat lebih baik (kecil).

Secara analitik BER dapat dihitung menggunakan persamaan 2.9 dan hasilnya dapat dilihat seperti Tabel 4.25.

Tabel 4.25 BER Teori untuk Modulasi QPSK Eb/N0(dB) BER Teori

0 0.0786496035 5 0.0026916317 10 2.1602315 E-8 15 2.1599146027 E-27 20 3.60649708 E-100 25 0

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Dari hasil simulasi pengaruh panjang cyclic prefix terhadap kinerja system

OFDM pada WiMAX dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pada simulasi, modulasi yang digunakan QPSK dan 16QAM semakin tinggi nilai Eb/N0 yang dibangkitkan pada sistem maka nilai BER semakin menurun. Dari hasil simulasi maka nilai Eb/N0 (dB) berbanding terbalik dengan nilai BER.

2. Pada saat Eb/N0 = 1 dengan modulasi 16QAM, penggunaan CP 1/4 (BER = 0.47887323), CP 1/8 (BER = 0.49647887), CP 1/16 (BER = 0.48204225), CP 1/32 (BER = 0.47904929), CP 0 (BER = 0.48063380). Maka pada modulasi 16QAM, penggunaan CP 1/4 jauh lebih baik.

3. Pada saat Eb/N0 = 1 dengan modulasi QPSK, penggunaan CP 1/4 (BER = 0.35678571), CP 1/8 (BER = 0.35142857), CP 1/16 (BER = 0.39035714), CP 1/32 (BER = 0.33678571), CP 0 (BER = 0.40535714). Maka pada modulasi QPSK, penggunaan CP 1/32 jauh lebih baik.

4. Dengan menggunakan pengkodean BER yang didapat lebih baik dibandingkan tanpa pengkodean.

5.2 Saran

1. Jika user (receiver) berada jauh dari transmiter, penggunaan modulasi yang tepat adalah QPSK dan penggunaan Cyclic Prefix yang baik adalah 1/32.

2. Jika user (receiver) berada dekat dari transmiter, penggunaan modulasi yang tepat adalah 16QAM dan penggunaan Cyclic Prefix yang baik adalah 1/4.

3. Pembahasan mengenai pengaruh panjang cyclic prefix terhadap kinerja pada WiMAX dengan menggunakan modulasi 64QAM.

Dokumen terkait