• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perhatikan bahwa ancaman dan peluang dapat diberi peringkat 1, 2, 3, atau 4. 1 = respon pengelola kurang baik

2 = respon pengelola cukup baik 3 = respon pengelola baik 4 = respon pengelola sangat baik

2. Penentuan rating merupakan pendapat masing-masing responden terhadap kemampuan pengelola dalam menghadapi faktor-faktor strategis internal dan eksternal kegiatan pengelolaan tersebut.

A. Penilaian bobot faktor-faktor strategis internal

Simbol Faktor Kekuatan (Strenght) Tingkat Kepentingan

1 2 3 4

S1 Jalur sepeda sudah tersedia S2 Sign system yang mendukung S3 Taman sepanjang jalur sepeda S4 Eco-art park

S5 Sumber daya manusia sebagai pengelolan lanskap

S6 Jalur sepeda yang dirancang untuk keamanan pesepeda

Simbol Faktor Kelemahan (Weakness) Tingkat Kepentingan W1 Tidak semua jalan memiliki

fasilitas jalur sepeda W2 Alih fungsi jalur sepeda

W3 Fasilitas penunjang jalur sepeda kurang

W4 Tidak ada pengelolaan khusus pada jalur sepeda

W5 Jalur sepeda Sentul City susah dijangkau oleh pengguna sepeda

B. Penilaian bobot faktor-faktor strategis eksternal

Simbol Faktor Peluang (Opportunity) Tingkat Kepentingan

1 2 3 4

O1 Berkembangnya gaya hidup bersepeda

O2 Lokasi dekat dengan tujuan para pesepeda

O3 Antusiasme pesepeda dari luar penghuni Sentul City yang besar

Simbol Faktor Ancaman (Threat) Tingkat Kepentingan T1 Vandalisme oleh pengunjung

T2 Pengguna jalur sepeda merusak taman

T3 Iklan kendaraan bermotor meningkat

Lampiran 6. Rekomendasi Rambu Lalu Lintas Sepeda

Rambu Bike on Bus

Rambu ini berfungsi untuk menginformasikan letak dimana pengguna sepeda dapat menaikkan dan menurunkan sepedanya dengan menggunakan bus.

Rambu Parkir Sepeda

Rambu ini berfungsi untuk menginformasikan letak dimana pengguna sepeda dapat memarkirkan sepedanya.

Rambu Berbagi Jalan (Share the Road)

Rambu ini berfungsi untuk menginformasikan kepada pengguna kendaraan bermotor untuk berbagi jalan dengan pengguna sepeda.

Rambu Hati-Hati Sepeda

Rambu ini berfungsi untuk mengingatkan kepada pengendara mobil yang sedang parkir untuk melihat ke sekitar sebelum membuka pintu.

BAB I PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang

Gaya hidup bersepeda yang sedang berkembang saat ini bukan merupakan hal baru di kalangan masyarakat Indonesia. Aktivitas bersepeda sudah ada di kota-kota Indonesia sejak dulu. Namun seiring berjalannya waktu, aktivitas bersepeda di Indonesia semakin luntur. Selain diakibatkan oleh bertambahnya jumlah kendaraan bermotor, hal ini juga diakibatkan oleh hilangnya rasa aman dan nyaman pengguna sepeda.

Sepeda tidak seperti alat transportasi lainnya, sepeda mempunyai nilai ekonomis dan manfaat yang cukup tinggi. Alat transportasi hijau ini tidak memiliki elemen yang dapat merusak lingkungan. Selain ramah lingkungan, bersepeda juga dapat memberikan mafaat kesehatan pada tubuh. Sebagian besar polutan di udara adalah hasil dari emisi bahan bakar fosil yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti asma, iritasi paru-paru, bronkitis, dan lainnya. Menurut Tugaswati (2012), kesadaran masyarakat akan pencemaran udara akibat gas buang kendaraan bermotor di kota-kota besar saat ini makin tinggi. Resiko kesehatan yang dikaitkan dengan pencemaran udara di perkotaan secara umum, banyak menarik perhatian dalam beberapa dekade belakangan ini.

Pengguna sepeda di Indonesia sudah cukup banyak. Berdasarkan data Komunitas Sepeda Indonesia (2011), jumlah anggota komunitas sepeda di Indonesia sudah mencapai angka 23 juta orang. Pengguna sepeda belum mendapatkan fasilitas ruang yang memadai dibandingkan dengan kendaraan bermesin seperti sepeda motor dan mobil. Kebutuhan ruang bagi pengguna sepeda ini harus didukung dengan adanya jalur khusus sepeda yang menunjang keamanan bagi para pengguna sepeda di jalan. Pembangunan jalur khusus sepeda ini dapat mendukung pengembangan kota berbasis lingkungan. Jalur khusus sepeda ini dapat memfasilitasi para pengguna sepeda untuk aktivitas bersepeda ke tempat tujuan seperti sekolah, kampus, dan tempat kerja.

Kota-kota di Indonesia sedang merencanakan pembangunan jalur khusus sepeda. Di antara kota-kota tersebut adalah Sentul City. Sentul City merupakan daerah yang memiliki 65% daerah hijau. Sentul City memiliki kualitas lingkungan

yang bersih dan sehat. Luas dari kawasan ini adalah 3.100 ha. Kawasan ini memiliki konsep Eco City, yakni pembangunan kota untuk memastikan keselarasan dengan lokasi sekitarnya dengan konsep Green Property. Salah satu kegiatan pengembangan berkelanjutan (sustainable development) menuju ecocity adalah penyediaan taman jalur khusus sepeda.

Penyediaan fasilitas taman jalur khusus sepeda berfungsi untuk bersepeda, penyediaan stok O2 melalui ruang terbuka hijaunya, terjaganya keanekaragaman hayati, dan sebagainya. Fasilitas ini akan lebih efektif apabila memiliki rencana pengelolaan yang tertata dengan baik. Untuk mengetahui rencana pengelolaan yang baik untuk jalur khusus sepeda, maka diperlukan riset mengenai jalur khusus sepeda ini yang tergolong baru. Meningkatnya minat masyarakat beraktifitas sepeda di Indonesia merupakan suatu peluang bagi pihak Sentul City. Peluang tersebut dapat diubah menjadi suatu keuntungan apabila pihak Sentul City mampu mengelola jalur khusus sepeda secara berkelanjutan.

1.2Tujuan

Penelitian ini bertujuan untuk menyusun strategi rekomendasi pengelolaan jalur sepeda berdasarkan permasalahan dan potensi yang ada di Sentul City.

1.3Manfaat

Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan pertimbangan bagi arsitek lanskap, perencana, dan pengelola dalam mengembangkan jalur sepeda serta sebagai bahan masukan bagi pihak Sentul City dari segi pengelolaan jalur sepeda, sehingga dapat menjadi bahan pertimbangan dalam mengelola dan mengembangkan jalur sepeda agar berkelanjutan.

1.4Kerangka Pikir

Gaya hidup bersepeda sebagai implementasi konsep green harus dijaga agar tidak menjadi tren yang semakin lama meredup. Perlu penyediaan fasilitas penunjang yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman dalam bersepeda. Sentul City sudah memiliki solusi tentang permasalahan ini dengan memfasilitasi pengguna sepeda berupa jalur khusus sepeda. Butuh evaluasi untuk mengetahui

efektifitas dari fisik, sosial, dan pengelolaan. Sehingga menghasilkan suatu strategi pengelolaan jalur khusus sepeda (Gambar 1).

Gambar 1. Kerangka Pikir Penelitian

Gaya Hidup Bersepeda Sebagai Implementasi Konsep “Green” Penyediaan Jalur Sepeda di Sentul City  Untuk Memfasilitasi

Pengguna Sepeda di Sentul City

Evaluasi Pengguna 1. Karakteristik 2. Aktivitas dan Perilaku 3. Kondisi sosial ekonomi dan budaya

Strategi Rekomendasi Pengelolaan Jalur Sepeda di Sentul City Evaluasi Jalur Sepeda

1. Ukuran dan Luas 2. Jenis 3. Kondisi 4. Material 5. Sarana dan prasarana Evaluasi Pengelolaan 1. Program Pengelola 2. Jumlah tenaga kerja 3. Jadwal

4. Bahan dan alat

BAB II