• Tidak ada hasil yang ditemukan

A. Batas Tapak dan Geografis

4.5 Analisis SWOT

5.1.6 Tempat Parkir Sepeda

Tempat parkir adalah tempat dimana orang dapat meletakkan dan menyimpan sepeda dengan tersusun rapi dan terjaga dari cuaca buruk, pencurian, dan vandalisme. Ada beberapa jenis tempat parkir, yaitu berupa rak, U-lock, dan locker. Tempat parkir harus mengutamakan keamanan, oleh karena itu tidak boleh ditutupi pagar tinggi, pohon, atau penghalang lainnya.

Tempat parkir menurut American Association of State Highway and Transportation Officials (AASHTO) sebaiknya diletakkan di tempat-tempat strategis seperti taman, sekolah, fasilitas umum, kawasan industri, pusat perbelanjaan, kawasan komersial, dan stasiun transit. Apabila dibandingkan dengan keadaan yang ada di Sentul City, tempat parkir sangat jarang ditemui, karena tempat parkir yang disediakan hanya ada di satu tempat saja, dan tidak ada papan informasi yang memberi tahu bahwa ditempat tersebut terdapat tempat untuk memarkirkan sepeda.

Tempat parkir yang ada di Sentul City hanya tersedia pada Plaza Niaga 1. Terdapat dua tempat pada Plaza Niaga 1, yaitu foodcourt (Gambar 32) dan toko Sepeda Sentul. Tempat parkir pada foodcourt berada di tengah-tengah, diantara meja dan kursi makan. Rak sepeda ini mempunyai bentuk yang cukup rumit untuk memarkirkan sepeda. Posisi sepeda harus diangkat untuk dikaitkan pada tiang penyangga.

Gambar 32. Rak Gantung Sepeda di Foodcourt Plaza Niaga 1

Fasilitas tempat parkir yang direncanakan terletak pada Eco-art park yang sedang dalam proses. Tempat parkir direncanakan terletak pada area depan. Selain

tempat parkir, terdapat fasilitas untuk beristirahat, makan, dan kamar mandi. Tempat parkir yang sudah ada terdapat di Plaza Niaga 1, yaitu di foodcourt dan toko Sepeda Sentul.

Di negara maju, seperti di Singapura dan Jepang, parkir sepeda dapat dilihat dimana saja, seperti di tempat perbelanjaan, sekolah, taman bermain, stasiun, terminal, dan sebagainya. Posisi parkir sepeda diletakkan di depan dari suatu bangunan. Jepang adalah salah satu negara yang memiliki fasilitas tempat parkir sepeda yang bagus. Berdasarkan wawancara dengan pengguna sepeda di Jepang, tempat parkir sepeda terletak dimana-mana. Masyarakat Jepang banyak menggunakan sepeda sebagai alat transportasi dari rumah menuju sekolah, stasiun, atau tempat lainnya. Hal ini dikarenakan jarak antar transportasi umum dengan rumah terlampau jauh, sehingga sepeda merupakan alat transportasi yang praktis dibandingkan dengan berjalan kaki.

Sistem parkir sepeda di Jepang menggunakan rak dan locker. Saat memarkirkan sepeda, pengguna mengunci sepeda dan mendapatkan nomor untuk pengambilan sepeda. Pembayaran dikenakan kepada pengguna yang memarkirkan sepedanya lebih dari dua jam. Sistem pengambilannya dengan menggunakan koin. Pada jalan raya, tidak ada simbol khusus jalur sepeda, pengguna sepeda menggunakan jalur yang sama dengan pejalan kaki. Terdapat banyak peraturan yang dikenakan bagi pengguna sepeda di Jepang, diantaranya adalah tidak boleh membonceng, terdapat plat di sepeda sebagai tanda kepemilikan, dan sebagainya. Banyak polisi yang berjaga khusus sepeda, polisi-polisi tersebut mengecek kepemilikan dari sepeda tersebut. Kasus yang sedang berkembang di Jepang adalah pelanggaran pengguna sepeda, sehingga banyak iklan di televise yang mensosialisasikan untuk bersepeda dengan hati-hati.

Singapore salah satu negara yang memfasilitasi pengguna sepeda. Tempat parkir di Singapore (Gambar 33) salah satunya terletak di dekat taman kota. Tempat parkir ini menggunakan jenis Rak Sepeda. Tempat parkir seperti ini mudah untuk digunakan para pengguna sepeda. Rak ini memiliki dua tingkatan.

Gambar 33. Tempat Parkir Sepeda di Singapore

Pada tingkatan dasar, sepeda dapat langsung di parkirkan dengan menggunakan standar untuk menegakkan sepeda, lalu roda bagian depan di beri kunci atau gembok pada U-lock yang vertikal untuk membuat sepeda aman dari orang yang iseng. Pada tingkatan atas, memarkirkan sepedanya adalah dengan cara menarik turun rak sepeda yang berada di tingkatan atas, lalu setelah dikunci pada U-lock rak tersebut didorong lagi ke atas. Contoh tempat parkir seperti ini dapat menghemat lahan yang tidak luas.

Tempat parkir yang sudah ada harus dilengkapi dengan signage agar dapat memberi informasi dimana letak tempat parkir kepada pesepeda. Signage ini juga

berfungsi agar tempat parkir tidak di beralih fungsi. Jumlah tempat parkir yang sedikit dan tidak strategis membuat pengguna sepeda memarkirkan sepedanya dan beristirahat di rumput pinggir jalan, dan duduk-duduk di bawah pohon (Gambar 34). Perilaku seperti ini dapat menyebabkan tanaman di pinggir jalan rusak dan tidak bagus lagi.

Gambar 34. Perilaku Parkir Ilegal di Rumput 5.2Evaluasi Pengelolaan Jalur Hijau Sepeda

Kawasan Sentul City berada di dekat pegunungan, oleh karena itu, pada tahun 1995 dipilih pohon pinus (Pinus merkusii) untuk ditanam di kawasan Sentul City, khususnya pada jalan MH. Thamrin untuk menyesuaikan dengan keadaan sekitar. Berdasarkan letak penanamannya, jalur hijau di Jalan MH. Thamrin (Gambar 35) dan Jendral Sudirman (Gambar 36) dibagi menjadi tiga bagian, yaitu pada tepi jalan, median jalan, dan daerah tikungan jalan. Jalur hijau pada jalur sepeda ini umumnya ditanami oleh vegetasi yang memiliki fungsi estetika.

Jalur hijau ini awalnya diperuntukkan untuk jalur yang sudah eksisting yaitu untuk kendaraan bermotor. Namun, setelah ada jalur sepeda, jalur hijaunya mengikuti jalur hijau yang sudah eksisting. Jalur hijau disini berfungsi sebagai peredam suara, penyerap polusi, dan mengurangi tiupan angin. Jalur hijau yang berada di bahu jalan ini sudah direncanakan dari awal dengan ukuran yang lebar, hal ini untuk mendukung konsep eco city dari Sentul City.

Pada jalan utama, tidak ada kavling dan rumah-rumah, yang ada hanya kawasan CBD, ini dikarenakan letak yang strategis dan sistem pemukiman Sentul City yang berupa cluster-cluster.

Gambar 35. Jalur Hijau di Jalan Jendral Sudirman

Gambar 36. Jalur Hijau di Jalan MH. Thamrin

Komposisi tanaman perlu memperhatikan bentuk, tinggi, tekstur dan warna dari bagian tanaman sehingga menciptakan keserasian secara menyeluruh (Stevens et al., 1994). Tanaman pada jalan MH. Thamrin dan Jendral Sudirman dibagi menjadi tiga tingkatan, yaitu:

1. pohon, berfungsi sebagai penghalang sinar matahari dan angin, menutupi pemandangan yang kurang baik, pengatur iklim mikro, dan memberikan nilai estetika;

Pengelolaan merupakan upaya manusia untuk mendayagunakan pemeliharaan dan melestarikan lanskap atau lingkungan agar memperoleh manfaat yang maksimal dengan mengusahakan kontinuitas kelestariannya (Arifin dan Arifin, 2000). Jalur hijau di Sentul City, dikelola oleh Town Management Development (TMD) yang merupakan bagian dari PT. Sukaputra Graha Cemerlang (SGC).

Pemeliharaan ada dua bagian, pemeliharaan ideal dan pemeliharaan fisik. Pemeliharaan fisik yang dilakukan oleh TMD ada dua bagian, yaitu pemeliharaan elemen lunak (soft material) dan elemen keras (hard material). Pemeliharaan fisik elemen lunak pada jalur hijau di jalan MH. Thamrin dan jalan Jendral Sudirman terdiri dari penyiraman, pendangiran, pemangkasan, pembabatan, penyapuan sampah, dan pengendalian hama dan penyakit. Sedangkan pemeliharaan elemen keras terdiri dari penyiraman jalan yang kotor, pembersihan gentong-gentong tanaman, perbaikan aspal jalan, dan lain sebagainya.

Tingkat pemeliharaan dibagi menjadi tiga yaitu area yang membutuhkan pemeliharaan tinggi atau intensif, sedang atau semi intensif, dan rendah atau ekstensif (Carpenter et al., 1975). Pemeliharaan fisik pada lanskap jalur sepeda yang terjadwal harian, bulanan, tahunan, dan insidentil. Untuk jalur sepeda di Sentul City tidak memiliki pengelolaan yang khusus. Pemeliharaan jalur sepeda masuk kedalam pemeliharaan jalan, yang terdiri atas pembersihan daun dan sampah yang mengotori jalan, penyiraman jalan yang kotor. Jalan MH. Thamrin dan jalan Jendral Sudirman dikelola oleh kontraktor Gelar Jaya. Pengelolaan lanskap jalur sepeda ini diantaranya adalah pemeliharaan berm, pohon, saluran, dan jalan (Tabel 25).

Kontraktor Gelar Jaya memiliki pekerja sebanyak 77 orang, yaitu 7 orang pekerja, 4 orang pengawas lapang, 1 orang untuk alat, dan 1 orang sekertaris. Untuk pemeliharaan penyapuan jalan dan berm, tenaga kerja dominan ibu-ibu. Dalam perekrutan tenaga kerja secara outsourching, tanpa harus memiliki keahlian. Pelatihan diberikan untuk pemeliharaan seperti kendaraan, pemangkasan, pendangiran, dan bokor. Masalah yang dihadapi oleh kontraktor Gelar Jaya adalah masalah gulma pada rumput, cuaca, serta dana. Untuk hama dan penyakit, tidak dilakukan pencegahan, pemeliharaan hanya dilakukan saat ada hama tersebut.

Alat-alat yang dimiliki kontraktor ini diantaranya adalah mobil, mesin rumput, sapu, gunting stek, golok, pancong, cangkul, dan garpu. Peralatan ini berada di gudang yang sengaja mereka sewa di daerah Sentul City. Jam kerja pekerja di kontraktor ini adalah dari jam 08.00-12.00 dan 13.00-16.00.

Tabel 25. Pemeliharaan Lanskap Jalur Sepeda

No. Jenis Pemeliharaan Waktu Pemeliharaan

Pemeliharaan Berm

1. Pemangkasan rumput 1 bulan sekali 2. Pencabutan rumput liar 1 bulan sekali 3. Edging rumput dengan batas

perkerasan 1 bulan sekali

4. Pemupukan 3 bulan sekali

5. Penyiraman 2 kali sehari

Pemeliharaan Pohon

1. Pemangkasan daun pohon Insidentil 2. Pemupukan dan pemberian

kompos 6 bulan sekali

3. Pemberantasan hama dan

penyakit Insidentil

Pemeliharaan Jalan

1. Penyapuan dan pembersihan Setiap hari 2. Pencabutan rumput liar Setiap hari

3. Penyiraman Insidentil

Pemeliharaan Saluran

1. Pembersihan saluran Setiap hari

Sumber: Wawancara kontraktor 5.2.1 Pemeliharaan Berm

Pemeliharaan berm terdiri dari pemangkasan rumput, pencabutan rumput liar, edging rumput dengan batas perkerasan, dan pemupukan. Pemangkasan rumput dilakukan dengan manual dan menggunakan mesin. Pemangkasan secara manual (Gambar 37) dilakukan dengan menggunakan gunting rumput atau arit. Pemangkasan secara manual dilakukan dengan hati-hati, karena rumput dapat menjadi gundul apabila tidak menguasai alat. Pemangkasan yang dilakukan sebulan sekali ini dilakukan untuk mengurangi ukuran rumput dan merangsang

Gambar 37. Pemangkasan Tanaman Secara Manual

Pencabutan rumput liar atau penyiangan adalah pemeliharaan berm yang dilakukan secara teratur setiap hari setelah jam istirahat. Rumput liar adalah tanaman pengganggu di luar dari rumput eksisting. Keberadaannya dapat merusak estetika taman. Pencabutan rumput liar ini menggunakan alat pencukil sehingga dapat mencabut rumput hingga akar-akarnya (Gambar 38). Penyiangan ini dilakukan setiap hari setelah pekerja menyapu jalan bergilir keseluruh bagian selama sebulan. Untuk pemupukan, dilakukan secara tidak serempak, dikarenakan tenaga kerja yang terbatas. Pemupukan diutamakan pada tanaman yang kira-kira harus dipupuk. Pupuk yang digunakan adalah pupuk kandang yang dibeli dan kompos yang diberi oleh pihak TMD.

Gambar 38. Penyiangan Rumput dengan Alat Pencukil 5.2.2 Pemeliharaan Pohon

Pemangkasan pohon merupakan salah satu pemeliharaan yang dilakukan untuk mengontrol pertumbuhan pohon agar sesuai yang diinginkan serta menjaga

keamanan dan kenyamanan dari pengguna jalan MH. Thamrin dan Jendral Sudirman. Pihak pengelola melakukan pemangkasan pada bagian pohon yang menjuntai menghalangi jalan atau kawat listrik, bagian pohon yang tumpang tindih, dan apabila pohon tersebut tersambar petir. Waktu pemangkasan dilakukan pada saat tertentu, tergantung dari pertumbuhan pohon tersebut.