3.9 Proses Pembuatan
3.9.2 Merakit Komponen Pada Papan Sirkuit
Papan Perf memiliki ukuran yang bervariasi. Dibutuhkan sebuah papan perf yang memiliki 7 lubang pada tinggi papan dan 15 lubang pada lebar papan. Untuk memotong papan dibutuhkan ragum untuk menahan papan tersebut ketika proses pemotongan dan gergaji kecil untuk memotong papan perf.
Gambar 3.57: proses pemotongan papan perf.
Setelah pemotongan papan, kawat dipasangkan pada bus positif dan bus negatif papan perf. Perlu diketahui bahwa kawat dan komponen dimasukkan melalui sisi atas papan bukan pada sisi yang tembaganya terlihat karena sisi tersebut merupakan area prose solder terjadi. Hal yang pertama dilakukan adalah membuat bus positif pada papan perf dengan menggunakan kawat. Kawat yang dimasukkan adalah kawat berwarna merah yang sudah terkelupas. Setelah itu, masukkan melalui lubang paling kanan dari baris atas, dan menarik kembali melalui paling kiri lubang kemudian menarik kawat secara perlahan untuk mengencangkan kawat tersebut.
Selanjutnya adalah membalik sisi atas papan perf dan melakukan solder pada kedua ujung kawat. Titik-titik yang terdapat pada papan tersebut tidak dapat disolder sebelum beberapa komponen dimasukkan. Disarankan untuk menggunakan kawat dengan panjang 5 "atau 6" pada bagian ini.
Gambar 3.59: ujung kawat yang telah telah disolder dan dipasangkan pada papan perf.
Ukuran kawat dapat diperpendek ketika memasukkannya ke dalam papan Perf , tetapi ukuran yang panjang sangat dibutuhkan ketika tahap menguji perakitan di papan breadboard.
Selanjutnya adalah membuat bus negatif. Proses pembuatan hampir sama dengan proses pemasangan kawat positif namun pemasangan kawat di sisi bawah papan perf, dan menggunakan kabel hitam.
Gambar 3.60: pemasangan kawat berwarna hitam pada papan perf melalui kawat yang telah disolder.
Kemudian transistor yang digunakan dipasang dekat titik tengah atas papan perf dengan asumsi 2N3904,2N5088, atau 2N5089 melengkung ke samping menghadap kiri.
Gambar 3.61: letak transistor pada papan perf.
Selanjutnya adalah menambahkan R1 dan R2. Pertama-tama bengkokkan R1, yaitu resistor berdaya 2,2 juta, menjadi bentuk "u" dan masukkan bersama transistor. Setelah itu tempatkan resistor berbatasan langsung dengan transistor sehingga satu kaki berada di baris horisontal yang searah dengan kolektor transistor (pin paling atas), dan kaki yang lain berada di baris yang sama sebagai dasar transistor (pin tengah).
Gambar 3.62: letak resistor yang berdekatan dengan transistor pada papan perf.
Apabila memungkinkan, masukkan kabel dan komponen sehingga semua poin yang connect berada di baris yang sama. Selanjutnya masukkan R2, yaitu
resistor berdaya 68K yang menghubungkan kolektor transistor (paling atas pin) ke bus yang positif. Sekarang salah satu ujung masing-masing resistor harus bersamaan pada baris horisontal sebagai kolektor.
Gambar 3.63: letak kolektor ttransistor yang berada di atas pin.
Kemudian solder ujung paling atas R2 ke bus yang positif (sambungan dapat diverifikasi menggunakan multimeter ).
Gambar 3.64: proses solder ujung R2 ke bus positif.
Tahap berikutnya adalah menambahkan C1 dan C2 (kapasitor). Cap 1 harus berada pada baris horisontal yang sama dengan dasar transistor (pin tengah) sedangkan C2 harus pada baris yang sama dengan kolektor transistor (pin atas).
Gambar 3.65: penambahan C1 dan C2 (kapasitor) pada papan perf.
Tahap selanjutnya adalah dengan membalikkan bagian atas papan. Kemudian gunakan tang lancip untuk memutar kawat yang terletak berdekatan pada baris yang sama dan menghubungkan salah satu ujung masing-masing R1 dan R2 ke kolektor transistor ( pin atas) dan sisi terdekat dari C2 (yang memiliki empat kabel).
Gambar 3.66: proses menghubungkan salah satu ujung masing-masing R1 dan R2 ke kolektor transistor dan sisi terdekat dari C2.
Hubungkan ujung lainnya dari R1 ke basis transistor (pin tengah) dan sisi terdekat dari C1 (tiga kabel total). Kaki terluar dari C1 ands C2 dan emitor transistor (pin bawah) belum terhubung dengan apa pun .
Untuk menghubungkannya, Solder setiap gumpalan kawat dekat dengan lubang, dan kemudian potong kawat yang tersisa.
Gambar 3.68: proses penyolderan gumpalan kawat yang dekat dengan lubang.
Selanjutnya, tambahkan dioda yang telah ditentukan dan memeriksa orientasi komponen tersebut sebelumnya. Salah satu ujung dioda yaitu katoda ditempatkan pada bus negatif, dan orientasi anoda berlawanan dengan orientasi katoda. Apabila dioda yang ditentukan lebih dari dua, gunakan ruang tambahan di sisi anoda dan katoda yang pertama dan kaki dioda tersebut pada baris horizontal yang sama.
Gambar 3.69: penambahan dioda pada papan perf.
Kemudian tambahkan kawat input dan output dengan mengelupas kawat sebagai isolator dengan panjang 2,5 cm, dan ditempatkan pada kaki terluar C1.
Kemudian bagian atas papan dibalikkan untuk menyatukan kedua kawat dengan cara memutarnya, kemudian menyolder dan memotong sisa kawat. Lakukan hal yang sama dengan kabel output dengan membelitkan kaki paling atas dari dioda dan kaki terluar C2. Setelah itu, Solder kedua kaki komponen dan memotong kawat yang tersisa.
Gambar 3.70: pemasangan kawat input dan kawat outpu pada papan perf.
Setelah proses solder dioda dan kapasitor selesai, Potong kabel yang terhubung ke POT gain C10 sekitar 7,6 cm dan kabel yang terkelupas sekitar 1,25 cm yang terisolasi dari masing-masing kawat. Kemudian hubungkan kawat tersebut pada lug 3 bersama pin terendah dalam transistor, emitor dan balikkan bagian atas papan untuk membelitkan dua kabel tersebut sebelum disolder dan dipotong.
Gambar 3.71: pemasangan kawat potensiometer pada papan perf.
Kemudian masukkan kabel yang terhubung ke lugs 1 dan 2 dari POT C10K dan membalikkan papan untuk membelit kedua kabel sebelum disolder dan digunting. Terdapat dua tahap pemasangan komponen sebelum memasukkan papan sirkuit ke dalam pedal yaitu resistor untuk Melindungi kekuatan kita LED- to-be, dan besar kapasitor untuk menyaring catu daya dan meminimalkan noisy.
Gambar 3.72: letak kapasitor elektrolit pdalam skema rangkaian.
Kapasitor Elektrolit 22 F berfungsi untuk menyaring noise (suara bising) karena komponen tersebut terpolarisasi. Dari skema diatas, menunjukkan bahwa R5 melindungi LED (jika aliran listrik positif langsung ke bus 9-volt, LED akan terbakar dalam hitungan detik). Simbol LED seperti simbol pada dioda, tetapi dengan tambahan simbol panah yang menunjukkan bahwa dioda memiliki pemancar cahaya.
Perlindungan LED dilakukan dengan menyisipkan resistor 4.7K (R5) di atas C1 melalui kawat isolator sepanjang 2,5 cm yang terkelupas. Kemudian membelitkan kedua kaki komponen sebelum disolder dan dipotong dan solder kaki lainnya dari R5 pada bus yang positif.
Gambar 3.73: proses penyisipan resistor 4.7K di atas C1.
Selanjutnya menambahkan C3. Masukkan kapasitor elektrolit 22 F menuju sisi kiri papan Perf dengan kaki positif menghadap ke atas. Kemudian papan dibalikkan ke atas dan membengkokkan kaki kapasitor sehingga kawat panjang menyentuh bus positif dan kawat yang pendek menyentuh bus positif. Setelah kawat dibengkokkan, solder kawat tersebut dan potong kawat yang tersisa. Disarankan untuk memeriksa kembali bagian belakang papan.
Gambar 3.74: memeriksa kembali rangkaian solder pada bagian belakag papan perf
Pada tahap selanjutnya adalah memverifikasi integritas sendi dari hasil solder yang menggunakan kaca pembesar. Periksa bahwa tidak ada kabel atau hasil solder terlalu menonjol permukaan papan perf.
Papan perf yang telah dirangkai kemudian dipasangkan pada papan Breadboard untuk melakukan tes terhadap papan perf. Sambungkan kabel merah pada bus positif dan kabel hitam pada bus negatif, kabel input pada jack input, kabel output pada jack output. Kemudian sambungkan LED, kaki pendek LED disambungkan pada bus negatif dan kaki panjang LED disambungkan pada R5 melalui kawat sebagai penghubung.