109
"Dengan itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengamanatkan kami LPDB-KUMKM untuk menyalurkan dana bergulir 100 persen kepada koperasi," ungkap Supomo.Supomo menambahkan, dalam mendukung kinerja keuangan koperasi, maupun akses permodalan bagi UMKM di seluruh Indonesia, LPDB-KUMKM menyadari tidak bisa jalan sendiri dan butuh dukungan seluruh pihak-pihak terkait, dalam hal ini Dinas Koperasi Provinsi, Kabupaten, dan Kota di seluruh Indonesia."Kami butuh percepatan penyaluran, karena memang kondisi pandemi Covid-19 mengharuskan kami segera menyalurkan dana bergulir untuk pelaku usaha yang mengalami kesulitan. Kenapa kami fokus menyalurkan ke koperasi, karena mengingat kondisi saat ini akan lebih mudah menyalurkan pinjaman/pembiayaan secara berkelompok yakni melalui wadah usaha koperasi yang dapat langsung menjangkau UKM-UKM. Oleh sebab itu, dengan kolaborasi dengan Dinas Koperasi dan UKM di Indonesia diharapkan dapat membantu koperasi dalam percepatan mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," tambah Supomo.
Tercatat, sejak tahun 2008 hingga tahun 2021, dana bergulir yang telah disalurkan LPDB-KUMKM mencapai Rp13,362 triliun menyebar hampir ke seluruh wilayah di Indonesia.
Khusus realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM di Provinsi Jawa Barat itu sendiri dari 2008 hingga 17 September 2021 telah mencapai Rp 1,346 triliun yang disalurkan kepada 339 mitra dan 20.526 UMKM. Khusus untuk Kabupaten Majalengka sendiri realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM dari 2008 hingga 2021 sebesar Rp26,05 miliar yang disalurkan kepada 20 mitra dan 1.632 UMKM.
Sedangkan untuk realisasi penyaluran dana bergulir LPDB-KUMKM tahun 2021, per tanggal 17 September 2021 telah mencapai Rp1. 035 triliun dengan total mitra sebanyak 128, yang terdiri dari 80 mitra konvensional sebesar Rp516 miliar, dan 48 mitra syariah sebesar Rp518 miliar.Diharapkan dengan dilakukannya Rapat Koordinasi Penyaluran Dana Bergulir di Majalengka, Jawa Barat, maka akan semakin banyak koperasi yang bisa mengakses dana bergulir dari LPDB-KUMKM, selain bisa memberikan peningkatan kinerja koperasi, pembiayaan yang diberikan dari LPDB-KUMKM juga dapat meningkatkan tata keloka koperasi yang semakin baik mulai dari perizinan, operasional, maupun pelayanan kepada anggota yang semakin terpercaya, akuntabel, dan profesional."Kami akan terus berupaya memberikan layanan yang maksimal, dan juga memberikan pembiayaan kepada koperasi-koperasi di seluruh Indonesia yang mudah, cepat, dan murah, tetapi juga mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG). Agar dana APBN yang kami gunakan ini tersalurkan dengan baik, tepat sasaran, dan juga memberikan dampak ekonomi yang besar untuk pertumbuhan ekonomi,"
pungkas Supomo.
Selain itu, LPDB-KUMKM juga diamanatkan oleh Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM untuk menyalurkan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dan berhasil tersalurkan sebanyak Rp1,292 triliun atau sebesar (100%) kepada 84 mitra dan 118. 783 UMKM sepanjang tahun 2020.Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi menjelaskan untuk wilayah Majalengka sendiri dari sektor koperasi telah melaksanakan program revitalisasi koperasi yang bertujuan untuk mendorong koperasi bisa menjadi kekuatan utama perkonomian di Majalengka.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
110
Dirinya berharap, dengan adanya rapat koordinasi dengan LPDB-KUMKM bisa memberikan kemudahan bagi koperasi-koperasi dalam mengakses pembiayaan dana bergulir."Kami telah merevitalisasi serta membangun spirit berkoperasi agar menjadi kekuatan utama perekonomian di Majalengka. Menyadari hal tersebut, kami pun mengambil langkah konkret bagaimana menyelamatkan koperasi yang ada dengan memberikan bimbingan dan pelatihan kepada koperasi. Dengan rapat koordinasi ini diharapkan dapat menumbuhkan spirit bagi Dinas Koperasi dan UKM untuk membantu para pelaku koperasi di Provinsi Jawa Barat dalam mengakses dana bergulir LPDB-KUMKM," katanya.
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021
E-Kliping LPDB-KUMKM 2021 111
Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM didukung Bank BNI, menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial dengan tema "Dharma Wanita Persatuan Berbagi di Masa Pandemi Covid-19", di Jakarta, Kamis (23/9).- Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Koperasi dan UKM didukung Bank BNI, menyelenggarakan kegiatan Bhakti Sosial dengan tema "Dharma Wanita Persatuan Berbagi di Masa Pandemi Covid-19", di Jakarta, Kamis (23/9).
"Saya berharap acara ini dapat meningkatkan kepedulian kita terhadap sesama," kata Penasehat DWP Kementerian Koperasi dan UKM Suzana Ramadhani Teten Masduki, dalam sambutannya secara daring.Dalam bhakti sosial ini akan menyalurkan paket sembako sebanyak 205 paket yang akan diberikan kepada tenaga kebersihan Kementerian Koperasi dan UKM, LLP KUKM, dan LPDB-KUMKM, tenaga keamanan, kantor DWP pusat, pedagang sekitar kantor dan pedagang kantor DWP.Suzana menambahkan, pandemi Covid-19 yang berlangsung sudah lebih dari satu tahun, memberikan dampak yang luar biasa bagi seluruh sektor kehidupan. "Berbagai macam perubahan akibat dampak pandemi dapat dirasakan," ucap Suzana.
Misalnya, banyaknya UMKM yang tidak dapat bertahan, sulitnya menemukan lapangan pekerjaan hingga kenaikan angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dikarenakan perusahaan tidak mampu untuk memberikan gaji kepada para karyawannya. "Hal ini menyebabkan banyak orang yang tidak dapat memenuhi kebutuhannya," ungkap Suzana.
Bagi Suzana, di tengah kondisi saat ini dianjurkan untuk tetap saling jaga dan saling membantu terhadap sesama. "Membantu orang lain bukan hanya dalam bentuk harta atau materi saja, tetapi juga bisa dalam bentuk tenaga dan pikiran," imbuh Suzana.
Bantuan yang kita berikan kepada orang lain itu tidak selamanya besar. Tetapi, bisa jadi, apa yang telah kita lakukan itu sangat berarti bagi orang lain. "Maka dari itu, biasakan untuk membantu orang lain, meskipun dari hal kecil sekalipun," tandas Suzana. Suzana menambahkan, tolong menolong terhadap sesama juga merupakan salah satu bentuk rasa syukur atas apa yang kita miliki. Sehingga, kita dapat berbagi kepada orang lain.
Selain itu, tolong menolong juga dapat meningkatkan kepedulian sosial dan kepekaan terhadap orang di sekitar kita yang membutuhkan bantuan.
"Kegiatan ini merupakan bentuk kecil kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak Covid-19. Diharapkan kegiatan ini dapat mengajarkan kita untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta kasih sayang, dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan," pungkas Suzana.