A. Batas Tapak dan Geografis
1. Pengembangan Jalur Sepeda
Pengembangan jalur sepeda yaitu pengembangan luas jalur sepeda ke beberapa jalan utama lainnya di Sentul City. Berdasarkan wawancara dengan pihak Sentul City, jalur sepeda yang berada di jalan MH. Thamrin dan Jendral Sudirman dibangun bersamaan dengan pengaspalan jalan. Oleh karena itu, akan lebih baik apabila jalur sepeda diperluas apabila akan diadakan pengaspalan jalan pada jalan Siliwangi dan Bali Raya. Tipe jalur sepeda yang akan dikembangkan mengikuti tipe jalur sepeda sebelumnya, yaitu bicycle lane, dimana jalur sepeda
Jalan Siliwangi memiliki jalur pedestrian di beberapa titik (Gambar 41). Jalur ini dapat dimanfaatkan sebagai jalur sepeda dengan tipe bike path, yaitu atau jalan kecil untuk sepeda adalah sebuah jalur sepeda yang secara fisik dipisahkan dari lalu lintas kendaraan bermotor, dapat terletak di bahu kanan atau kiri jalan raya. Perlu pengelolaan yang rutin untuk jalur di pedestrian ini untuk menghindari lumut, selain itu, perlu ditambah pagar untuk keamanan pesepeda pada jalur yang berhadapan dengan jurang.
Gambar 41. Jalur Pedestrian di Jalan Siliwangi 2. Penambahan Fasilitas-Fasilitas Penunjang
Fasilitas penunjang yang seharusnya dimiliki oleh suatu jalur sepeda dalam rangka memenuhi tujuan utama pembuatan jalur sepeda di Sentul City di antaranya:
A. Tempat Parkir
Berdasarkan wawancara dengan pihak Sentul City, tujuan bersepeda di Sentul City adalah untuk berolahraga. Tempat parkir yang dibutuhkan untuk tujuan olahraga dapat diletakan pada tempat-tempat tertentu saja, seperti pada tempat istirahat. Tempat parkir yang tersedia masih tergolong sedikit dan tergolong susah untuk memarkirkan sepeda. Halte sebagai tempat istirahat perlu diletakkan tempat parkir sepeda agar sepeda terlihat lebih rapi. Eco-Art Park adalah tempat yang direncanakan sebagai pusat dari kegiatan pesepeda di Sentul City, hal ini dapat digunakan sebagai tempat komunitas pesepeda, mulai dari tempat berkumpul, membersihkan diri, beristirahat, makan, dan sebagainya, agar pesepeda memiliki
tempat untuk beristirahat dan memarkirkan sepedanya. Hal ini untuk mengatasi ancaman berupa pengguna sepeda yang sering beristirahat di pinggir jalan, ini untuk menghindari terjadinya kecelakaan.
Penambahan fasilitas tempat parkir di beberapa titik seperti di sekolahan, mall, masjid, dan kawasan CBD lainnya juga dapat meningkatkan kenyamanan pengguna sepeda dalam memarkirkan sepeda. Hal ini harus disertai dengan pengelolaan yang baik dan teratur agar fasilitas-fasilitas ini dapat berkelanjutan. B. Ruang ganti pakaian dan Ruang Membersihkan Diri
Berdasarkan hasil wawancara dengan pengguna sepeda di Sentul City, mereka membutuhkan tempat untuk mengganti pakaian dan membersihkan diri setelah mereka bersepeda. Tempat yang direncanakan berada di Eco Art Park, hal ini disesuaikan dengan tujuan dari pembangunan Eco Art Park adalah tempat awal dan akhir pengguna sepeda di Sentul City.
C. Tempat Istirahat
Tempat istirahat yang ada di Sentul City, perlu dikelola dengan baik. Halte adalah salah satu tempat istirahat yang sudah ada di Sentul City. Letaknya berada di pinggir jalan utama. Pengelolaan yang baik akan menambah fungsi kenyamanan pada tempat istirahat tersebut.
D. Program Bike on Bus
Program ini merupakan fasilitas yang diberikan untuk pesepeda yang mengalami kesulitan dalam hal transportasi menuju ke Sentul City (Gambar 42). Transportasi merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi keinginan orang lain untuk mengunjungi tempat tersebut. Sentul City sudah memiliki transportasi dan shelter bus nya. Dengan memanfaatkan hal ini, dapat ditambahkan fasilitas pengangkutan sepeda yang mengikuti standar pengangkutan sepeda oleh bus. Menurut Federal Highway Administration (FHWA), program Bike on Bus merupakan ide yang sangat baik, untuk pelanggan bus program ini adalah tambahan pilihan, untuk pengendara sepeda ini adalah peluang, dan untuk masyarakat umum ini merupakan langkah menuju mengurangi jumlah kendaraan bepergian di jalan.
Gambar 42. Program Bike on Bus
Program ini diterapkan untuk memfasilitasi pengguna sepeda dari luar Sentul City sehingga memudahkan untuk menuju tempat ini. Program ini dapat dilakukan pada hari tertentu seperti pada weekend, dimana jalur sepeda banyak digunakan. Dengan diterapkannya strategi ini maka Sentul City dapat melakukan penetrasi pasar sehingga eksistensi jalur sepeda akan berkelanjutan. Untuk keamanan, proses pengangkutan sepeda ke bus hanya dilakukan di shelter bus, tidak diperkenankan menaikan sepeda selain di shelter bus.
Waktu operasional Bike on bus ini pada waktu ramai pengguna sepeda di Sentul, yaitu Sabtu dan Minggu. Dengan jam kedatangan mengikuti jadwal yang sudah ada dari bus Sentul ini. Bus dapat mengangkut semua jenis sepeda pada waktu operasional kecuali sepeda tandem, sepeda roda tiga, dan ukuran standar sepeda sesuai dengan rak yang digunakan. Rak sepeda berada di bagian depan bus, untuk sepeda yang tidak dapat dilipat dilarang dibawa masuk ke dalam bus, harus diletakkan pada rak yang disediakan di depan bus. Sedangkan untuk sepeda lipat, dapat dibawa masuk ke dalam bus selama bus belum pada kapasitas duduk penuh. Hal ini dilakukan untuk tetap mempertahankan kenyamanan pengguna bus selain pesepeda.
Papan informasi mengenai syarat membawa sepeda ke dalam bus harus dibuat untuk menunjang fasilitas ini. Papan pemberitahuan diletakan di tempat yang
mudah dilihat oleh pesepeda di shelter bus. Papan informasi berisi tentang prosedur pengangkutan sepeda dan waktu operasional program bike on bus ini. E. Pengelolaan Lanskap Jalur Sepeda Sentul City
A. Tenaga Kerja
Pengelolaan lanskap di Sentul City sudah didukung oleh sumber daya manusia yang baik. Pengelolaan fisik lanskap jalur sepeda yang meliputi pemeliharaan fasilitas-fasilitas penunjang dan sumber daya alam perlu diperhatikan.
B. Jadwal Pemeliharaan
Kegiatan pemeliharaan untuk jalur hijau sepeda sudah terkelola dengan baik. Tetapi untuk kegiatan pemeliharaan fisik jalur sepeda belum terkelola dengan baik dan perlu penyusunan sub jadwal kerja untuk jalur sepeda (Tabel 28). Sub jadwal jalur sepeda perlu dibuat untuk menciptakan dan memelihara jalur sepeda yang aman dan nyaman untuk digunakan pesepeda agar dapat berkelanjutan.
Tabel 28. Rekomendasi Sub-Jadwal Pemeliharaan Jalur Sepeda
No. Jenis Pemeliharaan Waktu Pemeliharaan
1. Penyapuan dan Pembersihan
Jalur Sepeda Setiap Hari
2. Pembersihan lumut Setiap Hari
3. Pengecekan sign system Setiap Hari 4. Penggantian lampu halte (tempat
istirahat) 6 bulan sekali
5. Pengecatan garis marka jalan 1 tahun sekali
Kelengkapan alat dan bahan sangat mendukung kelancaraan dalam kegiatan pemeliharaan taman yang dilakukan setiap hari sehingga dapat berjalan secara efektif dan efisien (Arifin dan Arifin, 2005). Alat dan Bahan yang dibutuhkan untuk kegiatan pemeliharaan Jalur Sepeda disediakan oleh pihak kontraktor yang bertanggung jawab dalam jalan MH. Thamrin dan Jendral Sudirman.
C. Metode Kerja
Metode kerja adalah tata cara kerja untuk memperlancar pekerjaan atau pengelolaan. Menurut The Department of Transportation maintains bikeways in unincorporated Sacramento County (2011), pemeliharaan jalur sepeda meliputi
memastikan bahwa marka jalur sepeda terlihat dan papan lalu lintas sepeda agar tetap operasional. Sistem Patroli untuk di sepanjang jalur sepeda perlu diperketat untuk meningkatakan kenyamanan dan keamanan pesepeda. Menurut The Department of Transportation Maintains Bikeways in unincorporated Sacramento County (2011), penyebab paling umum dari kecelakaan sepeda terjadi ketika pengendara sepeda berada di jalan kendaraan bermotor. Sepeda dan pengendara kendaraan bermotor harus mengikuti aturan yang berlaku. Aturan-aturan tersebut meliputi mematuhi papan lalu lintas dan tanda-tanda yang ada di jalan.
Kegiatan patroli dua kali dalam sehari perlu diperketat dengan mempertegas larangan parkir di jalur sepeda. Kendaraan bermotor yang parkir di jalur sepeda dapat menimbulkan bahaya, terutama saat pengguna jaluar sepeda perlu untuk menghindari pembukaan pintu mobil. Mobil-mobil yang parkir di sekitar tenda di jalan MH. Thamrin harus diatur agar parkir secara diagonal dan mulut mobil mengarah ke depan, sehingga dapat mengurangi potensi konflik yang akan terjadi (Gambar 43). Selain penertiban parkir, dooring sign perlu diterapkan. Tanda ini diletakkan berdekatan dengan tempat parkir kendaraan bermotor yang ada untuk mengingatkan pengendara untuk melihat sebelum membuka pintu mereka.
Gambar 43. Parkir Kendaraan Bermotor: Parkir Berderet (Atas); Rekomendasi Parkir Diagonal (Bawah)
BAB VI
SIMPULAN DAN SARAN