• Tidak ada hasil yang ditemukan

PAJAK PENJUALAN ATAS BARANG MEWAH (PPnBM)

1. Pengantar

Dasar Hukum PPnBM

- UU Nomor 8 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah untuk yang kedua kalinya dengan UU Nomor 18 Tahun 2000 yang berlaku sejak 1 Januari 2001.

- Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 tentang Kelompok BKP Yang Tergolong Mewah, yang telah beberapa kali diubah dengan PP Nomor 12 Tahun 2006.

2. Karakteristik PPnBM

Dalam Pasal 5 UU PPN 1984 diatur bahwa di samping dikenakan PPN, dikenakan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM) terhadap :

1) impor BKP Yang Tergolong Mewah ;

2) penyerahan BKP Yang Tergolong Mewah yang dilakukan oleh pabrikan dari BKP yang menghasilkannya di dalam Daerah Pabean.

3) berdasarkan Pasal 10 ayat (2) UU PPN 1984, PPnBM tidak dapat dikreditkan dengan PPN atau PPnBM yang dipungut berdasarkan UU PPN 1984. Namun dalam ayat (4) dari pasal ini ditentukan, Pengusaha Kena Pajak yang mengekspor BKP Yang Tergolong Mewah dapat meminta kembali PPnBM yang telah dibayar pada waktu perolehan BKP Yang Tergolong Mewah yang diekspor tersebut.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pada dasarnya PPnBM hanya dikenakan satu kali yaitu pada mata rantai jalur distribusi yang disebut dalam Pasal 5 UU PPN 1984.

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

3. Tarif PPnBM dan pengelompokan BKP Yang Tergolong Mewah Dalam Pasal 8 UU PPN 1984 diatur :

1) Tarif PPnBM paling rendah 10%, paling tinggi 75%

2) Atas ekspor BKP yang Tergolong Mewah dikenakan PPnBM dengan tarif 0%

3) Dengan Peraturan Pemerintah ditetapkan kelompok BKP Yang Tergolong Mewah yang dikenakan PPnBM.

4) Macam dan jenis BKP Yang Tergolong Mewah ditetapkan dengan Keputusan Menteri Keuangan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 145 Tahun 2000 jo Peraturan Pemerintah Nomor 12 Tahun 2006, BKP Yang Tergolong Mewah yang dikenakan PPnBM dikelompokkan menjadi 2 (dua) kelompok besar yaitu : 1) Kelompok kendaraan bermotor yang dikenakan PPnBM dengan tarif 10%, 20%,

30%, 40%, 50%, 60%, dan 75%.

2) Kelompok selain kendaraan bermotor yang dikenakan tarif 10%, 20%, 30%, 40%, 50%, dan 75%.

Tarif 10 %

▪ Kelompok alat rumah tangga, pesawat pendingin (180-230 ltr), mesin cuci (6-10 kg), pesawat pemanas, dan pesawat penerima siaran televisi (21 – 43 “)

▪ Peralatan mancing nilai > Rp 500 rb.

▪ AC 1 – 2 PK.

▪ Player, penerima radio nilai > 1 juta.

▪ Kamera harga > 500 rb.

▪ Kendaraan pengangkut 10-15 org dan kurang dari 10 org dg silinder s.d. 1.500 cc Tarif 20 %

• Kompor gas.

• Lemari pendingin > 230 ltr.

• Bangunan mewah luas 400 m2 atau lebih, atau nilai jual bangunan Rp 3 juta/m2 atau lebih.

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

• Apartemen luas 150 m2 atau lebih atau harga jual bangunan Rp 4 juta/m2 atau lebih

• Televisi lebih dari 43 “.

• AC ukuran 2 – 3 PK.

• Mesin cuci piring, microwave, mesin pengering.

• Piano, organ.

• Minyak wangi dengan harga Rp 2.000 / ml atau lebih.

• Kendaraan pengangkut kurang dari 10 org dg silinder 1.500 s.d. 2.500 cc Tarif 30%

• Perahu layar.

• Golf, Perlengkapan selam, ski, selancar.

• Kendaraan sedan atau stationwagon atau lainnya dengan silinder s.d. 1.500 cc

• Tarif 40%

Minuman fermentasi dengan kadar alkohol tdk lebih dari 26 % proof.

• Saddlery, harness, dengan nilai Rp 1 juta/buah atau lebih.

• Kopor kulit, tas, perlengkapan kulit dengan nilai Rp 500 rb/buah atau lebih.

• Pakaian dan aksesorisnya dengan nilai Rp 600 rb/stel atau Rp 300 rb/buah atau lebih.

• Karpet.

• Arloji dari campuran logam mulia.

• Perahu motor, pesawat layang, pesawat gantung.

• Peluru untuk senjata api.

• Alas kaki dengan nilai Rp 1 juta/sepasang atau lebih.

• Tempat duduk/tidur atau perabot lain dengan nilai Rp 2 juta/buah atau lebih.

• Alas kasur dengan nilai Rp 1 jt/m2 dan kasur dengan nilai Rp 2 jt/m2.

• Lampu dan aksesoris dengan nilai Rp 2,5 jt/buah atau lebih.

• Barang porselen dengan nilai Rp 1 jt/buah atau lebih.

• Barang dari batu dengan nilai Rp 200 rb/m3 atau Rp 1 jt/m2 atau lebih.

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

• Kendaraan selain sedan 2.500 sd 3.000 cc, sedan dan stationwagon 1.500 sd 2.500 atau 3.000 cc.

Tarif 50%

• Permadani dari bulu halus.

• Helikopter, pesawat udara.

• Tongkat golf.

• Senjata api.

• Kendaraan golf.

Tarif 60%

• kendaraan bermotor beroda dua dengan kapasitas isi silinder lebih dari 250 cc sampai dengan 500 cc; dan

• kendaraan khusus yang dibuat untuk perjalanan di atas salju, di pantai, di gunung, dan kendaraan semacam itu.

Tarif 70%

• Minuman fermentasi dari buah anggur segar, termasuk minuman fermentasi yang diperkuat, grape must; dengan kadar alkohol melebihi 26% proof.

• Etil alkohol dengan kadar kurang dari 80% : wiski, brendi, vodka, arak.

• Batu mulia

• Kapal pesiar, yacht.

• Kendaraan pengangkut < 10 org dengan silinder lebih dr 3.000 cc dan 2.500 cc.

• Motor dengan silinder lebih dari 500 cc.

• Trailer dan semi trailer.

4. Cara menghitung PPN atas penyerahan BKP Yang Tergolong Mewah

Apabila dalam harga penyerahan terdapat unsur PPN dan PPnBM yang berubah menjadi biaya, yang dikeluarkan dari harga jual hanya unsur PPN.

Contoh :

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

PT. XYZ adalah pabrikan perlengkapan elektronik, antara lain produknya adalah AC yang atas penyerahannya terutang PPN 10% dan PPnBM 20%. PT. XYZ menyerahkan sejumlah AC-2PK kepada PT ABC dengan Harga Jual per-unit Rp 4.000.000,00 yang kemudian oleh PT ABC sebagian dari AC tersebut diserahkan kepada toko elektronik “Batam”. Penghitungan pajak yang terutang dapat diuraikan sebagai berikut :

Harga Jual = Rp 4.000.000,00

PPN terutang 10% = Rp 400.000,00

PPnBM terutang = 20% x Rp 4.000.000,00 = Rp 800.000,00 Harga yang dibayar oleh PT ABC = Rp 4.800.000,00 PT ABC memperhitungkan nilai tambah = Rp 300.000,00 Harga Jual yang ditentukan oleh PT ABC = Rp 5.100.000,00

Harga jual dari PT ABC ini merupakan harga perolehan yang dibayar oleh toko elektronik “Batam”. Harga yang dibayar oleh konsumen ketika membeli AC tersebut dari toko elektronik ini dapat dihitung sebagai berikut :

Harga perolehan AC yang dibayar oleh toko “Batam” = Rp 5.100.000,00 Toko “Batam” memperhitungan nilai tambah = Rp 500.000,00 Harga jual AC yang ditetapkan oleh toko “Batam” = Rp 5.600.000,00 PPN yang terutang = 10% x Rp 5.600.000,00 = Rp 560.000,00 Harga yang dibayar oleh konsumen = Rp 6.160.000,00

MODUL KULIAH

AKADEMI AKUNTANSI PERMATA HARAPAN BATAM

BAB VI

Dokumen terkait