• Tidak ada hasil yang ditemukan

KATA PENGANTAR. atas berkatnya tugas akhir yang berupa skirpsi yang berjudul Sinergi Kinerja

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KATA PENGANTAR. atas berkatnya tugas akhir yang berupa skirpsi yang berjudul Sinergi Kinerja"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur Penulis panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkatNya tugas akhir yang berupa skirpsi yang berjudul Sinergi Kinerja Dewan Pengupahan dan Dinas Tenaga Kerja Dalam Penetapan Upah Minimum Kota (Studi Kasus Aspek Partisipasi dan Akuntabilitas Dalam Pengambilan Keputusan Kebijakan Upah Minimum Kota Di Kota Denpasar Sektor Pariwisata) dapat diselesaikan dengan baik.

Tidak lupa penulis juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang memberikan ketenangan hati dalam berpikir sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.

2. Rektor Universitas Udayana Prof.Dr.dr. AA Raka Sudewi, Sp.S.(K). 3. Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UniversitasUdayana Dr.Drs. I

Gusti Putu Bagus Suka Arjawa, M.Si.

4. Ketua Program Studi Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana Ni Wayan Supriliyani, S.Sos., M.AP 5. Dosen Pembimbing I yakni Tedi Erviantono, S.IP., M.Si yang dengan

sabar selalu membimbing penulis dengan selembar demi selembar dalam menyelesaikan skripsi ini.

6. Dosen Pembimbing II yakni Putu Eka Purnamaningsih, SH., M.AP.

7. I Ketut Winaya, S.Sos., M.AP, Putu Nomy Yasintha, S.Sos., M.AP, Kadek Wiwin Dwi Wismayanti, S.E., M.AP selaku dosen penguji yang telah memberikan bimbingan dan banyak masukan kepada penulis dalam menyelesaikan skripsi ini.

(2)

8. Kepada seluruh dosen program Studi Administrasi Negara yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu atas pengajaran dan pengetahuan yang diberikan selama perkuliahan.

9. Kepada seluruh pegawai dilingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang telah banyak membantu penulis dalam urusan administrasi selama penulis mengikuti studi pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Udayana.

10. Kepada Ibu Nyoman Sandyawati selaku Kepala Bidang Hubungan Industrial Dinas Tenaga Kerja Kota Denpasar yang telah meluangkan waktunya untuk di wawancarai.

11. Kepada Bapak DRS. I Wayan Suweca selaku sekretaris eksekutif Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) yang telah meluangkan waktunya untuk di wawancarai.

12. Kepada Bapak Drs. I Wayan Adiarca, SH selaku DPC K-SPSI Kota Denpasar yang telah meluangkan waktunya untuk di wawancarai

13. Kepada I Ketut Subama dan Ni Nyoman Latri selaku kedua Orang Tua penulis serta Keluarga Besar penulis yang telah memberikan semangat untuk segera menyelesaikan skripsi ini.

14. Kepada sahabat-sahabat dan orang-orang terdekat penulis Dewa Winata, Yunita Krisna, Roshida, Agung Bintang, Ayu Yastami, Oka Tri Hendratmoko, Bella, Media, Yuni Antari, Antari, Deni, Mang Eri dan sahabat-sahabat penulis lainnya yang tidak dapat disebutkan satu persatu, terima kasih atas dukungan bantuan, semangat serta perhatian yang telah

(3)

diberikan selama penulis mengerjakan skripsi sehingga skripsi ini dapat terselesaikan.

15. Kepada teman-teman seperjuangan Ilmu Administrasi Negara 2012 yang selalu memberikan motivasi baik support maupun pengajaran dalam menyelesaikan skripsi, serta seluruh pihak yang telah ikut membantu dalam penyelesaian skripsi ini.

Atas segala bantuan serta bimbingan tersebut, penulis hanya bisa mengucapkan syukur dan terima kasih semoga Tuhan Yang Maha Esa dapat membalas budi baik Bapak/Ibu/Saudara sekalian. Sehingga akhir kata dengan penuh kerendahan hati diharapkan bimbingan dan saran yang sifatnya membangun demi penyempurnaan materi skirpsi ini, dan akhirnya skirpsi ini dipersembahkan kepada almamater tercinta, semoga bermanfaat bagi semua pihak

Denpasar, Juli 2017

(4)

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL

KATA PENGANTAR ... ... i

DAFTAR ISI ... ... ii

DAFTAR TABEL ... ... viii

DAFTAR GAMBAR ... ... ix DAFTAR SINGKATAN ... ... x DAFTAR LAMPIRAN ... ... xi ABSTRAK ... ... xii ABSTRACT ... ... xiii BAB I PENDAHALUAN ... ... 1 1.1 Latar Belakang ... ... 1 1.2 Rumusan Masalah ... ... 5 1.3 Batasan Masalah... ... 5 1.4 Tujuan Penelitian ... ... 6 1.5 Manfaat Penelitian ... ... 6 1.5.1 Manfaat Teoritis ... ... 6 1.5.2 Manfaat Praktis ... ... 6 1.6 Sistematika Penulisan ... ... 7

(5)

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... ... 9

2.1 Kajian Pustaka ... ... 9

2.2 Landasan Teori ... ... 14

2.2.1 Teori Governance ... ... 14

2.2.2 Konsep Kebijakan Publik ... ... 16

2.2.3 Konsep Sinergitas ... ... 19 2.2.4 Konsep Kinerja... ... 21 2.2.5 Konsep Partisipasi ... ... 28 2.2.5.1 Proses-proses Partisipasi ... ... 29 2.2.5.2 Faktor-faktor Partisipasi ... ... 30 2.2.6 Konsep Akuntabilitas ... ... 32

2.2.7 Konsep Dewan Pengupahan ... ... 34

2.2.8 Konsep Upah dan Upah Minimum ... ... 40

2.2.8.1 Kebijakan Pengupahan ... ... 40

2.2.8.2 Pengertian Upah ... ... 42

2.2.8.3 Pengertian Upah Minimum ... ... 43

(6)

BAB III METODE PENELITIAN... ... 49

3.1 Jenis Penelitian ... ... 49

3.2 Sumber Data ... ... 49

3.3 Unit Analisis ... ... 50

3.4 Teknik Penentuan Informan ... ... 50

3.5 Teknik Pengumpulan Data ... ... 52

3.6 Teknik Analisis Data ... ... 53

3.7 Teknik Penyajian Data ... ... 55

BAB IV PEMBAHASAN ... ... 56

4.1 Gambaran Umum ... ... 56

4.1.1 Kota Denpasar ... ... 56

4.1.2 Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar ... ... 61

4.1.2.1 Visi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar ... ... 61

4.1.2.2 Misi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar ... ... 61

4.1.2.3 Tugas Pokok dan Fungsi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar ... ... 62

4.1.2.4 Struktur Organisasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar ... 63

(7)

4.2.1 Partisipasi dan Akuntabilitas Dewan Pengupahan Dalam Penetapan

Upah Minimum Kota di Kota Denpasar ... ... 66

4.2.2 Sinergitas Kinerja Dewan Pengupahan dan Dinas Tenaga Kerja Dalam Penetapan Upah Minimum ... ... 73

4.2.3 Analisis Temuan... ... 78

4.2.3.1 Keterkaitan Dengan Teori Governance ... ... 78

4.2.3.2 Proses Penetapan Upah Minimun Kota di Kota Denpasar... ... 86

4.5.2 Keterkaitan Dengan Konsep Sinergitas ... ... 89

BAB V PENUTUP ... ... 93

5.1 Kesimpulan ... ... 93

(8)

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Jumlah Desa dan Banjar di Kota Denpasar, 2014 ... 57

Tabel 4.2 Jumlah Penduduk Kota Denpasar Berdasarkan Jenis Kelamin Per Kecamatan ... 58

Tabel 4.3 Jumlah Penduduk Kota Denpasar Berdasarkan Pendidikan Tahun 2015.. 59

(9)

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.3 Kerangka Pemikiran ... 47

Gambar 4.1 Peta Kota Denpasar ... 60

(10)

DAFTAR SINGKATAN

UMR : Upah Minimum Regional

UMP : Upah Minimum Provinsi

UMK : Upah Minimum Kabupaten/Kota

UU : Undang-undang

KSPI : Kumpulan Serikat Pekerja Indonesia

(11)

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 : Pedoman Wawancara

Lampiran 2 :Data Narasumber

Lampiran 3 :Transkip Wawancara

Lampiran 4 :Foto-foto

Lampiran 5 :Peraturan Pemerintah Nomor 78 Tahun 2015 Tentang Pengupahan

Lampiran 6 :Peraturan Gubernur Bali Nomor 1 Tahun 2016 Tentang Upah Minimimum Kabupaten/Kota

Lampiran 7 :Keputusan Presiden Nomor 107 Tahun 2004 Tentang Dewan Pengupahan

(12)

ABSTRAK

Upah merupakan komponen penting dalam ketenagakerjaan, yaitu sebagai salah satu unsur dalam pelaksanaan hubungan kerja, yang mempunyai peranan strategis dalam pelaksanaan hubungan industrial. Upah diterima pekerja atas imbalan jasa kerja yang dilakukannya bagi pihak lain, sehingga upah pada dasarnya harus sebanding dengan kontribusi yang diberikan pekerja dalam memproduksi barang atau jasa tertentu. Permasalahan yang melatarbelakangi penelitian ini adalah penetapan upah minimum kota di kota denpasar yang dilakukan oleh dewan pengupahan yang terdiri dari unsur pekerja, unsur pengusaha dan unsur pemerintah, tetap saja terdapat masalah mengenai besaran upah minimum, masih saja terdapat pekerja yang mempermasalahkan upah minimum yang telah ditetapkan oleh Gubernur. Penelitian ini mengukur bagaimana partisipasi serta akuntabilitas dari Dewan Pengupahan dalam Penetapan Upah Minimum Kota di Kota Denpasar dengan Teori Governance yang terdiri dari indikator partisipasi dan akuntabilitas. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yakni penelitian campuran (kuantitatif dan kualitatif) dengan teknik pengumpulan data berupa kuesioner dan wawancara mendalam. Berdasarkan hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses penetapan upah minimum yang dilakukan oleh dewan pengupahan, dilihat dari partisipasi serta akuntabilitas dari dewan pengupahan serta sinergitas kinerja antara dewan pengupahan dengan dinas tenaga kerja sudah berjalan dengan baik namun masih perlu di perbaiki lagi karena kurangnya sosialisasi kepada masyarakat mengenai peraturan pengupahan yang digunakan saat ini untuk penetapan upah, pemerintah juga tidak mensosialisasikan bagaimana proses penetapan upah tersebut sehingga membuat para pekerja merasa bahwa upah minimum yang mereka dapatkan masih rendah.

Kata Kunci: Partisipasi, Akuntabilitas, Dewan Pengupahan, Proses Penetapan Upah

(13)

ABSTRACT

Wage employment is an important component, namely as an element in the implementation of the employment relationship, which has a strategic role in the implementation of industrial relations. Wages received by workers over payment for service that do work for others, so that wages are basically proportional to the contribution of labor in producing goods or service. The underlying problem of this research is the determination of the minimum wage of the city of Denpasar by the wage council, consisting of workers, entrepreneurs and government elements, there are still problems thar occur concerning the minimum wage, there are still workers who question the minimum wage already set by the governor. This study measures how the participation and accountability of the wage council in determining the city’s minimum wage in the city of Denpasar with the governance theory consisting of indicator of participation and accountability. Research method used in this research is mixed research (quantitative and qualitative) with data collection techniques in the form of questionnaires and in-depth interviews. Based on the results of this study indicate that the minimum wage determination process undertaken by the wage council, seen from the participation and accountability of the wage council and the performance synergy between the wage council with the Departement Labor Denpasar has been running well but still needs to be improved again due to lack of socialization to the regulation to the community regarding regulations wage currently used for wage determination and the government also do not socialize how the wage-setting process makes workers fell that their wage are still low.

Keywords : Participation, Accountability, Wage Councils, Wage Determination Process

(14)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Permasalahan upah di Indonesia dari tahun ke tahun selalu terjadi, bahkan sampai saat ini permasalahan upah tersebut menjadi permasalahan yang masih sulit untuk diatasi oleh pemerintah. Upah merupakan suatu penerimaan kerja yang berfungsi sebagai jaminan kehidupan yang layak bagi kemanusiaan dan produksi yang dinyatakan menurut persetujuan undang-undang dan peraturan yang dibayarkan atas dasar suatu perjanjian kerja antara pemberi kerja dengan penerima kerja, berbeda dengan gaji. Gaji merupakan suatu bentuk pembayaran periodik dari seorang atasan kepada para karyawannya yang dinyatakan dalam suatu kontrak kerja. Penentuan upah minimum kabupaten/kota menjadi permasalahaan bagi para buruh dan pekerja. Upah memegang peranan yang penting dan merupakan ciri khas didalam suatu hubungan kerja, bahkan upah dapat dikatakan sebagai tujuan utama dari seorang pekerja yang melakukan pekerjaan pada orang lain atau pengusaha.

Perusahaan atau para pengusaha memiliki kewajiban membayarkan upah kepada para pekerja yang dimana itu merupakan hak mereka setelah melakukan suatu pekerjaan. Tanggung jawab dan pemenuhan hak harus memperhatikan kehidupan yang layak bagi para pekerja atau buruh, untuk melindungi pekerja atau buruh, pemerintah telah menetapkan kebijakan mengenai upah minimum atau upah pokok bagi para pekerja atau buruh. Sejak diterapkannya kebijakan

(15)

upah minimum tidak pernah berjalan lancar, selalu saja ada pro dan kontra yang terjadi diantara pekerja dan pengusaha.Disatu sisi para pengusaha menginginkan upah yang diberikan kepada buruh rendah, sedangkan para buruh menginginkan hak mereka untuk mendapatkan penyesuaian upah.

Realitanya, saat ini sering terjadi demo besar-besaran yang dilakukan oleh para pekerja yang tergabung dalam serikat pekerja demi mendapatkan penyesuaian upah yang mereka inginkan.Seperti halnya yang dilakukan oleh ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Gubernur DKI Jakarta dan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Aksi unjuk rasa tersebut diikuti oleh 1500 buruh se-Jabotabek pada tanggal 2 Juni 2016. Sejumlah tuntutan disuarakan didalam aksi tersebut antara lain salah satunya adalah menolak kebijakan upah murah di DKI Jakarta (Kompas, 2016)

Sekelompok buruh di Denpasar, Bali, menggelar aksi unjuk rasa yang menuntut agar upah minimum regional (UMR) Provinsi Bali sama dengan DKI Jakarta.Hal ini disampaikan oleh Koordinasi Aliansi Buruh Bali Bersatu, Ida I Dewa Made Rai Budi Darsana saat menggelar aksi demo di depan kantor Gubernur Bali. Para pendemo juga meminta agar Gubernur Bali Made Mangku Pastika tidak menerapkan PP 78 Tahun 2015 dalam upah minimum 2016 di Bali. Penetapan upah minimum agar dikembalikan sesuai UU Nomor 13 Tahun 2003 di mana ditetapkandengan 6 indikator, antara lain: komponen kebutuhan hidup layak, perbandingan upah dengan daerah sekitar, tingkat pertumbuhan ekonomi, produktivitas tenaga kerja, dan usaha marjinal, kemampuan dan kelangsungan

(16)

hidup perusahaan, serta indikator inflasi (Kompas, 2015). Walaupun para pekerja di bali tidak melakukan demo besar seperti di Surabaya maupun Jakarta, mereka tetap menginginkan penyesuaian upah seperti di daerah-daerah lain.

Berdasarkan informasi Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Denpasar, penerapan kebijakan upah minimum yang ditetapkan oleh Gubernur dengan mempertimbangkan rekomendasi dari Dewan Pengupahan Provinsi dan Kabupaten/Kota, dimana yang tergabung didalam dewan pengupahan adalah Dinas Sosial dan Tenaga Kerja, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Serikat Pekerja dan akademisi atau pakar ekonomi. Dewan Pengupahan sudah diatur didalam Keputusan Presiden No. 107 tentang Dewan Pengupahan. Dewan pengupahan merupakan suatu lembaga non struktural yang bersifat tripartit yang dimana terdapat 3 unsur penting didalam dewan pengupahan tersebut antara lain, dari unsur pemerintah, unsur pekerja, dan unsur pengusaha.

Keikutsertaan Serikat Pekerja, Apindo beserta Dinas Sosial Tenaga Kerja di dalam Dewan Pengupahan adalah untuk memberikan saran dan pertimbangan kepada Bupati/Walikota mengenai besaran upah dan proses penetapan upah minimum. Didalam proses penetapan upah minimum, dewan pengupahan melakukan advokasi kurang lebih sampai 5 kali untuk mendapatkan kesepakatan upah yang sesuai.

Kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai dewan pengupahan sehingga membuat masih banyak serikat pekerja yang mempermasalahkan upah yang telah ditetapkan besarannya melalui dewan pengupahan yang menurut

(17)

mereka upah yang didapat tidak sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Perbedaan pandangan mengenai penetapan tingkat upah ini sering memicu perselisihan antara buruh dan pengusaha. Upah merupakan komponen penting dalam hubungan pengusaha/majikan dan pekerja/buruh. Upah yang didapat pekerja harus sebanding dengan jasa yang dilakukannya kepada pengusaha/majikan didalam memproduksi suatu barang atau jasa. Pihak pengusaha dan pihak pekerja memiliki pandangan yang berbeda didalam menentukan besaran nilai upah minimum. Bagi pengusaha upah merupakan bentuk biaya yang dikeluarkan yang berdampak pada keuntungan perusahaan. Oleh karena itu dalam penetapan tingkat besaran upah mereka sangat berhati-hati, sedangkan bagi buruh, upah merupakan sumber pendapatan sehingga mereka sangat mengharapkan adanya peningkatan upah. Dengan demikian, untuk mencapai kesepakatan dalam penentuan besaran upah maka peran dan intervensi pemerintah sangat perlu dilibatkan. Sehingga kesejahteraan rakyat khususnya antara pekerja dan pengusaha bisa diwujudkan.

Berdasarkan uraian diatas,dimana penelitian ini akan mengkaji dan menguraikan tentang bagaimana permasalahan pengupahan ini menjadi aktual dikarenakan adanya relevasi antara permasalahan dengan kajian dari Ilmu Administrasi Negara yang terkait pada partisipasi dan akuntabilitas dalam prinsip Good Governance, serta pemilihan Kota Denpasar sebagai tempat penelitian dikarenakan Kota Denpasar merupakan pusat kegiatan bisnis bagi kebanyakan orang serta banyak masyarakat dari luar kota Denpasar maupun luar provinsi bali mencari nafkah di kota Denpasar,maka penulis akan melakukan penelitian yang

(18)

berjudul “Sinergitas Kinerja Dewan Pengupahan Dalam dan Dinas Tenaga Kerja Dalam Penetapan Upah Minimum (Studi Kasus Aspek Partisipasi dan Akuntabilitas dalam Pengambilan Keputusan Kebijakan Penetapan Upah Minimum Kota di Kota Denpasar)”.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas, maka permasalahan yang akan diteliti dirumuskan dalam pertanyaan berikut:

1. Bagaimana Sinergi Kinerja Dewan Pengupahan dan Dinas Tenaga Kerja Dalam Penetapan Upah Minimum Kota di Kota Denpasar?

2. Bagaimana Partisipasi dan Akuntabilitas Dewan Pengupahan Dalam Pengambilan Keputusan Kebijakan Upah Minimum Kota di Kota Denpasar?

1.3 Batasan Masalah

Berdasarkan pada uraian latar belakang tersebut, maka lingkup penelitian ini dibatasi pada masalah yang berkaitan dengan bagaimana sinergi kinerja dewan pengupahan dengan dinas tenaga kerja serta partisipasi dan akuntabilitas dari dewan pengupahan di dalam penetapan upah minimum kota di Kota Denpasar.

1.4 Tujuan Penelitian

Berdasarkan latar belakang tersebut, adapun tujuan dari penulisan ini yaitu untuk mengetahui bagaimana sinergi kinerja dewan pengupahan dan dinas tenaga

(19)

kerja dalam penetapan upah minimum kota di Kota Denpasar dan untuk mengetahui partisipasi dan akuntabilitas dari masing-masing anggota dewan pengupahan dalam pengambilan keputusan kebijakan penetapan upah minimum kota di Kota Denapsar.

1.5Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian di atas, maka penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat sebagai berikut:

1.5.1 Manfaat Teoritis

Secara teoritis, penelitian ini diharapkan dapat menjadi suatu bahan kontribusi dan dapat menambah khasanah pengetahuan dibidang ilmu administrasi publik yang menyangkutProses Penetapan Upah Minimum Kota di Kota Denpasar.

1.5.2Manfaat Praktis

1. Secara praktis, penelitian ini diharapkan dapat berguna dan menjadi upaya untuk memberikan masukan bagi Pemerintah Daerah terkait sinergi kinerja dewan pengupahan dan dinas tenaga kerja serta partisipasi dan akuntabilitas masing-masing anggota dewan pengupahan dalam penetapan upah minimum.

2. Diharapkan menghasilkan informasi yang dapat menjelaskan kepada masyarakat mengenai proses penetapan upah minimum kota di Kota Denpasar.

(20)

Agar mencapai hasil yang baik dan terarah serta tidak menyimpang dari permasalahan yang ada, maka dibuat sistematika penulisan yang diuraikan sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Pada bagian ini menjelaskan mengenai latarbelakang yang mendasari penelitian ini, rumusan masalah, tujuan dan kegunaan penelitian serta sistematika penulisan penelitian.

BAB II : TINJAUAN PUSTAKA

Dalambabiniakandiuraikan tentang kajian pustaka yang digunakan, teori-teori yang mendasaripenelitian ini, kerangka konsep yang akan digunakan serta kerangka pemikiran.

BAB III : METODE PENELITIAN

Bab ini akan membahas mengenai jenisdansumber data, unit analisis, teknik yang akan digunakan dalam memilih informan, metode yang digunakan dalam mengumpulkan data, teknik analisis data, dan teknik penyajian data.

BAB IV : HASIL DAN ANALISIS

Pada bab ini akan memperlihatkan deskripsi statistik objek penelitian, hasil analisis, dan pembahasan.

BAB V : PENUTUP

Pada bagian terakhir ini berisi kesimpulan dari penelitian yang telah dilakukan, keterbatasan dari penelitian ini dan saran untuk peneliti selanjutnya.

Referensi

Dokumen terkait

Dari variasi pemasangan sensor yang ada, kasus 8 dengan sensor pada titik 2 dan 4, merupakan pilihan yang paling baik, karena menghasilkan kandidat batang yang

Hasil penelitian ini didapat faktor utama kekuatan PT Perkebunan Tambi yaitu terdapat pemotivasian kepada karyawan secara teratur, dengan nilai skor 0,269, faktor

Setelah mendapatkan ijin untuk melaksanakan kegiatan pengabdian, pengabdi kemudian melakukan pertemuan dengan pelatih ekstra kurikuler yoga di SMKN 2 Singaraa dan

1. Pengadilan Militer Pertempuran.. Tempat kedudukan Pengadilan Militer Utama berada di Ibukota Negara RI, sementara Pengadilan Militer yang lainnya tempat kedudukannya

Pada motor injeksi, setiap melakukan perubahan bagian yang berhubungan dengan ruang bakar, saluaran isap atau saluran buang, maka harus dilakukan setting

Metode ini memanfaatkan arus listrik bervoltase kecil yang dihubungkan ke benda yang akan dites, dengan memindahkan secara elektrolisis sejumlah kecil sampel ke kertas

Ekstrak etanol daun kemangi (Occimum basilicum L.) yang digunakan pada sediaan sabun cair pencuci tangan adalah 10%, dasar pemilihan konsentrasi ini didasarkan

Puji syukur kehadirat Allah SWTyang telah melimpahkan rahmat, taufiq, hidayah dan lindungannya sehingga penulis dapat menyusun danmenyelesaikanskripsi ini