DILAKUKAN PENYITAAN
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN
NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 1/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
DIBUAT OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH KASUBDIT I
DIT RESKRIMSUS POLDA NTB
BOYKE KAREL WATTIMENA,SIK AKBP NRP 78120696
DIR RESKRIMSUS POLDA NTB
ANOM WIBOWO, S.I.K., M.Si.
AKBP NRP 72060453
KAPOLDA NTB
Drs. UMAR SEPTONO, S.H., M.H.
BRIGADIR JENDERAL POLISI
1. Tujuan
SOP Menghadapi Tuntutan Praperadilan Bertujuan sebagai pedoman standar dalam melakukan langkah-langkah Menghadapi Tuntutan Praperadilan yang terukur, jelas, efektif dan efesien sehingga dapat dipertanggung jawabkan secara yuridis dan prosedur serta terwujudnya pola tindak yang sama bagi penyidik/penyidik pembantu.
2. Persiapan
2.1 Kelengkapan Formil:
2.1.1 Laporan Polisi;
2.1.2 Surat Perintah Penyidikan;
2.1.3 Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan;
2.1.4 Surat perintah penangkapan;
2.1.5 Surat perintah penahanan;
2.1.6 Surat Pemberitahuan Penghentian Penyidikan (SP3);
2.1.7 Surat Perintah Tugas;
2.1.8 surat perintah / Surat kuasa khusus dalam hal penyidik / atasan penyidik mewakilkan kepada pejabat Polri.
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 2/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
2.2. Kelengkapan Materiil:
2.2.1 surat perintah/Surat kuasa khusus dalam hal penyidik/atasan penyidik mewakilkan kepada pejabat Polri;
2.2.2 Berkas perkara dan Mindik yang berkaitan dengan proses penangkapan dan penahanan serta penghentian penyidikan;
2.2.3 Materi Tangkisan terhadap permohonan praperadilan;
2.2.4 Dokumen permohonan tentang tuntutan praperadilan;
2.2.5 Berita acara penangkapan dan penahanan;
2.2.6 Hasil gelar perkara yang berkait dengan proses penangkapan dan penetapan tersangka dan penahanan;
2.2.7 Laporan kemajuan penyidikan;
2.2.8 Hasil gelar perkara tentang penghentian penyidikan;
2.2.9 Laporan hasil penyidikan.
2.3. Kasatker termohon mempersiapkan hal-hal sebagai berikut:
2.3.1 mempersiapkan personil penyidik atau pejabat yang ditunjuk selaku kuasa khusus polri untuk menghadiri dan mengikuti sidang praperadilan;
2.3.2 memberikan arahan dan petunjuk secara mendalam kepada penyidik tentang hal-hal yang harus dikuasainya yaitu materi termohon praperadilan dan hal-hal yang akan disampaikan dalam menjawab tuntutan praperadilan;
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 3/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
2.3.3 memberikan jukrah secara cermat kepada penyidik tentang fakta-fakta hukum yang harus disampaikan dalam sidang khususnya yang berkaitan segala sesuatu yang berkaitan dengan upaya paksa (Penahanan dan penangkapan) sehingga dapat memberikan keyakinan Hakim dalam membuat keputusan siding;
2.3.4 memberikan Jukrah secara cermat kepada penyidik tentang fakta-fakta hukum yang harus disampaikan dalam sidang khususnya yang berkaitan segala sesuatu yang berkaitan dengan Penghentian Penyidikan sehingga dapat memberikan keyakinan Hakim dalam membuat keputusan sidang;
2.3.5 memberikan Jukrah agar penyidik mempelajari ulang ketentuan-ketentuan Praperadilan yang tercantum dalam KUHAP dan Peraturan pelaksanaan khusus yang menyangkut kompetensi dan Praperadilan dan tuntutan PraPeradilan termohon sehingga penyidik nantinya dalam sidang Memahami dengan benar tentang materi berkas yang akan dihadapi dalam sidang praperadilan dan mampu menjelaskan secara verbal tentang kronologis penangkapan, penahanan dan didukung dokumen administrasi penyidikan serta dokumen lainnya;
2.3.6 memberikan Jukrah secara tepat kepada penyidik tentang alasan yuridis proses penetapan dan penangkapan tersangka. Serta penahanan tersangka sehingga dalam sidang nantinya terarah dalam membahas hal ikhwal tentang upaya paksa ini;
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 4/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
2.3.7 memberikan Jukrah secara tepat kepada penyidik tentang alasan yuridis proses penghentian penyidikan. Sehingga dalam sidang nantinya terarah dalam membahas hal ikhwal tentang hal ini.
2.4 Penyidik dan atau penyidik pembantu melakukan hal-hal sebagai berikut:
2.4.1 mempersiapkan surat perintah terhadap penyidik dan atau penyidik pembantu yang ditunjuk untuk mengikuti sidang praperadilan;
2.4.2 mempersiapkan surat kuasa khusus kepada pejabat yang ditunjuk untuk mewakili atasan penyidik jika berhalangan hadir untuk mengikuti sidang praperadilan;
2.4.3 mempelajari tuntutan permohonan praperadilan;
2.4.4 mempersiapkan materi tangkisan (replik dan duplik) yang akan dibawa dalam sidang praperadilan;
2.4.5 mempersiapkan berkas perkara kasus sesuai yang dimohonkan praperadilan;
2.4.6 mempersiapkan seluruh dokumen mindik yang dibutuhkan yang berkaitan dengan proses penangkapan dan penahanan;
2.4.7 mempersiapkan seluruh dokumen mindik yang berkaitan dengan penghentian penyidikan;
2.4.8 membaca ulang ketentuan yuridis yang berkaitan dengan praperadilan.
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 5/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
3. Urutan Tindakan
3.1 penyidik dan atau penyidik pembantu/Tim yang ditunjuk sebagai kuasa polri untuk mengikuti dan menghadiri sidang praperadilan berangkat menuju ke Pengadilan Negeri sesuai rencana;
3.2 melaporkan kehadiran kepada Panitera Pengadilan dan mengikuti sidang praperadilan;
3.3 mengikuti proses sidang praperadilan dan melakukan langkah sebagai berikut:
3.3.1 mengikuti seluruh rangkaian kegiatan sidang (Pembukaan, proses sidang dan penutupan sidang) sesuai dengan etika sidang yang ditetapkan pimpinan siding;
3.3.2 mendengarkan dengan seksama pembacaan Pemohon tentang tuntutan permohonan sidang praperadilan;
3.3.3 mendengarkan dengan seksama semua keterangan pemohon tentang duduk perkara dalam sidang praperadilan;
3.3.4 memberikan keterangan sebagai saksi sesuai perintah pimpinan sidang;
3.3.5 memberikan keterangan saksi (verbal lisan) tentang upaya paksa (penangkapan dan penahanan) sesuai permintaan pimpinan sidang;
3.3.6 memberikan dokumen mindik dan atau dokumen pendukung lainnya yang diminta oleh pimpinan sidang;
KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA DAERAH NUSA TENGGARA BARAT DIREKTORAT RESERSE KRIMINAL KHUSUS
SOP-DIT RESKRIMSUS 00 6/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
3.3.7 menyampaikan materi tangkisan dalam sidang dan sesudah dibacakan maka diserahkan kepada pimpinan sidang jika diminta;
3.3.8 mendengarkan dan mencatat dengan seksama tuntutan sidang praperadilan yang disampaikan Pemohon;
3.3.9 mengikuti dengan seksama keputusan yang disampaikan pimpinan sidang dan mencatatnya dengan baik;
3.3.10 mengikuti proses penutupan sidang.
3.4 melaporkan hasil sidang praperadilan kepada pimpinan/Kasatker;
3.5. menindaklanjuti hasil sidang praperadilan dan melakukan langkah sebagai berikut:
3.5.1 terhadap putusan bahwa upaya paksa (penangkapan dan penahanan) tidak sah maka penyidik/penyidik pembantu segera mengeluarkan tersangka dari tahanan;
3.5.2 terhadap putusan Hakim tentang Ganti rugi maka Kasatker bertanggung jawab untuk membayar sesuai ketentuan yuridis;
3.5.3 terhadap putusan Hakim tentang rehabilitasi maka penyidik memulihkan nama baik dengan menerbitkan Surat Penetapan Rehabilitasi dan mengumumkannya di media massa (sesuai dengan putusan Hakim);
3.5.4 terhadap penetapan penghentian penyidikan yang harus dibuka kembali, maka penyidik segera meminta penetapan pengadilan tinggi;
3.5.5 dan apabila penyidik menolak putusan tentang pencabutan SP3 maka dapat melakukan upaya hukum luar biasa (kasasi, peninjauan kembali).
MENGHADAPI TUNTUTAN PRAPERADILAN NO. DOKUMEN
SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 7/7 TANGGAL TERBIT : MEI 2016
4. Hal-hal yang Harus Diperhatikan
4.1 pada prinsipnya Penyidik tidak boleh menolak praperadilan (harus dihadapi);
4.2 mempelajari dengan sungguh-sungguh Surat Permintaan dan Berkas Praperadilan dan bersangkutan guna menyusun tangkisannya;
4.3 mempelajari Penetapan Praperadilan yang menentukan tidak sahnya Penghentian Penyidikan guna menyiapkan Surat permintaan Putusan akhir kepada Pengadilan tinggi;
4.4 mempelajari Penetapan Praperadilan yang memutuskan tidak sahnya penangkapan, penahanan guna menyiapkan eksaminasi kepada Mahkamah Agung apabila penyidik menganggap bahwa putusan tersebut tidak relevan dengan materi yang di Praperadilankan;
4.5 melaporkan setiap putusan Praperadilan secara hirarki kepada Kepala Badan Reserse Kriminal Polri dan tembusannya kepada Kadivkum Polri dan Kabidkum Polda.
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN TANGGAL TERBIT : Mei 2016
DIBUAT OLEH DIPERIKSA OLEH DISAHKAN OLEH KASUBDIT I
DIT RESKRIMSUS POLDA NTB
BOYKE KAREL WATTIMENA,SIK AKBP NRP 78120696
DIR RESKRIMSUS POLDA NTB
ANOM WIBOWO, S.I.K., M.Si.
AKBP NRP 72060453
KAPOLDA NTB
Drs. UMAR SEPTONO, S.H., M.H.
BRIGADIR JENDERAL POLISI
1. Pengertian
1.1 Barang bukti adalah benda bergerak atau tidak bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang telah dilakukan penyitaan oleh Penyidik untuk kepentingan pembuktian dalam penyidikan, penuntutan dan pemeriksaan disidang pengadilan.
1.2 Barang Temuan sebagai barang adalah benda bergerak, berwujud atau tidak berwujud yang ditinggalkan atau ditemukan masyarakat atau penyidik baik karena kejahatan maupun bukan karena kejahatan.
1.3 Pengelolaan barang Bukti adalah tata cara atau proses penerimaan, penyimpanan, pengamanan, pengeluaran dan pemusnahan benda sitaan dari ruang atau tempat penyimpanan barang bukti.
1.4 Petugas Pengelola Barang Bukti yang selanjutnya disebut Petugas adalah anggota Polri yang mempunyai tugas dan wewenang untuk menerima, menyimpan, dan mengamankan, mengeluarkan dan memusnahkan benda sitaan dari ruang atau tempat penyimpanan barang bukti.
1.5 Tempat Penyimpanan Barang Bukti adalah ruangan atau tempat khusus yang disiapkan oleh Negara (Direktorat Tahanan dan Barang Bukti dan RUBASAN) untuk menyimpan benda-benda sitaan Penyidik berdasarkan sifat dan jenisnya yang dikelola oleh Petugas Pengelola Barang Bukti.
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN BARANG BUKTI
NO. DOKUMEN SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 2/6 TANGGAL TERBIT : Mei 2016
1.6 Penyidik adalah pejabat Polisi Negara Republik Indonesia atau pejabat Pegawai Negeri Sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan.
1.7 Penyidik Pembantu adalah pejabat Kepolisian Negara Republik Indonesia yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukan tugas penyidikan yang diatur dalam Undang-Undang ini.
2. Pedoman/Acuan
2.1 Undang-Undang Nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
2.2 Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang KUHAP.
2.3 Peraturan Kapolri Nomor 14 tahun 2012 tentang Managemen Penyidikan Tindak Pidana.
2.4 Juklak dan juknis administrasi penyidikan No. Pol.: SKEP/1205/IX/2000, tanggal 11 September 2000.
2.5 Standart Internasional ISO 9001:2016.
3. Tujuan
Untuk menyamakan persepsi dan pola tindak dalam mewujudkan mekanisme pengelolaan dan penyimpanan barang bukti penyidikan tindak pidana diberbagai tingkatan Polri.
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN BARANG BUKTI
NO. DOKUMEN SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 3/6 TANGGAL TERBIT : Mei 2016
4. Alat
4.1 Komputer 4.2 Printer 4.3 Alat Tulis 4.4 Lak
4.5 Berbagai administrasi penyidikan 4.6 Tali atau benang
4.7. Perturator (plong) 4.8 Gunting dan lilin 5. Prosedur
5.1 Tatacara Proses Penyimpanan dan Perawatan Barang Bukti.
a. Penyidik/Penyidik Pembantu menyerahkan Copy Surat perintah Sita Barang Bukti dan Berita Acara Penitipan Barang Bukti serta menyerahkan Surat Tanda Terima BB ke Petugas Pengelola Barang Bukti dan Petugas pengelola BB melakukan pengecekan;
b. Simpan Barang Bukti di Ruang Simpan Barang Bukti;
c. Catat dalam buku register
5.2 Tatacara Proses Pengeluaran dan Penyerahan Barang Bukti.
Barang bukti dikeluarkan dari ruang penyimpanan barang bukti, atas permintaan penyidik/penyidik pembantu, untuk selanjutnya diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum, untuk dilelang atas ijin Ketua Pengadilan, untuk dimusnahkan atau diserahkan kembali kepada yang berhak, dengan langkah-langkah sebagai berikut:
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN BARANG BUKTI
NO. DOKUMEN SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 4/6 TANGGAL TERBIT : Mei 2016
a. Penyidik menunjukkan Tanda Terima Barang Bukti kepada petugas.
b. Petugas mengambil barang bukti sesuai dengan permintaan Penyidik/Penyidik Pembantu yang tertuang dalam Bon Pengambilan Barang Bukti, Berita Acara dan Surat Tanda Terima.
c. Penyidik melakukan pengecekan terhadap barang bukti, apakah sesuai dengan permintaan.
d. Penyidik membuat Berita Acara Pengambilan Barang Bukti yang ditandatangani oleh Penyidik dan petugas.
e. Petugas mencatat pengambilan barang bukti.
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN BARANG BUKTI
NO. DOKUMEN SOP-DIT RESKRIMSUS
NO. REVISI 00
HALAMAN 5/6 TANGGAL TERBIT : Mei 2016
6. Mekanisme Penyimpanan Barang Bukti
PENYIDIK/PENYIDIK PEMBANTU
-COPY SURAT PERINTAH SITA BARANG BUKTI - BERITA ACARA PENITIPAN BARANG BUKTI
SERAHKAN SURAT TANDA TERIMA BB
PETUGAS PENGELOLA
BARANG BUKTI
SETELAH TERIMA BARANG BUKTI
LAKUKAN CEK
SERAHKAN SURAT TANDA TERIMA BB SIMPAN BARANG BUKTI
DI RUANG SIMPAN BARANG BUKTI CATAT DALAM BUKU
REGISTER
PENGELOLAAN DAN PENYIMPANAN TANGGAL TERBIT : Mei 2016
7. Mekanisme Pengeluaran dan Penyerahan Barang Bukti
1. BON DARI ATASAN PENYIDIK
2. COPY SURAT
PENGIRIMAN TSK DAN BB
3. BERITA ACARA
PENGAMBILAN BARANG BUKTI
PENYIDIK / PENYIDIK PEMBANTU SETELAH TERIMA BARANG
BUKTI LAKUKAN CEK
PETUGAS PENGELOLA
BARANG BUKTI
AMBIL BARANG BUKTI DI RUANG SIMPAN BARANG
BUKTI
PEMERIKSAAN ADMINISTRASI PINJAM
PAKAI BARANG BUKTI
CATAT DALAM BUKU REGISTER
SERAHKAN BARANG BUKTI UNTUK SEPERTI SAAT MENERIMA DALAM KEADAAN
TERBUNGKUS DAN BERLABEL BARANG BUKTI
PEMBLOKIRAN REKENING TINDAK