• Tidak ada hasil yang ditemukan

MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM Terus Berlanjut

Dalam dokumen 23-24 September 2021 (Halaman 69-72)

Industry.co.id Online Kamis, 23 September 2021

64

Dijelaskan Airlangga bahwa pada masa pandemi saat ini banyak UMKM yang terdampak usahanya. Namun seiring dengan upaya pemerintah dalam mendorong pemulihan ekonomi melalui berbagai program strategis terbukti efektif mampu membantu UMKM bangkit kembali. Program-program yang digulirkan tersebut dipastikan akan terus berlanjut sehingga diharapkan UMKM tetap bisa menjadi bantalan bagi perekonomian nasional di tengah masa sulit seperti saat ini."Mayoritas UMKM memang tidak luput dari dampak negatif meski ada beberapa sektor yang tumbuh positif. Dibandingkan tahun 2020 tahun ini sebanyak 84,8 persen UMKM sudah beroperasi normal kembali dan 40 persennya menggunakan jaringan marketplace untuk memasarkan produknya," ulasnya.

Kolaborasi Kunci Sukses Digitalisasi UMKM Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UKM, Siti Azizah mengungkapkan, pandemi Covid-19 mengakselerasi tingkat adopsi digital, membuat UMKM mau tidak mau harus masuk ke ekosistem digital. Menurutnya, pemerintah dalam hal ini Kemenkop UKM telah menggelar berbagai program untuk mendorong digitaliasi UMKM. Selain program masing-masing kementrian dan BUMN pemerintah menggelar program yang bersifat kolaboratif."Ada kolaborasi program digitalisasi UMKM lintas kementrian, Lembaga, instansi dan swasta seperti Kementrian BUMN, Keminfo, Kemenparekraf, Kemendag, dan Kemenkop UKM, berkolaborasi dengan pihak swasta seperti Gojek, Bukalapak, Grab, Facebook dan Whatsapp," ujar Siti.

Business Planning & Assurance Head BTPN Syariah, Dewi Nuzulianti mengungkapkan, keterlibatan BTPN Syariah dalam literasi digital UMKM adalah dengan memberikan pendampingan dengan memperkenalkan pembelajaran daring berupa entrepreneurship traning, exebition, sertification dan entrepreneur & UKM competition. Selain itu bank yang mayoritas nasabahnya adalah pelaku UMKM perempuan ini juga menyiapkan akses ke pasar digital dengan memberikan ruang untuk pelaku UMKM memasarkan produknya."Kami juga sudah memberikan akses ke digital market, kami menyiapkan berbagai program untuk menyalurkan barang-barang yang mereka jual melalui kami, kemudian kami teruskan ke Instagram dan ecommerce seperti Tokopedia dll. Selain itu kamu juga menyedikan ruang untuk mereka di aplikasi yang kami buat seperti Lapak Online BTPN Syariah (LOBI) dan Program Petani Tangguh," ujarnya.

Dewi menuturkan, dalam mewujudkan ekosistem digital UMKM di masa depan, perlu kolaborasi dari semua pihak, termasuk BTPN dalam mendorong digitalisasi UMKM sangat dibutuhkan. "Memang harus sama-sama untuk bagaimana kita membangun ekonomi digital ini, baik dari pihak regulator OJK, Lembaga dan BUMN serta kami dari pihak swasta Perbankan kita harus bekerjasama," ujarnya.Risjon Sunge, Kepala Dinas UMKM Perindustrian & Perdagangan Provinsi Gorontalo mengatakan, kolaborasi dengan berbagai pihak terlah dilakuan"Untuk membantu digitalisasi UMKM kami telah melakukan berbagai kegiatan yang difokuskan pada pembinaan dan pelatian digitalisasi. Kami memandang kolaborasi sangat penting dalam mendorong digitalisasi UMKM, terbaru kami akan berkolaborasi dengan Kadin Provinsi Gorontalo," jelasnya.

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021

65

Diskusi juga dihadiri pelaku Koperasi dan UMKM yang sukses yakni, Sri Susilowati Ketua Koperasi Wanita (Kopwan) Srikandi Purworejo. Sri menuturkan pihaknya sangat berterima kasih atas keterlibatan perbakan dalam pembinaan UMKM, karena kesuksesan Kopwan Srikandi yang produknya sudah di ekspor ke berbagai negara, tidak terlepas dari dukungan perbankan. Menruutnya, UMKM membutuhkan peran dari banyak institusi agar bisa tumbuh. Hal ini yang dialami Kopwan Srikandi, di awal beridirnya tahun 2015 pihak perbankan (BNI) sudah terlibat membantu.

"Keterlibatan BNI sudah sejak awal kami berdiri, BNI Purworejo telah membantu kami dari mengotrak hingga membangun kantor Kopwan Srikandi, BNI memberikan kepercayaan yang luar biasa kepada kami memberikan bantuan untuk pembangunan pabrik hingga modal kerja," ujarnya.Pengamat Ekonomi CORE Indonesia, Piter Abdullah menyoroti perkembangan bisnis digital di Indonesia yang cukup pesat. Menurutnya, dari hasil survey Core Indonesia kita tidak ketinggalan, dari sisi penetrasi internet, dari penetrasi mobile phone, dan juga perkembangan unicorn dan decacon Indonesia. "Kalo kita melihat dari sisi ini, kita justru harus berbangga karena perkembangan UMKM digital di Indonesia termasuk yang tercepat, karena itu kita punya target menjadi negara terkemuka dalam konteks ekonomi digital," jelasnya.

Sementara Staf Khusus Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Ryan Kiryanto mengatakan, sinergi dan kolaborasi antar lambaga dan akan semakin baik dan terarah dalam mendukung UMKM pada era digital saat ini. Hal ini menyusul hadirnya Keputusan Presiden (Kepres) No.15 tahun 2021, pada 8 September 2021, tentang pembentukan Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang diketuai"Kami mengajak semua pihak, baik otoritas, lembaga pemberintahan, pelaku industry keuangan dan seluruh masyarakat luas khususnya UMKM untuk bergerak bersama-sama seirama, untuk mensukseskan program andalan pemerintah yaitu, program Banga Buatan Indonesia. Program ini pada akhirnya adalah stimulan bagi keberlanjutan pelaku UMKM Indonesia

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021

E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 66

Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki menyebut bahwa pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari dampak pandemi Covid-19."(Yaitu) melalui kebijakan pembiayaan, pendampingan, penguatan kelembagaan melalui koperasi, akses pemasaran dan teknologi digitalisasi, serta kerja sama multipihak dengan berbagai lembaga," ujar dia dalam webinar secara virtual, , Kamis (23/9).

Menkop Teten mengatakan telah disediakan stimulus pembiayaan untuk UMKM baik yang belum bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha) dan yang sudah bankable.Pertama ialah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah tersalur Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha per 30 Juli 2020.Kedua, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen yang diperpanjang hingga Desember 2021. Ketiga, penyaluran KUR per 5 September sebesar Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target Rp253,64 triliun.Selanjutnya, pembiayaan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) per 17 September 2021 telah tersalur Rp1 triliun atau sekitar 64,72 persen dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi.Lalu, program pendanaan bagi usaha wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha kepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar.Selan itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong UMKM untuk bertransformasi ke digital.

"Transformasi digital menjadi kunci pemulihan dan ekonomi sektor UMKM selama pandemi dan pascapandemi," ungkap dia.Riset World Bank menyebutkan, ucap Teten, 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan yang baik di masa pandemi.Hingga saat ini, dijelaskan UMKM yang onboarding ke ekosistem digital telah mencapai 15,9 juta atau naik 7,9 juta selama pandemi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target 30 juta UMKM onboarding di tahun 2024. "Digitalisasi merupakan media percepatan perluasan akses pembiayaan UMKM," utaranya.

Menkop juga memaparkan terkait survei Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa digitalisasi juga meningkatkan inklusi keuangan melalui e-wallet dan virtual account.Percepatan digitalisasi UMKM dilakukan antara lain melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan pasar digital UMKM bersama BUMN.Selanjutnya, dinyatakan pula pembiayaan UMKM oleh perbankan yang terbesar pada skala usaha menengah atau 44 persen dari total kredit UMKM.

Menkop Teten Beberkan Upaya Pemerintah Percepat

Dalam dokumen 23-24 September 2021 (Halaman 69-72)