• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Dasar Hukum

Undang-undang Nomor 13 Tahun 1985 2. Saat Terutang Bea Meterai

1. Dokumen yang dibuat oleh satu pihak, adalah pada saat dokumen itu diserahkan;

2. Dokumen yang dibuat oleh lebih dari salah satu pihak, adalah pada saat selesainya dokumen itu dibuat;

3. Dokumen yang dibuat di luar negeri adalah pada saat digunakan di Indonesia.

3. Pihak yang Terutang Bea Meterai

Adalah pihak yang menerima atau mendapat manfaat dari dokumen, kecuali pihak atau pihak-pihak yang bersangkutan menentukan lain.

4. Pelunasan Bea Meterai

a. menggunakan benda meterai;

b. menggunakan cara lain; misalnya membubuhkan tanda-tera sebagai pengganti benda meterai di atas dokumen dengan mesin teraan.

5. Sanksi Tidak atau Kurang Melunasi Bea Meterai

Dokumen yang terutang/dikenakan Bea Meterai yang tidak atau kurang dilunasi sebagaimana mestinya dikenakan denda administrasi sebesar 200% (dua ratus persen) dari Bea Meterai yang tidak atau kurang dibayar. Pemegang dokumen atas dokumen yang tidak atau kurang dibayar Bea Meterainya harus melunasi Bea Meterai yang terutang berikut dendanya dengan cara pemeteraian kemudian.

6. Dokumen-dokumen yang Dikenakan Bea Meterai:

a. Dikenakan Bea Meterai dengan tarif Rp. 3.000,- i. Surat yang memuat jumlah uang, yaitu:

1. Menyebutkan penerimaan uang;

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

2. Menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;

3. Berisi pemberitahuan saldo rekening di bank;

4. Berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan;yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp.250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) sampai dengan Rp.

1.000.000,00;

ii. Cek dan Bilyet Giro tanpa batas pengenaan besarnya harga nominal;

iii. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah);

iv. Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai jumlah harga nominal sampai dengan Rp. 1.000.000,00.

b. Dikenakan Bea Meterai dengan tarif Rp. 6.000,:

i. Surat perjanjian dan surat-surat lainnya yang, dibuat dengan tujuan untuk digunakan sebagai alat pembuktian mengenai perbuatan, kenyataan/keadaan yg bersifat perdata;

ii. Akta-akta notaris termasuk salinannya;

iii. Akta-akta yang dibuat oleh Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) termasuk rangkap rangkapnya;

iv. Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep; atau

v. Dokumen yang akan digunakan sebagai alat pembuktian di muka Pengadilan, yaitu:

1. Surat-surat biasa dan surat-surat kerumahtanggaan;

2. Surat-surat yang semula tidak dikenakan Bea Meterai berdasarkan tujuannya, jika digunakan u/ tujuan lain/digunakan oleh orang lain, selain dari maksud semula;

vi. Surat yang memuat jumlah uang, yaitu:

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

1. Menyebutkan penerimaan uang;

2. Menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;

3. Berisi pemberitahuan saldo rekening di bank;

4. Berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan; yang mempunyai harga nominal lebih dari Rp1.000.000,00.

vii. Efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang mempunyai harga nominal sampai dengan mempunyai harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,00 (satu juta rupiah);

viii. Sekumpulan efek dengan nama dan dalam bentuk apapun yang tercantum dalam surat kolektif yang mempunyai jumlah harga nominal lebih dari Rp 1.000.000,00.

7. Dokumen yang Tidak Terutang Bea Meterai a. Surat yang memuat jumlah uang, yaitu:

1) Menyebutkan penerimaan uang;

2) Menyatakan pembukuan uang atau penyimpanan uang dalam rekening di bank;

3) Berisi pemberitahuan saldo rekening di bank;

4) Berisi pengakuan bahwa hutang uang seluruhnya atau sebagiannya telah dilunasi atau diperhitungkan; yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 250.000,00;

b. Surat berharga seperti wesel, promes, dan aksep yang mempunyai harga nominal sampai dengan Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

8. Dokumen yang Tidak Dikenakan Bea Meterai a. Dokumen yang berupa :

1) Surat penyimpanan barang;

2) Konosemen;

3) Surat angkutan penumpang dan barang;

4) Keterangan pemindahan yang dituliskan di atas dokumen sebagaimana dimaksud

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

dalam angka 1), angka 2), dan angka 3);

5) Bukti untuk pengiriman dan penerimaan barang;

6) Surat pengiriman barang untuk dijual atas tanggungan pengirim;

7) Surat-surat lainnya yang dapat disamakan dengan surat-surat sebagaimana dimaksud dalam angka 1) sampai angka 6).

b.Segala bentuk Ijazah;

c.Tanda terima gaji, uang tunggu, pensiun, uang tunjangan, dan pembayaran lainnya yang ada kaitannya dengan hubungan kerja serta surat-surat yang diserahkan untuk

mendapatkan pembayaran itu;

d.Tanda bukti penerimaan uang Negara dari Kas Negara, Kas Pemerintah Daerah, dan bank;

e.Kuitansi untuk semua jenis pajak dan untuk penerimaan lainnya yang dapat disamakan dengan itu dari Kas Negara, Kas Pemerintahan Daerah dan bank;

f.Tanda penerimaan uang yang dibuat untuk keperluan intern organisasi;

g.Dokumen yang menyebutkan tabungan, pembayaran uang tabungan kepada penabung oleh bank, koperasi, dan badan-badan lainnya yang bergerak di bidang tersebut;

h.Surat gadai yang diberikan oleh Perusahaan Umum Pegadaian;

i. Tanda pembagian keuntungan atau bunga dari efek,dengan nama dan dalam bentuk apapun.

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

BAB XVII

PAJAK DAERAH DAN RETRIBUSI DAERAH

Dasar Hukum :

Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2000 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 1. Definisi

• Pajak Daerah, yang selanjutnya disebut pajak, adalah iuran wajib yang dilakukan oleh orang pribadi atau badan kepada Daerah tanpa imbalan langsung yang seimbang, yang dapat dipaksakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yang digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan Daerah dan pembangunan Daerah

• Retribusi Daerah, yang selanjutnya disebut Retribusi, adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas jasa atau pemberian izin tertentu yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh Pemerintah Daerah untuk kepentingan orang pribadi atau badan.

2. Jenis Pajak Daerah

• Jenis pajak Propinsi terdiri dari:

a) Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;

b) Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air;

c) Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor;

d) Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan.

• Jenis pajak Kabupaten/Kota terdiri dari:

a. Pajak Hotel;

b. Pajak Restoran;

c. Pajak Hiburan;

d. Pajak Reklame;

e. Pajak Penerangan Jalan;

f. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C;

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

g. Pajak Parkir.

3. Tarif Pajak

• Tarif jenis pajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) ditetapkan paling tinggi sebesar:

a. Pajak Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 5% (lima persen);

b. Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor dan Kendaraan di Atas Air 10%

(sepuluh persen);

c. Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor 5% (lima persen);

d. Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah dan Air Permukaan 20% (dua puluh persen);

e. Pajak Hotel 10% (sepuluh persen);

f. Pajak Restoran 10% (sepuluh persen);

g. Pajak Hiburan 35% (tiga puluh lima persen);

h. Pajak Reklame 25 % (dua puluh lima persen);

i. Pajak Penerangan Jalan 10% (sepuluh persen);

j. Pajak Pengambilan Bahan Galian Golongan C 20% (dua puluh persen);

k. Pajak Parkir 20% (dua puluh persen).

4. Retribusi dibagi atas tiga golongan

• Retribusi Jasa Umum; antara lain adalah pelayanan kesehatan dan pelayanan persampahan. Yang tidak termasuk Jasa Umum adalah jasa urusan umum pemerintahan.

• Retribusi Jasa Usaha; ntara lain adalah penyewaan aset yang dimiliki/dikuasai oleh Pemerintah Daerah, penyediaan tempat penginapan, usaha bengkel kendaraan, tempat pencucian mobil, dan penjualan bibit.

• Retribusi Perizinan Tertentu. antara lain adalah Izin Mendirikan Bangunan dan Izin Peruntukan Penggunaan Tanah.

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

DAFTAR PUSTAKA

Siti Resmi, Perpajakan Teori Dan Kasus, Edisi 6 Buku 1, Penerbit Salemba 4 http://baskom2.blogspot.com/2011/12/makalah-perpajakan.html

http://www.ortax.org/ortax/?mod=buku&page=show&id=52&q=&hlm=1 http://pajakonline.net/macam-macam-pajak-penghasilan/

http://pelayanan-pajak.blogspot.com/2009/08/jenis-dan-macam-pajak-di-indonesia.html http://www.pajak.go.id/perpustakaan/index.php?p=show_detail&id=5257

http://maksumpriangga.com/pengertian-dasar-dan-ciri-ciri-pajak-definisi-pajak.html http://9triliun.com/artikel/2108/pengertian-pajak.html

Dokumen terkait