23-24 September 2021
i
Daftar Isi
Kabar Gembira, Kabar Gembira! Hai Pebisnis Produk Olahan Kopi Lampung, Daftar Yuk!...….……….…..1
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat……….…..……..………5 Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat……….………..……..………8 Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat……….………..………12 LPDB-KUMKM Usung Lima Strategi Ini Guna Percepatan
Penyaluran Dana Bergulir………...………..……..……..15 Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat, LPDB-KUMKM Percepat Penyaluran Dana Bergulir………...………..……..……..17
Pelaku UMKM Dilatih Ekspor-Impor………….………..……..……..20
Pemerintah berupaya percepat pemulihan UMKM terdampak pandemic……….………..……..……..22 Menkop Teten: Pemerintah terus berupaya percepat pemulihan UMKM………..……..…….24 Pemerintah berupaya percepat pemulihan
UMKM...………..……..……..26 Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB-KUMKM Gelar Rakor……….………..……..……..28 DWP KemenKopUKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi Covid-19...………..……..……..31 DWP KemenKopUKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi Covid-19...………..……..……..32 Penyaluran KUR Sentuh Rp177,7 Triliun kepada 4,8 Juta
Debitur………..………..……..…….33
ii
Daftar Isi
LPDB Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir di
Daerah……….…36
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
DWP KemenKopUKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi Covid-19...……..……..37 MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah Ke Sektor UMKM Akan Terus Berlanjut………..……..……39 Saat Pandemi UMKM Perlu Bantuan, LPDB Terus Salurkan Dana Bergulir...………..……..……42 didukung Bank BNI, DWP KemenKopUKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi...………..……..……43 MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah Ke Sektor UMKM Akan Terus Berlanjut………..……..……45 Perbankan Diminta Lebih Agresif Kucurkan Pembiayaan ke UMKM………..……..……47 Strategi Pemerintah Percepat Pemulihan
UMKM...………..……..……49 Pemerintah Berupaya Percepat Pemulihan
UMKM...………..……..……51 MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah Ke Sektor UMKM Akan Terus Berlanjut………..……..……54 Asik, MenKopUKM Tegaskan Bantuan ke Sektor UMKM Terus Berlanjut………...………..……..……56 MENKOP UKM PASTIKAN BANTUAN PEMERINTAH KE UMKM AKAN TERUS BERLANJUT...………..……..……57 MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah Ke Sektor UMKM Akan Terus di Tingkatan……….………..……..…….60 Menkop Teten: Bantuan Pemerintah Ke Sektor UMKM Terus Berlanjut………..………..……..…….63
iii
Daftar Isi
MenKopUKM Tegaskan Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM Terus Berlanjut……….…..66
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
Menkop Teten Beberkan Upaya Pemerintah Percepat Pemulihan UMKM di Tengah Pandemi………..……68 Menkop dan UKM Teten Tegaskan Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM Akan Terus Berlanjut………….………..……..……71 Dukung Kebangkitan UMKM, Teten Masduki Tegaskan Bantuan Pemerintah Terus Berlanjut………..……..……74 Kemenkop UMK Tegaskan Bantuan ke Sektor UMKM Terus Akan Berlanjut………..………..……..……76 Bantuan Fiskal untuk UMKM Melalui Program PEN Terealisasi Rp52,9 Triliun……….………..……..……78 Jadi Tumpuan Perekonomian Saat Pandemi, Pemerintah Fokus Bantu UMKM………...………..……..……79 Pemerintah Catat Bank Penyalur Dana KUR Capai
Rp 177,71 T...………81 Pemerintah Tak Pernah Berpaling, Menkop Teten Jamin Bantuan untuk UMKM Terus Berlanjut……….………..……..……83 Menkop: Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM akan Terus Berlanjut………...………..……..……85 Di Tengah Pandemi, UMKM Harus Jadi Bantalan
Ekonomi………...………..……..……88 Tak Ada Upaya Terobosan, Menaikkan Kelas UMKM Hanya Kiasan Semata!...………..……..……90 DWP KemenKopUKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi Covid-19...………..……..…….91 Menkop: Perhatian ke Sektor UMKM Terus
Ditingkatkan...………..……..…….92
iv
Daftar Isi
Pemerintah Terus Lanjutkan Bantuan Bagi
UMKM……….……….….….95
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
Bantuan Pemerintah ke Sektor UMKM akan Terus
Berlanjut……….……..……98 Pemerintah Dorong Perbankan Beri Pembiayaan UMKM Hingga 30 Persen……….………..……..……100 Dharma Wanita Kemenkop Gelar Baksos di Masa
Pandemi………..……..…...101 Kabar Gembira! Menkop UKM Tegaskan Bantuan untuk UMKM Terus Berlanjut………...………..……..…...103 Ini Beberapa Program Pemerintah untuk Pulihkan UMKM dari Dampak Pandemi………...………..……..…...104 Bantuan UMKM Berlanjut, Ini Cara dapat KUR 100 Juta Bunga 3 Persen Tanpa Jaminan……….………..……..…..106 Pemerintah Tingkatkan Bantuan sektor
UMKM………..……..…..108 Dorong Tingkatkan Penyaluran Dana Bergulir, LPDB Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat……….………..……..…..110 DWP KemenKop UKM Gelar Baksos Berbagi di Masa Pandemi Covid-19...………..……….…111 Pelaku UMKM Dilatih Ekspor-
impor...………..……….…112 Bantuan ke UMKM Akan Terus
Berlanjut...………..……….…113 Bantuan Pemerintah Ke UMKM Terus
Berlanjut...………..……….…114 Pemerintah Berupaya Percepat Pemulihan
UMKM...………..……….…115
v
Daftar Isi
JAWAB KEBUTUHAN SEKTOR
PRODUKTIF……….……….….….116
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 1
BANDARLAMPUNG, (LV)Hai kalian pebisnis, pemilik/pengelola usaha mandiri industri kecil menengah dan usaha kecil menengah (IKM-UKM) perkopian Bumi Ruwa Jurai!
Jangan lewatin kesempatan emas ini.Pagi-pagi ogah ambyar, scroll unggahan media sosial, pada Kamis 23 September 2021 pagi ini, pasang mata redaksi terpicing sontak berbinar, melalap habis warta anyar dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung satu ini."Tabik pun. Sahabat IKM/UKM Lampung Berjaya. Salam Semangat. Dalam rangka peringatan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober 2021, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung bersama Komunitas IKM Kopi akan mengadakan kegiatan Kampanye Minum Kopi Lampung (Lampung Black Coffee Campaign)," ujar warta organisasi perangkat daerah Pemprov Lampung pimpinan Kadis Elvira Umihani ini.
Dari itu, dinas yang berkantor di Jl Cut Mutia Nomor 44 Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Telukbetung Utara, Bandarlampung tersebut meminta sejumlah data guna pembaruan basis data calon peserta kegiatan."Untuk itu kami perlu mendata IKM produk olahan kopi untuk ikut serta menampilkan produk dan membagikan minum kopi secara gratis kepada masyarakat Lampung pada acara tersebut," sambung warta.Adapun teknisnya, cukup isi formulir daring. "Silahkan mengisi formulir secara online melalui link https://bit.ly/formulirdaycoffee1. Jika link tidak bisa di klik otomatis, silakan ketik manual alamat link tersebut di Google. Demikian, terimakasih atas kerja samanya," pungkas warta.Untuk pengingat, persis setahun lalu, atau tepatnya Rabu 23 September 2020, Gubernur Lampung Arinal Djunaidi, dalam Webinar Solusi Penyerapan dan Pembiayaan Kopi ditengah Pandemi, saat kesempatan bicara menyebut kopi satu dari tiga komoditi produk unggulan Lampung, selain lada dan kakao.Ujar gubernur, produksi kopi Lampung 2019 sebesar 110. 291 ton -dengan 99,97 persen dari total produksi disumbang jenis Robusta, total luas lahan sebanyak 156. 821 hektare.
Lampung, provinsi penghasil kopi terbesar kedua di Indonesia."Kami akan mendorong agar para petani kopi menggunakan lahan pertanian, karena saat ini petani kopi sebagian besar berasal dari hutan, sebaran kopi Lampung sebagian besar terdapat di hutan.
Sehingga belum sepenuhnya tersentuh teknologi," beber dia.Soal hilirisasi, orang nomor satu di Pemprov Lampung ini optimistis, dengan hilirisasi sektor pertanian ke lahan rakyat, kapasitas produksi lahan ditarget naik menjadi 4 ton per hektar dari 0,7 ton.
Kabar Gembira, Kabar Gembira! Hai Pebisnis Produk Olahan Kopi Lampung, Daftar Yuk!
Lampungvisual.com Online Kamis, 23 September 2021
2
"Kopi ditingkatkan dari 0,7 ton per hektar saat ini menjadi 4 ton per hektar di kawasan lahan rakyat, di mana teknologi untuk meningkatkan produktivitas bisa diterapkan," tegas Arinal.Tak sendiri, seperti disitat dan diakses ulang dari laman kementerian, hadir membersamai Arinal Djunaidi kesempatan itu, sahibul hajat Menteri Koperasi UKM Teten Masduki setala.Kopi, sebut sang menteri, menjadi salah satu komoditi prioritas dalam pengembangan Koperasi dan UMKM, karena melibatkan banyak pelaku usaha mikro.
Berdasar data Badan Pusat Statistik 2018, sebanyak 96,6 persen lahan kopi di Indonesia dikuasai oleh perkebunan rakyat (petani mikro dan kecil), 2,02 persen perkebunan swasta dan 1,86 persen oleh perkebunan besar milik negara."Petani kopi di Indonesia mencapai 1,3 juta orang, urutan ketiga di dunia setelah Ethiopia dan Uganda," papar Kang Teten, sapaannya, saat itu membeberkan pula keberdalaman dampak parah pandemi Covid-19 terhadap petani kopi, dimana meski produksi tinggi, nun terkendala akibat daya serap menurun."Ini dilatarbelakangi pemahaman, banyak komoditi pangan tak terserap, daya beli dan ekspor turun. Kami lihat salah satunya kopi, padahal produksi sedang baik. Nun karena hadapi pandemi, penyerapan terganggu," ujar Teten, diangguki Direktur Utama Lembaga Pembiayaan Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM) Supomo, Plt.
Gubernur Nangroe Aceh Darussalam, Nova Iriansyah, Atase Perdagangan KBRI Kairo Mesir, Imam Adi Purwanto, Direktur Bisnis Kecil, Ritel dan Menengah BRI, Priyastomo, dan pengurus koperasi dan pengusaha kopi se-Indonesia, rekan webinar Arinal lainnya.KemenkopUKM, tegas Teten, sesuai dengan penugasan Presiden Joko Widodo (Jokowi), terus mendorong perkuatan kelembagaan dengan membentuk koperasi petani kopi.
Hal itu jadi satu solusi atasi permasalahan petani kopi saat ini, di antaranya kesulitan menjual produk, hingga faktor pembiayaan."Saya dorong agar di setiap daerah petaninya tergabung koperasi. Saya ditugasi Presiden memperkuat koperasi pangan dan produksi, terutama sektor pertanian, perikanan, dan perkebunan. Kopi, salah satu keunggulan domestik, kita perkuat kelembagaannya," gugah Teten, menegaskan pula koperasi dengan perkuatan LPDB-KUMKM akan jadi off taker (pembeli barang) produk pertanian, sehingga akan terdapat perlindungan dari sisi pasar: produk akan dibeli oleh koperasi."Terjadi sekarang, petani kesulitan jual produk. Kami rancang kelembagaan, hingga penjualan produk dapat diintegrasi dengan koperasi, agar petani tak lagi alami kesulitan penjualan," ujar dia lagi, menyebut pihaknya akan terus berkomunikasi ke Kementerian Pertanian terkait penyediaan bibit unggul, peningkatan penanaman, dan penyuluhan demi kesejahteraan petani. Kopi.
Nah, pembaca, sementara itu, kita tarik lagi lebih silam ke belakang, 15 Desember 2016.
Disitat dari laman resmi Pemprov Lampung, ekonom FE Unila Asrian Hendicaya saat itu kembali menginjeksi pentingnya reorientasi paradigma pelaku UMKM-IKM termasuk di sektor pertanian, untuk juga mulai fokus upaya pengolahan hasil produksinya, guna memberi nilai tambah ekonomi.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
3
"Hasil UKM itu kan dominan primer, misal dia petani padi jualnya gabah, kalau dia petani kopi jual biji kopi, kalau petani singkong jual singkong mentah. Artinya agar nilai tambah ekonomi kita meningkat itu harus diolah, nah kebijakan pemerintah provinsi mendorong upaya untuk pengolahan produk," ujar periset Pusiban Lampung ini, berharap pengolahan produk mentah berimbas muara peningkatan lapangan kerja lingkungan sekitar.Hari ini, asa berwujud industri pengolahan dimaksud termasuk didalamnya di sektor perkopian Lampung, selain ada yang gugur ambruk digebluk pagebluk, tak sedikit pula yang bertahan, bangkit, menggeliat. Fakta jamak industrialisme kopi dunia.
Balik seputar warta kegiatan, ingat tahun lalu Pemprov Lampung melalui Disperindag juga menaja Festival Kopi Lampung 2020, yang dipusatkan di salah satu hotel berbintang di Bandarlampung, pada 4-5 November 2020.Festival berisi tangkai Kejuaraan Barista Lampung, Lomba Tata Hidang Makanan Berbahan Kopi, pameran produk UMKM-IKM Kopi Lampung itu, diabdikan sebagai bagian fasilitasi perbantuan Pemprov Lampung dalam membangkitkan kembali semangat industri kopi Lampung terimbas pandemi.Simak saja harapan Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Lampung, Riana Sari Arinal, saat pembukaan festival.Wanita anggun, hijabers jebolan FH Unila itu anggun pula pengharapan. "Melalui Festival Kopi Lampung 2020 ini, diawali Kejuaraan Barista dan Lomba Tata Hidang Makanan Berbahan Kopi ini, diharapkan akan mampu meningkatkan nilai tambah dan brand image (imaji jenama) kopi Robusta Lampung, serta meningkatkan pemasaran produk baik offline maupun online. Juga tumbuh inovasi- inovasi baru dalam mengembangkan olahan kopi di kalangan masyarakat Indonesia, sehingga dapat meningkatkan konsumsi kopi per kapita dalam negeri," ekspektasi Riana Sari.
Sebut Riana saat itu, dari Kejuaraan Barista misal, nantinya bisa hasilkan menu racikan minuman kopi berbahan baku khas Lampung hingga Lampung punya satu menu wajib minuman kopi Lampung yang disajikan oleh hotel dan coffee shop yang ada di sini. Pun, Lomba Tata Hidang Makanan Berbahan Kopi. Bisa memunculkan menu baru bahan dasar kopi dan kemudian dijadikan menu alternatif pilihan pengusaha kuliner Lampung."Anak-anak ini memang kreatif, mereka anak muda yang akan menjadi penerus bangsa. Ajang seperti ini beri kesempatan mereka berinovasi, kreatif, bisa percaya diri, nantinya bisa mengembangkan usahanya sendiri," ujar Riana, menujukannya pada para siswa-siswi SMK di Lampung, peserta tangkai even itu.Diketahui, Pemprov Lampung juga berikan ruang usahawan muda dan IKM kopi, untuk memasarkan beragam produk andalan dan unggulannya di Galeri Dekranasda Lampung, Jl Ir Juanda, Pahoman, Bandarlampung, dan mempersiapkan ruang di rest area Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) bagi para pengusaha IKM-UMKM termasuk kopi.Nah, soal besaran potensi, tumbuhkembang, serta capaian prestasi industri perkopian Lampung hari ini, banyak pihak menilai, terpenting, kesemuanya harus tetap terus senantiasa disyukuri.
Petik dan ambil hikmah terbaik dari gelegar pandemi.Bahwa pandemi ialah seseram- seramnya interupsi, banyak orang berkata bijak, saat yang sama hendaklah lekas pindah ikatan, dari itu segera kencangkan ikat pinggang, dan perlakukanlah pandemi selaku sebaik-baiknya mahaguru inovasi, bagi dua proses produksi dan distribusi, dan bukan lagi an sich sekadar eksperimentasi.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
4
Pendek kata, bilamana secara sadar kita posisikan diri sebagai manajer risiko, maka bila pandemi ini tantangan, tugas sejarah kita pula merubahnya menjadi peluang. Kendala lapangan pebisnis kopi terbentang, dapat ditangkap sebagai peluang emas bagi yang jeli membidik potensi, bakal pundi uang sekaligus taja diri jadi bagian bentang solusi.Dari itu, bukan semata sekadar merawat capaian hasil kini didapat, menjaga jejaring dan apatah demi itu-ini yang lain, bagi para pebisnis/pengusaha olahan kopi Lampung yang sadar jejaring sadar promosi, warta Disperindag ini patut disambut korespondensi.Masih lapang waktu, sepekan kedepan. Salam coffepreneurs, salam kopilovers! [red/Muzzamil]
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 5
Dalam meningkatkan penyaluran dana bergulir di Provinsi Jawa Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Dinas Koperasi di Provinsi, hingga Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan juga gerakan koperasi se Jawa Barat.LPDB-KUMKM sebagai Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya melayani koperasi di seluruh Indonesia. Sebab, saat ini Koperasi maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia sangat perlu bantuan, dukungan pembiayaan atau permodalan untuk keluar dari kesulitan akibat pandemi.Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi di wilayah Jawa Barat akan memberikan sinergi bersama dalam membantu koperasi-koperasi mengakses pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini semoga akan memberikan informasi yang jelas terkait dengan penyaluran dana bergulir dan program LPDB-KUMKM kepada koperasi-koperasi di Jawa Barat. Dan semoga dengan adanya rapat seperti ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka," ujar Kusmana saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat.Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM, dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah."Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka.Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal.
Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir,
LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat
Mediasionline.com Online Kamis, 23 September 2021
6
"Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB- KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia.
"Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.
Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional."Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
7
Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir."Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB- KUMKM," pungkasnya.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 8
Dalam meningkatkan penyaluran dana bergulir di Provinsi Jawa Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Dinas Koperasi di Provinsi, hingga Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan juga gerakan koperasi se Jawa Barat.LPDB-KUMKM sebagai Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya melayani koperasi di seluruh Indonesia. Sebab, saat ini Koperasi maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia sangat perlu bantuan, dukungan pembiayaan atau permodalan untuk keluar dari kesulitan akibat pandemi.Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi di wilayah Jawa Barat akan memberikan sinergi bersama dalam membantu koperasi-koperasi mengakses pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini semoga akan memberikan informasi yang jelas terkait dengan penyaluran dana bergulir dan program LPDB-KUMKM kepada koperasi-koperasi di Jawa Barat. Dan semoga dengan adanya rapat seperti ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka," ujar Kusmana saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat.Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM, dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah
."Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka.Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal.
Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir,
LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat
Globalnews.id Online Kamis, 23 September 2021
9
"Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB- KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia."Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.
Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional."Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB- KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
10
Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka. Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir."Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB- KUMKM," pungkasnya.
"Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB- KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia."Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional."Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
11
Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka.
Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir."Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB- KUMKM," pungkasnya.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 12
Dalam meningkatkan penyaluran dana bergulir di Provinsi Jawa Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Dinas Koperasi di Provinsi, hingga Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan juga gerakan koperasi se Jawa Barat.LPDB-KUMKM sebagai Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya melayani koperasi di seluruh Indonesia.
Sebab, saat ini Koperasi maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia sangat perlu bantuan, dukungan pembiayaan atau permodalan untuk keluar dari kesulitan akibat pandemi.Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi di wilayah Jawa Barat akan memberikan sinergi bersama dalam membantu koperasi-koperasi mengakses pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini semoga akan memberikan informasi yang jelas terkait dengan penyaluran dana bergulir dan program LPDB-KUMKM kepada koperasi-koperasi di Jawa Barat. Dan semoga dengan adanya rapat seperti ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka," ujar Kusmana saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat.Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM, dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah.
"Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka.Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.
Dorong Peningkatan Penyaluran Dana Bergulir,
LPDB-KUMKM Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat
Indoposco.id Online Kamis, 23 September 2021
13
Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal."Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.
Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia."Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.
Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional.
"Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
14
Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka. Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir.
"Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM,"
pungkasnya
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 15
Direktur Utama Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) Supomo menjelaskan, pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM. Dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB- KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah. "Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Rabu (22/9).
Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal. "Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.
Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia. "Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM.
Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB- KUMKM," tambah Supomo.
LPDB-KUMKM Usung Lima Strategi Ini Guna Percepatan Penyaluran Dana Bergulir
Bisnisjakarta.od Online Kamis, 23 September 2021
16
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.
Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional. "Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 17
Dalam meningkatkan penyaluran dana bergulir di Provinsi Jawa Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Dinas Koperasi di Provinsi, hingga Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan juga gerakan koperasi se Jawa Barat.Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi di wilayah Jawa Barat akan memberikan sinergi bersama dalam membantu koperasi-koperasi mengakses pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini semoga akan memberikan informasi yang jelas terkait dengan penyaluran dana bergulir dan program LPDB-KUMKM kepada koperasi-koperasi di Jawa Barat. Dan semoga dengan adanya rapat seperti ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka," ujar Kusmana saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat.Sementara Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM, dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah.
"Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka.Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.
Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal."Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.
Gelar Rapat Koordinasi di Jawa Barat, LPDB-KUMKM Percepat Penyaluran Dana Bergulir
Eksplore.co.id Online Kamis, 23 September 2021
18
Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia."Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB- KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.
Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional.
"Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi," pungkas Supomo.Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
19
Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka. Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir.
"Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM,"
pungkasnya.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 20
Pemerintah dalam hal ini Kementerian Koperasi dan UKM (KemenkopUKM) menggelar Pelatihan Vocational Ekspor Impor Produk usaha kecil menegah (UKM) bagi para pelaku koperasi dan usaha mikro kecil dan menegah (UMKM) khususnya usaha mikro di sektor perikanan/peternakan secara hybrid di Kuningan, Jawa Barat (Jabar).Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Arif Rahman Hakim menyambut baik kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Kuningan karena sudah memberikan perhatian yang sangat besar pada pelaku usaha mikro dan kecil.
"Di tengah pandemi ekonomi, dari 27 kabupaten di Jabar, Kuningan adalah salah satu yang PDB-nya tumbuh positif. Ini tentu berkat kontribusi dari pelaku usaha mikro dan kecil. Jadi bapak ibu semua sudah sangat luar biasa di tengah pandemi selalu berupaya melakukan inovasi-inovasi sehingga bisa menyesuaikan dan beradaptasi dalam situasi yang tidak mudah sekarang ini," kata Arif.
Lebih lanjut, Arif menekankan agar potensi UMKM di Kuningan harus disusun dan direncanakan agar tumbuh. Sementara terkait infrastruktur, ada kebijakan dari pemerintah untuk infrastruktur publik mencakup jalan tol, stasiun, bandara, sebanyak 30 persen di antaranya dialokasikan untuk pelaku usaha mikro dan kecil dengan biaya sewa yang rendah. Ini adalah peluang yang perlu dimanfaatkan.Didalam PP 7/2021 juga telah diamanatkan untuk kegiatan pendampingan dan pembinaan usaha mikro untuk perizinan berusaha dan bantuan hukum.
Pemerintah menyediakan anggaran yang besar untuk meningkatkan kapasitas SDM, salah satunya melalui kebijakan kartu pra kerja."Di Kementerian Koperasi dan UKM juga ada informasi terkait pengembangan SDM pelaku usaha melalui edukukm.kemenkopukm.go.id. Maka saya mengajak para pelaku UMKM yang ingin menjadi pengusaha yang sukses harus mau menambah ilmu, peluang-peluang yang ada juga harus ditangkap," kata Arif.
Sedangkan mengenai pembiayaan, BI dan OJK sudah menetapkan kebijakan bahwa pembiayaan untuk usaha mikro dan kecil ini harus ditingkatkan. "Sekarang 20% akan ditingkatkan sampai 30% pada 2024. Artinya kita sebagai pelaku usaha harus menyiapkan diri untuk dapat mengakses kemudahan atas tersedianya pembiayaan, pendampingan. Pemerintah juga menyediakan pembiayaan melalui KUR, namun kita harus merancang usaha bisnisnya," tambah Arif.
Pelaku UMKM Dilatih Ekspor-Impor
Neraca.co.id Online Kamis, 23 September 2021
21
Di sisi lain ada pula dukungan dana bergulir dari LPDB KUMKM yang siap memperkuat permodalan koperasi dengan tingkat suku bunga rendah yakni 3 persen pertahun. "Ini peluang dan dukungan dari pemerintah kepada pelaku usaha mikro dan kecil," katanya.
Pada kesempatan yang sama Sekda Kabupaten Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si berharap akan terus terbangun sinergi antara Kementerian Koperasi dan UKM bersama Pemerintah Daerah termasuk Kuningan.Sebelum pandemi, hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) jumlah kemiskinan pada tahun 2019 akhir, Kab Kuningan termasuk dalam kabupaten termiskin ke 2 di Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut, pemerintah tentunya terus melakukan koreksi, pembenahan, dan penyempurnaan agar pengangguran dan kemiskinan berkurang.
"UMKM Kuningan ingin naik kelas. Namun kita semua menyadari kita tidak dapat bergerak sendiri. Seluruh stakeholder harus berjalan bersama secara simultan," jelas Rachmat.Beberapa kendala yang perlu diperhatikan terkait pengembangan UMKM di Kuningan kata dia, adalah masih ada jenis produk yang kurang tepat yang tidak relevan untuk dikembangkan. Kemudian, menentukan harga yang belum sebanding dengan kualitas. Kemudian memilih sumber daya manusia dan sistem promosi yang masih dilakukan secara konvensional, pemilihan lokasi juga kurang strategis. Hal ini menjadi fokus pembahasan untuk naik kelas dan diurai secara maksimal.
"Peranan teknologi informasi dan media sosial harus juga dimaksimalkan oleh pelaku usaha. Tidak hanya promosi namun juga jual beli online agar dapat berkembang secara maksimal," ungkap Rachmat.Tidak kalah penting adalah legalitas produk usaha dan identitas produk UMKM, agar lebih mudah mendapatkan akses perbankan, maka kemudian program-program pemerintah diupayakan mampu memberikan kepercayaan kepada masyarakat.Rachmat juga mendorong pelaku UMKM untuk menemukan keunikan produknya agar ada faktor pembeda dengan kompetitor."Kami juga mengembangkan koperasi. Ada 675 koperasi yang digerakkan melalui transformasi digital manajemen.
Kami berharap, koperasi dan UKM dapat berjalan maksimal dan menguraikan pengangguran," pungkas Rachmat.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 22
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari dampak pandemi COVID-19."(Yaitu) melalui kebijakan pembiayaan, pendampingan, penguatan kelembagaan melalui koperasi, akses pemasaran dan teknologi digitalisasi, serta kerja sama multipihak dengan berbagai lembaga," ujar dia dalam webinar secara virtual, Jakarta, Kamis.Ia mengatakan telah disediakan stimulus pembiayaan untuk UMKM baik yang belum bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha) dan yang sudah bankable.Pertama, kata dia, ialah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah tersalur Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha per 30 Juli 2020.Kedua, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen yang diperpanjang hingga Desember 2021.
Ketiga, penyaluran KUR per 5 September sebesar Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target Rp253,64 triliun.Selanjutnya, pembiayaan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) per 17 September 2021 telah tersalur Rp1 triliun atau sekitar 64,72 persen dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi.Lalu, program pendanaan bagi usaha wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha kepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar.Selan itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong UMKM untuk bertransformasi ke digital.
"Transformasi digital menjadi kunci pemulihan dan ekonomi sektor UMKM selama pandemi dan pascapandemi," ungkap dia.
Riset World Bank menyebutkan, ucap Teten, 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan yang baik di masa pandemi.Hingga saat ini, dijelaskan UMKM yang onboarding ke ekosistem digital telah mencapai 15,9 juta atau naik 7,9 juta selama pandemi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target 30 juta UMKM onboarding di tahun 2024."Digitalisasi merupakan media percepatan perluasan akses pembiayaan UMKM," utaranya.Menkop juga memaparkan terkait survei Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa digitalisasi juga meningkatkan inklusi keuangan melalui e- wallet dan virtual account.Percepatan digitalisasi UMKM dilakukan antara lain melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan pasar digital UMKM bersama BUMN.Selanjutnya, dinyatakan pula pembiayaan UMKM oleh perbankan yang terbesar pada skala usaha menengah atau 44 persen dari total kredit UMKM.
Pemerintah berupaya percepat pemulihan UMKM terdampak pandemi
Antaranews.com Online Kamis, 23 September 2021
23
Perbankan dinilai perlu terus mendorong penyaluran kredit UMKM untuk investasi dan sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian.Teten menyebutkan bahwa penyaluran kredit UMKM didominasi untuk modal kerja, sekitar 73 persen dan sektor perdagangan sebesar 49 persen."Dengan percepatan digitalisasi, pemerintah optimistis dapat menyalurkan kredit UMKM sebesar 30 persen pada 2024 dengan sinergi industri jasa keuangan, dengan teknologi akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan," sebut Menkop.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 24
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari dampak pandemi COVID-19."(Yaitu) melalui kebijakan pembiayaan, pendampingan, penguatan kelembagaan melalui koperasi, akses pemasaran dan teknologi digitalisasi, serta kerja sama multipihak dengan berbagai lembaga," ujar dia dalam webinar secara virtual, Jakarta, Kamis.Ia mengatakan telah disediakan stimulus pembiayaan untuk UMKM baik yang belum bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha) dan yang sudah bankable.Pertama, kata dia, ialah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah tersalur Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha per 30 Juli 2020.
Kedua, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen yang diperpanjang hingga Desember 2021. Ketiga, penyaluran KUR per 5 September sebesar Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target Rp253,64 triliun.Selanjutnya, pembiayaan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) per 17 September 2021 telah tersalur Rp1 triliun atau sekitar 64,72 persen dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi.Lalu, program pendanaan bagi usaha wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha kepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar.Selan itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong UMKM untuk bertransformasi ke digital.
"Transformasi digital menjadi kunci pemulihan dan ekonomi sektor UMKM selama pandemi dan pascapandemi," ungkap dia.Riset World Bank menyebutkan, ucap Teten, 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan yang baik di masa pandemi.Hingga saat ini, dijelaskan UMKM yang onboarding ke ekosistem digital telah mencapai 15,9 juta atau naik 7,9 juta selama pandemi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target 30 juta UMKM onboarding di tahun 2024."Digitalisasi merupakan media percepatan perluasan akses pembiayaan UMKM," utaranya.
Menkop juga memaparkan terkait survei Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa digitalisasi juga meningkatkan inklusi keuangan melalui e-wallet dan virtual account.Percepatan digitalisasi UMKM dilakukan antara lain melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan pasar digital UMKM bersama BUMN.Selanjutnya, dinyatakan pula pembiayaan UMKM oleh perbankan yang terbesar pada skala usaha menengah atau 44 persen dari total kredit UMKM.
Menkop Teten: Pemerintah terus berupaya percepat pemulihan UMKM
Antaranews.com Online Kamis, 23 September 2021
25
Perbankan dinilai perlu terus mendorong penyaluran kredit UMKM untuk investasi dan sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian.Teten menyebutkan bahwa penyaluran kredit UMKM didominasi untuk modal kerja, sekitar 73 persen dan sektor perdagangan sebesar 49 persen."Dengan percepatan digitalisasi, pemerintah optimistis dapat menyalurkan kredit UMKM sebesar 30 persen pada 2024 dengan sinergi industri jasa keuangan, dengan teknologi akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan," sebut Menkop.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 26
Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki mengatakan pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) dari dampak pandemi COVID-19."(Yaitu) melalui kebijakan pembiayaan, pendampingan, penguatan kelembagaan melalui koperasi, akses pemasaran dan teknologi digitalisasi, serta kerja sama multipihak dengan berbagai lembaga," ujar dia dalam webinar secara virtual, Jakarta, Kamis.Ia mengatakan telah disediakan stimulus pembiayaan untuk UMKM baik yang belum bankable (memenuhi persyaratan bank untuk mendapatkan kredit usaha) dan yang sudah bankable.Pertama, kata dia, ialah Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM) yang telah tersalur Rp14,21 triliun atau 92,35 persen kepada 11,8 juta usaha per 30 Juli 2020.Kedua, subsidi bunga kredit usaha rakyat (KUR) sebesar 3 persen yang diperpanjang hingga Desember 2021. Ketiga, penyaluran KUR per 5 September sebesar Rp177,7 triliun kepada 4,8 juta debitur atau 70 persen dari target Rp253,64 triliun.
Selanjutnya, pembiayaan koperasi lewat Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) per 17 September 2021 telah tersalur Rp1 triliun atau sekitar 64,72 persen dari target Rp1,6 triliun kepada 128 koperasi.Lalu, program pendanaan bagi usaha wirausaha pemula dengan nilai bantuan Rp7 juta per wirausaha kepada 1.800 wirausaha dengan total anggaran Rp12,6 miliar.Selan itu, dia menyampaikan bahwa pihaknya mendorong UMKM untuk bertransformasi ke digital. "Transformasi digital menjadi kunci pemulihan dan ekonomi sektor UMKM selama pandemi dan pascapandemi," ungkap dia.Riset World Bank menyebutkan, ucap Teten, 80 persen UMKM yang terhubung ke dalam ekosistem digital memiliki daya tahan yang baik di masa pandemi.Hingga saat ini, dijelaskan UMKM yang onboarding ke ekosistem digital telah mencapai 15,9 juta atau naik 7,9 juta selama pandemi. Upaya ini dilakukan untuk mengejar target 30 juta UMKM onboarding di tahun 2024."Digitalisasi merupakan media percepatan perluasan akses pembiayaan UMKM,"
utaranya.
Menkop juga memaparkan terkait survei Mandiri Institute yang menunjukkan bahwa digitalisasi juga meningkatkan inklusi keuangan melalui e-wallet dan virtual account.Percepatan digitalisasi UMKM dilakukan antara lain melalui kampanye Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI), onboarding platform pengadaan barang dan jasa di Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), dan pasar digital UMKM bersama BUMN.Selanjutnya, dinyatakan pula pembiayaan UMKM oleh perbankan yang terbesar pada skala usaha menengah atau 44 persen dari total kredit UMKM. Perbankan dinilai perlu terus mendorong penyaluran kredit UMKM untuk investasi dan sektor produktif yang berpotensi lebih mendorong pergerakan perekonomian.
.
Pemerintah berupaya percepat pemulihan UMKM
Jatim.antaranews.com Online Kamis, 23 September 2021
27
Teten menyebutkan bahwa penyaluran kredit UMKM didominasi untuk modal kerja, sekitar 73 persen dan sektor perdagangan sebesar 49 persen."Dengan percepatan digitalisasi, pemerintah optimistis dapat menyalurkan kredit UMKM sebesar 30 persen pada 2024 dengan sinergi industri jasa keuangan, dengan teknologi akan memberikan kemudahan bagi pelaku usaha untuk memperoleh pembiayaan," sebut Menkop
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 28
Dalam meningkatkan penyaluran dana bergulir di Provinsi Jawa Barat, Lembaga Pengelola Dana Bergulir - Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (LPDB-KUMKM) terus mendorong koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan termasuk Dinas Koperasi di Provinsi, hingga Kabupaten dan Kota di Jawa Barat. Hal itu dilakukan dengan menggelar Rapat Koordinasi dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM dan juga gerakan koperasi se Jawa Barat.LPDB-KUMKM sebagai Satuan Kerja (Satker) dari Kementerian Koperasi dan UKM terus berupaya melayani koperasi di seluruh Indonesia. Sebab, saat ini Koperasi maupun Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia sangat perlu bantuan, dukungan pembiayaan atau permodalan untuk keluar dari kesulitan akibat pandemi.Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Provinsi Jawa Barat Kusmana Hartadji mengatakan, dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan antara LPDB-KUMKM dengan Dinas Koperasi di wilayah Jawa Barat akan memberikan sinergi bersama dalam membantu koperasi-koperasi mengakses pinjaman/pembiayaan dari LPDB-KUMKM.
"Dengan dilaksanakannya rapat koordinasi ini semoga akan memberikan informasi yang jelas terkait dengan penyaluran dana bergulir dan program LPDB-KUMKM kepada koperasi-koperasi di Jawa Barat. Dan semoga dengan adanya rapat seperti ini bisa meningkatkan aktivitas ekonomi dan juga pariwisata di Majalengka," ujar Kusmana saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat.Direktur Utama LPDB-KUMKM Supomo, menjelaskan dengan adanya pandemi Covid-19 ini memberikan tekanan yang besar terhadap bisnis koperasi dan juga pelaku UMKM, dengan demikian koperasi sangat membutuhkan uluran tangan pemerintah, termasuk dalam hal ini LPDB-KUMKM yang merupakan kepanjangan tangan pemerintah untuk membantu meningkatkan perekonomian di daerah.
"Kami LPDB-KUMKM melakukan upaya dalam mendukung koperasi dan UMKM agar terus bertahan menghadapi pandemi Covid-19 dengan 5 (lima) strategi percepatan penyaluran untuk pemulihan dan pertumbuhan ekonomi," ujar Supomo saat Acara Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka.Adapun, lima strategi percepatan yang dilakukan LPDB-KUMKM diantaranya, perluasan penyaluran melalui komunitas, melakukan fleksibilitas layanan dengan memberikan tarif murah, pemberian grace period, fokus kepada koperasi sektor riil dibidang pertanian, perikanan, dan peternakan, melakukan pengembangan skema venture approach untuk mendorong koperasi dibidang pangan atau berbasis ekspor, dan optimalisasi peran koperasi besar untuk memberikan multiplier effect.Hal ini dilakukan LPDB-KUMKM karena untuk memberikan dukungan kepada koperasi maupun pelaku UMKM dalam menghadapi pandemi Covid-19, sebab salah satu dampak yang paling banyak menimpa koperasi dan pelaku UMKM adalah persoalan likuiditas keuangan yang membuat kinerja usaha menjadi tidak maksimal.