• Tidak ada hasil yang ditemukan

HRD Ammirudin MR

C. Karakteristik Responden

2. Menguji dan Memahami Sub Struktural II

Adapun rumus model persamaan sub struktural I adalah sebagai berikut :

Z =

ρ

zx1 X1 +

ρ

zy Y +

ρ

zx2 X2 +

ρ

z Є2

Berdasarkan hasil perhitungan dengan menggunakan SPSS, diperoleh hasil sebagai berikut secara simultan dan parsial :

a. Koefisien Determinasi (Uji Kontirbusi Model)

Untuk melihat seberapa besar kontribusi variabel Promosi Penjualan, Store Atmosphere, dan Shopping Emotion terhadap Impulse Buying Kita akan melihat hasil perhitungan dalam Model Summary, khususnya angka Adjusted R Square di bawah ini :

Tabel 4.42 Model Summary Model R R Square Adjusted R

Square

Std. Error of the Estimate

1 .528a .279 .241 3.496

a. Predictors: (Constant), Shoping Emotion (Y), Store Atmosphere (X2), Promosi Penjualan (X1)

Besarnya angka Adjusted R Square adalah 0,241. Angka tersebut digunakan untuk melihat besarnya kontribusi variabel promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion terhadap impulse buying dengan cara menghitung koefisien determinasi (KD) menggunakan rumus sebagai berikut:

KD = r2 x 100% KD = 0,241 x 100% KD = 24,1%

Angka tersebut mempunyai maksud bahwa promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion berkontribusi terhadap impulse buying sebesar 24,1%, sedangkan sisanya sebesar 75,9% (100% - 24,1%) disumbangkan oleh faktor lain. Dengan kata lain, variabel impulse buying yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel promosi penjualan, store atmosphere dan shopping emotion sebesar 24,1% sementara pengaruh sebesar 75,9% disebabkan oleh variabel-variabel lain di luar model ini. b. Melihat pengaruh Promosi Penjualan (X1), Store Atmosphere (X2), dan

Shopping Emotion (Y) secara parsial terhadap

Untuk melihat besarnya pengaruh variabel promosi penjualan, store atmosphere dan shopping emotion secara parsial terhadap impulse buying digunakan Uji t dibawah ini :

Tabel 4.43 Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients T Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 10.737 5.264 2.040 .046 Promosi Penjalan .131 .188 .105 .696 .489 Store Atmosphere .049 .116 .051 .425 .673 Shopping Emotoin .416 .138 .451 3.017 .004 a. Dependent Variable: Impulse Buying

Sumber: Data Primer diolah, 2015

1). Pengaruh antara promosi penjualan dengan impulse buying. Hipotesisnya :

HO : Tidak ada pengaruh antara promosi penjualan terhadap impulse buying

HA : Ada pengaruh antara promosi penjualan terhadap impulse buying Pengujian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

a). Membandingkan besarnya angka t hitung dengan t tabel, t hitung didapat sebesar 0,696 dan t tabel diperoleh sebesar 2,0017. Dengan ketentuan Derajat Kebebasan (DK) = n-2, atau 60-2 = 58 menghasilkan t tabel sebesar 2,0017. Dengan kriteria uji hipotesis :

Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak

Dari hasil perhitungan didapatkan angka t hitung sebesar 0,696 t tabel 2,0017 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada pengaruh antara promosi penjualan, dengan impulse buying.

Berdasarkan hasil dari perhitungan pada tabel coefficients angka signifikansi (Sig) untuk promosi penjualan adalah 0,489 angka tersebut menunjukkan bahwa nilai taraf signifikansi 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai taraf signifikansi (Sig) [0,05 ≤ 0,489] maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya tidak ada pengaruh antara promosi penjualan dengan impulse buying. Besarnya pengaruh besarnya pengaruh promosi penjualan terhadap impulse buying sebesar 0,105 atau 10,5%. Hal ini tidak sesuia dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh tjiptono, bahwa promosi penjualan berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying atau pembelian tak terencana. Dengan kata lain promosi penjualan yang dilakukan Matahari department store cabang Mal Pondok gede tidak dapat membentuk perilaku impulsif buying pada konsumen.

2). Pengaruh antara store atmosphere dengan impulse buying. Hipotesisnya :

HO : Tidak ada pengaruh antara store atmosphere terhadap impulse buying HA : Ada pengaruh antara store atmosphere terhadap impulse buying Pengujian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

b). Membandingkan besarnya angka t hitung dengan t tabel, t hitung didapat sebesar 0,425 dan t tabel diperoleh sebesar 2,0017. Dengan ketentuan Derajat Kebebasan (DK) = n-2, atau 60-2 = 58 menghasilkan t tabel sebesar 2,0017. Dengan kriteria uji hipotesis :

Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak

Dari hasil perhitungan didapatkan angka t hitung sebesar 0,425 t tabel 2,0017 sehingga Ho diterima dan Ha ditolak, berarti tidak ada pengaruh antara store atmosphere, dengan impulse buying.

Berdasarkan hasil dari perhitungan pada tabel coefficients angka signifikansi (Sig) untuk store atmosphere adalah 0,673 angka tersebut menunjukkan bahwa nilai taraf signifikansi 0,05 lebih kecil atau sama dengan nilai taraf signifikansi (Sig) [0,05 ≤ 0,673] maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya tidak ada pengaruh antara store atmosphere dengan impulse buying. Besarnya pengaruh besarnya pengaruh store atmosphere terhadap impulse buying sebesar 0,051 atau 5,1%. Hal ini tidak sesuia dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh kurniawati, bahwa store atmosphere tidak berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying atau pembelian tak terencana. Dengan kata lain store atmosphere atau suasana toko yang dibentuk Matahari Department Store Cabang Mal

Pondok Gede tidak dapat membentuk perilaku impulsif buying pada konsumen.

3). Pengaruh antara shopping emotion dengan impulse buying. Hipotesisnya :

HO : Tidak ada pengaruh antara shopping emotion terhadap impulse buying

HA : Ada pengaruh antara shopping emotion terhadap impulse buying Pengujian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

c). Membandingkan besarnya angka t hitung dengan t tabel, t hitung didapat sebesar 3,017 dan t tabel diperoleh sebesar 2,0017. Dengan ketentuan Derajat Kebebasan (DK) = n-2, atau 60-2 = 58 menghasilkan t tabel sebesar 2,0017. Dengan kriteria uji hipotesis :

Jika t hitung > t tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima. Jika t hitung < t tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak

Dari hasil perhitungan didapatkan angka t hitung sebesar 3,017 t tabel 2,0017 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, berarti tidak ada pengaruh antara shopping emotion, dengan impulse buying.

Berdasarkan hasil dari perhitungan pada tabel coefficients angka signifikansi (Sig) untuk shopping emotion adalah 0,004 angka tersebut menunjukkan bahwa nilai taraf signifikansi 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai taraf signifikansi (Sig) [0,05 ≥ 0,004] maka H0 diterima dan Ha ditolak.

Artinya ada pengaruh antara shopping emotion dengan impulse buying. Besarnya pengaruh besarnya pengaruh shopping emotion terhadap impulse buying sebesar 0,451 atau 45,1%. Hal ini sesuia dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Winawati dan Saino, bahwa shopping emotion berpengaruh positif dan signifikan terhadap impulse buying atau pembelian tak terencana. Dengan kata lain shopping emotion atau emosional konsumen saat berbelanja dapat mempengaruhi impulsif buying atau pembelian tak terencana yang dilakukan konsumen.

c. Melihat pengaruh Promosi Penjualan (X1), Store Atmosphere (X2), dan Shopping Emotion (Y) secara simulta terhadap Impulse Buying (Z)

Untuk mengetahui apakah model regresi di atas sudah benar atau masih salah, diperlukan uji hipotesis. Uji hipotesis menggunakan angka F sebagaimana tertera pada tabel berikut ini :

Tabel 4.44 ANOVAa Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig. 1 Regression 265.214 3 88.405 7.233 .000b Residual 684.436 56 12.222 Total 949.650 59

a. Dependent Variable: Impulse Buying (Z)

b. Predictors: (Constant), Shopping Emotion (Y), Store Atmosphere (X2), Promosi Penjualan (X1)

Hipotesisnya adalah sebagai berikut :

HO : Tidak ada pengaruh antara promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion dengan impulse buying

HA : Ada pengaruh antara promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion dengan impulse buying

Pengujian dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

2) Membandingkan besarnya angka F hitung dengan F tabel pada model anova, F penelitian didapat sebesar 7,233 dan F tabel diperoleh sebesar 2,77. Dengan ketentuan derajat kebebasan = (k-1) (n-k) atau df1 = k – 1 dan df2 = n – k dimana df1 = 4 – 1 = 3 dan df2 = 60 – 3 = 57. Jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak dan Ha diterima.

Jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Dari hasil perhitungan didapatkan angka F hitung sebesar 7,233 > F tabel 2,77 sehingga Ho ditolak dan Ha diterima, berarti ada pengaruh antara promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion terhadap Impulse buying.

Berdasarkan hasil dari perhitungan pada tabel anova angka signifikansi (Sig) adalah 0,000 angka tersebut menunjukkan bahwa nilai taraf signifikansi 0,05 lebih besar atau sama dengan nilai taraf signifikansi (Sig) [0,05 ≥ 0,000] maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berarti, ada pengaruh antara promosi penjualan, store atmosphere, dan shopping emotion terhadap impulse buying

Persamaan struktural 2 menjadi :

Z = 0,105 X1 + 0,451 Y + 0,051 X2 + 0,849 Є2

Angka residu sebesar 0,849 diperoleh dari√1 – R2 √1 – 0,279 = 0,849

3. Analisis Korelasi

Tabel 4.45

Sumber: Data Primer diolah, 2015

a. Korelasi antara Promosi penjualan dengan store atmosphere

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel promosi penjualan dengan store atmospher sebesar -0,168. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat 0,40 – 0,599 : korelasi cukup kuat 0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar -0,168 mempunyai maksud hubungan antara variabel promosi penjualan dengan store atmosphere tidak mempunyai korelas karena hasilnya negatif. Korelasi kedua variabel bersifat tidak signifikan karena angka signifikan sebesar 0,199 > 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

b. Korelasi antara Promosi penjualan dengan shopping emotion

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel promosi penjualan dengan shopping emotion sebesar 0,602. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat 0,40 – 0,599 : korelasi cukup kuat 0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar 0,602 mempunyai maksud hubungan antara variabel promosi penjualan dengan shopping emotion mempunyai korelasi yang kuat dan searah karena hasilnya positif. Korelasi kedua variabel bersifat signifikan karena angka signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

c. Korelasi antara Promosi penjualan dengan impulse buying

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel promosi penjualan dengan impulse buying sebesar 0,368. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat 0,40 – 0,599 : korelasi cukup kuat 0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar 0,368 mempunyai maksud hubungan antara variabel promosi penjualan dengan impulse buying mempunyai korelasi yang rendah dan searah karena hasilnya positif. Korelasi kedua variabel bersifat signifikan karena angka signifikan sebesar 0,004 < 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua

variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

d. Korelasi antara store atmospher dengan shopping emotion

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel store atmospher dengan shoping emotion sebesar 0,146. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat 0,40 – 0,599 : korelasi cukup kuat 0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar 0,146 mempunyai maksud hubungan antara variabel store atmospher dengan shopping emotion mempunyai korelasi yang sangat rendah dan searah karena hasilnya positif. Korelasi kedua variabel bersifat tidak signifikan karena angka signifikan sebesar 0,266 > 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel store atmospher dengan impulse buying sebesar 0,100. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat 0,40 – 0,599 : korelasi cukup kuat 0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar 0,100 mempunyai maksud hubungan antara variabel store atmosphere dengan impulse buying mempunyai korelasi yang sangat rendah dan searah karena hasilnya positif. Korelasi kedua variabel bersifat tidak signifikan karena angka signifikan sebesar 0,448 > 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

f. Korelasi antara shopping emotion dengan impulse buying

Berdasarkan perhitungan diperoleh angka korelasi antara variabel shopping emotion dengan impulse buying sebesar 0,522. Untuk menafsirkan angka tersebut, digunakan kriteria sebagai berikut :

0,80 – 1,000 : korelasi sangat kuat 0,60 – 0,799 : korelasi kuat

0,20 – 0,399 : korelasi rendah 0,00 – 0,100 : korelasi sangat rendah

Korelasi sebesar 0,522 mempunyai maksud hubungan antara variabel shopping emotion dengan impulse buying mempunyai korelasi yang cukup kuat dan searah karena hasilnya positif. Korelasi kedua variabel bersifat signifikan karena angka signifikan sebesar 0,000 < 0,05. Jika angka signifikan (sig.) < 0,05 maka hubungan kedua variabel signifikan, sebaliknya jika angka signifikan (sig.) > 0,05 maka hubungan kedua variabel tidak signifikan.

Gambar 4.3

Model Diagram Jalur Dengan Hasil Perhitungan

Promosi Penjualan (X1) Store Atmosphere (X2) Shopping Emotion (Y) 0,645 0,758 0,254 Є1 0,051 0,105 0,451 Impulse Buying(z) Є2 0,849 -0,168

Persamaan Sub Strukturalnya adalah:

Sub Struktural I : Y = 0,645X1 + 0,254 X2 + 0,758 Є1

Sub Struktural II : Z = 0,105 X1 + 0,451 Y + 0,051 X2 + 0,849 Є2

Pada Sub Struktur II, hasil analisis menunjukan ada koefisien jalur yang tidak signifikan pengaruhnya terhadap variabel impulse buying yaitu promosi penjualan dan store atmosphere, maka model sub struktural II perlu di perbaiki melalui metode trimming, dimaksudkan untuk menguji kebermaknaan setiap koefisien jaur yang telah dihitung. Apabila koefisien jalur yang dihitung tidak signifikan, perhitungan diulang kembali dengan cara menghilangkan jalur yang tidak signifikan tersebut yaitu mengeluarkan variabel promosi penjualan dan store atmosphere yang dianggap tidak signifikan terhadap variabel impulse buying.

Dokumen terkait