• Tidak ada hasil yang ditemukan

ISTIMEWA YOGYAKARTA

III- 13Kecamatan Patuk, Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta terletak di perbatasan

2. Menyediakan fasilitas pendukung kegiatan

pariwisata yang memadai. Pemenuhan terhadap kebutuhan fasilitas akomodasi yang mendukung kegiatan pariwisata merupakan syarat utama untuk menarik lebih banyak pengunjung dengan waktu tinggal lebih lama.

Sumber: Analisis Pribadi, 2012

Patuk Gunungkidul sebagai salah satu tempat tujuan wisata di Gunungkidul dianggap sebagai lokasi yang berpotensi sebagai lokasi perencanaan hotel resort di Kabupaten Gunungkidul. Untuk menarik wisatawan agar bersedia berkunjung dan menginap maka perlu direncanakan suatu fasilitas akomodasi yang nyaman dan dapat menampilkan kearifan lokal Gunungkidul dalam ruang dan fisik bangunan.

commit to user

III-15

G.Kondisi Geografis Kabupaten Gunungkidul

Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, dengan Ibu Kota Wonosari yang terletak 39 km sebelah Tenggara Kota Yogyakarta. Secara geografis Kabupaten Gunungkidul berada pada 7°46′ LS-8°09′ LS dan 110°21′ BT-110°50′ BT, dengan luas wilayah 1.485,36 km2 atau sekitar 46,63 % dari luas wilayah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Batas wilayah Kabupaten Gunungkidul dapat dirinci sebagai berikut:

1. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Sleman dan Kabupaten Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

2. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Klaten dan Kabupaten SukoharjoProvinsi Jawa Tengah.

3. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah. 4. Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia.

Wilayah Kabupaten Gunungkidul termasuk daerah beriklim tropis, dengan topografi wilayah yang didominasi dengan daerah kawasan perbukitan karst. Wilayah selatan didominasi oleh kawasan perbukitan karst yang banyak terdapat goa-goa alam dan juga sungai bawah tanah yang mengalir. Dengan kondisi tersebut menyebabkan kondisi lahan di kawasan selatan kurang subur yang berakibat budidaya pertanian di kawasan ini kurang optimal. Kondisi klimatologi Kabupaten Gunungkidul secara umum menunjukkan kondisi sebagai berikut:

1. Curah hujan rata-rata pada Tahun 2010 sebesar 1.200 mm/tahun dengan jumlah hari hujan rata-rata 103 hari/ tahun. Bulan basah 7 bulan, sedangkan bulan kering berkisar 5 bulan. Wilayah Kabupaten Gunungkidul Utara merupakan wilayah yang memiliki curah hujan paling tinggi dibanding wilayah tengah dan Selatan. Wilayah Gunungkidul Selatan mempunyai awal hujan paling akhir.

commit to user

2. Suhu udara rata-rata harian 27,7° C, Suhu minimum 23,2°C dan suhu maksimum 32,4°C.

3. Kelembaban nisbi berkisar antara 80 % - 85 %, tidak terlalu dipengaruhi oleh tinggi tempat, tetapi lebih dipengaruhi oleh musim.

Kecamatan Patuk merupakan bagian dari Kabupaten Gunungkidul bagian utara yang terdiri dari delapan desa dengan batas wilayah sebagai berikut:

1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kecamatan Gedangsari 2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Playen

3. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Piyungan, Bantul 4. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Gedangsari

H.Potensi Wisata Kabupaten Gunungkidul

Wisata merupakan salah satu sumber pendapatan bagi daerah, menyadari kondisi dan potensi tersebut kemudian pemerintah membangun fasilitas-fasilitas untuk menunjang kegiatan wisata. Seiring dengan berkembangnya jaman, kebutuhan rekreasi dikalangan masyarakat luas meningkat, hal tersebut sangat menguntungkan Kabupaten Gunungkidul dalam rangka mengembangkan perekonomian daerah.

Upaya yang bisa dilaksanakan untuk mendukung berkembangnya sektor pariwisata adalah meningkatkan aksesibilitas, serta memberikan perhatian yang lebih besar terhadap keadaan sarana dan prasarana pendukung di masing-masing obyek-obyek wisata yang ada untuk menarik minat wisatawan yang datang berkunjung. Selain upaya tersebut diatas perlu juga didukung oleh dukungan sektor yang lain seperti pertanian dan industri kecil untuk memacu pertumbuhan di sektor ini.

commit to user

III-17

1. Wisata hutan

a. Hutan Wonosadi

Hutan Wonosadi dan Gunung Gambar merupakan dua obyek wisata alam yang letaknya berdekatan dan pada saat-saat tertentu secara bersamaan, masyarakat setempat melaksanakan upacara adat “Sadranan” secara meriah. Hutan Wonosadi merupakan hutan yang terletak di lereng perbukitan di Desa Beji Kecamatan Ngawen, sekitar 18 km dari Wonosari. Hutan yang kaya dengan pohon-pohon langka sampai saat ini masih sangat terjaga kelestariannya.

Gunung Gambar dengan ketinggian 200 mdpl, merupakan obyek wisata spiritual yang berada di Desa Jurangjero Kecamatan Ngawen. Gunung Gambar merupakan tempat bertapa Raden Mas Said/Pangeran Sambar Nyowo selama berperang melawan Belanda. Di tempat ini, beliau duduk di atas batu (Watu Kong) yang sampai sekarang masih terlihat di Gunung Gambar, menyusun strategi untuk melawan Belanda, yang kemudian menjadi penguasa Mangkunegaran Surakarta dengan gelar KGPAA Mangkunegara I.

b. Rest Area Bunder

Rest Area Bunder merupakan suatu kawasan yang dilengkapi bangunan pendopo dengan fasilitas listrik 3000 watt, mushola, air bersih, MCK, dan tempat bermain anak-anak.

Gb. III. 6. Rest Area Bunder

commit to user

c. Hutan Wanagama

Kawasan hutan Wanagama yang memiliki luas 600 ha merupakan hutan buatan dan sebagai pola percontohan untuk mengembangkan hutan serbaguna khususnya dalam mengatasi lahan kritis dan penghijauan.

2. Wisata gunung

a. Gunung Nglanggeran

Kawasan ini merupakan kawasan yang litologinya disusun oleh material vulkanik tua dan bentang alamnya memiliki keindahan yang secara geologi sangat unik dan bernilai ilmiah tinggi.

Di kawasan hutan Wanagama juga terdapat Museum Kayu yang unik dan menarik karena terdapat aneka ragam peralatan kayu yang sudah tua umurnya, yaitu barang-barang antik dan langka serta beragam.

Gunung Nglanggeran terletak di kawasan Baturagung di bagian utara Kabupaten Gunungkidul dengan ketinggian antara 200-700 mdpl, tepatnya di desa Nglanggeran, Patuk. Gb. III. 7. Hutan Wanagama

Gb. III. 8. Gunung Nglanggeran

Sumber: www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id

commit to user

III-19

3. Wisata Karst

Bentang alam kawasan karst Gunungkidul sangat unik, hal tersebut dicirikan dengan adanya fenomena di permukaan (eksokarst) dan bawah permukaan (endokarst). Fenomena bawah permukaan meliputi goa-goa karst (terdapat 119 goa) dengan stalaktit dan stalakmit, dan semua aliran sungai bawah tanah. Karena keunikan ekosistemnya, maka tahun 1993 International Union of Speleology mengusulkan agar Kawasan Karst Pegunungan Sewu masuk ke dalam salah satu warisan alam dunia.

4. Telaga Suling / Bengawan Solo Purba

Lokasi ini sangat cocok untuk kegiatan tracking atau jelajah wisata. Dalam perjalanan menuju Pantai Sadeng, jalur aliran sungai Bengawan Solo purba bisa dinikmati pemandangannya. Bekas aliran tersebut berupa dataran rendah yang diapit Kabupaten Gunungkidul memiliki topografi karst yang terbentuk oleh proses pelarutan batuan kapur yang dikenal sebagai Kawasan Karst Pegunungan Sewu yang bentangnya meliputi wilayah kabupaten Gunungkidul, Wonogiri dan Pacitan.

Terletak di desa Songbanyu dan desa Pocung, Kecamatan Girisubo, dengan jarak sekitar 50 km dari kota Wonosari. Telaga Suling berupa lembah yang letaknya dekat dengan Pantai Sadeng.

Gb. III. 9. Goa Karst Gunungkidul

Gb. III. 10. Telaga Suling

Sumber: www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id Sumber: www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id

commit to user

dua perbukitan tinggi, yang kini menjadi lahan pertanian, sejauh 7 km ke arah utara hingga wilayah Pracimantoro Kabupaten Wonogiri.

5. Kesenian

a. Wayang

Gb. III. 11. Wayang Kulit

b. Reog

Gb. III. 12. Prajurit Kuda Kepang

c. Campursari

Campursari merupakan suatu musik asli dari Gunungkidul. Musik ini diperkenalkan oleh Manthos (seorang penulis lagu campursari sekaligus penyanyi dari Kecamatan Playen). Musik ini merupakan perpaduan musik tradisional dan Salah satu atraksi kesenian tradisional Gunungkidul adalah Reog, yang merupakan jenis kesenian rakyat yang bermuara dari cerita Panji dan biasanya dimainkan oleh 10 orang, yang terdiri dari Penthul dan Tembem, prajurit udeng gilig, prajurit kuda kepang, penongsong dan para prajurit, dengan iringan musik kendang / dhodok, bendhe, kecrek dan angklung.

Di Kabupaten Gunungkidul berdasarkan cara pertunjukan dan jenis ceritanya terdapat 3 jenis, Wayang kulit, Wayang Orang dan Wayang Beber.

Sumber: www.pariwisata.gunungkidulkab.go.id

Sumber:

commit to user

III-21

Dokumen terkait